Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Promo novel Anne.


__ADS_3

Selamat siang readers kesayangan author. Buat yang sudah menunggu novelnya Anne dan Brian sekarang udah rilis ya...


Judulnya : Melawan Restu



Sinopsis


Setelah dua tahun tak pernah bersua, akhirnya Anneta bertemu kembali dengan kakak angkatnya, Brian Leonard Marsello di acara pameran tunggal pertamanya. Sejak pertemuan itu, hubungan antara keduanya semakin dekat sampai timbul benih-benih cinta pada diri Anne. Namun, perbedaan keyakinan, budaya serta penyakit yang pernah diderita Brian, membuat hubungan mereka di tentang oleh keluarga Anne.


" Sepertinya kita memang tidak di takdirkan untuk bersama. Cinta menyatukan kita yang berbeda, tapi restu serta keyakinan justru memisahkan kita. " Anneta.


" Bisakah kita melawan restu itu? Jadi, mari berjuang bersama sampai akhir." Brian. Akankah Anne dan Brian bisa mendapatkan restu serta bersatu dalam satu keyakinan dan dunia yang sama?


Cuplikan bab

__ADS_1


Di tempat parkiran gedung pameran, terlihat seorang pria tampan baru saja keluar dari sebuah mobil. Di tangannya, terdapat sebuket bunga yang akan ia berikan untuk seseorang.


Tubuh atletis serta penampilan yang sangat keren bak model hollywood, membuat beberapa wanita melirik ke arahnya. Namun, ia tak menghiraukannya dan terus melangkahkan kedua kakinya berjalan menuju tempat pameran berada.


"Bisa perlihatkan kartu undangannya?" tanya seorang penjaga di depan pintu masuk ruangan pameran.


Hari ini, pameran memang masih di buka untuk tamu yang mendapatkan undangan saja. Besok, baru di buka untuk umum asalkan memiliki tiket masuk ruang pameran.


Brian mengeluarkan kartu undangan yang ia punya, lalu sang scurity pun mempersilahkan ia masuk ke dalam setelah melihat bahwa Brian mempunya kartu undangan VVIP.


Derap langkah kaki itu terus berjalan memasuki ruang pameran yang terlihat tidak tidak terlalu ramai karena memang hanya para undangan khusus yang berada di ruangan ini.


Di balik kaca mata hitam yang bertengger, sepasang mata itu terus mencari di mana sang gadis itu berada. Namun, tatapannya tiba-tiba terhenti pada sebuah lukisan yang seketika mencuri perhatiannya. Kini, langkahnya beralih mengarah untuk mendekati lukisan itu.


Saat menyadari bahwa ada seorang pria yang berdiri cukup lama di depan lukisan yang sejak tadi tak ada peminatnya, membuat Anne berjalan menghampirinya.

__ADS_1


" Apakah anda menyukainya?" tanya Anne yang seketika membuat lamunan pria itu buyar.


" Em," jawabnya singkat seraya menoleh sebentar ke arah samping. Ketika melihat siapa yang berada di sampingnya saat ini, membuat detak jantungnya semakin cepat.


" Apa anda tahu makna dari lukisan ini?" tanya Anne pada pria asing itu.


" Sangat tahu, apakah ini di jual?"


Anne tersenyum, " Sepertinya anda harus melepaskan kaca mata hitam itu dulu agar bisa membaca dengan jelas tag di atas pigura lukisan itu," jelas Anne sembari memperlihatkan papan kecil di atas lukisan itu. " Not sale" yanga artinya bahwa lukisan itu tidak dijual.


" Sayang sekali, padahal saya sangat ingin membelinya," ujar Brian.


" Sayang sekali, tapi sepertinya anda kurang beruntung karena karya ini tidak untuk dijual. Jika anda mau, masih banyak karya yang bisa anda beli," tawar Anne.


Brian menggeleng. "Saya hanya ingin membeli karya ini, meski dengan harga tinggi sekalipun."

__ADS_1


Anne memicingkan matanya tatkala mendengar jawaban dari pria di sampingnya itu. Padahal, sejak tadi tidak ada pengunjung yang tertarik dengan karya ini. Tapi, kenapa pria di depannya ini sangat ingin sekali membelinya? Bahkan sampai menawarkan harga tertinggi. Siapa sebenarnya dia?


__ADS_2