Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Mirip


__ADS_3

Saat melihat seorang wanita keluar dari mobil Samuel, Ken terperangah dan tidak percaya dengan apa yang Ia lihat saat ini. Ia mengucek matanya, lalu membuka mata kembali dan melihat kembali ke arah wanita itu, ternyata ini bukanlahlah hayalan ataupun mimpi. Melainkan kenyataan bahwa Ia tengah melihat seorang wanita yang sangat mirip sekali dengan Dira.


Tatapan Ken kepada Agatha yang begitu intens, membuat Samuel memicingkan mata.


" Mr. Ken ..." panggil Samuel.


Panggilan dari Samuel membuat lamunan Ken buyar, dan sedikit terkejut.


"Iya, Mr. Samuel__"sahut Ken dengan sedikit terbata.


" Is there any problem?"


" Oh, No ..."


Melihat Ken yang terus menatapnya intens, membuat Agatha sedikit merasa aneh. Namun, Ia 'tak merasa kesal ataupun jengkel seperti biasanya saat klien Samuel menatapnya.


" Oh, ya Mr. Ken ... Perkenalkan ini istri Saya, Agatha." Samuel mencoba memperkenalkan Agatha kepada Ken.


Saat Agatha dan Ken berjabat tangan, ada perasan yang sangat akrab dan tidak biasa. Selama 16 tahun terakhir, Ken tidak pernah merasakan hal ini kepada wanita manapun karena rasa ini akan hadir hanya saat bersama Dira.


Siapa dia? Kenapa dia sangat mirip sekali dengan Dira? Dan ... Kenapa perasaan ini hadir lagi saat bertemu dengan wanita ini? Apakah ... Tidak, tidak. Dira sudah meninggal Ken ... Kamu merasakan hal ini, mungkin karena dia mirip dengan Dira ... tapi, kenapa dia bisa semirip ini! Batin Ken sedang bergejolak hebat.


"Mr, Ken ..." panggil Agatha saat Ken melamun dengan masih memegang tangannya.


"Ah. ... Iya, Sorry Ms. Agatha," ucap Ken dengan melepaskan tangan Agatha. Ia malu dan canggung kepada Mr. Samuel karena memegang tangan istrinya begitu lama.


Apalagi di tambah aura wajahnya yang sudah tak biasa, membuat Ken lebih merasa tidak enak. Gara-gara wajah Agatha yang sangat mirip dengan Dira, Ken menjadi tidak fokus.


Meskipun penampilan Agatha dan Dira jauh berbeda, tetapi wajah mereka benar-benar mirip sekali bagaikan pinang di belah dua. Melihat Agatha seakan melihat wajah Dira saat tua.

__ADS_1


Setelah itu, Ken mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke ruangan untuk melakukan meeting, serta melihat bagaimana kondisi kantor PT. Fabio grup.


Melihat Agatha dan Samuel yang terus bergandengan tangan dan mesra membuat hati kecil Ken terasa sakit.


Astagfirullah hal adzim ... Kamu kenapa sih, Ken ... Ingat dia itu bukan Dira istrimu, tetapi Agatha Istri dari Samuel! jika mereka mesra , bukankah itu hal yang wajar. Toh mereka juga suami istri, jadi gak masalah kalau mereka bersikap mesra.


Selesai meeting untuk membahas kerja sama mereka, Ken sekalian mengajak Samuel dan Agatha untuk makan siang bersama.


Samuel dan Agatha dengan senang hati, menerima ajakan dari Ken. Mereka ingin makan siang dengan menu makanan khas Indonesia, bukan makanan western, atau makanan negara lain.


Oleh karena itu, Ken merekomendasikan beberapa menu makanan indonesia. Saat merkomendasikan beberapa makanan, ternyata Agatha sudah mencari info makanan khas Indonesia, dan Ia ingin memakan bakso dan mie ayam khas Indonesia siang ini.


"Apa Kamu tahu, makanan apa itu Agatha?" tanya Samuel.


"Aku tidak tahu, tetapi aku ingin memakannya saat melihat gambarnya,"pungkas Agatha." Apakah Anda bisa merekomendasikan bakso yang enak Mr. Ken?"tanyanya.


" No, problem! Saya ingin mencobanya, asalkan makanan itu enak, tempat tidak menjadi masalah buat Saya, " ungkap Agatha dengan seulas senyum.


Melihat sikap Agatha yang humble, membuat Ken sedikit terkejut. Dari atas sampai ujung kakinya semua barang branded, tetapi Ia tidak masalah dengan suatu tempat makanan, asalkan makanan itu enak.


Sifat Agatha yang seperti ini, terlihat seperti Dira rendah hati, dan tidak sombong. lagi-lagi Ken menyamakan Agatha dengan Dira


Maafkan Aku sayang ... Batin Ken.


Saat Ken menanyakan pendapat Samuel, Ia hanya mengikuti perkataan Agata saja karena jika Agatha menginginkan sesuatu lalu Ia tidak menurutinya, Ia akan marah dan tidak bisa di ajak kerja sama dengan baik.


Setelah beberapa menit perjalanan, mereka sampai juga di sebuah penjual bakso langganan Dira dan Ken dulu. Seiring berjalanan waktu, tempat ini sudah sangat berbeda. Dulu hanya sebuah kedai bakso yang kecil, tapi kini sudah menjadi tempat yang lebih bagus dan kekinian.


Melihat suasana begitu ramai dan penuh, membuat Ken sedikit merasa tak enak kalau membawa Mr. Samuel dan Agatha masuk kedalam.

__ADS_1


Ken turun dari mobilnya. bersama asistenya, lalu menghampiri mobil Agatha dan Samuel.


"Mrs. Agatha, sepertinya tempatnya sudah full dan terlalu ramai. Takutnya itu akan membuat Anda dan Mr. Samuel akan tidak nyaman. Bagaimana kalau misalnya saya bawakan semua menu bakso dan mie ayam yang ada di sini ke kantor? Atau Anda mau makan yang lainnya? "tawarnya.


Agatha terlihat terdiam sebentar, seperti sedang berpikir tawaran dari Ken. Dia sangat ingin sekali memakan menu makanan ini sekarang, tetapi kenapa begitu ramai.


" Em... Boleh saja, tapi bisakah Anda menyiapkan makanan khas Indonesia yang lainnya juga? Karena Saya ingin mencicipi berbagai makanan Indonesia!" pungkas Agatha dan dijawab sebuah anggukan oleh Ken.


"Apakah kamu tidak terlalu berlebihan, Agatha?" tanya Samuel yang sudah tidak bisa menahan lagi.


"Kenapa? Apa Kamu mau melarang Aku makan banyak lagi? Tenang saja, setelah itu Aku akan olah raga, jadi Kamu tidak perlu khawatir kalau Aku akan menjadi gemuk!" tandasnya.


"Bukan itu yang Aku maksud. Kenapa Kamu bisa semudah itu, meminta ini dan itu kepada Mr. Ken? Ini bukan seperti Kamu Agatha!" lanjut Samuel yang merasa bahwa sikap Agatha kepada Ken sedikit berbeda.


Selama 15 tahun mereka bersama, Agatha tidak pernah bersikap seperti ini terhadap orang asing yang baru di kenal, bahkan kepadanya pun Ia tak pernah sesantai saat berbicara dengan Ken.


Agatha terdiam setelah mendengar ucapan Samuel. Apa yang dikatakan oleh Samuel, tidak salah. Selama ini, Agatha memang bukanlah orang yang blak-bakan seperti ini. Ia selalu menyimpan semua keinginanya dan selalu bersikap elegan. Namun, entah kenapa saat berbicara dengan Mr. Ken, semua itu seakan mengalir sendiri tanpa Ia sadari.


Agatha hanya terdiam sambil memikirkan kembali apa.yang sudah terjadi pada dirinya saat ini.


Di sisi lain, Ken segera menyuruh Nino untuk memesan semua menu yang ada di sini dan di bawa ke tempat makan khusus klien di kantor. Ken juga menelfon beberapa restoran yang menyediakan makanan khas Indonesia langgananya.


Semenjak Dira pergi, Ken sudah terbiasa untuk melakukan banyak hal sendiri, tanpa bergantung kepada asistenya.


...****************...


Jika kalian Masih penasaran dengan cerita ini, tetap stay dan jangan lupa like, komen, vote, dan juga hadiahnya ya...


Karena cerita selanjutnya akan lebih menarik lagi.

__ADS_1


__ADS_2