
Setelah pembicaraan dengan Brian selesai, Ken, Lean dan Kean pergi untuk melanjutkan tugas masing-masing.
Kean kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda, serta mengambil alih pekerjaan Ken karena dia akan sibuk mengurus persiapan pernikahannya dengan Dira.
Sedangkan Lean segera mencari kekurangan Tim medis yang siap membantunya melakukan operasi Brian. Setelah menyaksikan semua kejadian di ruangan itu, Abi memutuskan untuk membantu Lean sehingga hanya kurang beberapa orang lagi.
Begitupun dengan Ken yang segera menghubungi seorang ustadz kenalannya yang akan menuntun Dira untuk kembali menjadi seorang muslim.
Setelah itu, Ken berjalan menuju ruangan dimana Nathan di rawat untuk menemui Rian. Sesampainya di ruangan itu, Ken segera mengetuk pintu.
Tak lama kemudian, pintu pun terbuka memperlihatkan wajah lelah Rian. "Masuk Ken," tawar Rian.
"Kalau bicaranya di luar saja, gimana?" ajak Ken karena dia tak ingin menganggu istirahat Nathan.
"Baiklah." Rian menutup pintu kamar Nathan, lalu mengikuti langkah Kenmenuju sudut rumah sakit.
"Sebenarnya ada apa, Ken? Kok tiba-tiba Kamu menghubungiku mengatakan ada sesuatu yang penting. Apa terjadi sesuatu?" tanya Rian yang penasaran.
"Aku mau nikah!"
"Apa!" Ken langsung menutup mulut Rian yang berteriak karena terkejut. Ia takut nanti banyak yang mendengar pembicaraan mereka serta bisa menganggu pasien yang lain.
Setelah memastikan rian aman, Ken melepaskan bekapannya. Wajah Rian terlihat marah gara gara Ken membekap mulutnya, tetapi Ia juga salah berteriak di kawasan rumah sakit yang membutuhkan keheningan.
"Kamu Serius, Ken? Aku gak mimpi atau salah dengar, Kan?" Rian menatap Ken dengan tatapan menyelidik.
Rian tahu selama ini Ken tak pernah mau menikah lagi, bahkan di saat almarhumah Carol menyuruhnya untuk menikah Ken tidak mau, tetapi tiba-tiba sekarang mengatkan ingin menikah. Bukankah sesuatu yang luar biasa dan mengejutkan? Untung saja Rian tak memiliki riwayat penyakit jantung, kalau tidak pasti sudah pingsan akibat terkejut.
"Serius, mungkin akadnya besok pagi__"
"Besok!" sela Rian sebelum Ken menyelesaikan ucapannya. "Kamu gila ya, Ken! Mau nikah gak bilang-bilang, sekalinya bilang mendadak sekali. Apa Kamu sudah tidak menganggapku sebagai sahabatmu lagi?" hardiknya dengan wajah penuh amarah.
Ken mengusap wajahnya kasar saat melihat Rian yang sudah salah faham.
__ADS_1
" Coba kamu tenang dulu ya Ri. Aku gak bermaksud seperti itu karena ini semua juga terjadi secara tiba-tiba." Ken mencoba menjelaskan kepada Rian, sedangkan Rian wajahnya masih terlihat marah.
"Aku minta maaf sebelumnya, tapi sumpah jujur demi Allah. Aku gak penah ada niatan untuk melupakanmu sebagai sahabat, tapi ini semua memang terjadi begitu cepat__" Ken tak meneruskan perkataannya karena bingung melihat Rian yang tiba-tiba berubah menjadi tertawa terbahak-bahak, seperti sedang meledeknya.
"Kok kamu ketawa sih, Ri. Kamu tadi ngerjain aku ya?" kesal Ken. Padahal Ia sudah sangat takut kalau Rian salah faham dan marah dengannya, tetapi Rian justru mempermainkan kepanikannya. Ken hanya terdiam menatap tajam ke arah Rian yang belum berhenti tertawa.
Melihat wajah Ken yang seperti singa mengamuk, Rian langsung menahan tawanya dan berusaha untuk kembali fokus.
"Sorry Ken. Aku awalnya gak berniat untuk nge-prank kamu, tapi jujur aku juga merasa sedikit kesal saat mendengar kamu tiba-tiba bilang mau menikah. Padahal selama ini kamu gak pernah curhat tentang dekat dengan wanita, tiba-tiba bilang mau menikah. Mendadak pula! Siapa coba yang gak kesal. Namun, Aku ikut bahagia akhirnya duda lapuk ini sekarang sudah mau menikah lagi! "ledek Rian sambil menepuk pundak Ken.
Ken mengerutkan dahinya ketika mendengar Rian menyebutnya sebagai duda lapuk." Maksud Kamu apa Ri, ngomong kayak gitu! " protes Ken dengan tatapan tajamnya.
" Yah ... Gimana gak lapuk coba, nganggur selama 16 tahun. Semoga masih sanggup memberikan servis yang baik untuk istrimu, ya." Rian kembali meledek Ken dengan menautkan satu alisnya.
"Dasar otak mesum mulu! Ingat umur sudah tua, omongannya gak bisa di jaga!" decit Ken yang sudah memalingkan wajah.
"Ye, Aku begini kan hanya khawatir sama istrimu saja Ken. Kan kasihan kalau__" Rian tak melanjutkan ucapannya karena Ken tiba-tiba melenggang pergi.
"Nanti Kamu akan tahu sendiri, aku harap Kamu bisa datang," ucap Ken yang sudah berlalu pergi meninggalkan Rian.
Rian hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum saat melihat kepergian sahabatnya itu. Ia ikut bahagia ketika mendengar Ken akan menikah lagi karena bagaimana juga Ken tetap butuh pendamping hidup. Sudah cukup baginya mengalami kesendirian selama 16 tahun dan kini saatnya Ia memulai hidup yang baru.
Setelah memberitahukan Rian, sekarang giliran menelpon Aron.
Aron : Halo Ken, ada apa?
Ken : Kamu ada di mana? Bisa bertemu sebentar? Soalnya ada sesuatu yang ingin aku katakan.
Aron : Sorry Ken, Aku lagi di luar kota. Mungkin nanti malam baru pulang ke jakarta, memangnya ada apa?
Ken : Syukurlah kalau nanti malam sudah pulang. Aku hanya mau mengabari kalau besok Aku akan menikah. Jadi__
Aron : Apa? Menikah!
__ADS_1
Aron sama halnya seperti Rian yang terkejut ketika Ken mengatakan akan menikah sampai sebelum ken menyelesaikan ucapannya mereka sudah menyela terlebih dulu.
Sedangkan Chika yang ada di samping Aron ikut kaget saat Aron mengatakan bahwa Ken akan menikah. Karena penasaran Chika meminta Aron untuk mengaktifkan pengeras suaranya.
Ken : Kenapa Kalian semua terkejut saat aku mengatakan akan menikah. Apakah se-mengejutkan itu?
Aron : Tentu saja sangat mengejutkan, bagaimana tidak terkejut. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba bilang mau menikah. Kamu mau menikah dengan Siapa?
Chika tiba-tiba mengambil alih ponsel Aron.
Chika : Ken, Kamu serius mau nikah? Dia orangnya gimana? Baik apa gak? Apakah dia bisa menerima anak-anak? Terus Lean, Kean, dan Anne apakah mereka sudah setuju dengan pernikahanmu?
Ken tersenyum saat mendengar Chika yang terus mengoceh tanpa henti, tetapi ocehannya hanya memikirkan tentang Kean, Lean dan Anne.
Ken : Mereka semuanya setuju, dan yang jelas dia orang yang baik. Kalau kalian ingin tahu siapa calon istriku, datanglah besok bersama Sabrina juga.
Chika : Tentu saja kita akan datang.
Setelah itu, terdengar suara ribut-ribut Chika dan Aron yang adu Argumen untuk segera pulang ke jakarta. Karena hanya terdengar perdebatan Aron dan Chika, Ken memutuskan panggilan.
***
Di sisi lain, terlihat Jessy sedang mengurus surat kepulangan sementara Brian. Di karenakan malam ini Dira akan pindah agama, Ia tidak akan bisa menemani Brian sementara.
Awalnya Brian akan izin pulang besok ketika akad akan di langsungkan, tetapi Brian meminta untuk ikut pulang sekarang karena ingin menyaksikan semua prosesnya.
Sebenarnya Dira menolak karena melihat kondisi tubuh Brian yang masih lemah, tapi Brian terus memohon sampai membuat Lean terpaksa mengizinkan Brian ikut pulang sekarang.
Lagipula di rumah juga ada dirinya yang bisa memantau kondisi Brian. Ini semua Lean lakukan agar pikiran dan suasana hati Brian lebih tenang sebelum menjalankan operasi.
...****************...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...
__ADS_1