
Saat Chika sedang menonton tv, tiba-tiba Ia melihat ada berita tentang seorang wanita bunuh diri di jembatan xx korban wanita sudah ditemukan dengan ciri-ciri ….Tubuhnya begitu banyak sekali luka lebam dan memar, sepertinya sebelum bunuh diri korban sempat mengalami tindakan kekerasan.
Nama jenazah dikenali dari tato yang berada di lengannya yang bertuliskan Angelica. Ketika melihat baju yang digunakan oleh wanita itu, Ia teringat lagi dengan pakaian yang Angel kenakan kemarin saat datang.
"Sayanggg …" teriak Chika memanggil Aron.
Aron yang baru saja selesai mandi, ketika mendengar Chika berteriak langsung berlari menghampirinya dengan badan masih memakai handuk yang dililitkan ke pinggang.
"Ada apa Sayang? Kamu kenapa?" tanya Aron cemas takut terjadi apa-apa dengan Chika.
"Coba deh kamu lihat berita," ujar Chika dengan menunjuk sebuah berita yang sedang disiarkan di tv.
Netra Aron membola sempurna, perasaan tak enak semalam benar-benar terjadi. Meskipun Aron sudah tak memiliki perasaan kepada Angel, tetapi dia juga akan terkejut ketika melihat Angel meninggal dengan cara yang tragis seperti itu.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Lo sih Ngel? Sampai Lo bunuh diri seperti ini! Batin Aron.
"Sayang … sayang …" panggil Chika yang tak kunjung mendapatkan respon dari Aron.
Mendengar panggilan Chika membuat lamunan Aron buyar. "Eh … Iya sayang …" sahut Aron dengan sedikit tersendat.
"Kamu kenapa melamun? Apa dia benar si Angel itu!" ujar Chika yang sedikit tak suka menyebut nama Angel.
Sedangkan, Aron hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala. Menandakan bahwa apa yang dikatakan Chika benar.
"Sebentar ya Sayang …" Aron kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya.Ia segera mengetik nomor Dira dan menelponnya.
Mendengar ponsel Dira yang berbunyi, Ken segera mengangkatnya.
Aron : Halo Dir.
Ken : Ada apa Ron, kok Kamu telpon Istriku?
Aron : Dira mana?
Ken : Dira masih ada di kamar mandi.
Dari bilik telepon terdengar suara Dira yang baru keluar dari kamar mandi lalu bertanya kepada Ken, siapa yang sedang menelpon. Tak lama kemudian Dira sudah mengambil alih panggilan itu .
__ADS_1
Dira : Halo Ron, Ada apa?
Aro : Lo nonton berita di tv gak?
Dira : Nggak sih, memangnya ada berita apa?
Aron : Angel meninggal, bunuh diri di jembatan xx semalam.
Suasana menjadi hening , tak ada terdengar suara sedikitpun dari Dira. Mungkin Ia juga terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Aron.
Di sisi Lain, melihat Dira terdiam setelah mendapatkan telepon dari Aron, Ken menjadi penasaran apa yang Aron telah katakan sampai membuat Dira seperti ini.
"Kamu kenapa sayang? Apa yang dikatakan oleh Aron?" tanya Ken saat melihat Dira masih terdiam, tubuhnya melemas dan duduk di sofa.
Pandanganya kosong, Ia benar-benar terkejut saat mendengar ucapan Aron. Apakah yang dikatakan oleh Aron itu benar? Kenapa Angel bunuh diri? Jadi ternyata Dia ada di Jakarta? Begitu banyak pertanyaan dalam hati Dira. Ia segera melihat berita yang dikatakan oleh Aron.
Ketika melihat berita itu, Dira benar-benar syok, Ia benar-benar tak tega membaca berita itu sampai Ia menutup mulutnya. Tak terasa butiran bening jatuh dari pelupuk mata membasahi pipi.
Setelah meletakkan Anne di dalam box, Ken berjalan menghampiri Dira yang sejak tadi tidak menjawab pertanyaanya.
"Siapa dia? Apakah kamu mengenalnya?" tanya Ken dengan memeluk Dira.
"A-ku kenal. Dia dulu sahabatku sekaligus musuh dibalik selimut!" celetuk Dira yang seketika mengingat kembali memori kebersamaan mereka serta kenyataan yang pernah Ia dengar dari Aron jika Angel adalah di balik kejadian 7 tahun lalu.
" Jika dia musuh dibalik selimut, lalu kenapa kamu menangisinya? "tanya Ken lagi.
Dira terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari ken. Meskipun Angel musuh di balik selimut, tetapi Dia juga pernah menjadi sahabat yang selalu ada membantunya dikala susah dulu.
Semoga kamu tenang disana ya Ngel … Aku udah maafin kamu kok! Batin Dira sambil menatap foto Angel yang ada di artikel itu.
***
Beberapa hari kemudian, Hari yang ditunggu telah tiba dimana hari acara aqiqahan, dan potong rambut Anne. Acara hari ini di buat lebih meriah lagi dengan menghadirkan anak yatim dari beberapa panti asuhan yang berada di bawah naungan keluarga fabio, serta teman arisan dan bisnis Carol.
Acara pengajian akan dilakukan didalam rumah, sedangkan acara perjamuan akan diadakan di taman belakang. Di dalam rumah di dekorasi dengan balon-balon serta dekorasi cantik dan imut dengan bertuliskan nama Anne. Sedangkan Di taman belakang, dihias dengan nuansa acara outdoor. Di taman belakang juga sudah tertata rapi, banyak sekali makanan, dessert, minuma, dan berbagai makanan lainya.
Setelah selesai bersiap-siap , Dira turun bersama Ken dan Anne. Acara hari ini begitu meriah, di mulai dengan acara pengajian, ceramah, sampai ke acara perjamuan. Bahkan Acara aqiqahan Anne lebih meriah dari acara pernikahan Dira dan Ken yang tertutup.
__ADS_1
"Wah … cucumu cantik sekali, eng," ujar teman arisan Carol.
"Iya Jeng, benar-benar bibit unggul semua ya …" sahut teman lainnya.
"Aku jadi gak sabar juga pengen segera punya yang bisa didandani seperti ini," pungkas Sekar sambil teus menatap Anne.
"Yang sabar Jeng, siapa tahu nanti Rian sama Senja justru bisa kasih cucu langsung kembar seperti cucu pertamaku," tutur Carol yang langsung dijawab Amin dengan suara lantang oleh Sekar.
Dia memang benar-benar berharap kalau penantiannya selama ini bisa digantikan dengan mendapatkan cucu kembar yang tampan dan lucu seperti Kean dan Lean atau cewek-cewek imut seperti Anne.
Meskipun acara begitu berisik Anne masih saja tertidur dalam gendongan Carol. Sedangkan Dira dan Ken berkumpul bersama Aron, Chika, Rian, Senja di sebuah meja bundar. Mereka bagaikan 3 pasangan yang menjadi sorotan dari acara hari ini.
Aron banyak curhat tentang kehamilan Chika yang juga suka ngidam yang aneh-aneh, sedangkan Senja, Rian juga curhat tentang Sekar yang terus saja mengirimi mereka makanan-makanan sehat dan menyita semua makanan junk food mereka. . Dira dan Ken hanya menjadi pendengar setia bagi mereka.
"Aku sampai bosan mb makan sehat terus …" celetuk Senja.
"Bukankah itu baik Sen, berarti mertua kamu perhatian tentang kesehatan kamu. Bukankah beliau juga gak pernah menghina atau memojokan Kamu dwngan kata-kata pedas, kan?" tutur Dira.
Senja terdiam sejenak untuk mencerna perkataan Dira. "Iya juga sih, Mama sekar gak pernah menghina atau mengucapkan sesuatu yang pedas sama sekali. Beliau hanya terus mengatur makanan kita yang memang kurang sehat juga sih …" lontar Senja yang baru menyadari bahwa ternyata sekar memang begitu peduli dengannya.
Awalnya dia suntuk karena menurutnya Sekar terlalu mengatur , tetapi sebenarnya itu adalah hal yang baik mungkin caranya saja yang masih kuno sehingga membuat Senja sulit menerimanya.
"Sayang …" panggil Chika kepada Aron dengan menatap ke arah lain.
"Kenapa Sayang?" tanya Aron.
"Aku tiba-tiba pengen mengelus dan cubit pipi pria itu!" rengek Chika sambil menunjuk ke arah seorang pria tampan dengan kacamata.
Mendengar apa yang diinginkan oleh Chika membuat semuanya ikut melihat ke arah jari telunjuk Chika. Saat melihat siapa yang ditunjuk Chika semua terperangah, sedangkan yang dipandang menjadi bingung sendiri karena banyak sorot mata tertuju padanya.
"Rendy!" seru semua bersamaan sambil menoleh ke Chika yang mengangguk serta memperlihatkan puppy Eye seperti sangat menginginkannya. Kemudian semua hanya bisa tertawa kecuali Aron yang masih terkejut melihat ngidam Chika begitu aneh.
"Gimana Ron, turutin dong ngidamnya istri! Nanti kalau gak di turutin mau anak Lu ileran?" ledek Rian yang segera mendapatkan sebuah pukulan dari Aron, tetapi untungnya tidak sampai kena.
Rian memang sengaja memprofokasi Aron karena dia tahu bahwa Aron sangat posesif kepada Chika, Rian hanya ingin melihat apakah Aron akan menuruti permintaan Chika dan meninggalkan egonya atau sebaliknya.
...****************...
__ADS_1