Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Bertemu adik tiri


__ADS_3

Netranya terbelalak menatap pria yang ada di depannya saat ini, seorang pria yang pernah ia anggap sebagai adik tapi tak pernah menganggap dirinya sebagai kakak. 


Dia adalah Arjuna, adik tiri  yang merupakan anak dari Anita dan juga ayahnya. Seorang Adik yang telah merampas semua rasa sayang ayahnya darinya, adik yang selalu di prioritaskan, di manja, apapun di turuti, ternyata sekarang menjadi seorang pencopet!. 


Sungguh … takdir seseorang memang tak ada yang tahu. Dulu semua uang ayahnya selalu dipakai untuk dirinya sampai Dira tak pernah mendapatkan uang jajan maupun  uang sekolah dari orang tuanya. Dia harus bekerja keras dan juga mencari beasiswa agar bisa melanjutkan kuliah dan hidupnya. Tapi sekarang anak kesayangan itu menjadi s****h masyarakat. 


"Juna … kenapa kamu bisa jadi pencopet?" tanyanya dengan tatapan tajam ke arah pria yang sudah duduk bersimpuh yang dipegang oleh Rian. 


"Kamu kenal Dia Dir?" 


"Tentu saja!" 


Arjuna menyeringai ketika melihat siapa wanita yang ada di depanya "Oh … ternyata itu kamu wanita m****n da j****! Aku kira kamu sudah mati, karena tak ada kabar sama sekali!" ucapnya ketus. 


Dira juga ikut menyeringai saat Juna menghinanya dengan sebutan wanita m****n dan j****. Sedangkan Rian meninju mulut yang dipakai untuk menghina Dira. Kemudian Dira berjongkok untuk melihat lebih jelas lagi seperti apa wajah adik kesayangan ayahnya itu sekarang. 


"Juna … juna … bisa-bisanya kamu menghinaku dengan sebutan seperti itu. Kamu masih tetap sama tak mau menghormati aku sebagai kakak! Seharusnya kamu mengaca dulu siapa dirimu sekarang, Apakah pantas orang seperti kamu menghina aku? Itu gak etis sekali juna."


"Kenapa dengan aku yang sekarang ... Kita itu sama, bukan orang yang suci, meskipun penampilan kamu sudah berubah seperti ini. Namanya wanita tukang selingkuh ya... tetap saja! Tidak akan berubah.


Penampilan kamu seperti ini, pasti karen kamu sudah punya pria kaya lagi kan sekarang... "


Sebuah tamparan mendarat di pipi juna sampai membuatnya merintih lirih kesakitan. 


Andrian sedikit terkejut melihat Dira yang tiba-tiba menampar seseorang dengan tangannya sendiri dengan wajah penuh amarah. Wanita anggun, baik, pendiam seperti Dira bisa menampar seorang laki-laki yang menghinanya dengan tangannya sendiri. 


" Ri lebih baik kita bawa dia ke kantor polisi saja, biar dia dihukum dan bisa menyesali perbuatannya yang tak baik ini!" tuturnya. 


"Jika kamu menjebloskan aku ke penjara mungkin ayah kamu yang sakit-sakitan itu akan mati, karena tidak akan ada lagi yang membiayai uang berobatnya lagi! Karena anak perempuan ya sudah lupa denganya. Kalau kamu masih punya hati seharusnya kamu itu ngasih aku uang yang banyak, bukan menjebloskan aku ke penjara. Masak iya kamu gak berbakti sama sekali dengan kehidupan Ayahmu! " teriaknya kepada Dira yang sudah membelakangi tubuhnya. 


Mendengar kata ayahnya yang sakit-sakitan seketika Dira menoleh ke arah Juna lagi.


" Ri lepaskan saja dia," 

__ADS_1


"Kamu yakin Dir mau melepaskan dia?" tanya Rian memastikan dan diangguki oleh Dira. 


Setelah itu Rian melepaskan tangan juna. 


Segera Dira. mengeluarkan semua uang yang ada di dompetnya, lalu menyodorkan semua itu ke hadapan juna. "Ambil uang ini! Aku hanya punya uang Cash segini! Kalau kamu mau ya ambil, kalau…" 


Sebelum Dira menyelesaikan ucapannya Juna sudah mengambil uang itu dan berlalu pergi meninggalkan Dira dan Andrian. 


"Dir … sebenarnya dia siapa? Kenapa kamu melepaskan pencopet itu dan memberikannya uang? " 


" Dia adik tiri ku! Yasudah Ri, aku pergi dulu ya, makasih udah bantuin aku," ujarnya lalu pergi meninggalkan Rian. 


Dira pergi segera pergi mengemudikan mobil itu melaju ke jalanan. 


Jika ayah sakit? Lalu siapa yang ke makam bunda? Apa bunda masih punya kerabat lain?. 


Selama ini yang Dira tahu bahwa Bundanya adalah yatim piatu yang tak punya sanak saudara lalu menikah dengan ayahnya. 


Ketika Dira melewati jembatan bawah tol, tanpa sengaja Dira melihat seorang pria yang mirip dengan ayahnya berjalan menggunakan tingkat penyangga dengan pakaian yang sangat lusuh. Seketika Dira mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya dan berjalan mencari pria yang tadi sempat ia lihat. 


Karena tetap tak bertemu dengan pria yang mirip dengan ayahnya Dira kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya untuk menjemput Kean dan Lean di sekolah. 


Sejak berpisah dengan Dira Andrian melampiaskan kekecewaan melalui mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya dia berhenti di tepi laut. 


Rian keluar dari mobilnya dan berteriak sekencang-kencangnya untuk mengeluarkan isi hatinya yang sejak tadi ia pendam


Kenapa gue harus sepatah hati ini… gue udah bisa menerima keadaan Dira yang seorang single mom, tapi kenapa sekarang justru Dira akan menikah dengan orang lain lagi… Tuhan… kenapa engkau mempermainkan hatiku. Aku sudah mencintainya sejak lama, tapi kenapa orang lain yang yang akan memilikinya….. 


Teriaknya di bibir pantai dengan deburan suara ombak serta kicauan burung-burung yang beterbangan, menyaksikan dirinya yang tengah patah hati.


......................


 

__ADS_1


Di sisi lain, Ken sedang meeting  bersama klien di temani oleh Calista karena tiba-tiba Rendi sakit perut dan diare terus menerus sehingga ia tidak bisa menemani Ken untuk meeting bertemu klien di luar. 


Selama meeting bersama klien Ken selalu saja merasa kantuk menyelimutinya, padahal dia meminum Coffe agar tidak mengantuk justru semakin lama rasa kantuk itu semakin menyerapnya. Sampai akhirnya ketika klien sudah pergi, tiba-tiba Ken jatuh ke sofa.


Melihat Ken yang sudah tak sadarkan diri, Calista tersenyum puas, kemudian menyuruh dua orang  pelayan laki-laki untuk membantunya mengantarkan Ken ke kamar hotel dan kebetulan meeting mereka hari ini di restoran hotel.


Setelah dua orang pelayan itu meletakkan Ken diatas kasur, Calista memberikan mereka tip dan menyuruh mereka pergi. Setelah itu Calista mulai melaksanakan rencananya. 


Selesai mengambil beberapa foto dia bersama Ken yang telah telanjang dada, Calista mengirimkan foto itu ke nomor Dira. 


Melihat ada notifikasi pesan masuk Dira langsung membukanya, dan ternyata…. 


Ketika melihat foto itu Dira sempat shock dan tak habis pikir, sebelum hari pernikahan tiba, tiba-tiba dia di kejutan dengan sebuah foto dan pesan yang tak terduga. 


Karena tak ingin suudzon Dira segera menelpon Rendi terlebih dahulu untuk bertanya dimana Ken berada. Rendi menjelaskan bahwa Ken sedang meeting bersama klien di restoran hotel xc bersama Calista karena dia sedang sakit perut. Setelah mendengarkan penjelasan dari Rendi Dira baru mengerti apa yang harus ia lakukan. 


"Kean … apa kamu bisa melacak dimana keberadaan papa sekarang?"


"Buat apa ma?" tanya Kean yang penasaran kenapa mamanya tiba-tiba ingin melacak lokasi papanya. 


"Kamu bisa atau tidak!" 


"Bisa!" Segera Kean melaksanakan perintah mamanya untuk melacak dimana keberadaan papanya, sedangkan Dira segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju lokasi dimana Ken berada. 


Kean dan Lean bingung kenapa mamanya tiba-tiba mengemudi dengan kecepatan tinggi, tapi mereka hanya bisa berdiam diri dan terus mengucapkan shalawat karena tak berani bertanya ketika raut wajah mamanya yang sudah terlihat seperti harimau yang siap menyergap mangsanya.


Tak lama kemudian Dira sampai di parkiran hotel, Dira menyuruh Kean dan Lean tetap berada di mobil dengan memantaunya Lewat ipad Kean. Dira berjalan dengan cepat menuju ke kamar hotel dimana Ken berada.


Dira mencoba mengetuk pintu itu dengan mengatakan bahwa dia adalah adalah layanan service hotel, untungnya hanya dengan berkata seperti itu Calista sudah membukakan pintu kamarnya. 


...****************...


Kira-kira bagaimana ya reaksi mama Dira...?

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, klik favorit serta hadiahnya ya....


__ADS_2