Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Wanita malam


__ADS_3

Saat ini hatinya terasa penat karena sampai saat ini ia belum juga mendapatkan wanita yang bisa dijadikan pasangan hidup. Setelah perasaannya pernah dipermainkan oleh wanita, Aron memang berubah menjadi fuckboy. Ia terus saja bergonta ganti pasangan tak pernah menetap hanya dengan satu wanita saja. Apalagi penampilanya yang jauh lebih tampan dari dulu, serta kekayaan yang ia miliki membuat Aron sangat mudah untuk mendapatkan hati wanita.


Tapi dalam lubuk hatinya paling dalam, Aron juga ingin seperti Andrian dan juga Ken. Bisa bertemu dengan wanita yang mampu membuat ia bertahan pada satu  wanita saja, Wanita yang bisa ia jadikan pendamping hidup sera wanita yang bisa memberikanya hubungan pernikahan yang sempurna. Selama ini wanita yang hadir mendekatinya, hanyalah para wanita matre yang menginginkan hartanya saja bukan mencintainya dengan tulus.


Karena merasa pwnat, Baron memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang seperti bar dari luar , tetapi tak hanya bar disana juga menyediakan para wanita-wanita malam yang bisa melayani para lelaki beruang. Ini adalah kedua kalinya Baron datang ke tempat ini, yang pertama ia diajak paksa  oleh temannya untuk berpesta di tempat ini. Sedangkan yang sekarang, ia datang karena ingin bukan paksaan. 


Aron datang ke tempat ini bersama teman Alex yang sudah merupakan tamu vip tempat ini. Meskipun Aron bergonta ganti pasangan, ia tak pernah melakukan hubungan intim dengan wanita, apalagi melakukan one night stand. 


Disaat mereka masuk, seorang mucikari tempat ini datang menghampiri Alex dan Aron yang duduk di sofa panjang ruangan vip. 


"Hello, ganteng …" sapa wanita itu kepada alex serta mereka melakukan cipika cipiki. 


"Hello Madam," sahut Alex


"Wow, siapa lelaki tampan yang bersamamu itu Alex?" tanya Susan dengan memberikan mengkode kearah Aron. 


"Oh, dia my friend Aron. Apakah kamu punya wanita yang bagus untuknya?" Alex menyeringai. 


"Oh … tentu saja! Kebetulan wanita no 3 disini sedang free job. Jadi, sepertinya dia bisa untuk datang melayani tapi …" Susan tak melanjutkan ucapanya, tetapi Alex sudah mengwrti apa maksud dari susan.


" Tenang saja, dia kaya …" bisik alex di telinga Susan. Sedangkan susan menyeringai lalu pergi keluar dari ruangan itu. 


Setelah kepergian susan, Aron masih saja menyesap segelas wiski yang ada di tangannya tanpa bertanya apapun kepada Alex karena ia masih menikmati minuman yang sudah lama tak ia sentuh. 


Tak lama kemudian, Susan masuk lagi bersama seorang wanita dengan pakaian seksi sampai lekuk tubuhnya begitu terlihat jelas. Netra Aron terbelalak ketika melihat siapa wanita yang datang bersama Susan. Meskipun cahaya dalam ruangan itu remang-remang, tapi Aron masih bisa mengenali wajah wanita itu dengan jelas di matanya. 


Aron berdiri dari tempat duduknya untuk menghampiri wanita itu. Alex yang melihat Aron berdiri dan berjalan menghampiri wanita itu hanya menyeringai, ia mengira Aron berdiri karena terpesona oleh kecantikan wanita itu. 


Tetapi sebenarnya bukan, hal yang membuat Aron berdiri dari tempat duduknya karena ia ingin memastikan lagi bahwa wanita yang sedang ada di depannya saat ini benar-benar wanita yang ada dalam pikiranya.

__ADS_1


"Siapa namamu?" tanya Aron di depan wanita itu. 


" Aku brissly Tuan!" jawab wanita itu dengan mengulas senyum bibirnya. 


"Jawab pertanyaan saya dengan jujur, Siapa nama kamu!" cetus Aron. 


Melihat tatapan Aron yang begitu tajam, membuat Brissly menautkan alisnya karena ini pertama kalinya ada seorang pria yang datang menanyakan kembali nama aslinya ketika ia menyebut namanya Brissly. 


" Apa maksud Anda Tuan? Nama saya memang Brissly." 


"Nama dia disini memang Brissly Tuan Aron," imbuh Susan. 


"Lalu nama Asli kamu siapa?" tanya Aron lagi yang masih belum puas ketika mendengar jawaban dari Brissly dan juga Susan.


"Sepertinya Anda sudah terlalu jauh Tuan, perjanjian disini adalah tidak boleh mengulik urusan pribadi, dan hal yang anda tanyakan itu ada privasi bagi Saya. Jadi, maaf Saya tidak bisa menjawab pertanyaan Anda," ungkap Brissly.


"Apakah kamu Angelica Zefanya?" 


Melihat ekspresi wajah Brissly yang terkejut membuat Aron semakin yakin bahwa ia adalah Angel. Wanita yang pernah ia cintai 6 tahun lalu, wanita yang pernah menyakiti hatinya serta wanita yang membuatnya menjadi seperti sekarang. 


Aron menaikkan sudut bibirnya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Brissly. " Lama tak bertemu Ngel," ucap Aron dengan mengulas senyum. 


Detak jantung Brissly berdetak begitu cepat, dunianya terasa berhenti sejenak ketika mendengar lelaki yang ada di depannya ini memanggilnya dengan panggilan Ngel. Jujur dari dulu ia selalu takut untuk bertemu dengan orang yang dikenalnya di tempat ini karena akan membuat harga dirinya hancur. Tapi untungnya selama ia bekerja tak pernah ada yang mengenalinya, baru kali ini ada orang yang mengenalinya bahkan menyebutkan nama panjangnya. Brissly mencoba mengendalikan emosinya agar pria yang tak dikenalnya ini tak mengenali bahwa ia memang adalah Angel. 


Brissly tersenyum. " Maaf Tuan, Nama saya Brissly bukan Angel. Jadi tolong jangan panggil saya dengan sebutan itu," ujar Angel. 


"Oh ya, tapi kenapa ekspresi kamu begitu gugup saat saya memanggil nama kamu dengan panggilan itu. Apa kamu tak mengenali lelaki yang pernah kamu campakkan 7 tahun lalu Angel," papar Aron dwngan masih menatap wajah Brissly lekat-lekat.


Suasana didalam ruangan itu berubah menjadi tegang. Susan dan juga Alex hanya bisa berdiam diri, melihat interaksi mereka seperti orang yang saling kenal. 

__ADS_1


" Aku tak pernah mengira bahwa akan bertemu dengan kamu di tempat seperti ini dan dalam keadaan begini!" imbuh Aron.


Brissly hanya terdiam sambil mengingat-ingat kembali siapa sosok pria yang ada dihadapanya saat ini.


"Aku Baron Cakrawala, pria yang pernah kamu campakkan 7 tahun lalu, Apakah kamu sudah mengingat aku lagi."


Brissly benar-benar terkejut ketika tahu siapa nama pria itu. " Aron … " gumam Brissly lirih, tapi Aron masih mendengarnya. 


Aron tersenyum ketika melihat Angel masih mengingatnya. Tanpa berpikir panjang, Brissly segera keluar dari ruangan itu. Tapi langkahnya terhenti disaat tangannya dicekal oleh Aron. 


"Kamu mau pergi kemana Nona, bukankah kau harus melayaniku dulu!" bisik Arom di dekat telinga Brissly. 


Ia tak mengerti kenapa Aron masih ingin dia tetap melayaninya, setelah ia tahu siapa Brissly sebenarnya. Apakah ia ingin balas dendam kepadanya karena telah mencampakkannya dulu?.


" Maaf Tuan, saya ingin pergi ke toilet terlebih dahulu," ujar Brissly setenang mungkin agar Aron tak menyadari bahwa ia saat ini tengah merasa gugup dan juga malu. 


Brissly memang benar-benar merasa malu, ketika mengetahui bahwa pria tampan yang ingin memesannya adalah Aron. Jika ia tahu lebih dulu, pasti dia tak akan menerima tawaran dari madam Susan. Saat ini rasanya Brissly ingin menghilang saja dari muka bumi ini, karena tak bisa menahan malu lagi.


"Kamu tak perlu berbohong! Madam, berapa harga sewa wanita ini dalam semalam?" tanya Aron kepada Susan yang masih berdiri di belakang Brissly.


" Em … begini Tuan Aron, dia adalah wanita no 3 disini sehingga bayaranya cukup tinggi daripada gadis-gadis lainya. Tapi tenang saja, kualitas Brissly dalam melayani pelanggan sudah tidak bisa diragukan lagi, " papar Susan seperti seorang sales yang menawarkan barang. 


Aron menghembuskan nafasnya panjang. " Sudah berapa tahun ia bekerja disini? Dan sudah berapa banyak pria yang ia layani sampai Anda mengatakan bahwa ia adalah wanita terbaik no 3? " tanya Aron lagi. 


Pertanyaan Aron sungguh membuat Brissly merasa sakit karena ucapan Aron sama saja seperti sedang menghinanya perlahan. Brissly mencoba melepaskan tangan Aron secara kasar dan membalikkan tubuhnya menghadap ke tubuh Aron. 


" Apakah Anda sedang mempermalukan saya? Jika anda tidak berminat untuk memesan saya, maka tak perlu Anda bertanya tentang hal seperti itu! Itu sama saja Anda sedang merendahkan saya!" pekik Brissly.


Aron menyeringai, Ia tertawa saat mendengar apa yang diucapkan oleh Brissly. Tanpa berpikir panjang, Aron membawa Brissly keluar dari ruangan itu dengan meninggalkan segepok uang di hadapan madam Susan.

__ADS_1


...****************...


Semoga suka. Jangan lupa like, komen, vote serta hadiahnya ya...


__ADS_2