Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Hikmah


__ADS_3

Terkadang suatu kejadian atau musibah itu akan menjadi guru ketika kita menilainya dengan pikiran positif. Bahkan akan bisa dijadikan hikmah ketika kita bisa menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada.


Pagi yang cerah, cahaya matahari lembut menyinari bumi penuh dengan kasih sayang. Semua kejadian yang telah terjadi, akan tersimpan dalam memori kenangan. Menjalani kehidupan bahagia bersama keluarga dan pasangan merupakan anugerah terindah yang diberikan Tuhan untuk kita. 


Hidup itu akan terasa biasa saja jika monoton hanya tentang kebahagiaan, tetapi akan menjadi indah ketika ada bumbu perdebatan, pertengkaran kecil, masalah, dan lain sebagainya . Asalkan  tetap dilewati bersama dalam keadaan suka maupun duka. 


Dalam hidup harus memiliki rasa ikhlas karena apa yang kita miliki di dunia fana ini tidaklah kekal, semua akan kembali kepada sang pemilik. Jadi, janganlah sombong dengan apa yang telah kamu miliki saat ini karena suatu saat nanti akan hilang ketika sang pemilik ingin mengambilnya kembali. 


Setelah kejadian keguguran dua bulan lalu, Aron dan Chika menjadi orang yang lebih kuat, sabar dan lebih dekat lagi dengan Tuhan-Nya. Mereka sudah tak menyalahkan Tuhan yang begitu cepat mengambil anak mereka, bahkan Aron dan Chika telah ikhlas menerima k bahwa Tuhan mengambil anaknya.


Di saat mereka sudah ikhlas serta lebih dekat lagi dengan Tuhan, tak disangka Tuhan kembali menitipkan anugrah sebuah makhluk hidup yang sekarang tengah tumbuh di dalam rahim Chika. 


Saat mengetahui bahwa Chika sudah hamil lagi, Aron sangat bahagia dan akan lebih menjaga Chika dari sebelumnya. Sejak kejadian itu Aron memanag menjadi jauh lebih dewasa lagi, Dia sudah lebih sabar dan tidak mudah marah dengan hal-hal kecil lagi seperti dulu. 


Kejadian itu benar-benar membawa hikmah dan perubahan yang besar bagi kehidupan Mereka, dan kenangan itu akan tetap tersimpan rapi dalam memori . 


"Sayang …" panggil Chika dengan nada sedikit manja.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Aron. 


"Aku pengen …" Chika belum melanjutkan lagi ucapannya, tetapi Aron Sudah menjadi tegang takut kalau Chika akan mengidam yang aneh-aneh lagi seperti sebelumnya. 


Chika tersenyum geli ketika melihat wajah Aron yang tegang. " Kamu kenapa tegang gitu, apa takut kalau aku akan ngidam yang aneh-aneh lagi?" tebak Chika sembari tersenyum.


"Em … sedikit sih, emangnya Kamu pengen Apa?" tanya Aron lagi untuk memastikan apa keinginan Chika. 

__ADS_1


"Aku cuma pengen makan sandwich buatan kamu aja kok," seloroh Chika sambil tersenyum lebar. Ia merasa sangat puas karena bisa mengerjai Aron. 


Aron menghela nafas sambil menjitak pelan kening Chika yang mulai jahil lagi. 


"Au … sakit sayang …" protes Chika sambil memegang keningnya. 


"Habisnya kamu mulai jahil lagi sih, ngerjain aku sampai udah tegang gin. Eh, ternyata hanya pengen sandwich," celetuk Aron yang sedikit merasa kesal dengan kejahilan Chika lalu beranjak bangun dari tempat duduknya. 


Sejak tahu Chika hamil lagi, Aron benar-benar bersikap lebih protektif lagi sampai tidak memperbolehkan Chika melakukan pekerjaan apapun. Bahkan Ia rela belajar masak karena Chika tidak suka  ada pembantu yang tinggal menginap di apartemennya sehingga tukang bersih-bersih akan datang saat membersihkan saja. Setelah itu akan pergi lagi.


Jadi, mau tidak mau Aron harus rela belajar memasak agar bisa membuatkan makanan untuk Chika. Aron tak selalu memasak untuk Chika, biasanya mereka juga beli makanan di luar, tetapi Aron akan menyeleksi semua makanannya terlebih dahulu sebelum di makan oleh Chika. 


"Sayang jangan lupa susu, dan juga buahnya ya …" teriak Chika saat melihat Aron melenggang pergi keluar dari kamar dan hanya di jawab sebuah kode tangan berbentuk o oleh Aron. 


Chika tersenyum sambil mengelus perutnya. Semoga kamu kelak bisa tumbuh berkembang dengan sehat sampai kamu  lahir kedunia ini ya nak… karena Dady and Momy benar-benar berharap kami bisa lahir kedua Ini dengan selamat dan hadir di tengah-tengah kehidupan Kita. Gumam Chika. 


***


Rumah yang dulu sunyi, sepi, kini tiap hari akan terdengar suara tangisan bayi yang menggema mengisi seisi ruangan. Canda, tawa, sedih juga tak lupa hadir di dalamnya untuk melengkapi. 


Sekarang usia bayi kecil itu sudah dua  bulan, Ia akan tersenyum ketika diajak bermain. Kehidupannya Terlihat  begitu sempurna dengan hadirnya keluarga yang penuh cinta dan  kasih sayang untuknya. 


Kehadirannya seakan menjadi pusat kebahagiaan semua orang. 


"Papa berangkat kerja dulu ya …" ucap Ken sambil mencium pipi Anne dan kening Dira. Begitupun dengan Dira yang mencium tangan Ken. 

__ADS_1


Setelah melihat kondisi Dira yang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, Ken mulai kembali bekerja lagi ke kantor. Awalnya Ken sudah nyaman kerja dari rumah, tetapi Dira yang memintanya untuk kembali bekerja di kantor.


Menurut Dira rasa tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan kurang terlihat jika Ia hanya kerja dari rumah sedangkan yang lainnya bekerja di kantor. Dira taku nanti akan ada yang merasa tidak adil, iri dan lain sebagainya. Meskipun itu perusahan milik Ken sendiri, Ia harus tetap bisa menjaga kewibawaanya sebagai seorang pemimpin perusahaan tidak boleh bersikap seenaknya sendiri.


Walaupun sudah kembali ke kantor, Ken tetap masih membantu Dira untuk mengurus Anne ketika di rumah. Bahkan dia sangat jago dalam mengurus Anne, tapi tak jago dalam mengurus diri sendiri. 


Sampai saat inj Ken masih terus bergantung pada Dira, semuanya Dira yang harus menyiapkan keperluan nya dari hal kecil sampai besar. Menurut Ken itu adalah rasa candunya ketika bisa di urus dan dilayani oleh Dira, dan Dira juga dengan ikhlas melakukan hal itu sebagai bentuk baktinya kepada suami. 


Jika kehidupan Dira penuh dengan kesibukannya menjadi ibu rumah tangga. Lain halnya dengan Senja yang sudah menyelesaikan kuliah profesinya dengan lancar. Sejak kejadian Chika dan Aron, Senja menjadi orang yang jauh lebih bersyukur atas apa yang ia miliki saat ini. Dia juga sudah tak mudah iri dengan kehidupan orang lain karena kehidupannya juga sudah bahagia. 


Saat bangun di pagi hari, tiba-tiba Andrian merasa mual dan muntah-muntah. Rian mengira bahwa lambungnya sedang bermasalah, padahal makanannya sekarang jauh lebih sehat dari sebelumnya. Namun, entah mengapa tiba-tiba Ia merasa mual dan muntah terus-terusan. Sedangkan Senja sejak dua hari yang lalu tak mau lagi didekati oleh Rian sehingga sudah dua hari ini mereka tidur terpisah. 


"Kakak kenapa?" tanya Senja saat melihat Rian terus-terusan mual dan muntah. 


"Tidak tahu, mungkin asam lambung." Pungkas Rian sebelum kembali meneguk susu hangatnya. 


" Apa di tempat kerja kakak makan sembarangan atau telat makan?" tanya Senja memastikan dan dijawab gelengan kepala oleh Rian. 


Senja terdiam, sambil berpikir apa yang tengah terjadi kepada mereka berdua. Sejak dua hari yang lalu kondisi tubuh mereka berdua benar-benar aneh. Senja yang biasanya makan sedikit, sekarang berubah menjadi suka makan, mudah lapar dan sekarang ditambah tak menyukai bau badan Rian sampai mereka membuat jarak 1 meter saat bersama. Kemudian, sekarang giliran Rian yang sejak pagi terus-terusan mual dan muntah. 


"Kenapa ini seperti dejavu, apa jangan-jangan. …," Senja mengambil ponselnya dan melihat aplikasi siklus menstruasinya, dan ternyata … 


...****************...


Semoga suka ya...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, bintang 5 dan hadiahnya biar Author lebih semangat lagi untuk up ceritanya . Jika ada yang bertanya tentang kisah bagaimana Angel menjadi wanita malam, kalian bisa membaca kisah wanita malam di bab 89 kalau gak salah. Di situ ada cerita Angel.


__ADS_2