
Suasana di dalam mobil terlihat begitu romantis, dua sejoli yang terus saja memamerkan kemesraan mereka, membuat Rendi hanya bisa menelan ludah dan bersabar.
Sabar … ini ujian ….
Berkali-kali Rendi hanya bisa menghela dan menghembuskan nafas panjang. Melihat Ken yang terus menempel pada Dira seperti perangko. Bahkan seorang Kenzo yang terkenal sebagai pria yang dingin terhadap wanita, hungry lion semuanya hilang seketika ketika bersama istrinya. Bahkan Ken terlihat seperti seorang anak kecil yang tak mau jauh dari ibunya yang terus menempel.
"Mas … sudah gak enak ah.. Di lihatin pak Rendi," ujar Dira yang melihat suaminya yang begitu menempel seperti permen karet.
"Biarin sayang … , Mas memang sengaja biar dia pengen cepet nikah juga, biar gak jomblo terus …" ledek Ken.
Ehm … Ehm …
"Kenapa Ren, keselek atau apa?"
"Enggak kok boss," jawab Rendi.
Dalam hati Rendi sebenarnya dia ingin menghilang saja dari dunia keromantisan mereka berdua, serasa jadi obat nyamuk yang dikacangin gitu. Tau kan rasanya gimana para reader? … thor… bisa hilangin gue aja gak sih…
Selang beberapa menit kemudian, mereka sampai juga di pelataran kediaman keluarga Fabio. Ken dan Dira segera turun berjalan dengan terus bergandengan tangan masuk kedalam rumah menuju kamar mereka.
Sesampainya di dalam kamar, tiba-tiba Ken sudah menyerang Dira dengan sebuah ciuman yang panas. Sesuatu yang sejak tadi ia tahan sudah tak terbendung lagi, jadi ketika sudah berada dalam ruangan yang hanya menyisakan mereka berdua Ken langsung tancap gas menghujani Dira dengan sebuah ciuman yang panas sampai membuat Dira sulit untuk bernafas.
"Mas stop!" teriak Dira dengan mendorong Ken dan nafas yang tersengkal-sengkal.
"Kenapa sayang?"
"Mas yang kenapa? Tiba-tiba mencium dengan ritme yang sangat keras sampai aku gak bisa nafas!" keluh Dira yang merasa sangat kesal.
Ken hanya tersenyum. "Mas minta Maaf ya ... Habisnya mas kangen banget sama kamu, apalagi kita mau LDR.an jauh.…" terang ken yang mencoba mendekat dan memeluk Dira.
__ADS_1
"Ya tapi gak gini juga kan, LDR juga hanya 3 hari!" ketus Dira dengan memanyunkan bibirnya karena merasa kesal dengan sikap ken yang menurutnya berlebihan.
Ken Mencubit hidung mancung Dira, dan berhasil membuat sang empunya teriak kesal.
"Bagi mas sejam aja lama, apalagi 3 hari. …"
"Mas gombal deh! ingat umur sudah berapa, masih aja suka gombal terus…" protes Dira dengan melipat tanganya di depan dada serta membuang muka.
Hal itu semakin membuat Dira terlihat menggemaskan dimata Ken, segera Ken mengecup bibir ranum itu dengan ritme yang lebih pelan. Dira juga sudah tak terlalu kaku seperti dulu lagi, ia sudah mulai membalas ciuman yang Ken berikan sampai membuat mereka terjatuh di atas ranjang.
Hari yang mulai hilang menjadi saksi sebuah percintaan mereka berdua.
"Sayang … terimakasih ya …" ucap Ken sambil mengecup punggung putih itu. "Nanti selama mas di paris kamu pokoknya gak boleh ketemu sama pria manapun oke!" ujar Ken yang mampu membuat Dira tersenyum geli.
"Iya mas, lagian aku mau bertemu siapa juga! Selama mas ke paris, pasti aku akan disibukkan dengan mengurus Kean yang masih sakit," jawab Dira yang sudah membalikkan tubuhnya menghadap ke wajah suaminya.
"Mas juga disana jaga kesehatan ya, jangan terlalu memaksakan untuk terus bekerja agar cepat pulang. Semampunya saja, Aku gak mau lihat mas sampai jatuh sakit lagi seperti saat di jogja dulu," tutur Dira dengan wajah yang serius.
Saat ini juga Dira mencoba menghindar lagi, dengan beralasan mau mandi karena sudah hampir waktunya sholat maghrib.
"Dir… Kenapa kamu selalu menghindar ketika Mas membahas soal itu. Apa kamu belum juga mencintai mas? Lalu apa arti dari semua ini?" cetus Ken yang sudah ikut duduk dari tidurnya.
"Kita gak usah bahas ini dulu ya, aku mau mandi. …" ujar Dira yang segera turun dari ranjang dengan melilitkan sebuah selimut untuk menutupi tubuhnya.
Melihat Kepergian Dira, Ken hanya terdiam dan mengusap wajahnya dengan kasar.
Aduh Ken … Lo kenapa harus bahas hal itu sekarang sih … kan jadi canggung lagi! Gumamnya dengan mengacak-acak rambutnya.
Sedangkan di dalam kamar mandi, Dira menatap dirinya lewat kaca. Kenapa lo selalu menghindar Dir? Yang dikatakan Ken ada benarnya juga, apa artinya semua yang lo lakukan dengan nya jika lo sendiri gak tau lo udah cinta apa belum dengan suami lo. Apa semua ini hanya sebatas menunaikan kewajiban saja? Apa lo gak terlalu egois namanya?. Gumam Dira yang terus bertanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan sholat magrib, mereka berdua segera pergi berangkat ke bandara. Meskipun ada sedikit rasa canggung diantara mereka berdua,Tapi mereka bisa menutupi itu semua di depan orang lain dengan terus bergandengan tangan agar tak ada yang curiga bahwa mereka tengah ada cekcok sedikit.
Sesampainya di bandara Dira hanya mengantar sampai di pintu keberangkatan, karena ken juga harus segera berangkat denga jet pribadinya. Sebelum berangkat Ken memeluk Dira lagi.
"Maafin Mas ya sayang, mas janji gak akan pernah bahas tentang hal itu lagi sama kamu. Mas juga gak suka melihat kita diem-dieman teralau lama. Jadi jangan marah lagi ya, sampai ketemu lagi istriku!" ucap Ken dengan mengakhiri mencium kening Dira sebelum ia pergi.
Dira hanya tersenyum dan melambaikan tangan kepada Ken, karena dia tak tau harus berkata apa lagi di depan suaminya. Untuk saat ini hatinya sungguh merasa gegana. Melihat pundak Ken yang mulai tak terlihat lagi, Dira juga ikut pulang menuju rumah sakit bersama supir.
......................
Jika Dira dan Ken sedang sedih karena harus LDR.an beberapa hari. Lain juga dengan Andrian yang begitu bahagia malam ini.
Sejak pertemuannya dengan Senja yang terakhir kali, mereka saling tukar nomor telepon dan menjadi lebih dekat lagi. Mereka berdua saling kirim pesan satu sama lain.
Andrian : besok kamu senggang gak sen? Kalau senggang kita hangout bareng yuk...
Senja : sepertinya senggang kak, mau hangout kemana?
Andrian : kemana aja deh, terserah kamu mau kemana kakak ikut.
Senja : Baiklah kalau begitu sampai bertemu besok kak Rian...
Andrian : Sampai ketemu besok cantik, selamat malam semoga mimpiin kakak ya ...
Setelah pesan yang terakhir terkirim ada rona bahagia di wajah Keduanya. Hati Rian sangat berbunga-bunga ketika melihat usahanya yang sudah mulai membuahkan hasil.
Semoga kamu yang terakhir dan bisa menjadi jodohku Putri Senja Lazuardi! Batin Rian dengan tersenyum lalu meletakkan handphonenya dia tas nakas serta mematikan lampu. Waktunya untuk istirahat agar besok bisa bangun pagi dengan wajah yang fresh.
.
__ADS_1
...****************...