Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Minta adik


__ADS_3

Waktu makan malam telah tiba Carol, Kean dan Lean sudah duduk di meja makan menunggu kedua pengantin baru yang belum juga turun untuk makan malam bersama. 


"Bik, Ken tadi sudah pulang kan?" tanya Carol kepada bi Inem. 


"Sudah dari tadi nyonya."


"Jika papa sudah pulang Darj tadi, kenapa belum juga turun untuk makan malam ? Mama juga belum turun?" imbuh Kean.  


Gak mungkin kan ... Masak masih jam segini sudah mau main … Batin Carol.


" Kalau gitu biar kita aja yang panggil mama sama papa di kamarnya oma," ujar Lean yang segera turun dari kursi berjalan bersama Kean untuk memanggil mama dan papanya. 


"Eh sayang … tunggu! Kalian gak usah panggil, nanti kalau mama sama papa sudah lapar pasti mereka akan turun sendiri," papar Carol yang mencoba mencegah kedua cucunya untuk memanggil Dira dan Ken. 


Carol takut kalau mereka pergi ke kamar Ken dan ternyata mereka sedang bermain kan jadi tertunda. Namanya juga pengantin baru, apalagi melihat sikap ken yang terlihat begitu agresif ke Dira. 


"Emangnya kenapa oma?" tanya Kean penasaran kenapa tiba-tiba Carol melarang mereka untuk memanggil papa dan mamanya. 


Carol bingung harus menjawab apa kepada mereka berdua. 


"Kalau oma diam saja, kita langsung ke kamar papa dan mama aja," cetus Lean yang segera berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Ken dan Dira. 


Semoga prasangkaku tidak benar, lagian ini juga masih terlalu sore untuk melakukan hal itu. masak iya mereka udah gak tahan mau begituan!.  Ujar Carol.


......................


Di dalam ruangan walk in closet masih terlihat Dua insan yang masih terhanyut menikmati permainan mereka. Nafas Dira mulai tersengal dan bibirnya juga mulai kebas karena Ken yang semakin lama semakin bersikap agresif dan mulai turun memberikan stempel ke leher Dira. Hembusan nafas serta sentuhan yang diberikan Ken membuat tubuh Dira merasa geli seperti ada desiran panas yang mulai hadir dalam tubuhnya. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari anak-anaknya yang seketika membuat Dira segera mendorong Ken.


" Kamu kenapa sayang? Kok mas di dorong! " tanya Ken yang bingung melihat Dira yang tiba-tiba mendorongnya. Padahal  sejak tadi Dira sudah menerima sentuhan demi sentuhan yang telah ia berikan. 


"Itu anak-anak datang terus mengetuk pintu dan memanggil-manggil kita," ujar Dira yang mulai merapikan bajunya yang mulai tterbuka sedikit.


Ken hanya bisa menghembuskan nafas panjang. "Yasudah  kamu bukakan pintu buat mereka, soalnya mas mau menenangkan adek mas yang sudah tegang dulu!" kata Ken.


"Adek? Mas punya adek? Dimana dan tegang kenapa?" tanya Dira beruntun dengan polosnya yang tak faham dengan apa yang dimaksud oleh ken. 


Ken hanya bisa tertawa melihat tingkah polos istrinya ini. 

__ADS_1


"Udah … kamu bukakan pintu mereka saja, daripada mereka terus teriak-teriak dan menggedor pintu," ujar Ken yang diangguki oleh Dira.


Setelah itu Dira segera pergi meninggalkan Ken yang masih berada di ruangan walk in closet. Sesampainya di depan pintu Dira segera membuka pintu kamarnya. Sekian lama mereka mengetuk pintu dan terus memanggil-manggil papa dan mamanya, akhirnya mamanya membuka pintu juga. 


" Mama kok lama banget sih bukain pintunya, memangnya mama lagi ngapain? " gerutu Lean yang kesal karena Dira yang begitu lama untuk membukakan pintu sampai tenggorokan mereka kering akibat terus memanggil mama dan papanya.


" Em … mama tadi ada di kamar mandi, makanya lama bukain pintunya, " ujar Dira untuk membuat alasan kepada kedua anak kembarnya itu.


"Kan papa ada, kalau mama masih ada di kamar mandi kenapa papa juga gak bukan pintu? " imbuh Kean.


Aduh... Aku jawab apa ya sama anak-anak!.


"Emm..." Dira terus saja berpikir apa yang mau iya jawab. Sebelum Dira melanjutkan ucapannya tiba-tiba Lean memberikan pertanyaan.


"Mama habis disengat apa? Kok bibirnya sedikit bengkak?" cetus Lean yang sejak tadi memperhatikan ada sesuatu yang aneh dengan bibir Dira.


Dira seketika terbelalak mendengar apa yang ditanyakan oleh Lean dan segera iya memegang bibirnya. "Oh ya … sepertinya nggak kok, oh ya kalian ngapain datang kesini apa ada yang penting? " tanya Dira untuk mengalihkan pertanyaan dari Lean.


" Oh … ini kan udah waktunya makan malam, terus mama sama papa belum turun juga ke meja makan. Sedangkan kita sudah nunggu dari tadi. Makanya kita kesini buat manggil mama sama papa," papar Kean.


"Mas … ayo turun udah ditungguin mama sama anak-anak di meja makan," panggil Dira.


" Iya sebentar sayang, "sahut Ken yang masih berada di dalam kamar mandi. 


Mendengar suara Ken yang ada di dalam kamar mandi membuat Dira sedikit bingung. Kenapa mas Ken ke kamar mandi lagi bukanya ganti baju? Bukanya tadi udah mandi ya? Apa tiba-tiba kebelet?. Gumam Dira dalam hati.


Sambil menunggu Ken keluar dari kamar mandi, Dira mengaca terlebih dulu untuk melihat bibirnya yang katanya Lean sedikit bengkak.


Sepertinya memang sedikit bengkak sih? Apa Mungkin efek terlalu lama berciuman kali ya… desisnya di depan kaca sambil memegang bibirnya.


Satu menit kemudian Ken sudah keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaiannya. Selesai memakai pakaiannya mereka berdua turun ke lantai satu untuk makan malam bersama. 


Di meja makan sudab terlihat Carol, Kean dan Lean yang sedang menunggu kedatangan mereka. 


"Kalian ngapain aja sih kok lama sekali turunya!," gerutu Carol yang sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi.


"Oh … tadi mas Ken kebelet lagi ma waktu Dira mau ajak turun." jawab Dira yang hanya diangguki oleh Ken.

__ADS_1


"Kebelet?" tanya Carol yang sedikit curiga.


"Iya ma … Yaudah kita makan saja ya … " Imbuh Ken yang segera duduk.


Setelah itu mereka makan malam bersama dengan hening karena sudah pada kelaparan. Selesai makan malam Kean dan Lean mengajak Dira dan Ken untuk nonton tv bareng di ruang keluarga.


Awalnya Ken menolak permintaan kedua anak kembarnya karena ia ingin melanjutkan mengerjakan pekerjaannya yang masih menumpuk. Mendengar jawaban dari Ken, Kean dan Lean cemberut dang ngambek. Seketika Dira membujuk Ken untuk menuruti permintaan anak-anaknya dan akhirnya Ken setuju untuk menonton tv bersama. Sebenarnya Ken ingin lembur di kamar dengan


Mereka berempat duduk bersama di sofa panjang untuk menonton film kartun kesukaan Kean dan Lean. Ken duduk di samping dira dengan memeluk lenganya, tiba-tiba Lean datang dan ingin di pangku oleh ken.


Suasana di ruang Keluarga ini terlihat begitu hangat dan harmonis.


Ya Allah ... Apa ini yang dinamakan keluarga yang harmonis dan bahagia? Terima kasih Engkau telah menghadirkan mereka dalam hidupku, sehingga kehidupanku sekarang penuh warna bahagia. Batin Dira


" Oh ya Ma … tadi siang kan kita diajak oma ke rumah temanya dan disana ada adik bayinya. Adiknya cantik dan menggemaskan. Lean jadi pengen juga  punya adik. Terus temen-temen oma bilang nyuruh Lean bilang ke mama sama papa untuk buatin adik. Memangnya mama sama papa bisa buatin Lean adik? " tanya Lean dengan polosnya.  


" Bisa dong sayang, " sahut Ken.


" Beneran pa bisa, kalau gitu Lean pengen punya adik cewek yang cantik! " cetusnya dengan antusias dengan wajah yang berbinar karena mendengar Ken yang mengatakan kalau mereka bisa membuatkan adik.


"Iya Kean juga mau!" imbuh Kean.


"Kalau papa sih siap-siap aja buatin kalian adik. Tinggal nunggu mama kalian aja mau apa gak?" ujar Ken dengan menatap ke arah Dira.


Sedangkan Kean dan Lean langsung menghampiri Dira dan memberikan wajah memohon agar Dira mau memberikan mereka adik cantik.


Dira yang melihat wajah tiga pria yang terus menatapnya. Hanya bisa Menghela nafas panjang dan mengangguk agar mereka senang.


"Hore...." Seru Kean dan Lean penuh bahagia sampai melompat-lompat dan mencium Dira.


Sedangkan Ken terus menatapnya dengan maksud lain.


...****************...


Hay... Maaf ya kalau upnya telat-telat karena author sedang kurang vit dan kehabisan ide. Semoga suka ya...


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya...

__ADS_1


__ADS_2