
Hari demi telah berlalu tak terasa sudah hampir 2 minggu Danang dan Niken telah pergi, tapi Arjuna belum kunjung datang ke rumah ini untuk menemuinya. Sebelumnya Dira sempat menitipkan pesan kepada tetangga Danang, jika mereka melihat Juna pulang untuk menyampaikan pesan bahwa ayah, ibunya telah meninggal dunia. Dira juga memberikan selembar kertas yang bertuliskan alamat rumahnya agar Arjuna datang kesana karena Dira ingin bertemu dan ada yang ingin ia bicarakan kepada Juna.
Di dalam ruangan dengan nuansa cream itu terlihat seorang wanita masih tidur terlelap di bawah balutan selimut tebal. Sudah seminggu ini kondisi tubuh Dira terus saja menurun, ia jadi sering tidur, lemas, mudah menangis, tidak ***** makan dan lebih manja seperti anak kecil. Sikap Dira yang berubah drastis, membuat Ken cemas dan bingung apa yang sedang terjadi kepada istrinya.
Tubuh yang mulai berisi kembali kurus akibat jarang mau makan serta tubuh yang lemas akibat kekurangan energi. Ken mencoba membujuk Dira udengan selalu menawarkan apa yang ingin dimakannya tapi jawabannya selalu sama ' Aku gak ***** makan dan gak ingin makan apapun!' hal itu membuat Ken merasa sedih dan juga sedikit kesal.
Ken juga sempat mengajak Dira untuk ke dokter tapi Dira justru marah-marah, menangis dengan mengatakan bahwa ia baik-baik saja, gak perlu ke dokter. Sampai Kean, Lean dan Carol juga membantu membujuk Dira. Bukanya berhasil justru membuat Dira ngambek sampai mendiami semua orang yang ada di rumah.
Sikap Dira saat ini berbanding terbalik 180 derajat dengan sikapnya yang dulu, sampai membuat semua orang yang ada di rumah harus berhati-hati ketika berbicara dengan Dira.
Ketika mengingat perkataan Carol yang mengatakan bahwa Dira mungkin hamil, membuat Ken merasa senang sekaligus sedih dalam waktu bersamaan karena jika Dira hamil dan Ken harus menghadapi sikap Dira yang seperti ini selama sembilan bulan membuatnya hanya bisa menarik nafas panjang dan menelan salivanya dalam-dalam.
Di saat Dira masuk ke kamar mandi, ternyata ia melihat ada bercak darah yang keluar dari kewanitaanya. Melihat hal itu, Dira menganggap bahwa itu adalah bercak darah menstruasi karena memang sudah waktunya Dira menstruasi.
"Loh kamu gak sholat sayang?" tanya Ken yang melihat Dira kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang bukanya menyusul untuk sholat subuh berjamaah.
"Sepertinya aku menstruasi mas, jadi gak sholat. Terus mataku juga masih ngantuk berat dan tubuhku juga lemas sekali, makanya mau tidur lagi," jawab Dira yang sudah menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu tertidur kembali.
Ken yang mendengar hal itu hanya bisa geleng-geleng kepala dan melakukan sholat subuh sendiri.
Cahaya matahari telah keluar setinggi tombak dan wanita cantik itu masih saja tidur terlelap dalam balutan selimut tebal yang menutupi tubuh kecilnya. Ken menghela nafas panjang, kemudian membuka horden agar membuat istrinya terbangun.
"Sayang, ayo bangun dulu, mataharinya sudah tinggi loh … gak baik untuk kesehatan kalau tidur terus seperti ini, kita olahraga aja yuk!" ajak Ken agar Dira mai bangun dan olahraga agar tubuhnya kembali vit seperti semula.
Bukanya bangun justru Dira hanya menggeliat dan memeluk tubuh Ken. Tiba-tiba bunyi ketukan pintu terdengar dengan suara panggilan dari Carol di balik pintu.
Ken melepaskan tangan Dira yang melingkar di perutnya, ia mulai beranjak dari tempat tidur untuk membukakan pintu.
Di saat pintu terbuka, terlihat Carol yang sudah berdiri di depan pintu dengan wajah yang gembira.
__ADS_1
"Ada apa ma? Kok tumbuh - tumbenan mama ke kamar ken pagi-pagi " tanya Ken yang sedikit bingung dengan ekspresi Carol.
"Dira mana?" bukanya menjawab justru Carol melemparkan sebuah pertanyaan kembali.
"Masih tidur," jawab Ken singkat.
Tiba-tiba Carol memberikan Ken kantong plastik berwarna pink.
Ken mengambilnya dan melihat apa isi kantong iti dan mengambil salah satu kotak persegi panjang berwarna pink yang ada di dalam kantong plastik.
Di saat membaca apa yang tertulis di kotak itu Ken mengernyitkan dahi. "Mamat buat apa ngasih Ken alat seperti ini?" tanya yang masih bingung.
"Itu buat Dira bukan buat kamu! Beberapa hari yang lalu Mama kan sempat curiga kalau Dira itu sedang hamil, makanya semalam saat mama pulang dari perkumpulan mama sempatkan ke apotik untuk membeli itu," papar Carol.
" Tapi, tadi pagi Dira bilang dia menstruasi ma, " jawab Ken yang langsung membuat raut wajah Carol berubah lesu.
"Ya … mungkin memang belum rezekinya ma," ujar Ken.
Carol memicingkan matanya seperti sedang menyelidiki Ken. "Bukankah dulu hanya sekali sudah jadi anak kembar, terus kenapa sekarang belum jadi juga?" cecar Carol.
Ken hanya bisa menghela nafas panjang serta menelan salivanya dalam-dalam karena ucapan Carol seakan menghina bahwa sekarang dirinya kurang ….
"Ma … mana Ken tahu soal itu, kan yang ngasih anak Allah ken mah hanya tinggal buat aja! Lagian jika belum dikasih berarti Allah masih ingin membiarkan Ken pacaran dulu sama Dira alih-alih memberikan anak," tungkas Ken untuk membela diri.
Dengan wajah yang sudah di tekuk, Carol segera melenggang pergi meninggalkan ken. Ekspektasi bahwa ia akan mempunyai cucu lagi buyar ketika mendengar Ken yang mengatakan bahwa Dira sedang menstruasi.
Melihat Carol yang melenggang dengan wajah yang kecewa membuat Ken menggeleng-geleng kepala.
__ADS_1
Kenapa mama terlihat seperti yang sangat berharap bahwa Dira hamil?. Batin Ken yang segera masuk kembali masuk ke Kamarnya.
......................
Di dalam sebuah ruangan yang remang-remang , terlihat seorang pria tengah menghisap rokok. Membuat asap-asap rokok keluar dari mulutnya bertebaran di ruangan itu. Kini penampilanya terlihat sangat lusuh dengan hanya memakai kaos oblong, kumis panjang, serta bulu jenggot tebal menutupi wajah tampanya. Tubuh yang tak terurus terlihat seperti kera sakti yang terus mendekam tanpa keluar kemanapun.
Sejak kehancuran yang mendatanginya, ia menjual apartemen serta barang-barang yang masih bisa dijual untuk kabur ke luar Negeri akibat mendapat surat panggilan dari polisi bahwa ia tersangka tuduhan tabrak lari.
Di saat baru pulang dari rumah Karen, Darren sempat mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan tidak sengaja menabrak seorang kakek tua yang sedang menyebrang jalan. Tabrakan itu mengakibatkan kakek meninggal dunia, melihal kakek yang meninggal dunia Darren segera kabur dan menjual mobilnya untuk menghilangkan jejak tabrakan itu.
Di saat ia berhasil menjual mobil, ternyata masih ada polisi yang datang mencarinya dengan membawa surat penangkapan atas tuduhan tabrak lari. Untung saja Darren melihat hal itu dan bersembunyi tanpa sepengetahuan polisi.
Melihat dirinya yang sedang menjadi buronan, Darren memutuskan untuk kabur dari Indonesia dengan menggunakan paspor palsu yang ia beli sebelumnya.
Ia memang lolos dan bisa kabur dari Indonesia, tapi karma terus saja menghampirinya. Saat tinggal di negara orang Darren tak pernah mendapatkan pekerjaan, serta kehidupanya yang harus terus membeli obat-obat terlarang akibat kecanduan membuat Dirinya hidup pas-pasan dan tinggal di tempat kecil yang terlihat seperti gudang.
"Apa yang harus gue lakukan agar bisa mendapatkan uang yang banyak dan bisa membalaskan dendam gue kepada Dira dan suaminya? Jika hidup gue terus seperti ini pasti gue gak akan bisa membalas dendam itu, justru gue yang akan menderita mati kelaparan di negeri ini!, " decaknya yang kembali menghisap rokok itu sampai habis.
Darren bangun dari tempat duduknya dengan berdiri melihat wajah dan tubuhnya di depan kaca, wajah yang dulunya sangat tampan dan dikagumi banyak wanita sekarang berubah menjadi seorang pria lusuh yang tak terurus.
Tiba-tiba ia menyeringai dengan melihat tubuhnya yang masih terlihat sixpack, membuatnya menaikkan sudut bibirnya.
"Ternyata tubuhku masih cukup bagus, tinggal mencukur rambut serta jenggot ini pasti aku bisa menggaet wanita-wanita kaya di sini! !" desisnya yang terus menatap wajahnya di kaca yang usang itu.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen, vote serta klik tombol Favoritnya. Kalian juga bisa kasih hadi koin serta bunga agar author lebih semangat lagi.
__ADS_1
Selamat berlibur untuk Semuanya tetap jaga protokol kesehatan ya...