
Sebuah genderang perang mulai datang dalam biduk rumah tangganya. Hati yang terus memendam rasa sakit, akhirnya mulai berani mengungkapkan isi hatinya.
"Apa maksud kamu? Kamu curiga kalau aku selingkuh? Apa begini caranya kamu menyambut suami yang lelah karena bekerja!" tungkasnya dengan nada tinggi.
"Kakak gak usah berbohong lagi sama Dira. Dira sudah tau semuanya, selama ini kakak gak mau nyentuh Dira sama sekali karena kakak homo kan?" tanya Dira dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Darren mengerutkan keningnya dan terkejut, ketika mendengar bahwa Dira telah mengetahui rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat selama ini.
" Apa kamu mengikuti aku? Memangnya kenapa kalau aku homo! Kamu mau menyebarkan rumor atau memberitahu mama? Silahkan saja kalau kamu berani, karena tidak akan ada yang percaya dengan kamu!" tantang Darren.
Hati Dira terasa seperti tersambar petir, Sakit… sungguh hatinya sakit sekali saat mendengar perkataan itu muncul dari mulut Pria yang sudah ia cintai itu.
" Aku tidak akan memberitahu ke siapapun, asalkan kakak putus dengan dia dan bisa mencintai aku! "cetusnya dengan sorot mata yang mulai sendu.
Darren menyeringai, dia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran gadis bodoh yang ada di depan ini.
" Haha….. Kamu itu lucu sekali Anindira, Mana mungkin aku meninggalkan orang yang aku cintai demi kamu? Apa kamu bodoh! Kamu menyuruh aku untuk mencintai kamu? Memangnya kamu itu siapa? Ngaca dong ...Kamu itu gak pantas berbicara seperti itu di depan aku! Jangan pernah berharap kalau aku akan mencintai kamu, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah jatuh cinta samu kamu! Ingat itu baik-baik, dan jangan pernah ikut campur dengan urusanku lagi, kalau tidak kamu akan tahu akibatnya!" Paparnya.
Setelah itu Darren segera pergi meninggalkan Dira yang masih diam mematung.
Sejak kejadian itu, Darren sudah tidak segan-segan lagi membawa olive datang kerumahnya . Bahkan Dia bermesraan dengan olive di depan Dira, tanpa menghiraukan keberadaan Dira sama sekali.
Apa yang telah dilakukan Darren kepadanya semakin membuat hati Dira terasa sakit, dan sudah tidak tahan lagi untuk menjalani rumah tangga ini. Tapi, jika dia tidak mempunyai bukti sama sekali, tidak akan ada orang yang akan percaya dengan ucapannya. Sehingga Dira merencanakan untuk merekam semua apa yang telah dilakukan oleh Darren dengan Olive, sebagai bukti untuk mengajukan gugatan cerai. Tapi sebelum Dira membawa bukti itu ke pengadilan, Darren sudah mengetahui niat Dira. Hal itu membuat Darren murka, sehingga membuatnya memukuli Dira tanpa ampun, dan kejadian itu direkam oleh Olive.
__ADS_1
Melihat Dira yang menangis,seperti memohon ampun Rian langsung membangunkan Dira dari alam bawah sadarnya.
Di saat Dira sudah terbangun, Dira sangat ketakutan, nafasnya tersengal-sengal dan tubuhnya terus mengeluarkan keringat Dingin. Andrian ingin menenangkanya, tapi Dira menolak dan terus menjauhi Andrian.
Rian yang melihat kondisi Dira saat ini, membuatnya menjadi cemas dan sangat khawatir. Dir…. Apakah masalalu kamu begitu menyakitkan?. Jika aku tahu kamu akan menjadi seperti ini, aku tidak akan menyetujui kamu untuk melakukan terapi. Jujur hatiku sangat sakit ketika melihat kamu yang seperti ini.
Karena terlalu takut, dan belum bisa mengontrol nafasnya. Akhirnya Dira jatuh pingsan, melihat Dira yang pingsan membuat Andrian terkejut dan segera membawa Dira ke ruangan gawat darurat. Di tempat praktek Rian memang sudah tersedia ruang rawat darurat yang cukup lengkap peralatanya.
Dalam kondisi tidak Sadarkan Diri, ingatan masa lalu Dira muncul lagi dengan sangat jelas.
Karena terus mendapatkan perlakuan kasar dari Darren, Dira mencoba untuk kabur dan berhasil. Dira kabur ke rumah temannya Angela, karena Dira berpikir bahwa itu adalah hal yang lebih baik daripada kabur ke rumah orang tuanya. Jika Dira kembali ke rumah orangtuanya, Darren akan mudah menemukannya dan membawanya kembali ke rumah neraka itu lagi.
Disaat bersembunyi di rumah Angel, tidak ada rasa curiga sama sekali dalam diri Dira. Karena menurut Dira, Angel adalah satu-satunya teman yang selama ini baik dengan nya. Sampai suatu malam Angel mengajak Dira ke sebuah acara perpisahan dengan teman-teman kuliahnya di suatu Hotel. Saat itu Dira ingat betul bahwa dia hanya memesan Orange jus, tapi entah kenapa Dira merasa pusing dan tidak sadarkan Diri.
Melihat siapa yang ada di sampingnya Dira terkejut dan ingin berteriak, tapi dia urungkan. Dilihatnya wajah laki-laki itu lekat-lekat dalam cahaya remang-remang dalam kamar itu. Wajah pria itu bukanlah wajah suaminya, segera Dira menurunkan tangan pria itu, dan ingin pergi.
Dira mencoba untuk bangun dari posisi tidurnya, saat itu dia baru tersadar bahwa dirinya sudah tidak memakai sehelai benang sedikit pun. Hal itu membuat Dira semakin terkejut dan lemas. Apa yang sudah terjadi? Siapa pria ini? Tidak mungkin kan aku sudah berbuat zina? Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun.
Tanpa berpikir panjang Dira segera turun dari ranjang untuk mencari pakaiannya. Ketika ingin berjalan, Dira merasa seperti ada yang terasa sakit di bawah sana. Dira berusaha menahan rasa sakit itu dan dira berjalan untuk memungut bajunya yang tergeletak di lantai dan segera memakainya.
Dalam pikiranya terus memikirkan untuk segera keluar dari kamar dan berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan pria itu. Setelah selesai memakai pakaiannya, Dira segera keluar dari kamar itu. Hatinya saat ini benar-benar sangat hancur, dia merasa bahwa tubuhnya saat ini sangat kotor.
Dira pulang menuju ke rumah Angel untuk meminta penjelasan dengan apa yang sudah terjadi kepadanya semalam. Tapi, sesampainya di rumah Angel, Angel sudah tidak ada di rumah, hanya ada bi ina Art Angel saja. Bi Ina mengatakan bahwa Angel telah pergi ke luar Negeri semalam.
__ADS_1
Hal itu membuat Dira bingung dan bertanya-tanya. Apa Angel ada di balik dari semua kejadian ini? Tapi, kenapa Angel tega berbuat seperti ini denganya?
Karena tidak bisa menghubungi Angel lagi, Dira mengemasi barang-barangnya untuk pergi. Di saat Dira ingin pergi…. Langkahnya terhenti dengan sebuah panggilan yang terus memanggilnya. Dari kejauhan terlihat Bi ina yang berjalan ke arahnya.
"Non… tunggu dulu! Ini ada surat untuk non Dira!" ucapnya sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna putih. Karena penasaran Dira segera membuka isi amplop itu.
Setelah membaca apa yang tertulis di dalam map itu, membuat Dira terkulai lemas di lantai. Tidak terasa Air Matanya menetes dengan Deras, mengingat isi surat dalam map itu adalah surat dari pengadilan Agama tentang gugatan Cerai dari Darren yang akan dilakukan besok siang.
Bi Ina yang melihat kondisi Dira yang seperti ini, menjadi kasihan dan menyuruh Dira untuk tinggal dulu di rumah itu, sampai kondisinya membaik. Dira hanya mengangguk pelan, karena energinya benar-benar terasa habis.
Dira masuk ke kamar mandi menyalakan shower dan duduk di bawahnya. Dira terus menggosok tubuhnya yang sudah kotor dengan sangat keras sampai kulitnya lecet dan terus menangis.
Setelah ingatanya semua kembali. Dira tersadar dari mimpi panjangnya itu, saat ini Dira sudah mengingat semua memori 6 tahun lalu.
Andrian yang melihat Dira yang sudah sadarkan Diri merasa sangat lega.
...****************...
Gimana guys... Kalian nangis gak baca ceritanya. Soalnya aku yang nulis aja ikut nangis😂😭😭
Semoga ini bisa menjawab rasa penasaran kalian...
Jangan lupa like, komen yang keren, klik favorit, vote dan hadiahnya ya... Biar author lebih semangat lagi buat ceritanya
__ADS_1