Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Perdebatan kecil sebelum menikah


__ADS_3

Karena rasa khawatirnya membuat Ken tak  bisa berpikir jernih sampai akhirnya dia harus melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat sekarang. 


Aaaa…. 


Teriakan itu langsung membuat Ken menutup pintunya lagi. Meskipun dulu Ken pernah melihatnya dalam keadaan mabuk, tapi hari ini dia dalam keadaan sadar melihat tubuh Dira tanpa hijab dan masih menggunakan bathrobe saja sudah mampu membuat Jantung Ken berdegup dengan kencang, pikiranya langsung blank dan hanya bisa menelan ludahnya kembali. (ciyee… yang udah penasaran ternyata tidak ada yang lebih hot… wkwkwk). 


Astagfirullah hal adzim … kenapa gue bisa seperti ini. Padahal sebelumnya gue juga udah sering lihat wanita-wanita  dengan pakaian yang lebih minim dari itu dan gue biasa aja, tapi kenapa melihat sekilas  Dira yang hanya memakai bathrobe dengan memperlihatkan kulit tubuhnya sedikit dan tanpa hijab aja gue udah seperti ini … ya Allah … ampunilah doaku. Batin Ken.


Melihat wajah Ken yang memerah dan tegang Carol menjadi bertanya-tanya, Apa yang sudah terjadi di dalam kamar? 


"Ken kamu kenapa? Kenapa ada suara yang berteriak? Apa itu Dira? " tanya Carol beruntun. 


Justru yang ditanya hanya mengangguk dengan wajah tegang lalu pergi meninggalkan Carol, Kean dan Lean yang masih berdiri di depan pintu kamar Dira. 


Mereka bertiga ikut  bingung melihat sikap ken yang tiba-tiba menjadi aneh setelah membuka pintu kamar Dira. Ketika Ken membuka pintu Carol, Kean, dan Lean ada di sisi samping pintu, sehingga mereka tidak melihat apa yang telah dilihat oleh Ken. 


Selang beberapa detik Dira kembali membuka pintu dengan sudah memakai pakaian yang lebih tertutup dan kerudung yang ia ambil asal. Ketika pintu dibuka ternyata masih ada Carol, Kean dan Lean saja Ken sudah tidak ada. 


"Ada perlu apa ma kok kesini semua?" 


"Oh … tadi kita kira kamu itu kemana, soalnya saat mama bangun tidur kamu sudah tidak ada di samping mama. Makanya mama khawatir terus kita segera kesini untuk memastikan apakah kamu ada di kamar atau tidak. Tapi kenapa tadi kamu berteriak ketika Ken membuka pintu, dan Ken juga langsung menutup pintu kembali!" tanyanya penasaran.


Mengingat kembali kejadian yang tadi membuat Dira merasa malu dan sangat canggung. 


" Em … Gak ada apa-apa kok ma, tadi hanya ada ke- kecoa aja! Iya kecoa, mungkin mas Ken kaget jadinya pintunya langsung ditutup kembali. Iya… begitu … " ujarnya dengan sedikit grogi dan salah tingkah karena telah berbohong. 


"Kecoa? Sekarang kecoanya masih ada apa gak? Biar nanti ada maid yang membersihkan kamar kamu dari serangga!" kata Carol yang ingin melihat kedalam kamar Dira untuk memastikan. 


" Ke .. Kecoanya sudah hilang kok ma, udah Dira bunuh tadi!" 

__ADS_1


"Mama bunuh kecoanya gimana? di injak atau pakai pembunuh serangga? Kalau di injak nanti kecoanya akan jadi lebih banyak lagi kalau. …" 


"Pokoknya kecoanya sudah gak ada." sela Dira di saat Lean masih belum selesai bicara. 


"Oh ya … bukanya kalian harus sholat subuh, nanti keburu habis lho waktu sholatnya" imbuh Dira agar Kean dan Lean pergi.


Mendengar apa yang diucapkan Dira memang ada benarnya juga mereka belum sholat subuh, segera Lean, Kean dan Carol pergi untuk mengambil air wudhu lalu sholat subuh. 


Di sisi Lain Ken  langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan terus menyalakan shower untuk mengguyur kepalanya agar tidak memikirkan apa yang ia lihat tadi. Setelah merasa dingin Ken menyudahi mandinya dan keluar kamar mandi untuk melaksanakan sholat subuh. 


......................


Pagi menyapa, seperti biasanya Dira akan memasak menu sarapan untuk keluarganya. Sedangkan Ken sudah rapi karena dia ingin ke kantor untuk memeriksa pekerjaan agar ada kegiatan juga biar dia tidak terus terbayang-batang dengan kejadian tadi subuh.


Mereka semua makan dalam keadaan hening tidak seperti biasanya, melihat Ken dan Dira yang hanya diam saja dan terlihat sedikit canggung membuat semuanya heran. Bukankah semalam mereka baik-baik saja dan sedang berbahagia, seharusnya wajah mereka kan bahagia berseri-seri seperti orang yang sedang di mabuk cinta, kenapa ini justru sebaliknya hanya diem-dieman.


"Oh ya Ken, Kalian rencana nikahnya kapan? Jangan lama-lama ya … gimana kalau minggu depan?" usul Carol untuk memulai pembicaraan agar ada yang di bahas.


"Bukankah terlalu cepat Ma?" 


" Boleh! "


Jawaban mereka bertolak belakang, lalu Ken menatap ke arah Dira. 


"Apanya yang terlalu cepat? Bukankah masih ada seminggu lagi? Kalau bisa Lusa kita menikah juga gapapa! Niat baik kan gak boleh di tunda-tunda," papar Ken.


" Lusa! Mas kira menikah itu mudah? Harus mengurus dokumen-dokumen persyaratan menikah, foto untuk buku nikah, Dira juga harus minta restu dulu sama Umi, Bunda Ana, sahabat Dira dan masih banyak yang lainya. "


"Mas sudah minta restu kok! dan sudah di restuin, Kalau urusan dokumen-dokumen juga mas udah mempersiapkanya tinggal mengantar  ke KUA aja! Lalu untuk gedung, gaun, cincin dll tinggal konfirmasi aja udah beres, " Paparnyanya. 

__ADS_1


Sedangkan Dira hanya bisa mengerutkan kening dan terbelalak bingung dengan sikap ken yang ternyata sudah menyiapkan semuanya tanpa sepengetahuan Dira. Apa mas Ken sudah tau kalau aku bakalan menerima? Kan selama ini aku selalu menolak?. 


" Tapi ada dokumen yang harus aku urus dulu, kita juga belum foto buat buku nikah. Kalau acara yang lainya aku gak butuh, yang penting kita nikah secara resmi dengan di hadir para kerabat dekat saja sudah cukup, gak perlu perayaan yang mewah atau undangan yang banyak!" jelas Dira. 


" Loh Dir … kenapa tidak ada perayaan? Ini kan pernikahan pertama dan kalau bisa seumur hidup Cucu keluarga Fabio masak ia hanya diam-diam. Lagian Ken, nikah itu juga butuh waktu dan persiapan. Mama tau kamu udah ngebet pengen nikah tapi ya gak kayak gitu juga! " cetus Carol yang sedikit geram dengan tingkah mereka yang tak sejalan. 


Suasana sarapan di meja makan menjadi tak terkendalikan lagi. Sedangkan Kean dan Lean hanya bisa diam tak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


" Dira antar Kean sama Lean ke sekolah dulu ya Ma? " ujar Dira yang ingin menghindar terlebih dahulu, Dia tidak ingin melihat Kean dan Lean melihat perdebatan ini. 


"Mereka biar diantar supir saja, kita bicarakan dulu urusan pernikahan kita," pungkas Ken dengan wajah yang tak biasa lagi.


Dira ingin menolak tapi Carol sudah memberikan kode terlebih dahaulj agar Dira menurut, karena melihat wajah Ken yang sudah tak biasa membuat Carol antisipasi agar tidak ada pertengkaran diantara mereka menjelang pernikahan. 


" Yasudah ma, Kita biar diantar pak supir aja gapapa kok. Mama, papa, sama oma bahas tentang persiapan pernikahan saja."


Kemudian Kean dan Lean pamit dan mencium tangan mama, papa dan omanya lalu pergi bersama salah satu maid yang mengantarnya ke depan


 


"Kalian sebenarnya ada apa sih? Masak hanya hal seperti ini saja sudah berdebat? Kita selesaikan dengan kepala dingin ya … " pinta Carol untuk menjadi penengah.


Setelah itu, mereka bertiga pindah ke ruangan keluarga untuk merundingkan lagi bagaimana persiapan pernikahan mereka dan kapan tepatnya pernikahan itu di langsung kan. 


Selesai melakukan pembicaraan yang cukup panjang dengan adanya perbedaan pendapat sampai perdebatan kecil. Akhirnya mereka sudah memutuskan bagaimana acara dilangsungkan dan kapan waktu  pelaksanaan pernikahan akan dilakukan. 


Setelah itu Dira pamit untuk ke taman sebentar untuk menenangkan dirinya, tapi Ken juga mengikutinya dari belakang.


"Dir... Mas minta maaf ya kalau ada perkataan mas yang tidak berkenang di hati kamu!"

__ADS_1


...****************...


Begitulah cobaan menjelang pernikahan pasti akan ada saja masalah yang terjadi ketika akan melakukan niatan yang baik, Karena setan sangat tidak menyukai orang yang menikah. Maka dari itu dia akan mencoba segala cara untuk menggagalkanya tapi itu semua kembali kepada kita sendiri, jika kita sudah yakin bisa melewati ya pasti akan selalu ada jalan keluarnya.


__ADS_2