Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Hamil


__ADS_3

Dengan jalannya yang berkelok, Clara terus berjalan menyusuri perusahaan Maxwell   furniture & Desain Interior dengan sebuah buket bunga di tanganya. Pakaian minim bahan yang melekat pada tubuhnya, semakin memperlihatkan kulit putih mulus serta  lekuk tubuh idealnya  membuat banyak sorot mata yang memperhatikannya. 


Sesampainya di depan ruangan kerja  Darren, Clara langsung membuka pintu dengan keras tanpa mengetuknya terlebih dulu. Aura kemarahan begitu terlihat jelas di wajah cantiknya itu, segera Clara melemparkan buket bunga itu di atas meja kerja Darren. 


Darren yang sedang sibuk bekerja di kursi kebanggaanya, terkejut dan bingung melihat kedatangan Clara dengan sikap yang aneh.


"Carla, Apa yang kamu lakukan?" katanya geram. 


Carla menaikkan sudut bibirnya, melihat Darren yang memanggilnya dengan namanya bukan dengan panggilan sayang atau baby seperti biasanya. 


"Wah… bahkan  sekedar panggilan sayang atau beb saja sudah tidak ada … Apa kamu memang benar-benar sudah berpaling dan  jatuh cinta sama mantan istri kamu itu Darren?" tanyanya dengan sorot mata tajam. 


"Apa maksud kamu?" 


Haha ha ….Carla  tertawa sinis. "Apa maksud aku? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu ke kamu. Apa maksud kamu yang  diam-diam mengejar mantan istri kamu itu, sampai mengirimkan bunga setiap hari ha?" pungkasnya.


Darren terbelalak ketika mendengar perkataan dari Clara. Darimana Clara tau kalau aku tiap hari mengirimi Dira bunga? Apa dia memata-mataiku? 


" Kenapa kamu diam saja? Kamu terkejut, kenapa aku bisa tau? Tentu saja aku tahu, karena bunga yang ada di hadapan kamu itu adalah bunga yang kamu kirimkan ke mantan istri kamu yang dikembalikan!"imbuhnya dengan menunjuk bunga yang tadi dilemparnya ke meja kerja Darren. 


Darren mengambil buket bunga itu untuk memastikan apakah yang dikatakan Carla itu benar atau tidak. Ketika dia melihat kartu ucapan yang ada di dalam buket itu, Darren terkejut karena apa yang dikatakan Carla memang benar.


"Apa aku sudah tidak menarik lagi, sampai membuat kamu ingin kembali bersama dengan mantan istri yang telah kamu buang? Jawab Darren!" cetusnya yang semakin geram karena Darren hanya terdiam saja sejak tadi. 


Darren berdiri dari tempat duduknya untuk menenangkan Carla yang saat ini sedang begitu emosi. 


" Kita duduk di sofa dulu ya, nanti aku akan jelaskan! "ucapnya dengan merangkul Carla berjalan menuju sofa yang ada di ruangannya. 


Carla hanya diam mengikuti perintah dari Darren. Setelah mereka duduk di sofa Darren mulai berbicara. 


" Carla dengerin aku ya … aku itu tidak jatuh cinta dengan dia, aku hanya mencoba untuk membuktikan bahwa Dia yang masih mencintai aku!" paparnya

__ADS_1


Carla tersenyum kecut dengan memalingkan wajahnya sebentar.


"Kenapa ekspresi kamu seperti itu!" tanyanya kesal saat melihat ekspresi Carla yang seperti tidak percaya dan meremehkan. 


"Kamu masih tanya kenapa?. Aku ini bukan anak kecil yang bisa kamu bodohi begitu saja Darren … aku itu bisa membedakan mana orang yang cinta dan tidak cinta. Jika itu alasan kamu, kenapa kamu harus repot-repot sampai berbuat seperti ini! Kamu kira aku bodoh, ha?"


Saat ini, Darren hanya bisa menelan ludahnya sendiri mendengar perkataan dari Carla. 


" Jika kamu masih mencintai aku, Ayo kita menikah! " ucapnya spontan yang membuat Darren terbelalak. 


" Carla … Carla ... menikah? Untuk apa kita menikah, bukankah selama ini kita juga sudah sering melakukan hubungan suami istri. Lalu untuk apa kita menikah?" respon nya yang mengelak untuk menikah. 


Selama ini Darren memang tak pernah ingin menikah, dia hanya ingin bersenang-senang saja. Jika menikah akan banyak peraturan yang harus dijalani ya, apalagi wanita yang sudah menikah akan banyak maunya, suka memerintah, dan suka menuntut ini itu. Karena hal itu Darren tidak mau menikah lagi sampai sekarang, dia lebih suka hidup bebas tanpa ada aturan apapun. 


"Oh … jadi, selama ini kamu hanya menjadikan aku sebagai pemuas ***** kamu saja, iya? Apa kamu tidak pernah berpikiran untuk menikah dan punya anak denganku Darren?" 


Darren mengerutkan kening dan tertawa. "Carla … Carla kamu itu lucu sekali, kamu sudah tau kan kalau selama ini aku itu tidak mau menikah. Walaupun aku mau menikah, aku tidak akan menikah dengan wanita seperti kamu untuk menjadi ibu dari anakku!" tuturnya.


Sebuah tamparan mendarat ke pipi Darren sampai meninggalkan bekas merah di sana, dan sepertinya sudut bibirnya suka sobek akibat tampar yang begitu keras dari Carla.


Darren menoleh ke arah Carla yang sudah berdiri dari tempat duduknya. 


"Apa maksud kamu?" tanyanya yang tak mengerti dengan ucapan Carla. 


"Aku Hamil anak kamu!" jawabnya dengan nada menekankan pada kalimat yang diucapkan. 


"Kamu pasti bercanda kan Carla? Tidak mungkin kamu hamil anak aku, Pasti itu anak pria lain kan?" jawabnya yang tak percaya dan berdiri dari tempat duduknya. 


Sebuah tamparan ingin mendarat lagi, tapi sayang kali ini Darren berhasil menahan tangan Carla yang ingin menamparnya. 


" Lepaskan tangan aku Darren, sakit …"ucapnya dengan mencoba melepaskan cengkraman tangan Darren yang begitu kuat. 

__ADS_1


" Kenapa Carla? Apakah sakit, makanya jangan seenaknya main tangan denganku karena aku bisa berbuat kasar dengan kamu!"pungkasnya dengan melepaskan tangan Carla lalu pergi menuju meja kerjanya. 


Carla hanya bisa memegang pergelangan tangannya yang memerah, dan sakit akibat cengkraman tangan Darren yang begitu kuat. 


Darren menuliskan sebuah cek senilai 50 juta dan memberikannya kepada Carla.


"Ini uang buat kamu, dan ingat! jangan pernah datang kesini lagi untuk meminta pertanggungjawaban dariku. Karena aku tidak akan melakukan hal itu, sebaiknya kamu gugurkan saja kandungan kamu itu dan pergi jauh Dari kehidupan saya"Paparnya dengan sorot mata tak kalah tajam. 


" Apa maksud kamu? Hanya dengan uang 50 juta, kamu mau mengusir aku. Kamu kira itu cukup buat aku! Nggak Darren … hanya dengan uang 50 juta bisa buat apa ha? Kenapa kamu pelit sekali…" cetusnya. 


Darren hanya mengernyitkan bibirnya. "Sukur-sukur aku masih mau memberikan uang kepada kamu Carla, selama ini sudah berapa banyak uang yang kamu habiskan itu ha? Kamu kira tidak banyak, Tubuh kamu itu …" Darren tidak meneruskan kalimatnya. "Yang jelas, kalau kamu tidak mau pergi dari kehidupanku aku bisa saja membunuh kamu, mau?" ucapnya. 


Mendengar ucapan dari Darren membuat Carla bergidik ngeri, terpaksa dia mengambil uang itu, dan pergi.


Tunggu saja pembalasanku Darren! Batinya dengan mengepal tangan kirinya lalu pergi. 


...----------------...


Di dalam Ruangan yang begitu tertutup dengan berbagai alat-alat medis yang tersedia disana serta para tenaga medis dengan pakaian hijau sedang berjuang menyelamatkan nyawa seseorang yang tengah kritis.


Keringat terus bercucuran di kening seorang dokter pria yang terus berusaha memberikan kejutan jantung dan terus menatap layar bedside monitor yang menunjukkan bahwa detak jantung pasien terus saja melemah. 


"Ini bagaimana dok? Detak jantung pasien terus melemah!" ucap Perawat itu. Tiba-tiba


Bip ... Bip ….


Suara bedside monitor berbunyi dan  menunjukkan bahwa detak jantung pasien telah terhenti.


...****************...


Maaf ya kalau kemarin gak bisa up karena othor tiba-tiba down. Jadi tidak bisa buat up ceritanya... Doakan saja semoga hari ini kondisi autho sehat dan bisa up banyak-banyak buat kalian.

__ADS_1


Author kasih cerita tentang Darren sama Carla dulu ya biar semakin tegang dan penasaran nunggu kelanjutan cerita tentang Ken....


Jangan lupa like, komen, vote serta hadiahnya ya... Di tunggu up selanjutnya.


__ADS_2