Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Dira VS Darren


__ADS_3

Dira terbelalak ketika Melihat ada tiga orang yang ada dalam private room itu. Kenapa suasananya begitu horor dan aneh sekali? Apa dia adalah orang  yang sangat penting, sampai harus membawa dua orang Asisten dalam sebuah rapat kecil seperti ini. kenapa penampilan pria yang duduk bersandar di sofa itu aneh sekali! Bukankah ini private room, kenapa Dia masih memakai kacamata hitam dan juga masker didalam ruangan. Apa di sini silau? 


"Silahkan duduk bu Anindira" perintah pria berjas hitam dengan tubuh tegap itu. 


Dira hanya menganggukkan kepalanya dan melangkah menuju sofa yang ada di depannya. Dira duduk di ujung sofa yang dekat dengan pintu. Sungguh hatinya sangat berdetak kencang sekali saat ini, ada rasa gugup serta takut dengan suasana yang terlihat sedikit horor. 


Ketika melihat Dira sudah duduk di sofa, pria tegap dengan setelan jas warna navy, berjalan menuju ke arah Dira dan memberikan Dira sebuah buket bunga dan juga kotak besar. 


"Ini apa?" tanya Dira penasaran dan juga bingung. 


Sebelum Dira mendapatkan sebuah jawaban, tiba-tiba ada seorang pelayan masuk dengan mendorong service stand trolley yang di atasnya berisi sebuah kue ulang tahun. 


Kenapa ada kue ulang tahun, bunga dan juga kado? Apa maksud dari semua ini!  


"Selamat ulang tahun Anindira Fidelya!" ucap pria misterius itu dengan membuka kacamata hitam serta masker yang menutup sebagian wajahnya.


Seketika Dira menjadi terdiam membeku melihat siapa sosok pria yang ada di hadapannya ini. Dia adalah pria yang yang pernah membuat Dira merasakan jatuh cinta sekaligus merasakan sakit dan trauma yang begitu dalam.


"Darren maxwell… "gumam Dira lirih. Entah kenapa, setiap bertemu dengan Pria ini, tubuhnya langsung diam membeku, hatinya begitu sakit, mengingat apa yang pernah dialami dulu. 


" Halo Dira sayang … kita bertemu lagi! "ujar Darren dengan senyum mengembang di bibirnya.


Tenggorokannya terasa tercekat, bibirnya merasa kelu, tapi Dira berusaha untuk bisa mengendalikan Dirinya di hadapan Darren. Ingat Dira, kamu bukanlah Dira yang lemah dulu, melainkan Dira wanita kuat dan juga pemberani. Masak iya kamu jadi lemah begini ketika melihat orang yang paling kamu benci! Dira mulai mengatur nafasnya dan menutup matanya. 


"Kenapa Anda ada di sini!? " tanya Dira. 


Darren hanya tersenyum. "Memangnya kenapa jika aku di sini Dira cantik … ? Apa ada yang salah? Kenapa sepertinya kamu terkejut dan kurang begitu suka kita bertemu lagi! !" tungkasnya. 


"saya memang tidak suka dan sedikit terkejut! karena saya mengira bahwa saya akam bertemu dengan klien bukan…."


"Mantan suami! Itu yang ingin kamu ucapkan Dira? Bukankah aku juga klien? Ya … walaupun punya status berbeda.." jawabnya dengan sedikit membanggakan Diri.

__ADS_1


Dira hanya menyeringai. "Jika yang ingin bekerjasama dengan saya adalah perusahaan Anda, pasti saya sudah menolak sejak awal pekerjaan ini! Karena saya tidak ingin bekerjasama dengan orang seperti Anda!" Paparnya yang segera berdiri dari duduknya dan melangkah pergi. 


"Tunggu!, Kenapa kamu langsung menolaknya sebelum kita melakukan pembicaraan sedikitpun? Bahkan kamu belum meniup lilin di kue ulang tahun yang sudah  saya siapkan! Apa Kamu bukan orang yang profesional Anindira?" celetuk Darren yang membuat Dira berhenti dari langkahnya. 


" Bukan saya yang tidak profesional, hanya saja anda telah berbohong tentang nama perusahaan anda kepada saya! "tungkasnya. 


" Jika aku menulis nama perusahaan yang benar, apakah kamu akan datang kesini? "


Dira tidak menanggapi pertanyaan Darren, dia justru melenggang pergi keluar dari private room itu. 


Melihat Dira  yang pergi, Darren langsung berlari dan mengejar Dira. Dira yang menyadari Darren yang mengejarnya, segera ia mempercepat langkahnya sampai Dia menabrak dada bidang seseorang. 


"Maaf" ucap Dira yang mencoba menjauhkan tubuhnya dan masih menunduk. 


"Dira … kamu gapapa?" tanya pria itu. 


Mendengar suara yang tak asing lagi baginya, Dira mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang telah ditabraknya. 


"Dir…" seru panggilan dari pria yang sedang mengejarnya. 


Dira  dan Kenzo menengok ke arah suara yang memanggilnya. 


"Darren!" seru Ken dan Dira Bersamaan. 


mendengar Ken yang juga menyebut nama Darren Dira langsung menoleh ke arah Ken. 


"Mas kenal sama Darren?" tanyanya menyelidik. 


Sebelum Ken menjawab pertanyaan Dira, Darren sudah dulu ingin  mendekati Dira. Hal itu membuat Ken reflek menarik Dira ke samping tubuhnya serta melingkarkan lenganya ke pinggang  Dira. 


Dira terkejut melihat tindakan kenzo yang sembarangan melingkarkan lenganya di pinggang nya . Dira berusaha untuk melepaskan lengan Ken, tapi Ken semakin erat merangkulnya. 

__ADS_1


"Kamu siapa, berani merangkul Dira?" tanya Darren. 


Ken menyeringai. "Seharusnya saya yang bertanya dengan kamu, kenapa kamu mengejar-ngejar istri saya?" pungkasnya dengan sorot mata yang begitu tajam. 


Dira yang mendengar Ken yang mengucapkan bahwa dirinya adalah istri ken terkejut dan reflek mencubit pinggang Ken. Tapi Ken tidak merasakan cubitan itu, karena rasa marah dan cemburunya jauh lebih besar. Ketika melihat Darren mengejar-ngejar wanita yang dicintainya. 


"Hahaha… Apa kamu bercanda! Darren masih terus saja tertawa tidak percaya dengan ucapan Ken." Apa kamu sedang berbohong! Mengaku-ngaku sebagai suami Dira, saya tahu kalau Dira itu belum menikah lagi karena ... dia masih cinta sama saya… jadi, kamu tidak perlu membual," ucapnya dengan masih menyombongkan diri, bahwa Dira belum menikah lagi karena masih mencintainya. 


Dira dan Ken saling mengerutkan keningnya. Ken juga memandang kearah Dira untuk mencari tahu, tapi Dira justru menatap kearah Darren dengan tajam.


"Siapa yang kamu bilang masih cinta sama kamu Darren Maxwell?" 


"Tentu saja kamu sayang … siapa lagi …" jawabnya dengan santai serta memanggil Dira dengan panggilan sayang. Padahal saat menikah dulu Darren akan memanggil Dira sayang hanya ketika berada didepan orang tuanya saja.


"Apa saya tidak salah dengar? Saya … masih cinta sama kamu! ... Itu bulshitt ... Tidak usah mengarang cerita atau berharap ketinggian Anda!" ucap Dira yang melepaskan  lengan kenzo dengan keras dan berjalan mendekati Darren. 


Darren masih saja tersenyum. "Kamu tidak perlu malu Dira … untuk mengakui bahwa kamu memang masih mencintai saya seperti dulu!" 


Tiba-tiba Sebuah tamparan mendarat ke pipi kanan Darren, membuatnya mengernyit kesakitan. 


" Bagaimana? Apakah sudah sadar dari mimpi Anda! Anda ingat baik-baik perkataan saya. Hati saya sudah mati untuk Anda sejak kita bercerai dulu. Jadi, tidak mungkin saya masih cinta sama Anda! Apa jangan-jangan … Anda lagi yang sudah jatuh cinta sama saya!.. Ups… dira menutup mulutnya. " Maaf kalau keceplosan … tapi sepertinya saya tidak mengucapkan perkataan yang salah, karena saat ini, Anda  justru yang begitu berusaha untuk mencari tahu tentang kehidupan saya, sampai berbohong segala agar bisa bertemu dengan saya…" paparnya dengan sorot mata tajam. 


Sedangkan Darren hanya terdiam tidak bisa berkata-kata lagi. Benar juga apa yang dikatakan Dira, kenapa aku begitu berusaha mencari tahu tentangnya. Apa benar, sekarang aku yang jatuh cinta dengan Dira? Ah… tidak.. Itu tidak mungkin benar… Darren menggeleng-gelengkan kepalanya. 


Untung saja restoran tidak begitu ramai, jadi tidak banyak yang melihat perdebatan mereka saat ini.


"Kenapa Anda hanya diam saja? Apa anda baru menyadarinya bahwa anda sudah menelan ludah anda sendiri! Dulu Anda yanh mengatakan bahwa tidak akan pernah jatuh cinta dengan saya. Tapi, sekarang apa?...


...****************...


Gimana guys... Semoga suka ya... Lanjut part selanjutnya karena ini udah panjang sekali

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan klik Favoritnya ya...


__ADS_2