Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kesedihan Dira


__ADS_3

Melihat ibu tirinya meninggal di depan matanya membuat Dira sedih, ditambah ayahnya juga telah pergi selama-lamanya sebelum ia bertemu terlebih dahulu. Di saat mengurus jenazah kedua orang tuanya Dira sempat bertanya kepada perawat serta keluarga pasien yang ada di kamar itu juga tentang Arjuna , tapi mereka semua mengatakan bahwa selama danang berada di rumah sakit mereka tak pernah melihat ada yang berkunjung sama sekali, hanya ada Niken seorang.


Kemana saja kamu juna? Saat ayah dan ibu meninggal pun kamu tak ada di samping mereka.


"Terus kedua jenazah ini mau dimakamkan dimana dimana mb?" tanya suster. 


Dira bingung mau menjawab apa, dia hanya menoleh ke arah suaminya untuk meminta pendapat dan untungnya Ken langsung mengetahui apa yang sedang dipikirkan istrinya. 


"Disini bisa sekalian memandikan dan mengkafani jenazah gak mb?" 


"Bisa kok pak," 


" Yasudah kalau begitu lakukan semuanya di sini saja dan apakah di dekat sini ada makam?" tanya Ken kembali.


"Ada pak." 


Setelah itu Ken dan Dira pergi mencari Arjuna ke alamat yang tertera di dokumen pasien, sedangkan kedua bodyguard Ken mengurus tempat untuk pemakaman.


Di saat Dira datang kerumah Danang, rumahnya sepi tak ada penghuni, ketika bertanya kepada para tetangga mereka juga tidak tahu dimana keberadaan Juna karena juna memang jarang pulang kerumah.


Setelah berusaha mencari dan tak kunjung bertemu dengan Arjuna, akhirnya mereka memutuskan untuk memakamkan Danang dan Niken tanpa kehadiran Juna karena jenazah harus segera dimakamkan.


Selesai pulang dari pemakaman, Dira hanya diam tanpa berbicara sedikitpun. Mungkin saat ini hatinya sedang berduka ketika melihat ayah yang sudah lama tak ia temui telah meninggal dunia. Melihat kondisi Dira yang seperti ini Ken menjadi tidak tega mengatakan kalau sebenarnya dia bukanlah ayah Dira yang sebenarnya.


Jika Pria itu bukan ayah Dira? Lalu siapa ayah Dira yang sebenarnya? Dan kenapa dia bisa menjadi ayah Dira tanpa Dira mengenalinya?. Gumam Ken di dalam hati yang penuh dengan teka-teki. 

__ADS_1


Ketika melihat Ken dan Dira sudah pulang, Carol segera menghampirinya dan memeluk Dira. 


"Yang sabar ya sayang, kamu ikhlaskan dan doakan saja semoga mereka tenang di alam sana," bisik Carol yang hanya dijawab anggukan oleh Dira.


Mulutnya terasa kaku tidak bisa untuk mengucapkan kata-kata lagi, serta tatapan kosong entah kemana. Melihat kondisi Dira yang seperti itu Carol memberikan kode kepada Ken untuk segera membawa Dira masuk ke kamar agar dia bisa beristirahat. 


Ken hanya menganggukkan permintaan Carol dan segera berjalan menuju kamarnya dengan tetap menopang tubuh Dira yang lemas. Sesampainya di kamar, Dira segera masuk ke mandi untuk membersihkan dirk karena habis dari makam. 


Di dalam kamar mandi Dira duduk meringkuk di bawah air shower yang terus mengalir membasahi tubuhnya. Lama kelamaan Dira sudah merasa dingin serta kulitnya telah keriput semua dan Ken juga terus memanggil serta mengetuk pintu kamar mandi karena Dira yang tak kunjung keluar. 


Ketika melihat Dira keluar dengan wajah yang terlihat pucat pasi, Ken segera memapah Dira duduk diatas ranjang dengan menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut tebal untuk menghangatkan tubuhnya. 


"Sayang kamu kenapa? Jika kamu bersedih Lebih baik kamu menangis dan tumpahkan semua isi hati kamu agar lebih lega. Jangan di pendam sendiri nanti kamu bisa sakit, " papar Ken. 


Tiba-tiba Dira memeluk Ken dengan erat serta menangis sekencang-kencangnya.


Bagaimana ini, apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak? 


" Kamu sabar ya sayang, ikhlasin kepergiam ayah agar beliau tenang disana. Di sini kamu juga gak salah kok karena sebelumnya mereka telah mengusir kamu, jadi kamu gak tahu bagaimana keadaan mereka sebenarnya," ujar Ken untuk menenangkan Dira agar dia tak menyalahkan dirinya sendiri.


Dira mulai melepaskan tanganya.


"Oh ya, Mas kok bisa ada disana? Apa mas sudah tahu sebelumnya?" tanya Dira yang penasaran kenala Ken bisa ada disana dan bertwmu dengan orang tua Dia, padahal Dira tak pernah membahas tentang mereka kepada ken.


"Mas gak tahu, hanya saja tadi pagi ibu tiri kamu datang kesini ingin bertemu kamu. Awalnya mas belum percaya dengan ucapanya yang mengatakan bahwa ayah kamu kritis, jadi mas memcoba untuk kesana terlebih dahulu untuk memastikan. Dan ternyata saat mas bertemu dengan ayah , beliau tidak dalam kondisi kritis bahkan kita sempat mengobrol sebentar. Ayah juga sempat mengatakan permintaan maaf karena selama ini dia telah banyak salah sama kamu, lalu telepon mas berbunyi dan ayah menyuruh untuk mengangkatnya terlebih dahulu di luar karena takut menganggu pasien lain. Jadi, mas keluar sebentar untuk mengangkat panggilan telepon di saat mas kembali ibu dan ayah sedang bertengkar sampai membuat ayah terkena serangan jantung terus meninggal dunia," papar Ken menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya.

__ADS_1


" Jadi, ayah meninggal Karena bertengkar dengan  ibu? Apa yang mereka ributkan sampai ayah serangan jantung lagi? "


Ken hanya terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Dira yang sulit sekali untuk ia jawab. 


" Mas kenapa diam saja, lalu kenapa Ibu juga bisa meninggal tak lama dari meninggalnya ayah? "tanya Dira menyelidik karena saat di rumah sakit tadi dia belum sempat menanyakan apapun kepada Ken karena sibuk mengurus pemakaman serta mencari Arjuna yang tak kunjung ketemu. 


" Mereka bertengkar karena urusan mereka sendiri sayang, jadi kamu gak usah berpikiran yang aneh-aneh ya. Sekarang mereka sudah meninggal, jadi tak baik untuk membicarakannya. Lebih baik sekarang kamu istirahat saja ya … nanti malam kita adakan pengajian buat mereka berdua. Mas juga mau mandi dulu gerah! " ujar Ken yang segera bangun dari duduknya lalu pergi berjalan menuju kamar mandi. 


Ia memang sengaja menghindar agar Dira tidak banyak bertanya serta berpikiran yang tidak-tidak. 


......................


Akhirnya Malam pun tiba, suara lantunan bacaan tahlil, yasin dan doa terdengar merdu menghiasi kediaman keluarga Fabio. Sesuai dengan apa yang dikatakan Ken siang tadi, Malam ini mereka menggelar acara pengajian bersama para anak yatim, pengawal, serta ustadz untuk mengirim doa kepada Danang dan Niken.


Meskipun dulu Danang dan Niken bersikap kurang baik padanya, Dira sebagai anak masih merasa mempunyai tanggung jawab untuk mengirimi mereka doa karena bagaimana pun Danang tetaplah ayahnya.


Jika Dira di sibukkan dengan mengirimi doa untuk almarhum Danang dan Niken, lain halnya dengan Arjuna yang justru masih bersenang-senang bersama teman-temannya. Saat ini dia masih berpesta miras dan narkoba bersama genk berandalanya tanpa tau kalau ayah dan ibunya telah meninggal dunia


Akibat pengaruh Alkohol dan Narkoba para perkumpulan itu terus saja menari serta berbuat dosa yang lainya.


...****************...


Note.


Banyak yang komen gini, loh tor kok Danang dan Niken sudah meninggal terlebih dahulu sih sebelum Dira tau ayah kandungnya? Terus Dira anak siapa?

__ADS_1


Jawabanya adalah... Karena yang akan mencari tahu adalah..... Terus Dira adalah anak ibunya yang sudah meninggal tapi untuk ayahnya masih rahasia ya...


__ADS_2