Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Pulang ke jogja


__ADS_3

Mentari pagi telah datang untuk menyinari bumi ini lagi. Deru suara alarm terus berbunyi, membuat seseorang yang terlelap merasa terganggu dengan suaranya. Ken meraba-raba untuk mencari hpnya yang terus menimbulkan suara berisik dari alarm. Setelah mendapatkan handphonenya, Ken mulai membuka layar hpnya. Pelan-pelan Ken berusaha membuka matanya yang terasa sangat berat sekali. Di lihatnya jam menunjukkan pukul 07:15, Seketika mata Ken langsung terbuka lebar, dan segera bangun dari tidurnya. Dengan langkah sedikit berlari Ken  masuk ke dalam kamar mandi. Ken mandi dan bersiap-siap dengan waktu yang sangat cepat.


Di telponnya Rendi, 


Rendi : Halo boss, dengan nada serak khas bangun tidur. 


Kenzo : kamu masih tidur Ren? Kamu tidak tahu ini jam berapa dan kamu masih tidur!. dengan suara yang menggelegar, membuat rendi terjingkat dari tidurnya, sampai membuat telinganya terasa berdengung mendengar suara Ken di seberang telepon. 


Astaga nih boss, pagi-pagi suaranya udah kayak toa aja! Batin rendi


Kenzo : saya kasih waktu 5 menit, kalau kamu belum siap, bonus kamu bulan ini saya potong!. 


Rendi : Aduh... Bos ma-....


Ken sudah mematikan teleponnya. 


Kebiasaan deh... Suka sekali menyiksa orang dengan memberi waktu sedikit dan potong bonus!. 


Dengan cepat Rendi segera mandi, dan bersiap-siap sebelum bonusnya bulan ini hilang. 


Ken sudah menunggu Rendi di depan Lift, waktunya sudah lewat. Ken mendengus dengan kesal memasuki lift. Dari arah kamar hotel, Rendi sudah berlari dengan memakai sepatu, mencoba untuk  menghentikan pintu lift yang hampir tertutup. 


Dengan nafas yang ngos-ngosan, Rendi masuk ke dalam Lift. Disana sudah ada Ken yang berdiri tegak dengan melihat jam yang ada di tangannya. 


"Kamu telat 1 menit! Potong bonus! " ucap Ken. 


Rendi masih mengatur nafasnya dan membenarkan dasi yang belum terpasang dengan benar. "Ya ampun boss, hanya 1 menit saja masak potong bonus, " protes Rendi. 


Ken hanya menoleh dengan sorot mata  yang tajam. Membuat Rendi hanya bisa mengikhlaskan bonusnya di potong. 


***


Di Apartemen Dira. 


Dira sudah selesai menyiapkan sarapan. Semuanya sudah berkumpul tinggal Risa yang belum. 


" Loh... Risa mana mi'? Kok belum keluar untuk sarapan?" tanya Dira ke Nisa. 


"Tadi waktu umi mau keluar kamar, sepertinya ada yang telepon," ujar Nisa.

__ADS_1


Tiba-tiba Risa keluar dengan mata yang sebab dan membawa koper. Melihat hal itu, semuanya terkejut.


"Loh... Ris, kamu kenapa? dan mau kemana?."


Risa memeluk Dira dan menangis terisak-isak di pelukanya. Dira menepuk pelan punggung Risa untuk menenangkanya.


"Tenang... Kamu tenang dulu ya, habis itu kamu cerita sama aku ada apa?."


Setelah merasa tenang, Risa mulai melepaskan pelukannya dari Dira. Kemudian Dira mengajak Risa untuk duduk di sofa, agar dia bisa bercerita dengan tenang.


"Dir,.... ibu... Ibu-ku me-nin-ggal... Hiks... Hiks..." ucap Risa dengan nada yang terbata-bata dengan tangisan yang semakin menjadi. 


"Innalillahi wa innailaihi rojiun" seru semuanya.


"Sabar ya, Ris.... Ini semua sudah takdir Allah. Kamu harus kuat dan tegar, Oke! aku tau apa yang kamu rasakan ini, Karena aku dulu juga pernah mengalaminya." tutur Dira yang tidak terasa cairan bening Di matanya ikut menetes. mengingat kembali memori saat bundanya meninggal dulu.


" Aku belum si-ap, di ting-gal ibu Dir... Aku belum sem-pat bisa bahagiain be-liau, dan di saat hari terakhirnya di dunia. A-ku juga gak bisa ada disampingnya dan menemaninya...." tangisan Risa semakin pecah. Dira terus memeluk Risa untuk memberi kekuatan kepada Risa. 


Nisa mengusap puncak kepala Risa. " Sabar ya Ris, kamu doakan saja ibu kamu supaya beliau tenang disana dan amal ibadahnya diterima disisi Allah Swt. Karena semua yang hidup akan kembali kepada sang pemiliknya, " imbuh Nisa.


Risa masih terus menangis di pundak Dira. Kean dan Lean juga ikut sedih melihatnya.


" Ya sudah, kalau begitu kita akan temani kamu pulang ke jogja ya. "


Kita bisa ijin beberapa hari kok mb Ris. Kita bisa temani mb Risa pulang ke jogja. 


"Tapi...." 


"Udah gapapa Ris, aku justru gak tega dan khawatir kalau membiarkan kamu pulang sendiri, disaat kondisi kamu seperti ini. Jadi, biar kita temenin kamu pulang ya... Sekalian kita Ziarah ke bude. Bude dulu juga sangat baik sama aku dan anak-anak, waktu kita masih tinggal di jogja, " tutur Dira. 


Mendengar perkataan dari Dira, Risa merasa sangat terharu  sekali. Dira sudah menganggap bahwa Risa adalah keluarganya sendiri, bukan orang lain. 


Setelah itu, Dira dan Nisa membereskan pakaian mereka yang akan dibawa ke jogja. Sedangkan Kean meminta izin kepada gurunya untuk tidak masuk beberapa hari kedepan. Lalu, memesan  tiket pesawat dan taxi online yang akan mereka kendarai menuju bandara. 


Setelah semuanya siap. Mereka berangkat ke Bandara dengan taxi online yang sudah dipesan oleh Kean. 


***


Kalimantan 

__ADS_1


Setelah menyelesaikan rapat dan urusan yang ada di Kalimantan. Ken segera kembali ke Hotel untuk mengemasi barang-barangnya. 


Oke sudah selesai! Dengan menutup kopernya.


Suara pintu diketuk. Dengan segera Ken membukakan pintu. Ternyata Rendi yang datang. 


"Apa sudah siap boss? Karena kita terbang pukul tiga siang. Waktunya kurang 40 menit lagi. 


" Sudah, kalau begitu kita pergi!. " Ken memberikan Rendi kopernya untuk dibawa. 


Perjalanan menuju Bandara sekitar 25 menit. 


" Pak Bisa lebih cepat? Soalnya kita buru-buru," Ucap Rendi kepada supir taxi, karena dia mengemudikan mobil dengan pelan. 


"Siap pak!" dengan segera sopir menambah laju kecepatan mobilnya. 


Ternyata, jalanan sedikit macet. Sehingga, Mereka sampai di bandara sedikit terlambat. Dengan jalan yang lebih cepat mereka menuju tempat check in. 


Di dalam pesawat class 1.


"Untung saja masih keburu!" gumam Rendi.


" Ini juga salah kamu, bangunnya kesiangan. Jadi, semuanya tertunda."


" Maaf boss. Tadi, saya kan  sudah menawarkan untuk mengganti penerbangan malam boss... Tapi, anda menolaknya," protes Rendi. 


"Ken melirik ke arah Rendi, dengan sorot mata yang sangat tajam." Bukanya introspeksi diri, Malah ngeles! Kamu mau saya pecat?. Suara Ken sedikit tinggi, membuat orang yang ada di Sekitar melihat kearah Ken dan Rendi. 


Perut Ken terasa sakit, dia baru ingat bahwa Dia belum makan apa-apa dari kemarin. Akhirnya dia memesan makanan. Setelah Selesai makan, Ken membuka layar hpnya. Dilihatnya foto Kean, Lean dan Dira. Tiba-tiba.... 


Pesawat terus bergoyang, membuat Ken menjadi sedikit panik.


Dear passengers Garuda Indonesia plane ...... We Please remain seated in your seat while wearing a seatbelt. The plane is currently going through a storm.... 


Pesawat terus bergetar sangat hebat, sampai hp Ken terjatuh, Ken mencoba mengambilnya tapi tidak bisa.


Tuhan.... aku mohon selamatkan kami semua...  Jika papa pulang dengan selamat, papa akan langsung menikahi mama, agar kita bisa hidup bersama. Tapi, jika papa tidak selamat, kalian jaga Mama ya.... Dira aku selalu mencintaimu... Kean dan Lean papa juga sangat menyayangi kalian.... 


#Tbc

__ADS_1


Jangan Lupa like, komen, vote dan klik Favorit ya.


Happy reding😊😊😊


__ADS_2