Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Gegana


__ADS_3

Setelah memasuki kamarnya Dira segera mengemasi barang-barangnya untuk kembali ke apartemennya sendiri.


"Mama ngapain?" tanya Kean yang tiba-tiba masuk ke Kamarnya tanpa ada suara, sehingga membuat Dira terkejut. 


"Astaghfirullah hal adzimn… Kean kok gak mengetuk pintu dulu sih nak, jadinya mama kan kaget," saranya yang masih mengeluh dadanya yang bedegup kencang karena kaget mendengar suara Kean.


"Kean tadi udah ngetuk pintu dulu kok, cuman mama gak denger jadinya Kean langsung masuk aja. Mama kenapa masukin baju-baju ke dalam koper? Memangnya mama mau kemana?" imbuhnya dengan berjalan menghampiri Dira. 


"Mama bersin baju, untuk kita pulang ke apartemen lagi," jawabnya dengan kembali mengemasi baju/bajunya.


"Loh … kenapa pulang ke apartemen lagi ma? Kenapa gak tinggal di sini aja." sahut Lean.


"Karena papa sudah sembuh, jadi kita pulang ke apartemen lagi. Gak enak kalau kita tinggal di sini lama-lama dan …


" Gak enak kenapa Dir? Apakah tinggal di sini tidak menyenangkan? " sela Ken yang tiba-tiba sudah berada di depan pintu kamar Dira. 


" Em … tinggal di sini nyaman kok, hanya saja …" Dira bingung mau menjawab apa, dia takut salah bicara dan bisa menyinggung perasaan Ken. 


" Mama … kita tinggal di sini aja ya, Lean sama kakak sudah sangat suka tinggal di sini bareng oma, papa dan para mb yang ada disini. Soalnya di sini ramai dan apapun juga ada," pinta Lean yang sudah memohon di depan Dira. 


Sejak Kean dan Lean datang ke rumah ini, Carol memang selalu saja memanjakan mereka dengan membelikan apapun yang mereka inginkan. Mereka juga sudah mempunyai kamar sendiri yang didesain sesuai keinginan mereka. 


Di rumah ini Kean dan Lean memang sudah sangat akrab dengan para maid yang ada, dan mereka juga sudah memiliki hewan peliharaan yang sangat lucu-lucu seperti kelinci dan kucing. 


Melihat wajah mereka yang memohon seperti itu, membuat Dira menjadi tidak tega. Tapi disisi lain Dira juga sedang merasa gegana dengan keadaannya saat ini. Entah kenapa sejak tadi perasaannya sangat tidak nyaman sekali. 


"Mama akan pikirkan lagi ya …" ucapnya untuk mengulur waktu. 


Setelah itu Dira meminta mereka untuk keluar Dari kamarnya, karena dia sedang ingin sendirian saja dan mereka pun menuruti perintah Dira. 


Sebenarnya Ken ingin berbicara dengan Dira, tapi melihat raut wajah Dira yang seperti sedang tidak ingin diajak bicara Ken mengurungkan niatnya dan membiarkan Dira untuk menenangkan diri terlebih dahulu. 


"Pa … papa tau  mama kenapa?" tanya Kean. 


Ken hanya menggeleng menandakan bahwa dia juga tak tahu. 


Apa jangan-jangan ada ada kaitannya dengan hal yang tadi?  Apa dira cemburu? jika benar  bahwa karena hal tadi bisa membuat Dira cemburu, berarti…. Gumam Ken dalam hati dan sedikit menahan senyumnya.  

__ADS_1


Malam yang begitu sunyi membuat Dira semakin merasa gegana. Entah apa yang sedang terjadi dengan dirinya saat ini, sejak siang tadi hatinya sungguh merasa gundah, penat dll. Sampai membuat dirinya badmood dan tidak ingin melakukan apapun. 


Tiba-tiba terdengar bunyi pintu diketuk. 


"Siapa?" tanya Dira yang masih duduk diatas ranjang dan mager untuk bangun dari duduknya. 


"Ini tante Dir, apa kamu sedang sibuk?" sahut Carol di balik pintu. 


Mendengar bahwa Carol yang mengetuk pintu, segera Dira turun dari ranjang dan berjalan untuk membukakan pintu. 


Di balik pintu terlihat Carol yang sudah membawa nampan berisikan makanan. 


"Tante kenapa repot-repot bawa makanan ke sini?" tanya Dira yang sudah membuka pintu dengan jilbab yang hanya dipakainya secara asal. 


"Apa boleh tante masuk dulu?"


Dira menganggukkan kepala, lalu mengambil sebuah nampan yang telah dibawa Carol.


Setelah itu Carol masuk kedalam kamar dan duduk di sofa kamar Dira, kemudian Carol baru membuka pembicaraan. 


"Kamu apa ada masalah? Kenapa sejak tadi tidak turun sama sekali, sekedar makan pun kamu tidak turun kebawah,"ujarnya dengan tatapan mengintrogasi.


"Badmood kenapa? Apa karena kejadian tadi siang?" tanyanya menyelidik. 


Dira hanya terbelalak dan tidak mengerti dengan perkataan Carol. Kejadian tadi siang? Memangnya apa yang terjadi tadi siang? Dira mencoba mengingat-ingat lagi kejadian apa yang telah terjadi tadi siang. 


"Sudahlah … kamu gak usah terlalu mikir yang tidak-tidak. Calista bukanlah anak yang akan merusak hubungan orang kok, jadi kamu tenang aja ya …" imbuhnya dengan tersenyum dan segera bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkan Dira yang masih terdiam bingung tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Carol. 


Maksud tante Carol apa ya? Kenapa bahas Calista? Ah … kenapa aku jadi lola gini sih … gumam Dira sambil mengacak-acak hijabnya.


......................


Malam yang sunyi mulai pergi, tergantikan dengan fajar shodiq yang mulai muncul menandakan bahwa waktu subuh telah tiba. Segera Dira beranjak bangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Selesai mengambil air wudhu Dira memakai mukena dan pergi menuju kamar Kean dan Lean untuk membangunkan mereka. Ketika Dira membuka pintu kamar Kean dan Lean ternyata disana sudah ada Ken yang membangunkan mereka. 


Mendengar pintu terbuka, Ken menoleh kearah pintu. 


"Loh Dir …, kamu sudah bangun? Mau sholat berjamaah?" tawar Ken. 

__ADS_1


Bukanya menjawab, Dira justru hanya diam mematung melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini. Aku tidak salah lihat dan dengar kan? Mas Ken mengajak sholat berjamaah? Kenapa hanya dengan ucapan kalimat itu saja sudah membuat Jantungku berdebar begitu kencang? Apa aku terkena penyakit jantung?... Gumam ya dalam hati.


"Dir … kenapa? Apa ada yang salah? Ya walaupun aku belum terlalu fasih bacanya. Tapi aku sudah lumayan lancar kok,"imbuhnya lagi. 


Semenjak Kean dan Lean  membawakan buku-buku tentang sholat, Al-quran dan lain sebagainya. Ilmu agama Ken memang jauh lebih baik dari sebelumnya, dia sudah  hafal bacaan sholat, surat-surat pendek serta dzikir setelah sholat. Sehingga jika dia menjadi imam shalat bagi anak-anak dan Dira dia sudah bisa. 


"Ayo ma kita sholat jamaah bersama, papa udah lancar kok bacaan sholat, dzikir dan doa setelah sholatnya. Jadi mama gak usah khawatir lagi" sahut Kean yang memang sudah tau bagaimana perkembangan Ken. 


Dira hanya mengangguk dan mengikuti mereka untuk sholat berjamaah bersama di mushola yang ada di lantai bawah. Mushola ini ada juga setelah Kean dan Lean datang ke rumah ini, mereka yang meminta kepada Carol untuk menyediakan mushola mini agar bisa dipakai untuk sholat berjamaah, dan tanpa waktu yang  lama musholanya pun sudah jadi. Karena memang di rumah ini yang sangat besar ini begitu banyak ruangan yang kosong. 


Setelah melaksanakan sholat subuh, mereka akan melakukan rutinitas seperti biasanya yaitu mengulang kembali hafalan al-quran mereka. Kean dan Lean memang sudah hafal Al-quran sejak umur mereka 4 tahun, dan sekarang tambah dengan Ken yang harus setor hafalannya.


"Ma, sekarang gantian biar mama aja ya … yang menyimak hafalan papa." ujar Lean yang langsung membuat mereka berdua terdiam dan saling tatap yang tak mengerti dengan maksud anaknya itu. 


"Ayo ma …" rengkek Kean dengan memainkan mata agar mamanya mau menuruti permintaan mereka. 


Entah sejak kapan sikap Kean sudah  kembali seperti dulu lagi, dia juga semakin kompak dengan Lean. Dengan terpaksa dira menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dia setuju. 


Sedangkan Ken hanya bisa menghembuskan nafas panjang, karena harus setor hafalan kepada Dira. 


Disisi lain, para maid yang sedang mengintip mereka dari kejauhan, menjadi ikut tersenyum-senyum sendiri melihat kebersamaan keluarga kecil itu.


"Ya Allah … melihat kebersamaan mereka kenapa hati jadi ikut adem dan senang ya … semoga saja tuan sama nyonya segera menikah!" ucap maid dengan rambut pendek.


"Iya ...ya ... sejak kedatangan mereka, rumah ini jadi tambah adem, tentram, damai, dan bahagia," imbuh maid yang lain.


"Aku pokoknya aku tim Kendir garis keras, gak ada yang lain," sahut maid yang terkenal cerewet.


Dua temanya saling menatap ke arahnya.


"Siapa Kendir? Idola baru kamu? Dan siapa yang lain? Kok aku gak faham" ujar maid berambut pendek.


"Ih ... Kalian ini ya, Kendir itu singkatan dari Ken dan Dira. Terus yang lain ... Kalian tau sendiri lah ..." ungkapnya yang diangguki oleh kedua temanya.


...****************...


Halo para Reader... Jangan lupa like, komen dan vote ya ya...

__ADS_1


Kalau tembus 200 like dan 30 komentar aku akan up lagi.


__ADS_2