
Suasana menjadi hening, ketika mendengar Ken yang melamar Dira di depan orang banyak dan sebelum masuk ke ruang operasi.
"Pak Ken… sepertinya…"
Perkataan Dira diputus oleh ken.
"Saya serius mengatakan hal ini Dir… , mungkin memang terlihat seperti sebuah lelucon karena saya melamar kamu dalam kondisi yang seperti ini. Tapi saya tidak mau menundanya lagi, karena saya takut kalau ada sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi ketika saya melakukan operasi. Saya tulus sayang sama kamu, kean dan lean. Saya ingin kita bisa hidup bersama layaknya sebuah keluarga yang harmonis. Jadi, apakah kamu bisa menerima lamaran saya? Saya janji akan melamar kamu lagi secara formal, ketika saya bisa selamat dari operasi ini. " tutur Ken yang tak terasa Air matanya menetes karena Ken memang benar-benar tulus.
Suasana hening berubah menjadi haru. Ketika mendengar seorang Kenzo Clarence bisa mengatakan kata-kata yang begitu tulus dengan seorang wanita.
Boss... Akhirnya saya bisa mendengar kata-kata seperti ini dari Bibir Anda batin Rendi yang ikut merasa haru.
Deru suara jantung Dira berdetak tak karuan, ketika mendengar perkataan Ken. Tersentuh… mungkin itu yang bisa dikatakannya sekarang. Karena tidak mudah bagi seorang Dira untuk bisa menerima kehadiran seseorang lagi dalam hatinya, apalagi sebuah pernikahan. Karena Dira pernah gagal dan terluka dengan sebuah pernikahan. Ditambah dengan statusnya sebagai single mom, membuat Dira selalu mempunyai pertimbangan yang besar sebelum memutuskan. Apalagi yang melamarnya adalah seorang Ceo muda yang tampan dan juga sukses. Sungguh keputusan yang sangat berat, karena menikah bukan hanya soal dua orang saja, melainkan harus menikah dengan keluarganya juga. Apa iya keluarga Kenzo bisa menerima status dira saat ini?.
Melihat ketulusan Ken, Lean mendekatinya dan berisik. Papa jangan khawatir, papa akan selamat dari operasi ini. Karena ini hanyalah operasi kecil yang resikonya sangat rendah. Lean juga janji, akan membantu papa untuk mendapatkan hati mama. Jadi, papa harus semangat dan harus segera sembuh!. Lalu mengecup pipi Ken lembut dengan senyuman yang sangat manis.
Sungguh…. Hati Ken sangatlah bahagia, ketika mendengar Lean memanggilnya dengan sebutan "Papa" . Ken mengeluh pipi Lean dengan lembut, "Terima kasih jagoan papa... "ucap Ken lirih dengan senyuman yang mengembang.
Lean memang tipe yang mudah luluh hatinya. Jika dibandingkan dengan Kean dan Dira.
Lean kenapa mudah sekali luluh sih... Kalau Lean luluh, Rencana untuk menguji om Ken bakalan gagal. Tapi, jangan khawatir karena masih ada Kean yang menguji om Ken dulu sebelum benar-benar menjadi ayah kita!.
Melihat sikap Lean yang sungguh tulus kepada Ken, membuat Dira merasa terkejut. Walaupun Lean yang paling mudah luluh hatinya. Tapi, dia tidak pernah bersikap semanis ini dengan orang asing (menurut Dira Ken adalah orang asing).
Ya Allah apakah dia memang jodoh yang kau pilihkan untukku, sekaligus ayah untuk anak-anakku? .
"Pak kenzo…. Sudah waktunya untuk masuk ruangan operasi!" ucap Perawat.
"Sebentar sus. Gimana Dir… apa jawaban kamu?" tanyanya untuk memastikan lagi.
"Se-baiknya, bapak fokus dulu dengan operasinya. Saat ini saya mungkin tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Tapi, saya akan mencoba menerima kehadiran bapak dalam hidup saya juga anak-anak. Kita bisa saling mengenal satu sama lain dulu, sebelum berlanjut ke jenjang sebuah pernikahan," tungkas Dira.
Walaupun Dira belum benar-benar bisa menerima Ken, tapi jawaban Dira sudah mampu membuat seorang Kenzo mempunyai harapan bahwa dia bisa mendapatkan Dira. Apalagi sekarang Lean sudah mendukungnya.
__ADS_1
"Ayo pak… waktunya sudah tiba!" ucap suster wanita itu lagi yang hanya dibalas dengan kedipan Mata dari Kenzo. Segera perawat yang lainya ikut membantu mendorong ranjang kenzo masuk kedalam ruangan operasi.
Wajah-wajah itu akan aku ingat Selamanya!
...----------------...
Di kediaman Risa.
Suasana di rumah Risa masih sama seperti kemarin, suara lantunan doa dan yasin masih terus terdengar sampai hari ketujuh setelah kepergian ibunya.
Para ibu-ibu yang membantu menyiapkan makanan pada rame bercerita, ghibah dll.
"Ustazah…. Dira kemana? Kok tidak ikut?" tanya ibu dengan memakai kerudung merah serta lipstik merahnya.
"Oh… Dira ada di rumah sakit!" jawabnya dengan singkat.
"Loh… Dira sakit? Sakit apa? " tanyanya beruntun.
"Bukan Dira, tapi temanya yang baru datang dari Jakarta sakit, dan harus operasi malam ini. Jadi, Dira menemani di sana!" ujarnya.
Nisa tidak menjawab, justru mengalihkan pembicaraan tentang hal lain. Karena Nisa tidak ingin ada desas desus yang tersebar tentang Ken dan Dira di kampung ini.
...----------------...
Dira, Kean, Lean dan Rendi masih duduk menunggu didepan ruang operasi. Setelah sekitar 1 jam.an lampu operasi dimatikan, tandanya operasi sudah selesai. Selang beberapa menit dokter keluar dengan 2 orang perawat dari Ruang operasi.
Dira dan yang lainya segera berdiri dan berjalan menghampiri dokter.
"Bagaimana dok, Apa operasinya berjalan lancar?" tanya Dira.
"Alhamdulillah berjalan lancar. Tapi, sepertinya pak Ken akan bangun lebih lama karena dia meminta Bius sepenuhnya. Sepertinya dia sangat takut dengan operasi"tutur Dokter itu.
Mendengar ucapan dokter, semuanya seakan ingin tertawa juga bersyukur karena operasinya berjalan dengan lancar.
__ADS_1
"Ya sudah saya pamit terlebih dulu, karena harus ada operasi lain. Sekarang pak Ken masih di ruangan observasi bersama perawat yang lainya, nanti setelah selesai baru dibawa kembali ke ruang rawat inap" Jelasnya.
"Baik dok. Terimakasih, " ungkap Dira.
"Oh ya... Pak Rendi, saya pamit pulang dulu ya... Soalnya kasian Kean dan Lean kalau harus tidur di rumah sakit. Besok pagi saya akan datang lagi, dengan membawakan makanan," pamitnya kepada Rendi.
"Oh... Iya, gapapa kalian pulang dulu saja. Biar saya yang menemani pak Ken disini!."
" Ya sudah kalau begitu kita pamit pulang ya... Assalamualaikum.." ucapan salam dari Dira.
"Waalaikumsalam," sahut Rendi.
Setelah itu Dira, Kean dan Lean berlalu pergi dari rumah sakit diantar oleh pak salman.
Mobil Alphard mutih itu, terus melaju menerjang keramaian malam kota Yogyakarta. Suasana malam kota jogja begitu ramai dengan banyaknya pedagang kaki lima di pinggir jalan dengan para pengunjung yang sibuk menyantap makanan di kulineran malam kota jogja.
"Kalian mau makan apa?" tanya Dira kepada kedua ank kembarnya.
"Kean pengen sate kambing ma ..." Jawab Kean.
"Kalau Lean pengen nasi kucing!" imbuhnya.
Dira hanya tertawa mendengar kedua anaknya yang berbeda selera itu. Mereka memang kembar tapi, banyak sekali perbedaannya.
"Oh ya pak ... Nanti kita mampir ke Alun-Alun ya.."
"Baik mb" jawab pak Salman.
Sesampainya di Alun-Alun, mereka tidak hanya mencari makan saja. Tapi, Lean juga meminta untuk naik odong-odong, mobil listrik dll. Mereka ingin bermain sepuasnya sebelum pulang kerumah.
...****************...
Maaf ya guys, kalau ceritanya tidak sesuai dengan ekspetasi kalian. Karena seorang wanita yang pernah tersakiti dalam sebuah pernikahan dia tidak akan mudah untuk membuat sebuah keputusan untuk menikah lagi. Harus ada pertimbangan yang besar, apalagi Dira adalah seorang single parent dengan 2 orang anak. Dira tidak ingin pernikahanya gagal lagi, karena nantinya bukan hanya Dira yang tersakiti. Tapi anak-anaknya juga.
__ADS_1
Jadi... Kita kawal sampai Ken dan Dira halal. Oke! 👌👌
Salam sayang untuk kalian Semua. Jangan lupa like, komen dan vote ya...