Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Gigolo


__ADS_3

Karena tak bisa  mendapatkan pekerjaan yang berhubungan dengan bisnis ataupun yang lainya. Darren memutuskan untuk melakukan hal yang bisa ia lakukan dengan tubuhnya. Dulu di saat dirinya masih kaya, dia yang akan memilih para wanita untuk memuaskan ***** tapi dunia telah terbalik. Sekarang giliran dia di bayar untuk membantu memuaskan wanita-wanita kaya yang kesepian itu. 


Saat ini hanya pekerjaan ini yang dapat menghasilkan uang untuknya agar bisa bertahan hidup di negara orang. Ketika mendaptkan bayaran pertamanya, Darren mengerutkan kening karena uang yang ia dapatkan jauh diluar ekspetasinya.


"Apa kau memotong bayaranku terlalu banyak? Kenapa bayaranku hanya segini!" protesnya yang tak terima mendapatkan bayaran sedikit.


"Hei, aku mengambil uang sebanyak perjanjian diawal 60:40 gak lebih dari itu! Kalau kau protes dengan bayaranmu yang sedikit, itu tanyakan saja pada dirimu. Sudah untung aku mau membantu mencarikan pekerjaan ini dengan usiamu yang lebih tua dari gigolo-gigoloku yang masih muda-muda, " cecarnya dengan menatap sinis kepada Darren.


" Apa kamu menghinaku! Meskipun aku jauh lebih tua dari mereka tapi kemampuanku tak kalah dari mereka semua." Tunjuk Darren kepada para gigolo muda.


"Hei … jika kamu tak puas dengan bayaran yang aku berikan, silahkan pergi dari sini toh aku juga tidak rugi jika kehilangan gigolo sepertimu!" cecar lelaki gemulai itu dan pergi meninggalkan Darren yang masih diam mematung di tempatnya dengan di pegang oleh beberapa pengawal.


Ingin rasanya ia menonjok wajah yang sok kegenitan itu, sebelum ia melakukannya para pengawal sudah mencekalnya dan mengusirnya keluar dari club secara kasar.


Melihat perlakuan para orang-orang itu membuat Darren emosi dan mengeluarkan berbagai umpatan. Melihat banyak yang memperhatikanya mengumpat, Darren pergi dari tempat laknut itu. Dalam perjalanannya tiba-tiba ia melihat banner yang bertuliskan mask party. 


" Sepertinya menyenangkan! " decaknya yang kemudian masuk kedalam ruangan itu dengan menggunakan topeng yang tersedia di papan dekat pintu masuk. 


Mulai-mula ia ingin masuk ke tempat igu karena ingin menghilangkan rasa penatnya tapi tak sengaja ia menabrak seorang wanita. 


" Do you walk without looking?!" pekik Darren.


Untungnya musik disana terlalu keras, sehingga membuat wanita itu tak mendengar perkataan Darren. Ia mendongakkan wajahnya dan melihat siapa yang ia tabrak.


Ketika menyadari bahwa apa yang dikenakan wanita itu adalah barng branded serta perhiasan mewah yang menghiasi tubuhnya. Darren meredam emosinya.


"What did you say?" tanya Wanita itu.


"Nothing," jawab Darren dengan tersenyum lebar.


Di saat melihat senyum Darren yang memikat, wanita itu terpesona, kemudian mereka mengobrol dan menghabiskan waktu bersama.


Wanita itu memang lebih tua dari Darren 6 tahun tapi dengan uang banyak yang dimilikinya membuat kulit dan wajahnya masih terawat dan kencang. Dia adalah salah satu wanita kaya yang kesepian dan akan menjadi target Darren selanjutnya. 


Di saat Darren mampu memberikan servis yang baik untuknya, ia tak segan-segan memberikan imbalan uang cukup banyak untuknya. 


" Thank you, even though you are not too young like other gigolos but you are quite capable of realizing my fantasy! (Terimakasih, meskipun umurmu tak terlalu muda seperti gigolo lainya tapi kau cukup mampu membuat fantasiku tercukupi!)" ucap Jennifer yang  beranjak turun dari tempat tidur untuk memakai pakaian nya kembali.  

__ADS_1


" Are you going?" tanya Darren. 


"Yes, I have to go home. If I need you, I will call you!" kemudian Jennifer berlalu pergi meninggalkan Darren sendiri di dalam kamar itu. 


Setelah kepergian Jennifer, Darren segera menghitung jumlah uang yang diberikanya. Dan benar saja jumlah yang diberikan oleh Jennifer jauh lebih fantastis dari bayaran yang sebelumnya. Melihat uang yang cukup banyak, membuat Darren tersenyum dan menikmatinya. Meskipun dulu ia menyukai wanita-wanita muda untuk memuaskanya, sekarang berbeda justru wanita matang dengan uang berlimpah yang ia sukai. 


......................


Mendengar Senja yang menawarkan diri untuk memeriksa Dira, Caro dengan senang hati menerimanya. Setelah itu mereka menaiki tangga menuju kamar Dira serta mengambil stesokop dan alat tensi darah Lean untuk di gunakan Senja. 


"Dir … sayang … bukakan pintu nak!" panggil Carol yang berada di depan pintu sambil mengetuk pintu kamar Dira. 


Mendengar ada yang terus mengetuk pintu dan memanggilnya, Dira berusaha bangun dari tidurnya lalu turun dari ranjang berjalan untuk membukakan pintu dengan melilitkan krudung untuk menutupi rambutnya. 


Pintu telah terbuka terlihat Senja dan Carol sudah berdiri di depan pintu. 


"Eh … mama, Senja, ada apa?" tanya Dira sambil mengucek matanya yang terasa gatal. 


"Boleh kita masuk dulu?" 


"Ini ada apa ya ma?" tanya Dira yang sedikit bingung karena nyawanya yang belum terkumpul semua. 


Setelah mendengar apa maksud dari kedatangan mereka menemui Dira, Dira mempersilahkan Senja untuk memeriksa tubuhnya. Saat memeriksa Dira, Senja sempat menautkan alisnya ke atas. 


" Mb Dira haidnya telat gak?" tanya Senja untuk memastikan kembali dengan apa yang ia dapatkan. 


Dira terdiam sebentar dengan mengingat-ingat kembali kapan ia haid. 


"Sepertinya sudah telat lebih dari seminggu. Tapi kemarin sempat ngeflek sedikit," jelasnya.


"Oh … ternyata belum lama. Gimana kalau mb periksa ke dokter kandungan untuk usg?" tawar Senja. 


"Apa Dira kemungkinan hamil, Sen?" tanya Carol yang sangat penasaran. 


"Begini mb, Tan. Berhubung mb Dira banyak sekali memiliki tanda-tanda awal kehamilan, Senja curiga mb sudah hamil tapi belum terdeteksi sama alat tespek. Mungkin karena tingkat HCG mb Dira di bawah normal, dan usia kandunganya juga masih dini sehingga belum terdeteksi sama alat tes kehamilan. Jadi, Senja menyarankan mb untuk periksa ke dokter kandungan saja biar lebih akurat! "jelasnya.


" Kalau gitu, kita coba USG  aja ya Dir. Siapa tau yang dikatakan Senja benar, " bujuk Carol yang dalam moden on karena sangat antusias. 

__ADS_1


" Tapi ma-"


" Udah … Sekarang kamu mandi dan siap-siap. Mama tunggu kamu di lantai bawah ya, sekalian ketemu Andrian." sela Carol, Kemudian Carol beranjak dari duduknya dan mengajak Senja keluar dari kamar Dira. 


Gimana ya? Aku periksa dulu atau nunggu bareng mas Ken? Tapi kalau bareng mas Ken dan ternyata belum, takutnya nanti mas kecewa. Apa aku cek aja dulu sama mama ya, lagian gak enak kalau harus nolak permintaan mama yang terlihat begitu antusias. Gumamnya dalam hati.


Setelah berpikir cukup lama, Dira memutuskan untuk mandi. Selesai bersiap-siap Dira turun ke lantai bawah untuk menemui Carol, Andrian, dan Senja yang sudah menunggu di ruang tamu. 


"Hai Dir …"Sapa Andrian. 


" Hai juga Ri … " jawab Dira dengan menutup hidungnya dan sedikit menjauhi Andrian. 


Melihat Dira yang menutup hidung serta menjauhinya, Rian menautkan kedua alisnya dan mencoba mencium aroma tubuhnya. 


" Perasaan aku gak bau Dir, kenapa kamu menutup hidung? " ungkap Andrian setelah mencium tubuhnya yang memang tak bau. 


" Kamu memang gak bau Ri, hanya saja parfum kamu begitu menyengat membuat aku merasa enek!" tungkas Dira yang sudah duduk di dekat Carol. 


Rian kembali mencium lagi aroma tubuhnya untuk memastikan kembali. Apakah menyengat? Bukankah dulu juga seperti ini? Gumam Andrian. Sedangkan Carol dan Senja hanya bisa tertawa geli melihat tingkah Andrian yang lucu. 


" Sudah kak, jangan di cium lagi. Penciumanya kak Dira memang lagi sensitif, jadi kakak gak mencoba mencium bau badan kaka terus. Yang penting kamu jauh-jauh saja biar dia tidak mual," kekeh Senja.


"Ternyata kamu memang benar-benar aneh Dir!" imbuh Rian.


Setelah mengobrol sedikit, Rian dan senja pamit untuk pulang dan meminta maaf tidak bisa menemani mereka pergi ke dokter kandungan. Karena mereka sudah ada janji dengan orang lain. 


Akhirnya Carol dan Dira pergi ke dokter kandungan yang merupakan anak dari dokter pribadi keluarga Fabio. 


Sesampainya di rumah sakit mereka turun dan berjalan ke ruangan praktek dr. Alula. Saat sampai di depan ruanganya sudah ada beberapa ibu-ibu hamil yang mengantri. Karena Carol sudah membuat janji terlebih dahulu, setelah ada pasien yang keluar mereka di persilahkan untuk masuk ada kedalam ruangan Dr. Alula.


"Selamat pagi nyonya Carol," sapa dr Alula dengan sopan.


"Pagi juga," sahut Carol dan Dira.


Selesai menjelaskan apa yang dikeluhkan oleh Dira, dr. Alula segera mengarahkan Dira untuk untuk berbaring diatas brankar dengan membuka perutnya. Lalu dr Alula mengoleskan gel dan meletakkan transduser diatas perut Dira.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2