
Ken Syok saat mengetahui bahwa Agatha adalah Dira.
Apa benar dia adalah Dira istriku? Tapi, Dia sudah menjadi istri orang lain dari 16 tahun yang lalu. Kenapa hati, pikiran serta tubuh ini masih sulit menerima. Seharusnya Aku bahagia karena ternyata istriku, cintaku masih hidup, tetapi ...
Ken menoleh ke arah Samuel yang masih di kendalikan oleh pengawal, lalu menatap Agatha kembali. Ingatan kemesraan mereka berdua, serta Samuel yang selingkuh terlintas kembali dalam ingatannya.
Dadanya tiba-tiba terasa sesak, ruangan ini bagaikan tidak ada oksigen untuk Ia hirup. Seketika Ken pergi keluar dari ruangan itu untuk mencari udara segar.
"Mas ..." panggil Agatha.
" Pa ..." seru Lean, Kean, dan Anne.
Panggilan mereka tidak ada yang di hiraukan oleh Ken, pikirannya sudah tidak jernih lagi sekarang. Ia sedang membutuhkan oksigen dan membutuhkan waktu untuk sendiri. Sedangkan di dalam ruangan, terlihat Samuel yang tertawa terbahak-bahak saat melihat Ken pergi dan menolak Agatha.
"Agatha ... Agatha ... bagaimana rasanya di tolak?" ledek Samuel.
Melihat Dira yang merasa sedih, Lean, Kean dan Anne segera menghampirinya untuk memberikan kekuatan. Mungkin saat ini Ken masih syok sehingga Ia pergi untuk menenangkan diri.
"Sudahlah, Kamu itu Agatha istriku. Jadi, tidak usah berharap menjadi Istri orang lain! Ayo kita pulang ke New York," ajak Samuel. Namun, segera di halangi oleh Kean.
"Jangan pernah berharap bisa membawa Mamaku pergi lagi!" pungkasnya.
"Pengawal bawa dia pergi dari sini! Jangan sampai Saya melihatnya mendekati keluarga Fabio!" perintah Kean yang segera di lakukan oleh para pengawalnya.
"Jangan sentuh Saya! Apa Kamu lupa kalau Saya ini adalah investor besar kalian!" pekiknya yang di balas senyuman oleh Kean.
"Muai malam ini, kerjasama kita di batalkan! Karena Saya tidak ingin bekerja sama dengan Anda!" pungkas Kean.
Samuel menyeringai. "Hei, Kamu pikir semudah itu, ha? Aku bisa saja menghancurkan perusahan keluargamu ini dengan sekejap!" ancam Samuel.
Agatha, Anne, dan Lean terbelalak saat mendengar ancaman dari Samuel. Sedangkan Kean masih terlihat tenang seperti tidak ada ketakutan dalam dirinya.
Kean menghampiri Samuel, dan berbisik dengannya.
" Apa Kamu yakin ingin menghancurkan perusahaan keluarga Saya! Tapi sayangnya Saya tidak takut dengan ancaman Anda! Sebelum Anda bertindak, lebih baik di pikir dulu karena saya juga mempunyai rahasia besar Anda," pungkas Kean lalu pergi meninggalkan Samuel yang masih diam mematung.
__ADS_1
Kurang ajar! Apa yang di maksud dengan bocah itu! Apa benar dia mengetahui rahasia besarku? Dia masih muda, tetapi kenapa begitu tenang dalam menghadapi masalah! Bahkan dia berani mengancamku kembali!
Setelah itu, Kean mengajak Dira, Lean dan juga Anne pergi dari ruangan itu. Saat ingin pergi, tiba-tiba Agatha menghentikan langkah mereka.
" Ada apa, Ma? "tanya Lean yang melihat wajah Agatha terlihat begitu cemas.
" Mama hanya takut kalau Samuel akan___"
"Mama tenang aja, itu biar Kean yang urus. Jadi, Mama gak usah khawatir, ya?" ucapnya dengan tersenyum dan penuh keyakinan Agar Dira tenang.
Meskipun Kean sudah menenangkannya, Dira masih saja terus kepikiran karena Ia tahu orang seperti apa Samuel. Dia termasuk orang yang ambisius, selalu ingin menang, dan tidak mau kalah dari orang lain. Samuel bisa melakukan apa saja agar keinginannya bisa tercapai, bahkan Ia bisa membunuh dan mencelakai orang lain.
"Oh, ya terus gimana acaranya?" tanya Agatha yang baru sadar kalau mereka seharusnya ada di acara pesta.
"Semua sudah di bubarkan, Ma," jawab kean
"Loh, Kenapa? Pasti gara-gara mama, ya?" pungkasnya dengan wajah bersalah karena sudah menghancurkan acara.
"Bukan kok, acara anniversary tetap berjalan, tetapi acara yang lain di tunda dulu."
***
Di sisi lain terlihat Ken sedang duduk di kursi panjang sambil mengatupkan kedua tangan di wajah. Saat ini, pikirannya di penuhi dengan berbagai pertanyaan tentang Agatha.
Akankah dia harus senang atau tidak kalau Agatha adalah Dira, bisakah dia menerima Agatha sebagai istrinya. Di saat Agatha telah menjadi istri orang lain selama 16 tahun. 16 tahun bukanlah waktu yang sebentar, apa saja bisa terjadi dalam waktu itu.
Setelah menemukan keberadaan Ken, Lean segera menghampirinya. Ia duduk di samping Ken, sambil menepuk pundaknya agar Ken tahu kalau ada seseorang datang.
Ken mengusap wajahnya kasar, lalu melihat siapa yang datang.
"Lean," lirihnya saat mengetahui bahwa Lean yang duduk di sampingnya.
"Papa kenapa? Apa ada yang menganggu pikirkan, Papa?" tanya Lean.
Ken hanya menjawb dengan kedipan mata, menandakan bahwa ucapan Lean benar kalau saat ini ada yang mengganggu pikirannya.
__ADS_1
"Kenapa? Apa Papa masih belum bisa menerima kalau Tante Agatha itu adalah Mama?"
Ken menghembuskan nafas panjang. "Papa hanya syok saat mengetahui kalau dia adalah Mama kalian, di saat Papa tahu dia__" ken tak sanggup meneruskan ucapannya.
"Dia adalah istri Klien, Papa?" pungkas Lean dan di angguki oleh Ken.
"Sebenarnya tente Agatha bukanlah istri sungguhan dari Mr. Samuel, hubungan pernikahan mereka bisa di anggap seperti istri di atas kertas!" papar Lean
Ken menoleh Lean. "Apa maksud Kamu, Le? Apa Kamu tahu sesuatu?" tanya Ken yang begitu penasaran.
Lean tersenyum, saat melihat Ken terlihat antusias untuk ingin tahu. "Jika Papa ingin tahu cerita yang sebenarnya, tanyalah Mama. Dia pasti akan menjelaskan semua dengan Papa, jangan hindari mama, Pa. Dia akan merasa sedih saat melihat Papa menghindarinya. Mama saat ini sangat membutuhkan Kita untuk memulihkan ingatannya kembali, " pungkasnya.
Setelah itu, Lean mengajak Ken untuk pulang agar bisa bertemu, dan berbicara dengan dira dari hati ke hati. Lean ingin keluarganya bisa utuh kembali seperti dulu.
***
Sesampainya di parkiran, pak Kemal begitu terkejut saat melihat Kean dan Anne bersama seorang wanita yang sangat mirip sekali dengan almarhum Dira.
"Astagfirullah hal adzim!" seru Kemal sampai hampir terjungkal karena kaget. Untung saja Kean sigap untuk menolongnya kalau tidak mungkin sudah jatuh ke tanah.
"Pak Kemal tidak apa-apa?" tanya anne yang melihat wajah pias pak Kemal yang masih terus menatap Agatha.
"E ... N ... Nggak papa, Non," jawabnya dengan terbata-bata.
"Bapak pasti kaget karena melihat Mama, kan?" ucap Kean yang di jawab dengan anggukan oleh Pak Kemal. Setelah itu, Pak kemal seperti sadar akan sesuatu yang di ucapkan Kean sehingga Ia menatapnya.
"Apa yang tadi aden bilang? Mama? Ini, teh Mama__"
"Iya pak, ini Mama Dira," sahut Anne.
Pak Kemal tiba-tiba pingsan saat mendengar Anne mengatakan bahwa wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah Dira. Melihat Kemal yang tiba-tiba pingsan membuat Anne, Dira dan juga Kean panik.
"Pak ... Pak kemal, bangun pak," panggil Kean sambil menepuk pipi Kemal. Namun, Ia belum juga sadarkan diri.
...****************...
__ADS_1