Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kehidupan Aron dan Chika


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, tiba-tiba Chika terbangun langsung berlari menuju kamar mandi. Aron yang masih tertidur, mendengar suara chika yang terus muntah-muntah didalam kamar mandi membuatnya ikut terbangun dan turun dari ranjang. Ia berjalan menuju kamar mandi dan segera menghampiri Chika yang masih berdiri di depan wastafel. 


Aron menyibakkan rambut chika kebelakang serta memijat pundaknya agar ia lebih lega. Setelah mereda, Aron membantu Chika berjalan keluar dari kamar mandi dan membantunya duduk bersandar diatas kasur. 


Kemudian, Aron memberikan Chika segelas air putih, lalu mengambilkan aroma terapi untuk chika hirup. 


"Apakah masih mual?" tanya Aron yang diangguki oleh Chika. 


Aron menaikkan kaki Chika ke atas Ranjang, lalu memijatnya perlahan untuk merilekskan otot-otot tubuh Chika. Benar saja otot-otot tubuhnya sedikit kaku karena Chika berdiri cukup lama di depan wastafel sampai membuat suhu kakinya sangat dingin. 


"Makasih sayang," ucap Chika saat melihat Aron dengan sabar memberikan pijatan.  


"Sama-sama, lagian ini juha sudah kewajiban aku sebagai suami harus menjaga kamu," papar Aron dengan mengulas senyum. 


Chika ikut tersenyum melihat Aron bisa  seperhatian ini. Awalnya Chika mengira bahwa Aron adalah seorang playboy cap katak yang tak bisa berubah, tetapi sekarang Aron sudah banyak membuktikan bahwa dia benar-benar telah berubah. Tidak seperti Aron yang dulu, selalu gonta ganti pasangan dan sering menyakiti hati wanita.


Chika merupakan teman sekaligus wanita yang selalu ada buat Aron sejak dua tahun lalu. Selama ini  Chika mencintai Aron dalam diam tanpa pernah memberitahukan hal itu kepada Aron karena Chika sadar bahwa dirinya tak pantas untuk Aron.


Menjadi teman dekat sekaligus bisa mencintai Aron diam-diam saja sudah sangat bagus baginya, Chika memang tak pernah berharap bisa menjadi kekasih Aron apalagi Istrinya karena hal itu seperti mustahil bagi Chika yang mempunyai wajah pas-pasan serta dari keluarga sederhana.


Namun, takdir berkata lain. Tuhan memberkati Chika bisa menjadi Istri dari seorang pria yang sulit Ia gapai selama ini. Pria yang selalu ada di sudut hatinya paling dalam, kini sudah menjadi suaminya bahkan Ia sangat menyayanginya dengan tulus.


Disaat mengetahui Aron kembali peduli dengan wanita yang pernah membuatnya patah hati sampai menjadikan Aron seorang playboy seperti ini, hati Chika merasa sakit sekali. Ia bisa menerima dan merestui jika Aron bertemu dengan wanita yang baik dan tulus mencintainya, tetapi Ia tidak rela kalau Aron kembali mencintai wanita itu.


Karena hal itu juga, Chika dan Aron sempat bertengkar sampai membuat Chika memutuskan untuk pergi dari kehidupan Aron. Setelah Chika pergi, Aron benar-benar merasa kehilangan dan baru menyadari bahwa wanita yang ia inginkan sudah ada disampingnya sejak lama. Ketika menyadari bahwa Ia sudah mencintai Chika dan tak bisa hiduo tanpanya, Aron pergi mencari Chika serta menyatakan bahwa ia sayang dan cinta kepada Chika.

__ADS_1


"Aku masih gak percaya, kalau kita bisa menjadi pasangan sampai menikah seperti ini!" tungkas chika. 


Aron mendekat kan diri. "Memangnya Kenapa? Apa salah kalau kita bisa menikah?" jawab Aron sambil menatap wajah Chika. 


"Bukan salah, lebih tepatnya lucu!" 


"Em … sepertinya iya, tapi Aku bersyukur karena kamu masih mau menerima dan percaya sama aku! Andai aku sadar lebih cepat, mungkin kita sudah menikah sejak lama dan—" 


"Dan apa?" 


"Mungkin kita sudah hampir mempunyai dua baby ," goda Aron yang seketika membuat Chika bersemu merah. 


Aron memang terlambat menyadari bahwa ia mencintai Chika, tetapi sejak awal mereka berteman Aron sudah memiliki rasa yang berbeda dengan Chika. Saat itu Aron mengira bahwa rasa itu adalah rasa nyaman kepada teman karena Chila memang orang yang mampu bisa membuat orang yang ada di sampingnya merasa nyaman.


Disaat ada lelaki yang mendekati Chika, Aron akan merasa kesal dan membuatnya pergi menjauhi Chika. Sikap Aron yang terlihat sedikit berlebihan membuat Alex sempat mengatakan bahwa Aron itu menyukai Chika, tetapi Aron tak mau mengakuinya karena Ia beranggapan bahwa Chika bukanlah tipenya. Jadi, tidak mungkin Dia menyukai Chika. Hal itu Aron lakukan karena Dia tidak ingin Chika dipermainkan atau disakiti oleh pria.


" Nggak kok, siapa juga yang malu!" elak Chika sambil sedikit mengerucutkan bibirnya. 


"Yasudah kalau begitu, Aku mau mandi dan berangkat kerja. Kamu gapapa kan kalau di tinggal ke kantor?" tanya Aron dan dibalas dengan anggukan oleh Chika.


Setelah itu, Aron beranjak bangun dari tempat duduknya lalu pergi menuju kamar mandi. Chika masih terus menatap punggung Aron yang semakin menghilang masuk kedalam kamar mandi. 


Chika benar-benar tidak menyangka bahwa ia yang upik abu bisa bersama dengan pangeran seperti Aron. Chika memang tak secantik mantan-mantan Aron, tetapi Ia memiliki hati yang cantik serta tulus mencintai Aron. 


Kecantikan hatinya pula yang membuat Orang jatuh cinta padanya, bahkan Chika bisa membuat Aron nyaman berada disampingnya. Setelah cukup lama melamun, Chika bangun dari tempat duduknya lalu menyiapkan pakaian Aron serta membuatkan Aron sarapan sebelum berangkat ke kantor. 

__ADS_1


Chika berjalan menuju dapur untuk memasak yang simple dan cepat karena tubuhnya seperti tak bisa diajak kompromi untuk memasak sesuatu yang ribet.  


Aron sudah rapi dengan setelan jasnya keluar dari kamar ketika mencium bau harum masakan chika, Dia segera berjalan menuju dapur. Aron hafal betul aroma nasi goreng buatan Chika yang mampu membuat perutnya keroncongan ingin diisi dengan makanan lezat. 


Sesampainya di dapur, Aron segera memeluk Chika dari belakang. "Harum sekali masakannya, Aku jadi laper, " puji Aron sambil mencium pipi Chika. 


"Ini udah selesai kok, habis itu Kita makan," ujar Chika sambil menyendokkan nasi goreng ke wadah nasi. 


Setelah itu, Chika dan Aron sarapan bersama seperti biasanya. Akibat muntah-muntah dipagi hari membuat Chika tidak ***** makan seperti biasanya. Ia hanya memakan nasi gorengnya beberapa suapan karena lidahnya terasa sangat hambar. 


"Kok makanya cuman sedikit, lagi dong sayang. Nanti kalau kamu makannya sedikit, kasian dedek bayi didalam perut karena Dia masihkelaparan," bujuk Aron agar Chika mau memakan lagi nasi gorengnya. 


"Sudah cukup, soalnya lidahku terasa hambar kalau diterusin nanti justru kembali keluar seperti tadi pagi," pungkas Chika.


"Apa mau Aku suapin?" tawar Aron yang sudah menyendokkan nasi di depan Chika. Bukannya memakan suapan Aron, Chika justru menutu mulutnya yang ingin muntah. Ia segera berlari pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan muntahan yang sudah ada di mulut.


Melihat Chika yang berlari masuk ke kamar mandi dengan menutup mulutnya, Aron segera berlari mengikuti Chika. Benar saja, Chika kembali mengeluarkan semua makanan yang baru saja masuk kedalam perutnya sampai tak tersisa sedikitpun.


Tubuhnya terasa lemas sekali, setelah mengeluarkan semua makanannya. Aron hanya bisa menghela nafas panjang ketika melihat Chika seperti ini. Ia jadi teringat curhatan Ken dulu saat Dira sedang hamil. Saat ini, dia benar-benar sudah merasakan menjadi suami siaga saat istrinya tengah hamil muda.


...****************...


Gimana suka gak?


Author boleh minta saran dari kalian...

__ADS_1


Kalian mau cerita ini tamat sekarang? Atau di ulur lagi dengan cerita tentang kehidupan rumah tangga Aron& Chika dan Rian & Senja? Komen di bawah ya... Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2