Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Copet (S2)


__ADS_3

Melihat Anne pergi , Sabrina segera mengikutinya serta menggandeng tangan Anne. Dia terlihat sangat senang sekali melihat Anne yang begitu perhatian dan baik sekali. Saat mereka berjalan-jalan tanpa sengaja melihat seorang Ibu-ibu hampir di copet.


"Ma ..." panggil Anne dengan berlari menghampiri wanita itu. Melihat ada yang memergokinya, pria itu segera berlari.


"Tan, tunggu ..." cegah Anne sambil memegang lengan wanita itu.


Merasakan ada yang memegang tangannya, Agatha segera membalikkan badan untuk melihat siapa orang itu.


"Tasnya, Tante sobek," imbuh Anne sambil memperlihatkan tas Agatha yang sobek


Awalnya Agatha tidak tahu apa yang di maksud oleh Anne, tapi ketika melihat tasnya yang memang sudah sobek bekas sayatan. Agatha terkejut.


"Astaga ..." ucap Agatha sambil memeriksa apakah ada yang hilang.


"Apa ada yang hilang, Tan?" tanya Anne lagi.


Setwlah selesai memeriksa, Agatha menghembuskan nafas panjang saat melihat barang-barangnya masih utuh . Setelah memastikan barangnya utuh, Agatha mendongakkan kepalanya.


"Makasih ya," ucap Agatha.


Tapi, kenapa tasku bisa sobek, ya? Perasaan tadi baik-baik saja. Lirih Agatha yang masih terdengar oleh Anne.


"Tadi, ada pria yang ingin mencopet tas Tante, tapi sepertinya dia belum berhasil. Aku juga minta maaf karena sudah memanggil Tante dengan sebutan Mama tadi," lontarnya.


"Jadi, Kamu tadi yang berteriak memanggil, Mama?" tanya Agatha dan diangguki oleh Anne.


Agatha tersenyum melihat gadis cantik yang ada di depannya saat ini, melihat wajahnya membuat hati terasa nyaman dan tenang.


"Sekali lagi terimakasih ya, kalau gak ada kamu mungkin dompet Tante sudaj hilang. Em... Gimana kalau kita makan bersama untuk ucapan terima kasih, Tante sama kalian?" tawar Agatha. Namun, tiba-tiba ponsel Anne berbunyi. Jadi, Ia pamit untuk mengangkatnya terlebih dulu.


Selesai menerima telfon, Anne kembali menghampiri Agatha dan Sabrina.


" Oh ya, Tan. Sepertinya Aku harus pulang, soalnya barusan Papa sudah menelfon dan menyuruhku untuk segera pulang. Tante lebih hati-hati lagi ya?" pesan Anne yang di angguki oleh Agatha.


Saat masuk ke dalam mobil, Anne hanya diam tanpa kata. Entah kenapa Ia kepikiran terus dengan wajah wanita yang Ia tolong tadi. Anne merasa seperti pernah melihatnya, tetapi entah dimana dan siapa yang jelas wajahnya sama sekali tidak asing baginya .

__ADS_1


" Anne ... "panggil Sabrina.


" Ada apa? "tanya Anne yang sedikit kaget.


" Kamu kenapa melamun? "tanyanya.


"Aku gak ngelamun kok!" elak Anne.


"Kalau gak melamun? Terus kenapa hanya diam aja seperti patung?"


"Aku hanya terus kepikiran sama wajah Tante tadi aja kok. Wajahnya kelihatan gak asing sama sekali, tapi mirip siapa ya? " Anne mencoba meminta bantuan kepada Sabrina, siapa tahu Ia mengingat seseorang.


" Mirip Kamu! " tandas Sabrina.


Anne memukul pundak Sabrina." Gak usah ngacok, deh kalau ngomong ... Masak Iya mirip Aku!"


"Kok ngacok sih ..., emang beneran mirip Kamu kok! Aku aja dari tadi diam karena terus memperhatikan wajah kalian yang begitu mirip ... Kalian kalau jadi Ibu dan anak pantes banget, loh" celetuknya.


Mendengar ucapan Sabrina, Anne segera mencari dompetnya dan mengambil sebuah foto di dalamnya. Ia memperhatikan wajah Dira, dan ternyata benar, sangat mirip sekali dengan wanita itu.


Melihat Anne yang semakin aneh sambil melihat foto keluarganya, membuat Sabrina merasa bingung.


"Anne, Lo kenapa.malah bengong gitu? Apa ada yang Lo pikirin?" tanyanya.


"Bri, Lo pernah gak, lihat orang yang sangat ... Mirip sekali sampai?" bukanya menjawab pertanyaan Sabrina, Anne justru melontarkan sebuah pertanyaan kembali.


"Ya ... Belum pernah sih, tapi kalau mereka kembar mungkin aja mirip," pungkas Sabrina.


"Kembar ..." Anne mencoba mengingat kembali. Selama ini, Ia tidak ada pernah mendengar bahwa mamanya punya kembaran. Bahkan kedua kakaknya yang kembar aja gak terlalu mirip, Nala sama Nathan apalagi. Mereka jauh berbeda, tidak terlihat seperti anak kembar. Terus kemiripannya dengan Dira juga masih memiliki perbedaan, gak semirip itu.


Kalau wajah wanita itu, terlihat sangat mirip sekali dengan almarhum mamanya. Hanya saja penampilan mereka begitu berbeda.


Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan rumah Sabrina. Setelah itu, Sabrina pamit dan keluar dari mobil.


"Sampai jumpa besok, Anne ..." ucap Sabrina dan dijawab dengan senyuman.

__ADS_1


Setelah kepergian Sabrina, Anne melamun kembali sampai Ia tak sadar kalau sudah sampai rumah.


"Non, sudah sampai," pungkas pak Kemal.


"Eh ..." Anne terkejut saat mendengar pak Kemal memanggilnya. Ia mengedarkan pandanganya, dan ternyata Ia sudah sampai rumah.


Anne segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Sesampainya di rumah, sudah ada Ken yang duduk di sofa menunggunya pulang.


" Papa ..." sapa Anne dengan menghampiri Ken lalu mencium tangannya.


" Oh, ya Papa ada urusan apa menyuruh Anne untuk segera pulang?" tanyanya yang sudah penasaran kenapa Ken menyuruhnya segera pulang.


"Papa hanya ingin mengajak Kamu pergi jalan-jalan, apa tidak boleh?" tanya Ken.


Anne mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban Ken yang ingin mengajaknya jalan-jalan.


"Em ... Papa sukses ya?" celetuknya yang hanya di jawab anggukan dan senyuman oleh Ken.


Anne memeluk Ken erat. "Selamat ya Pa... Semoga apa yang papa lakukan bisa berjalan dengan lancar kedepanya. Anne, bangga deh sama Papa," katanya.


Pelukan Anne benar-benar bisa menjadi sebuah obat bagi Ken. Dia adalah kekuatannya disaat sedang bimbang dan banyak pikiran selama ini. Anne adalah anugerah terindah yang di tinggalkan Dira, apalagi wajahnya yang juga sangat mirip dengan Dira membuat Ken semakin menyayangi Anne lebih dari apapun.


Ken juga sayang dengan Kean dan Lean, tetapi kedua anak laki-laki itu sudah dewasa dan sibuk dengan urusannya masing-masing. Setelah Dira meninggal, Kean dan Lean langsung berubah menjadi seperti anak dewasa yang melakukan semuanya sendiri. Hal itu membuat Ken dan mereka seperti sedikit ada jarak, berbeda dengan Anne yang sampai sekarang masih bersikap sangat manja dengannya.


Mungkin mereka bersikap seperti itu karena takut menyusahkan Ken yang sudah sibuk mengurus Anne sendiri. Ken memang tidak mau menyewa seorang baby sitter khusus untuk mengurus Anne karena Ia takut kalau salah pilih dan akan membuat Anne celaka.


Setelah melepaskan pelukannya, Anne segera pergi ke kamar untuk mengganti pakaian dan bersiap-siap. Sedangkan ken menunggunya sambil melihat kembali foto Dira.


Aku rindu kamu sayang ... Semoga kamu tenang di sana ya ... Lirih Ken sambil mencium foto itu.


Setelah beberapa menit kemudian, Anne sudah turun lagi dengan pakaian casual yang membuatnya terlihat semakin cantik.


"Aku sudah siap ..." ucap Anne.


Ken tersenyum lalu bangun dari duduknya. Saat Ken sudah berdiri, Anne langsung menggandeng lengan Ken lalu mereka pergi keluar bersama.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2