
Sejak tadi Ken masih tetap berada di dalam mobilnya. Menunggu Dira, keluar dari tempat praktek psikiater di depannya saat ini. Ingin rasanya Ken masuk ke tempat itu untuk mencari tahu apa yang sedang Dira lakukan di dalam sana. Tapi, niatan itu dia urungkan, mengingat kejadian tadi pagi Dira yang pergi meninggalkannya dengan emosi. Setelah 30 menit menunggu, dira belum keluar juga. Apa yang sebenarnya kamu lakukan disana dir? Kenapa lama sekali? Apa dira ingin melakukan terapi? Jika iya, kenapa dira hanya datang sendiri dan membawa bingkisan segala. Kalau di lihat-lihat, sepertinya tempat ini baru di buka, karena begitu banyak rangkaian bunga dengan ucapan selamat di depan bangunan itu.
Tiba-tiba bunyi telepon Ken berbunyi, Rendi yang sedang menelphonya.
Kenzo : halo ... Ada apa ren?.
Rendi : begini boss, proyek pembangunan mall yang ada di Kalimantan bermasalah. Sepertinya kita harus segera kesana sekarang juga.
Kenzo : Baiklah. Kalau begitu kamu cepat pesankan tiket untuk kesana, saya akan segera kembali ke kantor.
Rendi : Baik boss.
Setelah panggilan telepon diakhiri. Kenzo segera mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan. Walaupun hatinya tidak tenang dan merasa khawatir dengan Dira. Tapi, kenzo harus tetap pergi ke kalimantan untuk menyelesaikan masalah yang ada di sana, karena ken juga mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap perusahaanya.
***
Di dalam ruangan Andrian, terlihat dira yang masih terdiam, memikirkan baik-baik tentang apa yang telah di ucapkan rian. Apa yang dikatakan rian ada Benarnya juga, tapi dira tidak ingin terus hidup dengan bayang-bayang mimpi buruk yang terus menyelimuti hidupnya. Dira ingin menjadi ibu yang normal untuk Kean dan Lean, bukan ibu yang mempunyai gangguan psikologis. Kamu harus yakin kalau kamu bisa sembuh dan bisa melawan trauma itu Dira. Ingat! Apa tujuan kamu untuk melakukan terapi ini. Kamu harus jadi ibu yang kuat agar bisa menjaga dan melindungi kean dan Lean. Jadi, kamu harus berani.
Dengan penuh semangat dira mengatakan kepada Rian, bahwa dia yakin ingin mengingat memori itu, agar dia bisa sembuh dari amnesia disosiatifnya.
"Baiklah... Kalau kamu sudah yakin. Kita akan mulai tahap pertama terapinya. Kamu bisa tidur dengan posisi yang nyaman di sofa."
__ADS_1
Dira mengikuti perintah Rian. Saat ini dira sudah terbaring dengan posisi terlentang di sofa. Sedangkan Rian memberikan aba-aba kepada dira tarik nafas dan buang nafas pelan-pelan, agar Dira lebih rileks. Setelah itu Rian memberikan sugesti kepada Dira, ketika bunyi lonceng kecil di tangannya di pukul dira akan tidur, dan akan teebangun ketika bunyi lonceng cepat dan keras. Ketika kamu tertidur coba ingat dan ceritakanlah bagaimana kehidupan kamu 6 tahun lalu. Setelah Rian memukul lonceng Dira pun sudah tertidur.
Saat ini Dira sudah berada dalam alam bawah sadarnya. Rian terus memberikan sugesti kepada Dira untuk mengingat lagi, bagaimana kehidupannya 6 tahun lalu.
Dira merasa dirinya seperti sedang berada di dalam mimpi, Dira melihat kehidupannya saat orang tuanya menjodohkanya dengan Pria bernama Darren maxwel. Kalian bisa baca bab 26-27.
Pagi itu cuaca sangat cerah, tetapi tidak dengan hati seorang gadis yang telah selesai di make up. Gadis itu terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan kebaya putih yang melekat di tubuh ramping nya. Raut wajahnya begitu sendu, tidak ada pancaran kebahagiaan sama sekali.
Pernikahan akan menjadi suatu momen yang sangat membahagiakan bagi seseorang yang menikah karena cinta. Jika pernikahan itu terjadi untuk mendapatkan sesuatu sebagai imbalan. Akankah pernikahan itu masih menjadi suatu momen yang membahagiakan? Tentu saja tidak.
Hal itu yang dirasakan oleh Dira. Dira menikah hanya untuk dijadikan Alat bagi keluarganya untuk mendapatkan kucuran dana dari keluarga Maxwell agar usaha ayahnya tidak jadi bangkrut.
Selama menikah, Darren selalu memenuhi kewajiban finansialnya kepada dira. Bahkan Darren tidak pernah telat memberikan uang jajan dan belanja kepada Dira yang bisa di bilang cukup banyak bagi Dira. Karena sejak ayahnya menikah dengan Niken dira jarang mendapatkan hal itu dari Ayahnya. Mereka selalu mengutamakan arjuna.
Mengingat pernikahan mereka terjadi karena perjodohan, Darren tidak pernah meminta Dira untuk melakukan kewajiban suami istri pada umumnya. Darren hanya meminta Dira untuk patuh dan jangan pernah ikut campur dengan urusanya saja. Hal itu membuat Dira merasa lega dan mulai tumbuh rasa kagum dengan Darren. Sampai dira pernah berharap bahwa suatu saat nanti, mereka bisa menjalani rumah tangga seperti pasangan pada umumnya.
Di sore hari, Dira telah selesai memasak makanan kesukaan Darren. Selang beberapa menit mobil darren terdengar memasuki garasi. Mendengar mobil Darren yang sudah terparkir, Dira berlari kecil untuk membukakan Darren pintu.
"Kak Darren tumben pulang lebih awal? Mau Dira siapin Air hangat untuk mandi atau...."
"Tidak perlu, aku hanya pulang sebentar saja untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di kamar," dengan langkah yang cepat Darren menaiki tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
Kamar Darren dan Dira terpisah sejak mereka menikah. Mereka akan tidur dalam satu kamar, jika ada orang tua Darren datang berkunjung. Sedangkan orang tua Dira tak pernah berkunjung sekalipun sejak Dira menikah. Jangankan berkunjung, menelepon sekedar bertanya kabarpun tak pernah.
Selang beberapa menit Darren sudah turun, dan bersiap untuk pergi lagi.
"Loh ... Kak Darren tidak makan dulu! Dira tadi sudah masakin makanan kesukaan kak Darren loh.."
" Oh... Tidak perlu, Aku buru-buru. Kamu makan sendiri saja dan mungkin malam ini aku tidak pulang. Jadi, kamu hati-hati di rumah."
Dira hanya diam, dan terus menatap mobil Darren yang sudah melenggang pergi. Kenapa akhir-akhir ini kak Darren selalu tidur di luar. Walaupun dulu juga begitu. Tapi sekarang lebih sering, bahkan bisa di bilang hampir tiap hari. Terus kenapa perasaanku jadi gak enak gini ya.... Tanpa lama-lama, Dira segera mengambil dompet, hp, dan mengunci pintu rumah. Dengan cepat Dira mengendarai motor matic pemberian Darren. Tanpa memperdulikan penampilannya saat ini yang hanya menggunakan dress rumahan yang panjangnya selutut, dira terus mengendarai motornya dengan cepat. Untung saja dira sedikit handal dalam membawa motor, jadi dia masih sempat membuntuti mobil darren.
Saat ini entah kenapa hati Dira begitu tak tenang. Fikiranya selalu memikirkan Darren, mungkin Dira sudah jatuh Cinta dengan Darren. Sehingga, ketika melihat Darren jarang pulang ke rumah membuat Dira cemas dan memikirkan hal-hal yang aneh. Sampai akhirnya dira melihat Darren masuk ke kawasan Apartemen elit.
#TBC
Note : ketika bab tentang dira terapi, itu otomatis akan menceritakan flashback kehidupan dira 6 tahun lalu. Jadi, kalian harus jeli dan baca baik-baik agar mengerti dan faham.
Jangan lupa like, komen dan klik favorit ya. Makasih juga buat yang sudah selalu setia membaca novel papa bucin yang posesif.
Salam sayang banyak-banyak dari author untuk kalian semua💕💕💕
Maaf ya beberapa hari ini author agak telat untuk up ceritanya.
__ADS_1