Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kemal pergi (S2)


__ADS_3

"Apakah papa tidak marah dengan Kean?" tanyanya kepada Ken.


"Tidak, untuk apa papa marah. Justru Papa berterima kasih karena Kean sudah menyelamatkan Papa dan mama. Terimakasih karena Kean selalu membantu papa dalam segala hal, terutama untuk menjaga keluarga ini," ungkap Ken.


Setelah itu, Kean memeluk Ken dengan erat. Ia merasa sangat bersyukur mempunyai ayah yang selalu mendukung, bijaksana dan selalu memprioritaskan keluarga di atas segalanya. Ken adalah idola bagi Kean, meskipun Ia bersikap cuek dan dingin. Kean tetap saja mempunyai sisi yang lembut, tetapi itu hanya untuk orang-orang tertentu.


"Tetaplah menjadi Kean anak papa yang baik dan tangguh, " tuturnya.


***


Di sisi lain, terlihat gadis cantik yang sejak tadi tidak fokus mendengarkan pembelajaran karena terus memikirkan bagaimana kondisi mamanya. Mendengar bel istirahat berbunyi, membuat Anne segera mencoba menelfon Kean untuk menanyakan bagaimana kondisi Dira. Ketika mendengar bahwa Dira selamat, membuat Anne merasa lega. Namun, rasa lega itu memudar saat mendengar bahwa pak kemal telah meninggal dunia.


Anne terdiam, meskipun pak Kemal bukanlah keluarganya. Beliau sudah bagaikan keluarga bagi Anne, apalagi dari kecil pak Kemal adalah supir yang selalu mengantar dan menjaga Anne. Jadi ketika mendengar kabar bahwa Pak Kemal meninggal, hatinya sangat sedih.


"Innalillahi wa innailaihi rojiun, tenang di sana ya pak. Bapak orang baik, semoga amal dan ibadah bapak di terima di sisi-Nya. Alfatihah," ucap Anne kemudian mengirimkan alfatihah dulu buat pak Kemal karena belum bisa melayat.


***


Kean, Ken, Dira, Lean serta beberapa pegawai keluarga Fabio datang untuk melayat ke rumah Kemal. Jasa Kemal sangat besar sekali kepada keluarga Fabio, melihat istri dan anak-anak pak Kemal yang menangis. Membuat Dira mendekati dan memeluk mereka.


"Saya ikut berbela sungkawa ya bu. Maafkan Saya karena menjaga saya, Pak Kemal harus___" ucap Dira yang sudah tak sanggup lagi melanjutkan ucapannya.


"Tidak apa-apa nyonya, itu memang sudah kewajiban suami saya untuk menjaga keselamatan anda," pungkas istri pak Kemal yang tidak menyalahkan Dira sedikit pun.


Ini semua memang sudah menjadi konsekuensi yang harus di terima dari awal kerja di keluarga Fabio. Mereka di gaji lebih tinggi dari tempat lain, tetapi resiko yang harus di tanggung juga sangatlah besar.


Pak Kemal termasuk pekerja yang sangat setia dan cukup lama sekali kerja di keluarga Fabio, selama ini Ken juga-lah yang banyak membantu keluarga pak Kemal dalam kesulitan sampai membuatnya berjanji akan menyerahkan seluruh hidupnya untuk bekerja dan melindungi keluarga ini.

__ADS_1


"Kamu adalah orang baik, Kem. Kamu tenang saja, Saya akan menjaga dan mengurus keluargamu di sini. Semoga Kamu tenang di sana, terimakasih atas pengabdian dan jasamu selama ini," ungkap Ken di depan jenazah Kemal.


"Selamat jalan pak Kemal, Semoga anda di tempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Terima kasih karena sudah menjaga mama sampai detik terakhir nafas bapak, Anda adalah pahlawan bagi keluarga kami," ungkap Kean.


Setelah itu, bergiliran semua orang untuk mengucapkan bela sungkawa. Para pengawal, Ken, Kean, dan Lean juga ikut dalam mengurus jenazah Kemal sampai selesai. Selesai mengkebumikan jenazah Kemal, Ken pamit untuk pulang terlebih dahulu.


"Saya pamit pulang dulu ya, bu. Kalau butuh apa-apa, anda katakan saja," ucap Dira.


"Makasih, Nya. Terima kasih sudah datang ke sini dan sudah membantu proses pemakaman sampai selesai," tutur Istri Kemal.


"Itu sudah kewajiban kita, ini ada beberapa uang untuk memenuhi kebetuhan kalian. Anda tenang saja, Saya akan membiayai sekolah anak-anak sampai lulus dan akan tetap mengirimkan uang sebesar gaji pak Kemal seperti biasanya," papar Ken.


"Terimakasih banyak, Tuan. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mengucapkan terimakasih karena selama ini anda sudah banyak sekali membantu keluarga saya," ungkap istri Kemal yang terus saja mengucapkan terima kasih. Padahal Ken sudah menghilangkan nyawa suaminya, tetapi Ia tidak menyalahkannya.


"Sudahlah, yang terpenting kalian bisa hidup dengan baik. Lagipula saya hanya bisa memberikan materi, tidak sebanding dengan nyawa pak Kemal."


Setelah itu, mereka semua pergi dari rumah Kemal. Raut wajah Dira terlihat seperti merasa sangat bersalah, sejak tadi Ia hanya terus berdiam diri tanpa bebicara sedikitpun. Tatapannya kosong, menatap ke arah jendela.


"Eh, Aku hanya merasa sangat bersalah mas, gara-gara masalahku dengan Samuel sampai harus membuat pak Kemal meninggal," ucap Dira. Buliran bening menetes membasahi pipinya, Ken mencoba memeluk Dira untuk memberikannya ketenangan dan kekuatan.


"Ini semua sudah takdir dari Allah sayang, Mas tahu kamu juga tidak pernah menginginkan hal ini terjadi. Jadi, doakan saja semoga pak kemal tenang di sisi - Nya. Apa yang telah terjadi saat ini, itu adalah kehendak-Nya. Kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya dengan ikhlas, " tutur Ken.


Dira masih terus menangis dalam pelukan Ken, rasa bersalah itu masih tetap ada dalam hatinya.


***


Hembusan angin masuk lewat jendela, menerpa wajah pria tampan yang terlihat begitu pucat, tubuhnya juga semakin kurus. Pemandangan di laut terlihat begitu indah, membuat hatinya terasa nyaman dan damai bersama hembusan angin.

__ADS_1


"Apakah kamu menikmatinya, Bri?" tanya seorang wanita dewasa yang baru saja masuk.


"Tentu saja, Aku sangat bahagia sekali masih bisa menikamti keindahan ini sampai saat ini. Jam berapa sekarang di Indonesia Jess?" tanya Brian kepada Jessy pengurusnya.


" Sekitar jam 8 malam, Bri," jawab Jessy.


"Kenapa wajahmu terlihat seperti sedang terjadi sesuatu? Apa ada yang sedang kamu sembunyikan?"tanya Brian saat melihat wajah Jessy yang terlihat tidak seperti biasanya.


"Em ... Daddy-mu tangan dan kakinya terluka akibat ingin membunuh Nyonya Agatha dan suaminya," pungkas Jessy.


Brian tiba-tiba memukul kaca sampai pecah, tatapannya begitu tajam saat mendengar bahwa Samuel ingin membunuh Agatha dengan suaminya yang asli. Jessy terkejut dan segera menghampiri Brian saat melihat darah segar keluar dari tangannya.


Jessy hanya bisa menghembuskan nafas panjang saat melihat aura kemarahan di wajah Brian, dia tahu kalau Brian saat ini sedang marah sekali dengan Samuel.


"Lalu bagaimana keadaan momy, Jess?" tanya Brian lagi saat Jessy mengobati lukanya.


"Dia baik-baik saja karena di selamatkan oleh anak dan suaminya. Sepertinya keluarganya sangat sayang dan melindunginya," jelas Jessy.


Brian tersenyum saat mendengar ucapan Jessy yang mengatakan bahwa Agatha sekarang sudah hidup bahagia bersama keluarganya yang asli. Brian merasa bahagia karena keinginan terakhirnya untuk mengembalikan Agatha pada keluarganya telah terwujud.


Brian tahu kalau Agatha bukanlah ibu kandungnya sehingga beberapa tahun terakhir, Brian memang mencari tahu siapa Agatha yang sebenarnya. Selama ini sebenarnya Brian tahu kalau Agatha atau Dira tidak pernah bahagia hidup bersama samuel. Jadi ketika mengetahui bahwa suami Agatha masih belum menikah lagi, Brian membuat rencana agar Ia bisa pulang ke Indonesia dan bertemu dengan keluarganya.


Sudah cukup lama dia merebut kasih sayang Agatha dari anak dan keluarganya, dan sekarang biarkan mereka kembali hidup bahagia bersama.


Awalnya Brian tidak pernah mengira bahwa Samuel akan berbuat hal sekejam itu. Kejahatan Samuel, membuat Brian semakin membencinya. Untung saja, Agatha tidak kenapa-kenapa, andai terjadi sesuatu dengannya. Brian pasti tidak akan pernah memaafkan Samuel.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen Vote, serta hadiahnya ya.


.


__ADS_2