
Saat ini suasana di jalan begitu menakutkan, langit gelap yang di selimuti kabut hitam dan air hujan yang turun begitu deras. Tak hanya itu, Deru Suara petir sesekali muncul disertai angin yang begitu kencang.
Banyak orang yang tak berani menerobos jalanan dalam kondisi seperti ini. Tapi tidak dengan Ken, dia tetap menerobos jalanan yang tertutup air hujan yang begitu deras. Karena tidak bisa menelepon bunda Ana, Ken mencoba lagi untuk menghubungi nomor telepon Dira tapi tetap tidak aktif. Karena terlalu deras, hujan itu membuat pandangan Ken sedikit terganggu. Dan tiba-tiba ada sebuah tiang listrik akan terjatuh, membuat Ken reflek membanting stir kemudi ke arah kiri. Bukanya selamat, Ken justru menabrak batu besar dan pembatas jalan.
Hujan Deras yang menjadi saksi sebuah kecelakaan tragis seketika berhenti, Seperti sedang memperlihatkan kepada seseorang bahwa telah terjadi kecelakaan.
Ketika melihat ada sebuah mobil yang kecelakaan. Para pengemudi jalan yang lewat langsung berhenti dan memanggil ambulans.
Di sisi lain, Dira baru saja kembali ke kamar untuk mengambil handphonenya yang masih di isi daya. Semalam Dira lupa untuk mengisi daya handphonenya sampai mati, ketika Dira baru saja mengaktifkan teleponnya sudah begitu banyak panggilan tak terjawab dari Ken. Beberapa detik kemudian panggilan telepon itu kembali berdering lagi. Sebenarnya Dira belum siap berbicara dengan Ken, tapi entah kenapa perasaannya tidak enak dan ingin menjawab panggilan telepon itu.
Dira : Halo… ada apa?
Ken : Hallo…
Dira menyadari bahwa orang yang sedang berbicara dengannya saat ini bukanlah Ken. Membuat Dira melihat lagi ke layar handphonenya untuk memastikan. Loh, nomornya mas Ken, tapi kenapa yang berbicara…
Ken : Hallo.. apa mb mendengar suara saya? Ucap Pria dibalik telepon itu, karena suasana disana saat ini sangat ramai.
Dira : Iya, saya dengar. Ini dengan siapa ya? Dimana pemilik telepon ini?
Ken : Oh... Pemilik telepon ini mengalami kecelakaan di jl xxxxx, saya menelepon no mb, karena no ini adalah panggilan terakhirnya.
Dira : Maksud bapak, Mas Ken kecelakaan? Sekarang bagaimana kondisinya dan…
Ken : Kondisinya cukup parah mb, saat ini saya sedang ada di ambulans menuju rumah sakit xy.
Dira : Baiklah, kalau begitu saya akan segera kesana.
Panggilan telepon itu telah berakhir. Segera Dira mengemasi barang-barangnya.
"Mama Kenapa panik seperti itu? Tanya Kean yang baru datang dan melihat Dira yang begitu panik.
" Kita pulang sekarang, karena papa kamu mengalami kecelakaan! "jawab Dira spontan dan masih sibuk membereskan barang-barangnya.
Kean hanya terdiam tidak mengerti maksud mamanya. Papa? Siapa yang dimaksud mama?.
Melihat kean yang masih berdiam tak bergerak.
__ADS_1
"Kean… ayo buruan, bantuin mama bereskan barang-barang. Bukan hanya diam saja!" cetusnya.
Kean hanya bisa membantu membereskannya. Setelah selesai membereskan barang bawaannya, Kean dan Dira turun ke lantai bawah. Di lantai bawah Lean masih asyik bermain bersama anak-anak panti.
"Lean, ayo kita pulang!"panggilnya.
"Loh...bukannya pulangnya baru nanti sore ya ma? Kok sekarang sudah mau pulang?"
"Nanti mama ceritain, yang penting sekarang kita pulang!" pungkasnya.
Iriana yang melihat Dira sedang tergesa-gesa, langsung berjalan menghampirinya.
"Kamu kenapa Dir? Kok seperti buru-buru gitu!"
"Mas Ken kecelakaan, sekarang sedang dibawa ke rumah sakit dan Dira harus segera kesana. Jadi, Dira pamit pulang dulu ya bun"pamitnya dengan mencium tangan Iriana.
Lean yang mendengar Dira menyebutkan kalau papanya kecelakaan langsung terkejut.
" Ma… apa benar papa kecelakaan?" tanyanya dengan menarik-narik lengan Dira.
"Ya sudah, kamu hati-hati bawa mobilnya ya… jangan terburu-buru. Apalagi habis hujan deras begini, jalanan pasti licin ditambah kamu bawa mereka. Pastikan keamanan kalian ya, nanti kalau sudah sampai kamu telepon bunda biar Bunda gak khawatir.
Dira mengangguk, dan segera berjalan menuju mobilnya.
Semoga pak Ken baik-baik saja, agar mereka bisa berkumpul bersama. Bunda tahu Dir… bahwa sebenarnya kamu itu peduli dan mulai ada rasa sama pak Ken. Hanya saja, sebelum cinta itu tumbuh, kamu lebih dulu tau siapa dia sebenarnya. Sehingga membuat rasa sakit dan kebencian kamu tumbuh lagi. Semoga kamu bisa melupakan kejadian itu, dan lebih membuka hati kamu lagi Dir…
Malam itu, Dira menceritakan semua masalahnya kepada Iriana. Setelah mendapatkan penjelasan dan nasehat dari Iriana. Dira sudah memutuskan pilihannya. Tapi, tiba-tiba ada sebuah berita yang tak pernah disangka akan terjadi.
Dira Terus saja mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit dimana Ken Dirawat. Setelah perjalanan sekitar 30 menit Dira sampai ke rumah sakit tersebut.
Dira segera memarkir mobilnya, dan turun untuk berjalan masuk ke rumah sakit.
"Permisi mn, pasien yang mengalami kecelakaan sekitar 30 menit yang lalu ada dimana ya?"tanyanya pada penjaga resepsionis rumah sakit.
" Coba anda cari di UGD mb, soalnya banyak yang mengalami kecelakaan."
"Baiklah, terimakasih."
__ADS_1
Dira dan si kembar terus berjalan dengan cepat menuju ruang UGD. Dari kejauhan Suasana Ruang UGD terlihat begitu ramai, mungkin memang benar banyak terjadi kecelakaan hari ini.
" Kean, Lean kalian tunggu mama disini dulu ya, soalnya UGDnya ramai sekali sayang …" ucapnya kepada anak-anaknya sebelum masuk ke dalam ruang UGD. Kean dan Lean hanya bisa mengangguk dan menunggu di luar ruangan UGD.
Sedangkan Dira terus mencari-cari dimana keberadaan Ken. Tapi dia tak kunjung menemukannya.
" Permisi sus, saya mau tanya. Pasien yang mengalami kecelakaan mobil sekitar 30 menit yang lalu, dengan ciri-ciri badannya tinggi, kulitnya putih, wajahnya kayak bule, itu di bawa kemana ya? Soalnya disini gak ada?" tanyanya kepada perawat perempuan.
"Oh. … kalau disini tidak ada. Mungkin yang dibawa ke ruang operasi. Soalnya tadi ada satu pasien kecelakaan yang sangat parah dan harus segera dioperasi,"jawabnya.
" Operasi? Dimana ruangan operasinya? "
" Kalau itu silahkan anda cari sendiri saja. Karena saya juga sibuk!, permisi" suster itu pergi meninggalkan Dira yang masih diam mematung.
Tanpa berpikir panjang, Dira segera keluar dari ruangan UGD, dan berjalan mencari dimana ruang operasi Ken. Sejak tadi Lean bertanya tapi Dira tidak menanggapi, matanya terus mencari dimana ruang operasi Ken. Karena begitu banyak ruang operasi, sampai akhirnya ada yang memanggilnya.
"Mb… di sini!" panggil seorang pria.
Dira menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Dilihatnya seorang pria sedang melambaikan tangan ke arahnya. Walaupun tak mengenalnya, Dira tetap saja menghampiri pria itu.
"Mb istrinya mas yang ada di dalam kan?" tanya pria itu.
Istri? Apa maksudnya? Kenapa dia bisa kenal denganku?. Apa penipu?
Menyadari Dira yang terdiam dan kebingungan pria itu berbicara lagi.
"Saya tadi yang menelepon mb, saya mengenali wajah mb karena ada wajah mb dan anak-anak ini di layar ponselnya mas yang kecelakaan tadi. " Paparnya dengan memberikan sebuah telepon genggam yang layarnya sedikit pecah.
Dira membuka layar handphone itu. Apa yang dikatakan pria di depannya ini memang benar. Wallpaper di layar handphone tersebut adalah fotonya bersama Ken, kean dan Lean saat acara ulang tahunnya kemarin.
Seketika tubuh Dira menjadi lemas dan terjatuh ke lantai. Jadi benar yang ada didalam adalah mas Ken?.
"Mama… mama kenapa? Mama baik-baik saja? Tanya Kean dan Lean khawatir ketika melihat Dira yang langsung duduk Di lantai.
" Ma-ma gapapa kok? "jawabnya dengan sedikit terbata-bata dan terus menatap ke ruangan operasi.
...****************...
__ADS_1