Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kembali ke Kantor


__ADS_3

Malam yang menjadi saksi dinner romantis pertama mereka berangsur-angsur mulai pergi yang akan digantikan oleh pagi yang siap menorehkan sebuah kisah baru. 


Tanah, dedaunan, ranting, pohon rumput masih terlihat basah akibat bumi yang telah di guyur hujan yang deras semalam. Hujan telah hilang tergantikan hawa dingin yang menyelimuti membuat beberapa orang yang meringkuk dibawah selimut yang tebal untuk menghangatkan tubuh mereka. 


Suara adzan yang saling bersahutan mulai terdengar di masjid-masjid hingga surau-surau untuk membangunkan umat muslim yang masih tidur untuk melaksanakan sholat subuh. 


Begitupun juga dengan umat muslim yang tinggal di rumah keluarga Fabio mereka sudah mulai bangun untuk menjalankan sholat subuh berjamaah di mushola kecil yang ada rumah ini. 


Selesai sholat subuh terdengar suara lantunan ayat-ayat suci Al-quran dari dua anak kembar yang tampan juga soleh. Sedangkan Dira masih meringkuk di balik selimut tebal karena dia sedang berhalangan dan semalam tidurnya terlalu larut habis begadang mengurus pekerjaan  sehingga kantuk masih menyelimutinya matanya. 


Sampai akhirnya pagi menyapa, melihat Dira yang belum keluar dari kamar sekali Kean dan Lean mencoba mengetuk pintu kamar. 


"Ma … mama … Apa Mama belum bangun?" panggil Kean di balik pintu sambil terus mengetuk pintu yang masih di kunci. 


Ken yang baru keluar dari kamarnya melihat kedua anaknya yang masih berdiri di depan pintu kamar Dira segera menghampirinya. 


"Kalian sedang apa?" 


"Kita sedang bangunin mama pa, soalnya sejak pagi mama belum keluar kamar juga. Kita takut terjadi sesuatu sama mama, tapi sudah dari  tadi kita mengetuk pintu dan memanggil mama tetap belum membuka pintu juga." tutur Kean yang diangguki Lean. 


Ken hanya hanya bisa tersenyum." Sudah biarkan saja, mungkin mama masih tidur soalnya semalam tidurnya kemalaman, terus kekenyangan, ditambah udara yang mendukung dan mama juga sedang halangan. Jadi kalian biarkan saja ya, kalian berangkat sekolah sama papa, soalnya papa juga mau ke kantor sebentar." jelasnya untuk memberi pengertian kepada kedua anak kembarnya itu. 


Setelah itu Kean dan Lean kembali ke kamar mereka untuk siap-siap yang dibantu oleh ken, kemudian sarapan pagi dan berangkat ke sekolah yang diantar oleh Ken. 


Selesai mengantar Kean dan Lean berangkat ke sekolah, Ken segera mengemudikan mobilnya melaju menembus jalanan kota Jakarta  menuju kantor PT Fabio grup. 


Selang beberapa menit Ken sudah sampai di kantor PT Fabio grup yang sudah lama ia tinggalkan karena sakit. Melihat Ken yang keluar dari mobil, security langsung menyapa dan menundukkan kepala tanda sebagai tanda hormat ya kepada CEO PT Fabio group. 


Sedangkan Ken memberikan kunci mobil kepada security untuk memarkirkan mobilnya ke tempat parkir eksekutif perusahaan dengan memberikannya 2 lembar uang seratisan sebagai tip.


Rendi yang mendengar bahwa Ken akan ke kantor sudah menunggu ya di lobi kantor. 

__ADS_1


"Selamat pagi boss," Sapanya kepada Ken dengan menundukkan kepala. 


"Pagi," jawab Ken dengan mengulas senyum. 


Para karyawan yang melihat Ken yang mengulas senyum kepada Rendi langsung terbelalak dan tidak percaya bahwa CEO mereka bisa tersenyum dengan bawahannya karena selama ini Ken terkenal sebagai CEO yang dingin, irit bicara dan tidak pernah tersenyum sedikitpun dengan karyawannya. 


Para karyawan yang melihat kedatangan Ken ikut menyapa dan menundukkan kepala, serta banyak yang berbisik-bisik juga. 


"Apa itu tadi benar direktur! kenapa sikapnya jauh berbeda setelah mengalami kecelakaan?" 


" Sumpah… hanya tersenyum sedikit saja mampu membuat hatiku meleleh … Direktu terlihag ganteng banget kalau senyum."


"Iya ... Andai saja gue yang di senyuman pasti langsung pingsan!" 


"Bos … Apakah hari ini suasana hati anda begitu berbunga-bunga, sampai anda tersenyum dan membalas sapaan saya?"


"Apa kamu tidak suka!" 


"Bukanya tidak suka, hanya terasa aneh saja seorang Direktur PT Fabio yang dingin, irit bicara, tidak pernah senyum tiba-tiba membalas sapaan asistenya dan mengulas senyum. Sungguh hal yang langka!" ketusnya dengan masih berjalan di belakang Ken. 


Surprise …. 


" Selamat datang kembali ke kantor kak … " Ucap Calista dengan mencoba ingin memeluk Ken lagi tapi Ken segera menghindar. 


Melihat Ken yang menghindar membuat Calista menjadi canggung, untung saja hanya ada Rendi yang melihat hal itu. 


"Kenapa kamu bisa masuk ke ruangan saya!" pekiknya sambil melirik ke arah Rendi dengan sorot mata yang  tajam. 


" Kenapa pertanyaan kakak seperti itu, apakah salah kalau Cali ingin membuat surprise atas kembalinya kakak ke kantor?" 


"Salah, dan jangan pernah seperti ini lagi kedepannya karena saya tidak suka. Oh ya satu hal lagi, ini kantor seharusnya kamu bisa profesional dengan memanggil saya dengan panggilan direktur bukan kak dan saya minta sama kamu  tolong jaga jarak dengan saya, mengerti!" pintanya dengan segera pergi meninggalkan Calista yang masih diam mematung di tempatnya berdiri. 

__ADS_1


" Baiklah saya mengerti! Tapi bolehkah saya bertanya kenapa sikap Anda begitu berubah dengan saya, Apa salah saya? " tanya Calista dengan nada yang sedikit tinggi. 


"Saya tidak berubah, hanya saja kita bukan lagi anak kecil seperti dulu. Jadi harus ada aturan jangan asal main peluk orang sembarangan, dan satu hal lagi saya adalah pria yang sebentar lagi akan menikah jadi saya tidak mau ada fitnah atau kesalahpahaman diantara kita," jelasnya.


Sumpah! Ternyata boss masih sama kejamnya dengan wanita yang mencoba mendekatinya. Gue kira karena mereka pernah dekat waktu kecil, boss tidak akan seterus terang ini. Tapi seorang Kenzo Clarence tetap sama hanya luluh pada satu wanita, Anindira!. Batin Rendi dalam hati.


Kamu jahat sekali kak, aku pastikan akan berusaha menghancurkan hubungan kamu dengan wanita itu! Tunggu saja pembalasanku Karena sudah menolakku di depan Asisten mu! Gumam Calista dengan wajah penuh amarah ia pergi keluar dari ruangan Ken. 


"Boss, apakah anda tidak terlalu keterlaluan. Kalian dulu kan … "


" Kamu juga keluar dari ruangan saya! Saya tidak butuh nasehatmu! " sela Ken sebelum Rendi menyelesaikan ucapannya. 


Melihat aura wajah Ken yang sudah gak biasa, Rendi memutuskan untuk keluar saja daripada nanti dia kena marah atau kena potong gaji. Jadi lebih baik cari aman saja. 


Setelah kepergian Rendi Ken membuka handphonenya terlebih dulu untuk mengirim sebuah pesan 


Ken : sudah bangun my sunshine? 


Ken : Jangan lupa sarapan, Sampai ketemu nanti di butik ya … 


Selesai mengirim pesan Ken segera membuka dokumen-dokumen yang sudah menumpuk serta pekerjaan yang sudah ia tinggalkan 2 minggu lebih. 


......................


Disisi lain, dalam ruangan yang bernuansa putih terlihat wanita yang masih meringkuk di balik selimut mulai mengerjapkan Matanya. Perlahan-lahan ia meraba-raba untuk mencari handphone untuk melihat jam. Setelah mendapatkan handphonenya ia membuka layar pada benda persegi itu. Dengan mata yang masih terbuka sedikit ia melihat ada pesan masuk dan jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Melihat angka berapa jam ada di layar ponsel matanya langsung terbuka lebar. 


" Astagfirullah hal adzim … sudah jam sepuluh! " Segera ia bangun dan turun dari ranjang, lalu berlari menuju kamar mandi. 


Hari ini dia ada janji untuk ke butik fitting baju pernikahan pukul 11 siang dan dia baru bangun pukul 10 sungguh keterlaluan bukan. 


...****************...

__ADS_1


Makasih buat yang sudah suka sama karya author. Yang sudah berkenang memberikan like, komen, vote, hadiah serta tipnya ya...


Semoga kalian semua sehat selalu, murah rezeki dan tetap suka dengan karya author.


__ADS_2