Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Liburan bersama


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, dan hari ini adalah weekend dimana waktunya untuk liburan serta hari dimana Kean dan Lean ulang tahun yang ke 6 tahun. Sejak pagi Dira sudah sibuk memasak di dapur yang dibantu oleh para maid untuk menyiapkan makanan request dari si kembar di hari ulang tahunya.


Sebenarnya Ken sudah mengatakan bahwa biar koki yang memas agar Dira tak terlalu capek tapi Dira menolak dan ingin memasaknya sendiri karena hari ini adalah hari yang spesial serta bersejarah bagi Kean dan Lean.


Tepat 6 tahun lalu di tengah hujan yang deras serta deru suara petir yang menggelegar menyaksikan lahirnya dua bayi kembar yang sangat tampan. Dimana saat itu Dira berjuang sendiri tanpa di temani keluarga ataupun suami di sisinya untuk melahirkan kedua anak kembarnya.


Hari bersejarah itu pernah terlupakan saat ia mengalami Amnesia disosiatif tapi setelah ingatan igu kembali memori saat itu tercetak jelas dalam ingatanya.


Hari ini mereka satu keluarga akan pergi piknik ke salah satu resort keluarga fabio yang ada di bandung. Selesai menyiapkan Sarapan, Dira kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap.


Di dalam kamar itu terlihat seorang pria yang masih sibuk dengan laptopnya. Begitulah pengusaha sukses, di balik kekayaan mereka ada waktu yang harus dikorbankan untuk selalu bekerja. Bahkan disaat ingin liburan pun dia harus menyempatkan untuk menyelesaikan pekerjaanya terlebih dahulu.  


"Mas masih kerja?" tanya Dira yang sudah menghampiri Ken. 


Melihat Istrinya datang, Ken segera memeluk pinggang ramping itu.


"Mas ... aku masih bau masakan, jangan peluk-peluk dulu ya …" ucapnya yang mencoba menyingkirkan tangan Ken yang masih melingkar Di perutnya. 


"Emangnya kalau bau masakan gak boleh peluk?"protes Ken yang masih saja memeluk istrinya. 


" Bukanya gak boleh mas, hanya aku masih bau aja."


" Tapi istri mas gak pernah bau kok!"


" Alah mulai deh gombal, yaudah aku mau mandi dulu, mas cepat selesaikan pekerjaan mas. Pokoknya nanti kalau ada di tempat liburan gak boleh lagi ngurusin yang namanya pekerjaan oke! " linta Dira.


" Siap Nyonya Kenzo!" dengan meletakkan tangan di depan kepala seperti sedang hormat.

__ADS_1


Dira hanya memanyunkan bibirnya lalu pergi menuju kamar mandi.


......................


Di sisi lain terlihat dua anak kembar yang tengah menyiapkan perlengkapan apa saja yang ingin mereka bawa untuk liburan dua hari di resort milik papanha. Liburan ini juga sebagai hadiah ulang tahun buat Kean dan Lean yang ke 6. 


Dari jauh-jauh hari mereka memang sudah mengatakan menginginkan hadiah liburan bersama di saat ulang tahunya, dan untungnya ulang tahun mereka bertepatan pada hari weekend, jadi bisa berangkat liburan dua hari.


Sebenarnya Ken juga sudah menyiapkan sebuah kejutan serta hadiah untuk mereka di sana tanpa sepengetahuan mereka berdua karena sebelumnya Kean dan Lean sudah mengatakan bahwa mereka tak ingin diberi hadiah cukup liburan bersama keluarga saja. Tapi Ken tetap menyiapkan hal itu semua agar mereka lebih bahagia lagi. 


Selesai bersiap-siap mereka berdua keluar dari kamar turun ke lantai bawah untuk sarapan terlebih dahulu. 


Setelah semuanya siap akhirnya mereka berangkat ke Bandung bersama beberapa para maid serta pengawal yang akan menjaga mereka semua disana. 


Suasana di dalam mobil begitu ceria penuh dengan canda tawa serta nyanyian dari Kean dan Lean. Hari ini mereka terlibat sangat bahagia sekali karena ini adalah pertama kalinya mereka liburan bersama-sama seperti ini. Kean juga sudah pulih dan tak lagi menggunakan gips di lehernya, tapi masih terus melakukan perawatan dan pemeriksaan lagi. Sedangkan Sandra sudah mendekam di jeruji besi dengan hukuman 7 tahun penjara atas tuduhan percobaan pembunuhan serta pencemaran nama baik. 


Sebenarnya suami sandra mampu membayar denda yang diberikan pengadilan tapi ia tak mau menebusnya justru Adimas juga telah mentalak Sandra saat mengetahui bahwa Sandra merupakan dalang dari penyebaran berita hoax untuk keluarga Fabio. 


Saat ini wajahnya sudah tak terawat sama sekali serta  banyak luka lebam akibat pukulan para sesama tahanan di dalam sel. 


......................


Di depan gerbang kediaman keluarga Fabio terlihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian lusuhnya turun dari ojek dan segera memencet bel pintu gerbang yang menjulang tinggi. 


"Kenapa bisa ada pengemis di sini?" ujar security yang terus memandang lewat monitor cctv yang di pasang di depan gerbang. Melibat pakaian wanita itu membuat security mengabaikanya tapi wanita itu terus memencet bel sampai membuat telinganya berdengung karena suara bel yang membisingkan.


Karena merasa kesal, akhirnya salah satu security keluar untuk menemui wanita paruh baya itu. Melihat ada seseorang yang datang Niken merasa senang.

__ADS_1


"Hei … pengemis atau pemulung kenapa datang ke sini!" ketus satpam itu. 


"Hei kalau ngomong itu jangan asal nyeplos. Saya itu bukan pemulung atau pengemis, saya itu datang ke sini mau bertemu dengan anak dan mantu saya. Jadi cepetan kamu bukakan pintu gerbangnya, panas nih! kalau gak nanti saya adukan kamu sama anak saya biar di pecat!" teriak Niken yang sudah tak sabaran karena sinar matahari yang sangat panas menusuk ke dalam kulitnya.


Hahahaha …. 


" Buk, buk ternyata anda itu orgil toh. Pantas saja halunya ketinggian, " ledek Security itu. 


" Maksud kamu apa menyebut saya orgil, saya itu bukan orgil ya … saya itu ibunya Dira nyonya muda kamu!". Jawab Niken yang tak kalah ketus.


Mendengar apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu, security semakin tertawa lepas sampai perutnya terasa sakit akibat terlalu banyak tertawa. 


" Buk, sudah ya … lebih baik ibu pulang saja ke rumah istirahat gak usah menghalu jadi orang tua nyonya Dira deh … orang saya tau kok siapa ibunya nyonya saya. Dia itu seorang ustadzah cantik dan juga sholeha seperti nyonya. Lah ibu, dari atas sampai bawah serta perkataannya saja gak ada mirip-miripnya dengan nyonya saya yang seperti bidadari itu. Jadi, gak usah menghayal deh … ini saya kasih uang biar ibu mau pergi. " ujar Satpam itu dengan memberikan uang 20rb kepada Niken tapi langsung di tampis oleh Niken. 


Semua pegawai di rumah ini memang taunya kalau Nisa adalah ibunya Dira, karena sebelumnya Dira mengenalkan Nisa sebagai uminya dan sikap mereka juga sangat mirip walaupun wajahnya tidak terlalu mirip tapi masih sama-sama cantik.


" Kamu simpan saja uang kecil kamu yang tak seberapa itu, karena anak saya jauh lebih kaya dari kamu! Cepat panggilkan Dira suruh dia keluar biar kamu itu tahu kalau saya itu benar ibunya.


" Yaelah ... Miskin aja sombong amat! Lagian kalau gak ada uang kecil gak bakalan ada uang besar buk," cetusnya dengan mengambil uang yang terjatuh itu.


"Lagian ya Buk kalau menghayal itu jangan ketinggian biar nanti kalau jatub gak terlalu sakit! Kalau ibu masih mengaku-ngaku sebagai ibunya nyonya Dira, saya juga bisa mengaku sebagai anaknya presiden, gimana? Lagian kalau ibu memang ibunya nyonya Dira kok saya gak pernah lihat ibu sebelumnya terus ibu juga gak tau kan kalau nyonya gak ada di rumah saat ini," imbuhnya.


" Dira tidak ada di rumah? Kemana dia? " tanya Niken yang sudah merasa sangat kesal karena pengorbananya yang datang jauh-jauh kesini tidak mendapatkan hasil.


" Ye... Kalau ibu benar ibunya nyonya Dira pasti ibu tau nyonya kemana. Yasudah lebih baik saya pergi daripada meladeni orgil yang suka halu seperti anada!" kemudian Security itu melenggang pergi meningvalkan Niken yang masih berdiri di depan pintu gerbang.


...****************...

__ADS_1


 


Jangan lupa kasih likenya yang banyak, serta komentar, vote, klik favorit serta hadiah bunga dan koinya ya... Biar author lebih semangat lagi untuk up


__ADS_2