
Setelah membaca rekam medis dari Brian, Lean sudah bisa mengerti langkah apa yang Ia lakukan selanjutnya.
Kanker yang dialami oleh Brian adalah kanker otak primer dimana kanker otak berasal dari sel di jaringan otak itu sendiri. Adapun jenisnya masuk dalam kategori kanker otak primer yang umum atau biasa di sebut dengan (Astrocytoma).
Astrocytoma merupakan salah satu jenis kanker otak yang tumbuh dan berkembang pada sel glial, yaitu sel pendukung sistem saraf. Hal pertama yang akan dilakukan oleh Lean adalah melakukan operasi seperti Kraniotomiuntuk mengangkat sel tumor itu.
"Gimana, Le. Apakah Brian bisa sembuh?" tanya Dira ketika melihat Lean sudah selesai membaca rekam medis dari Jessy.
"Semoga saja, kita hanya bisa serahkan semuanya sama Allah. Untungnya kanker yang dialami oleh Brian masih dianggap umum. Jadi, kemungkinan untuk sembuh masih lumayan besar," papar Lean.
Dira menelunhkupkan kedua tangannya pada wajahnya, dia merasa bersyukur karena masih ada harapan unguk Brian sembuh.
" Mama bilang saja ke Jessy untuk segera mengurus keberangkatan Brian ke Indonesia agar Lean bisa secepatnya melakukan operasi. Jika terlalu lama, nanti ukuran sel-sel kanker akan menjadi lebih besar dan sulit untuk memgangkat semuanya," pungkas Lean dan diangguki oleh Dira.
Berhubung waktu sudah malam, ketika pembicaraan itu selesai, semuanya kembali ke kamar masing-masing.
Ketika ingin memasuki kamar, tiba-tiba Kean menghentikan Lean.
" Kamu yakin bisa menyembuhkan anak itu, dek? Bukan hanya memberikan harapan palsu kepada mama?" tanya Kean.
Lean tersenyum. "Apakah Kakak lupa bahwa adik kakak ini adalah ahli bedah profesional? Lagian itu bukan hany omong kosong, Aku bisa menyembuhkan anak itu!" jawabnya.
"Kakak tahu Kamu adalah ahli bedah yang genius sampai Kakak selama ini harus menyembunyikan identitasmu dengan baik, tapi kakak khawatir kalau Kamu nanti akan kecapekan karena menambah jadwal operasi," ungkap Kean.
"Aku memang akan menambah jadwal operasi, tapi itu hanya beberapa jam saja. Sepertinya tidak masalah, yang penting Mama tetap ada di sisi kita," pungkasnya.
Kean menepuk pundak Lean, Ia tahu kalau Lean melakukan ini agar Dira tidak pergi. Semoga saja dia kuat karena jadwal operasi Lean selalu padat, Kean hanya takut nanti Lean drop itu saja. Apalagi anaka yang akan di obati adalah anak dari Samuel.
Dan anak itu juga telah merebut kasih sayang mama selama 16 tahun ini, itu bukanlah hal yang mudah bagi mereka semua. Tapi merka tetap berusaha untuk bisa menerima anak itu demi Dira.
***
Langit terlihat begitu cerah di kota New York, terlihat seorang pria baru saja turun dari pesawat bersama asistennya. Langkahnya gontai karena kakinya masih sakit akibat tembakan dari Kean.
__ADS_1
Sebenarnya Justin menyarankan agar Samuel memakai kursi roda, tetapi Samuel menolak dengan mengatakan bahwa dia bukanlah orang lumpuh yang harus memakai kursi roda untuk berjalan.
Harga diri Samuel memang sangatlah tinggi, bahkan Ia menolak pertolongan Justin untuk memapahnya, dia tidak ingin terlihat lemah hanya karena luka yang tak seberapa.
Ketika mereka sampai di pintu keluar, sudah ada sopir yang menyambutnya. Samuel dan Justin segera masuk kedalam mobil. Samuel duduk bersandar sambil menopang kepalanya yang terasa sakit, Ia merasa bingung nanti akan berkata apa kepada Brian ketika dia menanyakan tentang Agatha yang tidak pulang bersamanya.
Namun, dia juga tidak bisa menutupinya lagi kalau Agatha memang bukanlah Ibu dan istrinya. Dia adalah wanita yang masih mempunyai keluarga , dan sekarang dia telah kembali ke keluarga itu.
Semoga Kamu bisa mengerti Bri, maafkan Daddy yang tidak bisa mempertahankan momy mu. Semoga Kamu tak membenci Daddy karena Daddy sangat menyayangi-mu.
Selama perjalanan, Samuel hanya sibuk berkelana dengan pikirannya sendiri, sampai tanpa sadar dia telah sampai di rumah.
"Kita sudah sampai, Tuan," ucap Justin yang masih belum mendapatkan respon dari Samuel.
"Tuan, Tuan Samuel," panggil Justin lagi.
S3telah panggilan ketiga kalinya, Samuel barus sadar dari lamunanya. Ketika mengedarkan pandangannya, ternyata dia telah sampai di halaman rumahnya.
Samuel segera turun dari mobil, bersama Justin. Ketika turun dari mobil, banyak pengawal yang menyambut dan memberikan hormat kepadanya.
Samuel, berjalan masuk kedalam rumah. Ketika memasuki rumah, hanya ada para maid berjejer rapi menyambut kedatangannya.
"Selamat datang, Tuan," sapa para Maid serentak.
"Di mana Brian?" tanya Samuel kepada kepala maid ketika tidak melihat Brian ikut menyambut kedatangannya.
" Sejak Tuan dan Nyonya pergi, tuan muda juga ikut pergi liburan bersama teman-temannya," jawab kepala maid itu.
"Ke suatu pulau?" tanya Sam untuk memastikan kembali dan di jawab dengan sebuah anggukan oleh maid itu.
"Apa Anda terluka, Tuan?" tanya kepala maid itu ketika melihat tangan Samuel yang di perban. Sedangkan Samuel berlalu pergi menuju kamarnya.
Melihat Samuel pulang tanpa Agatha, banyak maid yang berbisik dan bertanya-tanya.
__ADS_1
Ada apa dengan Tuan? Kenapa wajahnya terlihat begitu muram dan dimana Nyonya Agatha. Kenapa mereka tidak pulang bersama dan Tuan juga terluka. Apa terjadi sesuatu dengan mereka saat berada di luar negeri?. Batin kepala maid
Sedangkan maid yang lain juga pada berbisik-bisik, membicarakan samuel yang pulang tanpa Agatha.
"Eh, kenapa tuan pulang sendiri, ya? Dimana nyonya? Apa mereka sedang bertengkar?"
"Hush, jangan berbicara seperti itu. Nanti kalau ketua mendengar kita membicarakan Tuan, bisa kena hukuman!"
"Iya, lagian mana mungkin mereka bertengkar . Bukankah selama ini hubungan mereka terlihat baik-baik saja dan harmonis.
***
Ketika memasuki Kamar, entah kenapa dia merasa sangat sepi dan hampa. Biasanya dia akan melihat Agatha sedang berada di dalam ruangan ini, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi.
Meski mereka berpisah tempat tidur, kamar mereka masih menjadi satu agar Brian tidak curiga.
Kenapa Aku tiba-tiba merasa sedih dan kesepian? Apa Aku merasa kehilangan Agatha? Bukankah selama ini kita tidak pernah memiliki kenangan romantis? Tapi kenapa Aku bisa mencintai wanita itu, padahal dia tak pernah mencintaiku! Bahkan Aku tak bisa menyentuh ataupun menjangkau hatinya, tapi Aku masih tidak rela jika Agatha hidup bersama orang lain.
Setelah itu, Samuel bejalan mengelilingi kamarnya. Barang-barang Agatha masih tertata rapi didalam ruangan itu. Tiba-tiba memori saat masih ada Agatha kembali hadir, dalam pandangannya.
Dimana Agatha marah-marah ketika melihat dia pulang dalam kondisi mabuk berat, marah ketika melihat Samuel terus saja sibuk dengan pekerjaannya.
Meskipun Samuel suka bermain wanita, ketika bekerja dia akan sangat serius dengan pekerjaanya. Hubungannya dengan Agatha memang tak seharmonis seperti pasangan istri pada umumnya, tetapi Agatha tetap menjalankan tugasnya sebagai istri seperti menyiapakan pakaian, air hangat untuk mandi, membuatkan makan dan lain sebagainya.
Hanya tak ada hubungan fisik saja di antara mereka berdua. Andai ada hal itu di antara mereka, pasti Samuel sudah lebih dalam bucin mencintai Agatha.
Siapa lelaki yang tak menyukai Agatha yang cantik, baik, dan pandai dalam mengurus semuanya. Hanya lelaki bodoh saja yang tidak akan menyukainya.
Bahkan, Brian yang bukan anak kandungnya saja begitu sangat sayang dengan Agatha karena dia adalah orang yang sangat tulus.
...****************...
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya.
__ADS_1
Bagi yang suka baca cerpen, bisa mampir sambil menunggu update.