Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Olahraga malam


__ADS_3

Kesunyian malam dengan alunan melodi akustik yang menenangkan di dalam sebuah kamar bernuansa abu-abu, terlihat seorang pria tampan sedang duduk bersandar di atas kasur dengan sebuah benda pipih persegi panjang di tangannya terus mencari-cari media sosial wanita yang ia temui di pantai. Sejak pertemuan pertama mereka, pikiran Andrian terus saja memikirkan wajah cantik seorang gadis yang bernama senja.


Setelah sekian lama mencari akhirnya dia menemukan sebuah akun instagram bernama Putri Senja Lazuardi, segera Rian masuk ke dalam akun itu. Rian segera meng follow akun Senja lalu terus menscrol foto-foto senja yang terlihat sangat cantik.




Memang sungguh cantik ciptaanmu Tuhan … apakah ini yang dinamakan jodoh datang di waktu yang tepat! Gumamnya dengan tersenyum simpul. 


Setelah lama menatapi foto-foto senja, Andrian mencoba untuk mengirim Dm untuk.  


Andrian Prayoga ( dr. James) 



Hallo Senja, Aku Andrian Prayoga pria yang bertemu dengan kamu di pantai tadi sore!


Di sisi lain terlihat seorang wanita yang masih asyik bercengkrama dengan teman-temannya tiba-tiba ada sebuah notifikasi masuk. Ternyata ada Dm masuk dari seorang pria, tapi Senja hanya melihatnya sekilas tanpa membalasnya karena Senja adalah tipe cewek yang cuek dengan pria asing. 


Melihat Dmnya yang hanya di lihat tanpa di balas membuat Andrian sedikit kesal sekali. Mood yang awalnya sudah membaik menjadi jelek kembali akibat tak menerima balasan dari Senja. 


Sabar Ri … mungkin dia masih sibuk atau dia di tipe cewek cuek dan jual mahal, kalau begitu dia tipe gue banget tapi kenapa gue merasa kesal. Apa karena selama ini gue selalu dikelilingi oleh wanita-wanita yang mengejar gue? . Jadi setelah di tolak oleh dua cewek gue merasa sangat kesal! . Ok gue akan buktikan kalau gue bisa mendapatkan kamu senja! 


......................


Suara Dentuman jarum jam dinding terus berputar, hari semakin malam, dan jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Setelah melaksanakan sholat isya Ken menyuruh Kean dan Lean untuk tidur karena besok mereka harus sekolah. 


Tiba-tiba Kean dan Lean meminta untuk ditemani tidur terlebih dulu, sampai mereka tertidur dengan dibacakan dongeng islami. Meskipun mereka anak Jenius, mereka juga masih tetap anak-anak yang suka dengan Cerita dongeng. Selama ini Dira memang sering membacakan mereka berbagai dongeng, tapi malam ini mereka ingin Ken yang membacakan dongeng untuk mereka. 


Awalnya Ken ingin menolak karena dia tak bisa membaca dongeng, sebelum dia menolak Dira sudah memberikan sebuah kode keras untuk Ken menerimanya tanpa ada penolakan. Karena istri cantiknya yang sudah memberikan kode keras, akhirnya Ken membacakan mereka berdua dongeng sampai mereka tertidur. 


Ketika melihat kedua anak kembarnya sudah tertidur, Dira merapikan kembali selimut mereka dengan memberikan sebuah kecupan pada kening mereka berdua bergantian, begitupun dengan Ken. Setelah itu mereka mematikan lampu dan pergi dari kamar si kembar menuju kamar mereka berdua. 

__ADS_1


"Sayang … mas kan udah nurutin semuanya yang kamu perintahkan, jadi mas boleh dong minta hadiah," ujar Ken yang berjalan dengan memeluk Dira. 


"Memangnya aku memerintahkan mas apa?" 


"Ya … masak kamu lupa sih. … " Kata Ken yang merasa sedikit kesal karena dira tak mengingat apa yang telah ia lakukan. 


"Oh … kalau soal yang itu yang minta anak-anak bukan aku, lagian itu kan juga kewajiban mas untuk memenuhi keinginan mereka sebagai papanya," jelasnya yang tak mau kalah. 


"Oh … jadi mas harus nurutin semua keinginan mereka ya, " kata Ken dengan tatapan liciknya. 


"Ya … selagi itu hal yang baik gak masalah …" jawab Dira dengan polosnya.


"Oke … kalau gitu kita turutin permintaan si kembar untuk punya adik!" cetus Ken yang segera menggendong Dira ke atas ranjang. 


Mendengar perkataan Ken yang mengatakan tentang permintaan si kembar untuk membuatkan mereka Adik, seketika membuat Dira merasa menyesal karena telah mengatakan bahwa Ken harus memenuhi permintaan mereka. 


Hembusan nafas Dira mulai tak teratur lagi, melihat jarak mereka yang terlalu dekat seperti ini. Hari ini Ken sudah berkali-kali membuat detak jantungnya berdetak tak normal. Melihat Ken yang seperti sedang melafalkan sebuah doa, Dira justru semakin tegang dan takut sampai ia menahan nafasnya.


"Kenapa sayang? Apa kamu masih belum siap juga?" tanya Ken. 


"Aku hanya. …" 


Sebelum Dira melanjutkan ucapannya Ken sudah mengerti. "Mas akan melakukannya dengan lembut dan hati-hati, jika di pertengahan jalan kamu masih belum siap juga kamu bilang ya … nanti Mas akan berhenti," ucap Ken untuk meyakinkan Dira.


Sedangkan Dira hanya bisa mengangguk menuruti permintaan suaminya itu, karena ini juga merupakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani suaminya dengan baik. 


Melihat Dira yang sudah setuju, Ken tersenyum dan memulai lagi permainan nya. Kesunyian malam dengan sebuah selimut tebal yang menyelimuti, menjadi saksi dari dua insan yang telah menyelesaikan permainan panas mereka. 


Hembusan nafas yang ngos-ngosan serta peluh keringat yang membasahi tubuh, menjelaskan bahwa mereka telah selesai melakukan olahraga malam. 


"Terimakasih sayang untuk malam ini," bisik Ken di telinga Dira sambil memeluk tubuh Dira dengan erat.


Karena sudah merasa capek akhirnya mereka berdua tidur sambil berpelukan dibawah selimut yang menyelimuti untuk saling menghangatkan. 

__ADS_1


(Awas… jangan traveling otaknya. Maaf ya kalau tidak akan ada adegan ++ yang lebih dalam dari ini.) 


Malam yang menjadi saksi penyatuan cinta dari pengantin baru itu mulai hilang, dan tergantikan oleh fajar yang mulai hadir menandakan bahwa subuh telah datang. 


Bunyi Alarm yang terus berbunyi, membuat Ken mulai mengerjapkan mata dan terbangun dari tidurnya. Dilihatnya seorang wanita cantik yang masih tidur terlelap di sampingnya, lagi-lagi Ken mendaratkan sebuah stempel cinta di bibir ranum itu lalu beranjak turun dari ranjang untuk membersihkan diri. 


Setelah selesai mandi, di lihatnya istri cantiknya itu masih meringkuk dibawah selimut seperti sedang mencari kehangatan. Perlahan ia mulai membangunkan Dira untuk segera mandi dan mereka sholat subuh bersama. 


Perlahan Dira mulai mengerjapkan Matanya, dilihatnya wajah tampan dengan rambut yang masih basah itu masih terus menatapnya dengan sebuah senyuman. 


"Selamat pagi sayang, ayo bangun nanti kesiangan loh sholat subuhnya. " 


Dira menuruti perkataan ken untuk bangun, ia mulai menyibakkan selimutnya tanpa sadar bahwa saat ini dia tidak memakai sehelai benangpun, melihat tubuhnya yang polos membuat Dira terkejut dan segera menutupi tubuhnya dengan selimut lagi. Sedangkan  Ken hanya bisa tertawa melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. 


Perlahan Dira mulai turun dari ranjang, tapi ada sesuatu yang sedikit terasa sakit dibawah sana, rasa yang pernah ia rasakan 6 tahun lalu. Melihat raut wajah Dira yang tak biasa segera Ken menggendong Dira masuk ke kamar mandi. 


"Mas, kenapa gendong aku? Aku kan bisa jalan sendiri!" ujarnya yang tak dipedulikan oleh ken. 


"Mas hanya bantu kamu saja." 


Setelah itu Ken menurunkan Dira di depan bathtub yang sudah terisi dengan air hangat, kemudian Ken mengambil air wudhu lalu keluar dari kamar mandi. 


Di dalam kamar mandi, Dira hanya bisa tersenyum melihat sikap perhatian dan pengertian dari suaminya itu. Kemudian Dira segera membersihkan dirinya agar Ken tak menunggunya lama untuk melaksanakan sholat subuh.


...****************...


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya....


Note.


Maaf kalau author tidak menuliskan adegan++ disini karena kalian yang sudah menikah past sudah faham betul dengan adegan yang sedang mereka lakukan terus yang belum menikah kalian akan tahu setelah menikah nanti. Tapi kalian jangan ingin menikah hanya karena ingin melakukan hal itu, menikah lah disaat kalian sudah siap segalanya karena menikah bukan tentang hal itu saja.


Jadi ceramah kan... Pokoknya semoga kalian tetap suka dengan Cerita yang author tulis ya...

__ADS_1


__ADS_2