
Malam gelap yang dingin dalam sebuah kesunyian mulai pergi, hanya menyisakan cerita yang telah dilalui. Keringat dingin mulai mengalir, deru nafas yang tak beraturan, ada rasa gelisah dan mimpi buruk datang kembali menghampiri. Dira tersentak dan terbangun dari tidurnya, dilihatnya ke sekelilingnya, ternyata di sampingnya terlihat buah hatinya yang masih tidur terlelap.
Dira melihat ke arah jam weker yang ada di atas nakas, jam menunjukkan pukul 3 pagi. Dengan pelan Dira beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Percikan Air wudhu mulai membasahi satu persatu anggota tubuhnya.
Selesai wudhu, Dira keluar dari kamar mandi dengan langkah dan pergerakan yang pelan, agar anak-anaknya tidak terbangun. Dilihatnya Kean dan Lean masih tidur dengan nyenyak.
Setelah memakai mukena, Dira mulai melakukan dua rakaat shalat hajat, empat rakaat sholat tahajud dan ditutup dengan tiga rakaat sholat witir. Mulutnya terus saja mengucapkan kalimat dzikir agar hatinya merasa lebih tenang. Sudah sekitar 5 tahun Dira selalu mengalami mimpi buruk, semakin lama mimpi itu semakin terlihat jelas. Mungkin mimpi itu adalah potongan memorinya yang hilang.
Mendengar suara isakan tangis, membuat kean terbangun dari tidurnya, dan mencari sumber suara itu. Ternyata suara tangisan itu berasal dari mamanya yang tengah menangis dalam doanya. Dulu Kean tidak pernah melihat mamanya seperti menangis seperti ini. Karena Selama ini, Dira hanya selalu memperlihatkan senyumnya saja di depan kedua anaknya. Tapi, sejak pulang ke jakarta, Kean sering melihat mamanya Sedih, dan menangis. Apa keputusan pulang ke jakarta adalah keputusan yang salah? Apakah mama tidak bahagia tinggal di sini? Apa yang telah terjadi hari ini? Begitu banyak pertanyaan ya ada di hati kean, Karena sejak pulang ke rumah raut wajah Dira sangat berbeda, tidak seperti biasanya. Sepertinya ada sesuatu yang mama sembunyikan deh!. Karena penasaran, Perlahan Kean turun dari ranjang dengan pelan-pelan, takut kalau adeknya terbangun. Dengan langkah kecilnya, kean berjalan mendekati Dira yang sudah menyelesaikan shalatnya.
"Mama," Seru Kean yang sambil memeluk Dira dari belakang.
Dira terkejut melihat Kean yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Dengan cepat Dira mengusap Air matanya, agar Kean tidak melihat bahwa dira habis menangis.
" Loh Kean kenapa sudah bangun? Apa suara mama yang membuat Kean terbangun?" tanya Dira.
Kean masih terdiam, belum menjawab pertanyaan Dira. Matanya masih terpejam, dengan pelukan yang semakin erat seperti sedang memberikan kekuatan dan kehangatan kepada mamanya.
"Apa mama sedang mempunyai masalah? Apa yang telah terjadi hari ini? Sampai membuat mama menangis seperti itu!" ungkap Kean.
Dira sedikit terkejut mendengar pertanyaan kean. Jadi, Kean terbangun karena mendengar tangisan dira?.
"Maafin mama ya, gara-gara mama kean jadi kebangun tidurnya." Dira mencoba melepaskan pelukan Kean dan Membawanya ke pangkuannya. "Mama gapapa kok. Mama hanya sedang Berdoa dan mengadu meminta ampun serta perlindungan dari Allah." tungkas Dira dengan memberikan senyuman agar Kean tidak khawatir.
__ADS_1
"Oh ya… mama tidak bohong kan?" tanya Kean memastikan.
Dira tersenyum lebar dengan menggelengkan Kepalanya. Menandakan bahwa dia tidak sedang berbohong. Tapi, yang tahu tentanh kebenaran jawaban Dira, hanya dia dan Allah yang tahu.
"Syukurlah…Kean jadi tenang, jika mama tidak punya masalah. Kean hanya tidak ingin melihat mama sedih, Kean pengennya melihat mama yang selalu tersenyum dan bahagia." Dengan memasang wajah polosnya.
Dira mencubit pipi chubby Kean, karena merasa sangat gemas dengan sikap anaknya ini. Sedangkan kean yang di cubit pipinya, matanya langsung melotot dengan bibir yang manyun. Menunjukkan ketidaksukaan atas apa yang dilakukan Dira. Tapi, Hal itu justru membuat dira semakin gemas dan terus menguyel-nguyel pipi kean yang membuat sang pemilik pipi, semakin geram dan kesal.
Tidak terasa Adzan subuh telah berkumandang, dengan segera Kean bangun dari duduknya, menuju kamar mandi untuk berwudhu. Sedangkan dira membangunkan lean untuk bangun dan sholat subuh berjamaah.
***
Di dalam suite room hotel bintang lima yang sangat luas dengan fasilitas yang lengkap. Terlihat seorang pria yang masih saja sibuk dengan laptop serta dokumen dan berkas yang menumpuk di depannya, dengan penampilan yang sudah acak-acakkan, serta wajah yang terlihat sangat letih, dan lesu. Sejak kedatangannya ke Kalimantan Ken belum istirahat sama sekali, dia terus saja di sibukkan dengan urusan yang ada disana, sampai lupa makan, mandi dan tidur.
"Boss, sepertinya anda perlu makan, istirahat sebentar atau mandi dulu. Biar pikiran dan tubuh anda sedikit rileks.
" Nanggung, sebentar lagi sudah selesai!" pungkas Ken.
" Ha…. Apakah benar sudah selesai boss? " tanya Rendi yang sedikit terkejut, pasalnya Rendi sempat ketiduran karena merasa sangat lelah dan mengantuk. Tapi, untungnya Ken masih punya hati, membiarkan Rendi istirahat sebentar.
" Akh …. "Ken bangun dri duduknya untuk merenggangkan otot-otot Tangan, pinggang, leher dan kaki. " "Akhirnya selesai juga!. "
Rendi langsung terbelalak mendengar Ken yang tiba-tiba mengatakan bahwa dia sudah menyelesaikan, semua dokumen-dokumen untuk menyelesaikan masalah yang ada disini.
__ADS_1
"Anda yakin, sudah selesai boss?" tanya Rendi dengan wajah yang penasaran.
"Kenapa ekspresi kamu seperti itu! Kamu tidak percaya sama saya? Atau meremehkan saya! Kalau tidak percaya kamu lihat saja sendiri. Saya mau mandi dan istirahat sebentar." Ken melangkah pergi meninggalkan Rendi yang masih berdiri di depan meja tempat Ken tadi menyelesaikan pekerjaannya.
Saat hampir masuk kamar mandi Ken mengingat sesuatu. " Oh ya Ren … jangan lupa, kamu hubungi pihak xy untuk nanti jam 7 pagi, kita akan rapat untuk membahas masalah yang terjadi di sini. Terus kamu pesankan saya tiket pulang ke jakarta hari juga!".
"Anda yakin pulang hari ini boss?" tanya Rendi yang tidak di respon oleh ken. Justru di tinggal pergi masuk ke kamar mandi.
Astaga dingin sekali! Untung gue bisa sabar ngurusin orang seperti ini!. Kemudian Rendi melangkah untuk melihat berkas dan dokumen-dokumen yang sudah dikerjakan oleh Kenzo.
Rendi membolakan matanya, dia sangat terkejut saat melihat apa yang saat ini sedang di lihatnya. Apakah boss ini robot? Kenapa bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu kurang dari 24 jam, dan anehnya lagi pekerjaannya tersusun sangat rapi, dan juga bagus. Memang benar-benar Amazing ....
Di dalam kamar mandi. Ken tengah berada dibawah kucuran air shower. Matanya tertutup menikmati air dingin yang perlahan mengalir membasahi kepala sampai seluruh badanya. Air yang terus mengalir membuat otak Ken yang sudah panas sejak tadi, menjadi dingin kembali.
Setelah merasa cukup, Ken keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe yang melekat pada tubuh bidangnya. Karena sudah sangat mengantuk, dan lelah. Ken berjalan dengan langkah yang sedikit gontai, menuju ke ranjang dan tertidur pulas dengan masih memakai bathrobe.
#TBC
Sebelumnya Author minta maaf karena hari ini tidak bisa up. Tapi, author usahakan besok akan up seperti biasanya.
Terimakasih untuk reader yang masih setia menunggu dan membaca novel ini.
Jangan lupa like, komen, vote dan klik favoritnya ya... Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1
Salam sayang dari author untuk kalian semua😍💕