
Saat Aron sudah bisa melepaskan pelukan itu, Aron segera ingin melihat wajah wanita itu. "Kamu si—," Aron tak melanjutkan ucapannya saat mengetahui siapa wanita itu. Netranya terbelalak sempurna saat melihat wajahnya yang penuh dengan luka lebam.
"Ange! Lo kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Aron.
"Siapa yang datang sayang?" teriak Chika dari dalam.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Aron, Angel justru kembali bertanya saat mendengar suara wanita. "Ada pacar kamu didalam?"
"Em … bukan pacar,lebih tepatnya Istri!" pungkas Aron.
Angel menaikkan sudut bibirnya. Ia benar-benar bodoh saat datang ke sini tanpa mengecek terlebih dulu apakah Aron masih single atau sudah menikah.
"Kalau gitu Gue minta maaf karena sudah mengganggu waktu Lo!" cetus Angel. Kemudian berlalu pergi, tetapi Aron mencekal tangannya.
"Lo mau kemana? Dan apa yang sudah terjadi?" tanya Aron karena penasaran.
Melihat Aron yang tak menjawab pertanyaannya serta serta tak kunjung kembali, membuat Chika memutuskan untuk melihat siapa yang datang.
Saat melihat Aron tengah menggandeng tangan seorang wanita membuat Chika terbelalak." Apa yang sedang kamu lakukan, Aron!" pekik Chika yang mampu membuat Aron melepaskan tangannya.
Chika segera berjalan menghampiri Aron dan melihat siapa yang di gandeng tangannya oleh Aron, saat melihat orang itu adalah Angel, Chika terkejut.
"Kamu! Kenapa kamu bisa ada di sini!? Apa hubungan kamu sama suami saya? " tanya Chika dengan raut wajah yang marah.
"Sayang … sabar dulu ya … aku bisa jelasin kok," bujuk Aron kepada Chika.
"Biarkan dia masuk kedalam ya, gak enak kalau didengar dengan orang lain ribut-ribut di luar," lerah Aron saat Chika mulai berbicara dengan nada sedikit tinggi.
__ADS_1
Chika membolakan matanya saat mendengar Aron membujuknya untuk membiarkan wanita ini masuk kedalam apartemen. Melihat wajah Chika yang terlihat semakin marah, Aroh memegang pundak Chika dengan kedua tangan untuk membuat Chika masuk kedalam. Begitupun dengan Angel, Aron menyuruh untuk dia masuk terlebih dulj.
Setelah Angel duduk di sofa, Aron juga mengambilkan Angel Air minum agar tenang terlebih dulu. Chika melihat Aron yang seperhatian itu hanya ingin segera memberi pelajaran.
"Sabar … emosinya ditahan.ingat didalam ada dedek bayi," bisik Aron kepada Chika.
"Sebelumnya aku minta maaf ya, kalau sempat membuat kalian ada kesalah pahaman. Awalnya aku mengira bahwa Aron masih single, jadi aku—,"
"Kalaupun Aron masih single, apa pantas kamu datang kesini? Bukankah dulu kamu sudah membuangnya? Lalu kenapa sekarang kamu datang! Punya masalah?" Aron berusaha menutup mulut Chika , tetapi justru di gigit sampai dia melepaskannys. "Seharusnya kamu itu sadar diri, kamu itu siapa! Kebanyakan makan sayur rebung ya mb, makanya rai gedhek!" cecar Chika yang sudah tak bisa menahan emosi lagi.
Angel hanya bisa mengangkat sudut bibirnya seraya tersenyum. Sebelumnya Ia sering mendapati hinaan seperti ini, tetapi entah kenapa sekarang rasanya ngena di hati. Apa karena yang diucapkannya memang benar? Dia memang tidak tahu malu! Batin Angel.
"Ngel, Maafkan istriku ya. Dia lagi hamil, jadi emosinya gak bisa di kontrol. Kamu gapapa, kan?" ujar Aron saat melihat Angel hanya menundukkan kepalanya. Saat mendengar ucapan Aron seperti itu, membuat Chika semakin kesal. Dia memutuskan untuk pergi masuk ke kamar. Aron Ingin mencegahnya, tetapi Chika sudah terlanjur marah dengannya sampai tak bisa dicegah untuk pergi.
Melihat Aron yang bertengkar dengan Chika gara-gara kedatangannya, membuat Angel merasa tidak enak. Jika itu orang lain, dia akan menjadi pelakor, tetapi saat melihat Aron yang bukan lelaki hidung belang Ia mundur.
"Em … tapi sebenarnya kamu ada apa datang kesini? Apakah ada masalah? Kenapa wajah kamu seperti ada yang habis memukuli?" tanya Aron bertubi-tubi.
"Sepertinya kamu gak perlu tahu, lebih baik kamu samperin istri kamu dulu! Jangan sakiti hatinya hanya karena Wanita sepertiku!" ucap Angel yang sudah beranjak dari tempat duduknya.
"Tunggu!" teriak Chika yang sudah datang kembali dengan membawa sesuatu.
"Obati lukamu terlebih dulu!" ujar Chika sambil menyodorkan sebuah salep.
"Jika kamu membutuhkan pertolongan, lapor saja ke pihak berwajib agar mereka bisa membantu kamu! Kasihani tubuhmu itu, Dia juga butuh diperhatikan dan coba berhenti untuk tidak dipakai. Ambilah uang ini, mungkin tak begitu banyak, tapi setidaknya bisa sedikit membantu! " Chika memberikan sebuah Atm ke tangan Angel, kemudian berlalu pergi lagi.
Melihat sikap Chika yang judes, tapi baik hati serta peduli membuat Angel tersenyum. Ia mengambil obat yang diberikan Chika, tetapi meninggalkan kartu Atm itu diatas meja. Ia tidak mau menerima uang itu, lebih baik Ia mati daripada mengambil uang dari orang sebaik Chika.
__ADS_1
Aron ingin Angel mengambil uang itu, tetapi Ia tetap tak mau."Jaga di dengan baik, jangan sakiti karena Dia adalah wanita yang baik!" tandas Angel lalu benar-benar pergi dari apartemen Aron.
Awalnya Angel datang menemui Aron karena memang membutuhkan bantuan Aron untuk meminjamkan uang kepadanya.
Saat ini Dia sedang membutuhkan uang yang banyak agar bisa melunasi hutangnya,tetapi sekarang Ia sudah mengurungkan niatan itu ketika bertemu dwngan Chika.
Ia memang bukanlah wanita tak baik, bahkan jauh dari kata itu. Namun, Ia masih mempunyai hati yang tidak Ingin menyakiti lagi hati wanita dan laki-laki baik.
Chika yang masih mengintip dari bilik tembok, merasa sangat bersalah karena sudah menghina dan merendahkan Angel.
Setelah Angel pergi, Aron segera menghampiri Chika yang sudah berbaring diatas kasur.
"Sayang ... Aku minta maaf ya. Aku tadi hanya kasihan saja melihat kondisinya yang memperhatinkan, bagimana juga dia ad—
" Adalah wanita yang pernah kamu cintai kan! " sosor Chika.
Melihat wajah Chika yang terlihat begitu cemburu membuat Aron semakin gemas. Ia mencubit pipi Chika sambil tersenyum. Melihat Aron yang justru ketawa membuat Chika semakin geram.
"Gak usah pengang-pegang! Keluar sana, tidur diluar!" pungkas Chika sambil tangannya menunjuk kearah pintu. Aron terkejut dan ingin merayu Chika agar Ia tak marah lagi, tetapi Chika dengan sigap mendorong tubuh Aron untuk pergi menjauh. Kalau tidak, Chika yang akan pergi.
Saat mendengar ancaman dari Chika, Aron memutuskan untuk Dia yang keluar daripada Chika.
Langit cerah berubah menjadi hitam dan berkabut, sepertinya akan turun hujan. Disaat seperti ini pun, langit tak mendukungnya sama sekali. Bagikan menolak keras membantu. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya membasahi tubuhnya yang tidak berteduh. Angel menangis bersama dentuman suara petir yang saling bersahutan di bawah derasnya hujan. Ia benar-benar meratapi nasibnya yang malang seperti ini, Ia benar-benar sudah tak sanggup lagi menjalani hidup seperti di neraka.
"Tuhan ... Kenapa kau tidak adil sekali dengan hidupku! Kenapa kau buat hidupku sangat menyedihkan seperti ini!" teriak Angel.
Melihat Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, Aron menjadi sedikit khawatir, takut sesuatu terjadi padanya. "Ah ... Aron ... Aron..." menepuk kedua pipi. " Sadar Ron ... Jangan terhanyut terus ... Lagian kenapa Lo masih peduli dengannya sih! Sebaiknya lo lupakan saja, lebih baik Lo mikirin gimana caranya agar Chika tak marah lagi. Masak Ia harus tidur diluar saat cuaca yang dingin seperti ini. Seharusnya kan enak didalam kamar bisa memeluk serta bercumbu dengan Chika kalau dia sedang tak marah." Aron bergeming sendiri.
__ADS_1
...****************...