
Di pertengahan permainan, tiba-tiba Arsy merasa lapar. Membuat Rigel mengajak putrinya itu untuk mencari makan terlebih dahulu, nanti lanjut bermain lagi.
Di tempat yang sama, Angkasa juga sedang berjalan mengecek pusat perbelanjaan milik keluarganya dengan di temani oleh asisten Lim dan beberapa bodyguard. Di tengah perjalanan, tiba-tiba dia melihat sosok wanita yang beberapa hari ini memenuhi pikirannya.
"Asisten Lim, aku mau menyapa temanku sebentar."
"Tapi, Tuan muda___" asisten Lim tak melanjutkan ucapannya ketika melihat tatapan Angkasa yang begitu tajam. Jadi, terpaksa dia menuruti perintah tuan mudanya itu.
"Kalian di sini saja, jangan ikuti saya!" titah Angkasa.
Angkasa tak mau di lihat sedang bersama para bodyguard yang wajahnya datar dan menyeramkan. Perlahan, Angkasa menghampiri Jingga yang sedang duduk sendirian sambil memainkan ponsel.
"Hei cantik, sendirian saja," sapa Angkasa yang tiba-tiba duduk di kursi depan Jingga.
__ADS_1
Jingga menoleh sebentar, lalu acuh dan kembali menatap layar ponselnya. Melihat Jingga yang mengabaikannya, membuat Angkasa merasa kesal.
Angkasa menghembuskan nafasnya perlahan untuk menetralkan emosinya. Sepertinya harus ekstra sabar jika ingin berkenalan dengan wanita cuek. Angkasa berubah mendekat duduk di dekat Jingga, wajahnya bertumpu pada telapak tangan dan melihat dengan jelas wajah cantik wanita itu dari dekat.
Entah kenapa, jantungnya berdetak begitu cepat, wajah cantik itu benar-benar telah membuatnya terhipnotis sampai membuat sepasang matanya tak berkedip sedikitpun.
"Jangan terus menatapku!" ujar Jingga tanpa menoleh sedikitpun ke arah Angkasa.
Angkasa tersenyum saat mengetahui bahwa Jingga sebenarnya tahu kalau dia sedang menatapnya, tapi sok cuek dan jual mahal.
"Tentu saja, aku tidak buta dan tuli!" pungkas Jingga yang masih fokus memainkan game dalam ponselnya.
"Lalu, kenapa kamu mengabaikan pria setampan ini dan terus bermain game? Apakah game itu lebih menarik dari pada aku?"
__ADS_1
Jingga menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke angkasa dengan tatapan tajam.
"Tentu saja lebih menarik, karena aku tak suka pria sepertimu!" tandas Jingga. "Jadi, pergilah sebelum ada sesuatu yang melayang," lanjutnya.
Angkasa hanya tersenyum saat melihat wajah galak Jingga yang justru membuat dia semakin menarik. Ini adalah pertama kalinya Angkasa bertemu dengan wanita seperti ini. Biasanya semua wanita akan mendekatinya karena kekayaan dan ketampanannya. Tapi, wanita cantik yang ada di depannya saat ini, terus saja menjauhinya sejak pertama kali bertemu.
Melihat Pria aneh yang ada di depannya saat ini hanya tersenyum bukannya pergi, membuat Jingga semakin merasa kesal.
"Pergi atau___"
"MaNgga ...," seru Arsy yang berjalan menghampiri Jingga.
Melihat ada seorang gadis kecil tiba-tiba memeluk Jingga, serta pria dewasa yang datang menghampiri meja mereka. Membuat Angkasa mengerutkan kening.
__ADS_1
Mereka siapa? Jangan bilang gue udah godain istri orang! Batin Angkasa.