Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Nenek


__ADS_3

Kean dan lean saling pandang satu sama lain. Seakan mereka seperti sedang berbicara lewat telepati. Dengan hanya memperlihatkan gerakan tubuh mereka tanpa berkata.


Kak.... Apa yang dikatakan oma carol itu benar?.


Kakak juga tidak tau?.


Apa kakak tau siapa nenek carol sebenarnya?.


Tidak!.


Sepertinya kita harus mengintrogasi nenek carol! Deh! .


Setuju!.


Setelah selesai berbicara lewat batin mereka. Kean mulai berbicara lebih dulu.


"apa yang oma katakan tadi benar?."


Carol mengernyitkaan dahinya. Bagaimana ini?. Apa yang akan harus aku katakan kepada anak-anak ini?. Jujur atau bohong ya?.


"Oma harus jujur, gak boleh bohong!."


Carol membolakan matanya. Dia sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan lean. Apa anak ini bisa membaca fikiran seseorang?. Kenapa dia bisa tahu apa yang sedang aku fikiran!".


" lean tidak bisa baca fikiran orang. Tapi, dari reaksi dan raut wajah oma. Itu sudah Menjelaskan apa yang sedang oma fikiran?!."


Astaga.... Anak ini, sungguh menakjubkan. Dia bahkan bisa membaca raut wajah dan gerak-gerik seseorang? . Benar-benar anak yang genius, Sangat mirip dengan Ken.


" oma kenapa malah melamun!? . Jawab dong oma." rengek lean yang mulai kesal melihat carol yang hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan dari mereka.


Carol menghela nafas panjang. "baiklah.... Oma akan jawab pertanyaan kalian. Tapi, oma mau tanya sesuatu dulu boleh?"

__ADS_1


Ih.... Oma... Bukanya langsung jawab, malah mau bertanya dulu!. Gerutu lean dalam hati.


"Memangnya oma mau tanya apa?. Sahut kean dengan wajah datar.


" emm.... Apa kalian sudah bertemu dengan papa Ken?. " tanya Carol menyelidik. Jujur sejak carol menyuruh Ken untuk mencari kebenaran tentang anaknya. Ken tidak pernah menghubungi carol sama sekali. Bahkan Di saat carol mau berangkat ke paris, tiba-tiba ada berita viral tentang gadis bernama Anindira fidelya dan darren maxwell, Carol terkejut dan langsung mencoba menghubungi Ken untuk bertanya apakah dia wanita yang sama atau bukan. Tapi, Ken tidak pernah mau mengangkat telepon dari carol. Akhirnya Carol berusaha menelfon rendi. Tapi, Dia sama saja dengan Ken, hanya mengatakan bahwa Ken sedang berusaha mengurus semuanya. Jadi, dia tidak perlu khawatir. Hal Itu membuat Carol kesal. setelah urusannya di paris selesai, Carol segera pulang ke Indonesia dan segera datang menemui kean dan lean.


"jadi, oma adalah mamanya om Ken?." tanya kean.


Om?. Kenapa mereka memanggil Ken dengan sebutan om?. Apa Ken belum berhasil! . Dasar anak itu!. Percuma saja tampan dan genius, tapi urusan seperti ini saja belum bisa diselesaikan . Batin carol dengan menghembuskan nafas panjang.


" kenapa kalian memanggil papa dengan sebutan om?."


"karena kita belum tes DNA. Jadi, kita belum tau apakah om Ken benar papa kita apa bukan!. Tapi, kenapa oma seperti sudah sangat yakin, kalau kita adalah cucu oma!?."


Carol tersenyum mendengar jawaban dari kean. "Karena feeling oma sangat kuat. Walaupun kalian belum melakukan tes DNA, hanya dengan melihat kalian saja, sudah membuat oma sangat yakin kalau kalian itu cucu oma!."


"feeling kan tidak bisa membuktikan kebenaran!. Sahut lean.


Sedangkan risa hanya duduk terdiam memperhatikan interaksi mereka yang membuatnya ikut bingung. Kenapa aku selalu menjadi seperti obat nyamuk gini sih....batin risa yang mulai kesal dan bosen. Karena selalu merasa seperti menjadi obat nyamuk yang dikacangin pula!.


"oma kenapa tertawa terus sih!.emangnya ada yang lucu ya?." ucap kean yang sudah mulai emosi.


"Haha.... Sory... Sory.... Soalnya oma lagi merasa sangat bahagia. Oma sudah lama tidak bisa tertawa seperti ini. Jadi, ketika melihat raut wajah kalian yang kesal, tapi sangat menggemaskan. Membuat oma teringat dengan masa kecil papa kalian dulu!."


Kean dan lean membolakan matanya. Kenapa oma Carol selalu menyebut Bahwa om Ken adalah papanya?. Apa jangan-jangan, om Ken memang benar papa kita lagi!.


" apa kita semirip itu dengan om Ken?. Tanya lean.


"ya... Kalian sangat mirip denganya. Karena kalian memiliki gen dari Ken. Apalagi kean, melihatnya sudah seperti melihat Ken saat kecil. Sangat persis!. Kalau lean, sepertinya kamu adalah gabungan dari mama dan papa kamu!."


Melihat Carol yang sangat bahagia dan sangat menyukai mereka membuat lean merasa lega. Entah kenapa tiba-tiba lean beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah Carol dan memeluknya. Melihat sikap lean, Carol sempat terkejut sekaligus senang. Dengan senang hati carol membalas pelukan lean. Melihat kean yang hanya terdiam dan memperhatikan, Carol memberikan kode kepada kean, agar kean ikut berpelukan. Tanpa di sadari kean juga ikut beranjak dari duduknya dan berpelukan bersama carol dan lean. Mereka bertiga saling merasakan kehangatan dan kenyamanan masing-masing.

__ADS_1


Terimakasih... Tuhan. Engkau telah mengabulkan keinginan untuk memiliki cucu. Aku sangat bahagia.... Memiliki cucu yang sangat tampan dan juga lucu. Aku berharap bahwa kebahagiaan ini, tidak akan cepat sirna. Semoga engkau bisa membuat kami segera bersatu bersama. Amin. Doa carol dalam hati dengan masih memeluk kean dan lean.


Setelah beberapa menit mereka berpelukan. Kean dan lean berusaha melepaskan pelukanya kepada Carol.


"oma, bagaimana jika kita bukan cucu oma?. Apa oma akan tetap baik seperti ini dengan kita! ."


Pertanyaan lean membuat Carol terkejut. Kenapa anak sekecil ini, bisa mempunyai pemikiran seperti itu?.


"Lean... Kenapa kamu bertanya seperti itu?. Apa kamu tidak suka menjadi cucu oma?."


"bukan!..Lean senang, jika bisa menjadi cucu oma. Tapi, lean tidak mau berharap lebih. Karena belum ada yang membuktikan kalau kita benar cucu oma.


Carol merasa tersentuh dengan ucapan lean. Anak ini jujur dan baik sekali. Di umur kalian yang sekecil ini, pemikiran kalian sudah sangat dewasa. Jika orang lain, pasti tidak akan memperdulikanya. Mereka akan sangat senang jika di akui sebagai cucu keluarga fabio. Bahkan dulu ada seorang wanita yang datang membawa anak, mengaku-ngaku bahwa itu adalah anak ken. ketika di tes ternyata bukan. Tapi, kalian tidak pernah mau mengaku bahwa kalian adalah cucu keluarga fabio. Sebelum ada bukti yang benar. Mama kalian sangat pintar membesarkan kalian. Hal ini, membuat aku menjadi tidak perduli tentang kebenaran tes DNA itu. Karena kalian sudah membuat aku sangat sayang dengan kalian.


Dengan tatapan yang lekat carol mengatakan.


" oma tidak perduli!. karena oma suda tulus sayang sama kalian. Jadi, apa kalian mau menganggap oma sebagai nenek kalian?."


Mendengar jawaban Carol membuat senyuman mengembang di bibir kecil kean dan lean. Saat itu juga, kean dan lean memeluk Carol bersamaan. Menandakan bahwa Mereka menerima Carol sebagai neneknya.


" terimakasih." ucap Carol yang semakin mempererat pelukanya kepada kean dan lean.


🐍🐍


Jika ada Penulisan kata atau penjelasan yang salah author minta maaf ya.


jangan lupa like, dan komen ya, karena itu adalah bentuk apresiasi kalian untuk author dan bisa membuat author semangat buat up. Dan jangan lupa klik tombol favoritnya biar kalian tau kalau novel ini up.


author juga mengucapkan Terimakasih banyak buat yang sudah, like, komen, klik favorit maupun yang memberikan vote dan hadiah untuk author. novel ini akan up setiap hari. jika author tidak sibuk akan double up tapi gak janji ya. Kalau ada salah kata atau ketikan yang typo author mohon maaf.


jika ada yang berkenang kalian juga bisa membaca novel author yang terbaru. judulnya the Childhood love.

__ADS_1


Salam sayang banyak-banyak dari author untuk kalian semua💞💞💞.


__ADS_2