
Sinar mentari mulai terbit menyinari bumi, di dalam kamar bernuansa pink pastel, terlihat seorang gadis cantik mulai mengerjapkan matanya. Saat Ia bangun, ternyata matahari sudah tinggi. Mengingat bahwa hari ini Ia ada jadwal pergi jalan-jalan bersama, Anne segera bangun dan berlari masuk kedalam kamar mandi.
Tak butuh waktu lama untuk Anne selesai mandi, seperti biasanya Anne akan memakai sedikit skincare lalu segera bergegas mengambil dress yang baru Ia beli bersama sabrina waktu di mall. Tak lupa pula, Anne memakai kalung hadiah dari Ken.
Rona bahagia terpancar di wajahnya, saat mengingat kembali apa arti kalung itu. Setelah selesai Anne segera keluar dari kamar untuk menemui Papa dan kedua kakaknya, tetapi saat melihat rumah sepi hanya ada para maid, seketika wajah bahagianya padam.
"Kamu baru bangun, Anne?" sapa Lala. " Apa Ingin sarapan sesuatu?" tawarnya.
"Kok rumah sudah sepi, semua pada kemana, Bu?" tanyanya.
"Oh ... Tuan tadi pagi sekali buru-buru keluar bersama den Kean. Katanya ada masalah besar di kantor, terus den Lean juga ada operasi mendadak di rumah sakit," jelas Lala.
Wajah Anne seketika berubah sendu, ketika mendengar penjelasan Lala. Rencana untuk jalan-jalan bersama gagal. Saat Lala menawarkan untuk membuatkan sarapan, Anne menolak dan segera pergi dari rumah.
Sabrina di telepon tidak di angkat, Anne ingin menemui Nala juga tidak nyaman karena suasana hatinya sedang buruk. Jadi Ia memutuskan untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum menemui Nala.
Saat ingin pergi ke taman, ternyata taman penuh pengunjung mengingat ini adalah weekend jadi wajar kalau taman penuh. Tiba-tiba perutnya bedendang keras ingin di isi karena Ia memang belum makan apapun sejak semalam. Akhirnya, Anne memutuskan pergi ke cafe terlebih dahulu untuk mengisi perutnya dengan beberapa cake dan roti.
Saat berada di cafe, tidak sengaja Anne bertemu dengan Tante yang kemarin sempat Ia tolong.
"Hei, apa Kamu gadis yang menolongku kemarin?" sapa Agatha dan diangguki oleh Anne.
" Wah ... Kebetulan sekali, apa Kamu sedang sendirian?" tanyanya lagi.
"Iya Tan, Aku sendirian. Memangnya kenapa, Tan?"
Agatha tersenyum lalu tiba-tiba menggandeng tangan Anne untuk mengajaknya duduk. Hari ini Agatha juga sedang sendirian, Ia bosan berada di hotel sehingga Ia memutuskan untuk keluar sendiri jalan-jalan dan tenyata bisa bertemu dengan Anne.
Melihat wajah Anne yang di tekuk, membuat Agatha tahu kalau Ia sedang tidak bahagia hari ini.
"Oh, ya ... Kita belum sempat berkenalan kemarin. Nama Kamu siapa cantik?"
"Anneta atau biasa di panggil Anne, kalau Tante? " jawabnya .
Anne ... Kenapa nama ini sangat tidak asing bagiku seperti pernah mendengarnya, tapi dimana?. Batinnya.
"Em ... Tante Agatha ..." pungkasnya dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
Namanya Agatha ... ternyata dia bukan Mama mungkin memang hanya mirip saja. Batin Anne.
Melihat wajah Anne yang kembali murung, membuat Agatha menjadi ikut sedih. Entah kenapa saat melihat wajah gadis ini ada perasaan tenang dalam hatinya. Padahal Mereka baru saja dua kali bertemu, tapi entah kenapa seperti ada medan magnet yang menariknya.
"Apa Kamu sedang ada masalah, Anne?" tanyanya yang jawab dengan sebuah anggukan lalu gelengan oleh Anne.
Malihat Anne yang memberikan jawaban 'tak pasti membuat Agatha tersenyum. "Kalau boleh tau, apa yang membuatmu sedih, Anne? Siapa tau Tante bisa bantu, atau bisa menjadi pendengar yang baik!" ujarnya.
Sebelumnya Anne adalah tipe anak yang tidak mudah berbicara dengan orang asing, tapi entah kenapa dia ingin bercerita dengan wanita ini.
"Aku hari ini ulang tahun, tetapi Ayah dan kedua, kakakku tiba-tiba ada urusan mendadak. Jadi, aku sendirian," paparnya dengan wajah sendu.
"Happy Birthday, Anneta ..." ucap Agatha.
Hanya ucapan dua kata dari Agatha saja mampu membuat hati Anne tenang dan sangat nyaman.
"Tan ... Apakah Aku boleh memeluk, Tante?" pintanya yang diangguki oleh Agatha.
Seketika Anne langsung bangun dari tempat duduknya lalu menghambur memeluk Agatha. Pelukan ini sangat hangat sekali, apa seperti ini pelukan, Mama? Gumam Anne dalam hati lalu memeluk Agatha lebih dalam lagi.
"Maaf ya, Tan kalau tadi Anne kelepasan memeluknya,"tuturnya.
" Iya, Tante tidak masalah kok. Oh ya, karena hari ini Kamu sedang ulang tahun. Tante akan memenuhi satu permintaanmu, gimana? Kira-kira apa ada sesuatu yang Kamu inginkan, Anne? "tawar Agatha.
" Anne tidak akan sungkan ya," ucapnya dengan senyuman dan diangguki oleh Agatha.
" Apa boleh kalau Aku meminta, Tante menjadi Mama sementaraku? "tanyanya.
Agatha sedikit terkejut saat mendengar permintaan Anne, orang biasanya jika di tawari satu permintaan kebanyakan jawabnya, minta uang, barang, dsb tapi Anne berbeda dia ingin Agatha menjadi Mama sementaranya.
" Kenapa Kamu ingin, Tante menjadi Mama sementaramu Sayang? Memangnya Mamamu dimana?"
"Mamaku sudah ada di surga, dari kecil Aku tidak tahu bagaimana rasanya mempunyai Mama. jadi Aku pengen banget bisa merasakan mempunyai seorang Mama, meskipun sebentar saja,"tuturnya.
Agatha merasa terharu sekali saat mendengar bahwa Anne sudah tidak mempunyai Mama sejak kecil. Entah kenapa hatinya merasa sakit, saat melihat wajah cantik itu sedih.
" Yasudah Kalau begitu, Tante mau jadi Mama sementara buat, Anne! " pungkasnya.
__ADS_1
Anne tersenyum." Makasih ... Ma, "ucapnya sambil memeluk Agatha kembali.
Saat mendengar Anne memanggilnya dengan sebuatan Mama, entah kenapa seperti ada yang menggelitik dalam hatinya. Perasaan bahagia, terharu, aneh menjadi satu.
" Lalu, apakah ada sesuatu yang ingin Kamu lakukan bersama Mama, Ane?" tanyanya.
Setelah itu, Anne langsung membuat list hal-hal yang ingin di lakukan bersama Mama.
Yang pertama, berbelanja bersama Mama.
Agatha menganggukkan kepala menandakan bahwa ia setuju dengan list pertama Anne. Akhirnya mereka berdua pergi ke mall untuk berbelanja. Ketika melihat mereka berdua bergandengan tangan, banyak sekali sorot mata yang memandangnya.
Mungkin orang-orang itu memandang aneh karena melihat Agatha yang tidak memakai hijab, sedangkan Anne yang wajahnya seperti bule saja pakai jilbab.
"Ma ... Apakah boleh Aku me-make over, Mama?" tanyanya.
" Em ... Boleh, memangnya Anne mau make over apa? Bukankah Mama sudah memakai make up dan pakaian yang rapi?" pungkasnya.
"Bukan make over itu," kata Anne yang segera menarik tangan Agatha untuk masuk ke sebuah toko yang menjual berbagai krudung dan scraf.
Di sana Anne memilih beberapa scraft untuk bisa di pakai oleh Agatha. Ia mencoba memakaikan scraft itu sebagai kerudung, saat melihat Agatha memakai kerudung, Anne terkejut melihatnya karena Agatha semakin mirip sekali dengan alamarhum Dira.
"Mama sangat cantik," puji Anne sambil mengajak Agatha untuk bercermin agar Ia tahu penampilannya sekarang.
Saat memakai kerudung inj, seperti ada perasaan hangat dan nyaman sekali. Sebelumnya Agatha tidak pernah merasakan senyaman ini, hatinya sangat merasa adem saat memakai scraft ini.
" Apakah, Mama suka?" tanyanya.
"Ya, Mama sangat suka sekali," jawab Agatha.
Setelah memakai kerudung, Anne pergi membayar scraft yang Ia beli. Awalnya Agatha yang ingin membayar sendir, tetapi Anne memaksa untuk membayarnya. Ia mengatakan bahwa ini sebagai hadiah dari Anne untuk Agatha karena mau menjadi Mama sementaranya.
Setelah itu, mereka melanjutkan jalan-jalan untuk membeli baju, sepatu, aksesoris dsb. Hari ini Anne benar-benar bahagia bisa merasakan berbelanja bersama orang yang sangat mirip dengan almarhum Dira.
Terimakasih ya Allah ... meskipun ini hanya sementara, setidaknya Aku bisa merasakan bagaimana rasanya punya mama. Bahkan bisa merasakan jalan-jalan serta melakukan hal-hal yang ingin aku lakukan saat bersama mama bersama orang yang sangat mirip sekali dengan mama . Gumamnya dalam hati.
...****************...
__ADS_1