Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kekecewaan dira


__ADS_3

Dira duduk di sofa dan menyuruh kean dan lean berdiri di hadapannya. Tatapan dira begitu mengiintimidasi kepada kean dan lean. Membuat bocah kembar itu terdiam tanpa berani menatap wajah mamanya yang sangat menakutkan saat ini. 


"kenapa kalian diam saja!.jawab pertanyaan mama. Dari mana saja kalian, kenapa jam segini baru pulang?." 


"E….. Itu. Ma… ki-ta…. Lean dan kean terus saja saling senggol satu sama lain. Agar ada yang berani menjawab pertanyaannya.


" kalian kenapa malah asik senggol-senggolan sendiri!. Bukanya jawab pertanyaan mama!. Jadi, kemana saja kalian?. "


Melihat hal itu risa yang sejak tadi, berdiri di samping dira menjadi gak tega. Akhirnya risa memberanikan diri untuk berbicara.


Dir…. Kamu jangan marah mereka ya... Ini salah aku kok. Aku yang mengajak mereka untuk bermain di mall sebentar. Karena aku melihat kean dan lean sedikit suntuk dan bosan. Makanya aku ajak mereka bermain untuk menenangkan fikiran mereka. Lagian tadi udah izin dulu kok sama umi. Apa umi tidak bilang?." jawab risa takut-takut, karena melihat wajah dira yang memang benar-benar marah saat ini. Sebelumnya risa tidak pernah melihat dira semarah ini.


Masak hanya karena pulang telat dira bisa semarah ini?. Batin risa.


"umi tadi bilang. Tapi, main itu ada waktunya. Apa kalian tidak lihat ini jam berapa?. Kalian tadi ingat sholat apa gak?." 


" Kita sholat kok ma…sumpah.... Serius✌️✌️✌️. iya kan kak, mb ris…" lean menyenggol kakaknya agar mau bersuara. 


Iya ma… kita tadi sholat kok…. Kita Gak lupa sama kewajiban kita!. Jawab kean yang masih menundukkan kepalanya.


" baguslah kalau begitu. Tapi, kean... Mama akan sita semua fasilitas kamu!. "


Mendengar perkataan dira, kean yang sejak tadi menundukkan kepala langsung mengangkat wajahnya.


"apa ma.... Kenapa mama mau menyita semua fasilitas kean?. Apa salah kean?."


Dira tersenyum miring, dan melipat tangannya di depan dada.


"apa kamu tidak tahu kesalahan kamu apa?."


Kean melirik lean dan Risa. "apa maksud mamanya. Apa hanya karena masalah terlambat pulang?. Tapi kan lean juga. Kenapa cuman aku yang di hukum.

__ADS_1


" ma.... Masak hanya masalah pulang telat mama mengambil semua fasilitas kean sih... Kan lean juga telat. Kenapa cuman kean yang di hukum!. " protes kean.


Lean yang mendengar protes kakaknya merasa kesal. Kakak gimana sih... Kok malah protes, bisa-bisa mama tambah marah.


" mama juga akan ambil semua fasilitas lean. Jadi, kamu belum tahu apa kesalahan kamu!. "


Kean dan lean saling pandang. Dan menjawab dengan gelengan. Seketika dira mengeluarkan handphonenya. Hal itu membuat kean dan lean terkejut. habislah kita!. Batin kean dan lean.


Jadi, hal ini yang membuat dira sangat marah. Batin risa


" kenapa kalian hanya diam saja. Kalian sudah tahu apa kesalahan kalian?.apa tidak ada yang ingin kalian jelaskan sama mama?."


Kean dan lean hanya menunduk dan menggelengkan kepala. Mereka binginh harus menjawab apa. Karena tidak mungkin mereka berkata jujur, apa yang sebenarnya terjadi. Jika mamanya tahu. Mereka takut kalau mamanya akan....


Dira menghela nafas panjang, ketika melihat kedua anaknya yang tidak mau jujur.


"baiklah kalau kalian tidak mau jujur, tidak apa-apa. Berarti kalian harus tanggung resikonya sendiri, dan jujur mama sangat kecewa sama kalian. Karena kalian telah berbohong sama Mama, tidak mau jujur, dan terlalu ikut campur dengan urusan mama. Bukan hanya dengan kalian saja, mama juga sangat kecewa sama semua orang yang ada disini. Kalian sungguh tega bersekongkol untuk membohongi aku. Sikap kalian seperti menganggap, bahwa aku itu bodoh dan lemah!. "


Nisa yang berdiri di depan pintu kamar dira ikut menangis dan merasa bersalah. Maafkan umi dir.... Maafkan umi.


🐍🐍


Mobil Carol terus melaju, sampai akhirnya berhenti di depan lobi kantor PT. Fabio Grup. Setelah itu Carol turun dari mobil. Melihat siapa yang datang security langsung berlari dan menyapa nyonya besar perusahaanya.


“selamat sore nyonya. “sapa security dengan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada Carol.


“sore juga. “ balas Carol yang terus berjalan masuk kedalam kantor PT Fabio grup.


Selama perjalanan menuju ruangan Ken, banyak para kariyawan yang menyapa Carol. Kebetulan Carol datang di waktu jam pulang kariyawan PT Fabio yang tidak melembur. Tapi, dia yakin bahwa putranya pasti masih duduk bekerja di ruangnya. Karena Ken seorang workaholic. 


Selang beberapa menit, pintu lift terbuka. carol sudah sampai di lantai 35, dimana hanya ada ruangan direktur perusahaan di lantai ini.  

__ADS_1


Mendengar ada suara jejak kaki, rendi berhenti dari aktivitasnya, untuk melihat siapa yang datang. 


Dan ternyata..... Nyonya!. Mata rendi langsung terbelalak ketika melihat Carol yang datang terus terus berjalan ke arahnya. Bukankah nyonya masih di paris?. Kenapa bisa ada di sini?. Apakah sudah pulang!.


“halo ren.... Kamu kenapa seperti orang yang terkejut melihat hantu begitu!, Ketika melihat saya!.“


Mendengar suara Carol, rendi tersentak dari lamunan ya.


"oh... Tidak nyonyac. Rendi menggelengkan kepalanya. “selamat sore nyonya...bukankah anda di paris nyonya? Kapan anda datang? “


Bukanya menjawab pertanyaan rendi. Carol Justru balik bertanya kepada rendi.  


“apa Ken ada di ruangnya?. “


" boss..... " Sebelum rendi Menyelesaikan perkataannya, Carol sudah terlebih dulu masuk kedalam ruangnya. 


"Nyonya…." Panggil rendi yang berusaha mencegah Carol untuk masuk. Karena sebelumnya, Ken sudah memperingatkannya. Bahwa tidak ada yang boleh masuk ke ruangnya, karena hari ini Ken tidak mau di ganggu siapapun!. 


Gawat.... Bisa kena marah sama bos gue!. Tapi mau bagaimana lagi, melihat tatapan tajam dari  Carol, membuat rendi tidak berani melarang. Sepertinya akan ada perang dingin antara ibu dan anak. Heh…. Membayangkanya saja sudah membuat gue bulu roma gue bergidik ngeri.


Ken yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Ketika Mendengar ada yang membuka pintu ruangnya tanpa mengetuk terlebih dulu, membuatnya marah.  


“rendi! .... Kan saya su…. ....... Ken tidak melanjutkan omelanya. Karena yang membuka pintu bukanlah rendi melainkan momynya. 


“momy!. “ ucap Ken dengan membolakan matanya, karena terkejut melihat Carol datang ke kantor. 


“ya... Ini momy... Kenapa Ken, sepertinya kamu sangat terkejut begitu. ketika melihat momy datang!. “ carol langsung duduk di sofa yang berada di ruangan Ken. 


“Oh.... Tidak. Bukankah momy ke paris?. Kenapa bisa kesini?. “


🐍🐍🐍

__ADS_1


Tbc


__ADS_2