
Melihat pintu yang sudah mulai dibuka, Dira segera mengaktifkan kamera handphonenya untuk merekam kejadian yang ada di dalam. Terlihat Calista yang hanya menggunakan bathrobe serta Ken yang masih tidur terlelap di atas kasur dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
Adegan ini sungguh hampir sama dengan kejadian 6 tahun lalu di saat Dira merekam suaminya telah berselingkuh. Tapi bedanya hari ini calon suaminya tidur terlelap tak bergerak sedikitpun di atas ranjang, sedangkan yang dulu Dira bisa masuk karena pintu yang belum terkunci dan di dalam kamar apartemen terlihat dua orang pria yang sedang memadu kasih.
"Kamu ngapain menyalakan kamera, matiin gak?" pinta Calista yang berusaha menutupi wajahnya.
"Kenapa kamu berusaha menutupi wajah kamu? Kamu malu? Bukankah tadi kamu dengan leluasa mengirim foto itu ke nomorku, lalu kenapa sekarang tidak ingin di rekam?"
"Oh … jadi kamu nantangin aku?, yaudah sini handphonenya biar aku rekam sekalian kalau aku habis tidur dengan …"
Sebelum Calista menyelesaikan ucapannya Sebuah tamparan keras telah mendarat ke pipinya sampai memberikan bekas tanda merah jari.
Melihat Dira yang menamparnya dengan keras, Calista juga ingin menamparnya kembali tapi Dira dengan tanggap menyangkal tangan Calista.
"Kamu ingin menampar aku juga? Jangan harap kamu bisa menampar aku!" cetusnya dengan mendorong Calista sampai jatuh ke lantai.
Dira mencoba mendekati Calista yang sudah jatuh di lantai.
"Apakah kamu pikir aku ini bodoh Calista? Seharusnya kamu itu lebih pintar sedikit, jangan memakai cara yang sudah umum dilakukan oleh seorang pelakor! Aku lihat kamu itu cantik dan berpendidikan tinggi, tapi kenapa perilaku kamu begitu ... Tidak mencerminkan seseorang yang berpendidikan tinggi sama sekali! Bahkan ... Jika kamu wanita yang pintar, pasti kamu tahu kan apa maksud saya!" jelasnya dengan tatapan yang begitu tajam.
Sumpah … gue kira ni cewek lemah! Ternyata…
" Prediksi kamu sangat salah Calista ... kalau kamu menganggap aku adalah wanita yang lemah! " imbuh Dira.
Kenapa dia bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan, Apa Dia bisa membaca pikiranku?
"Tidak! hanya saja tatapan yang kamu tunjukkan kepadaku, memperlihatkan apa yang ingin kamu katakan! "jelasnya yang semakin membuat Calista bingung.
Ketukan sepatu dengan lantai semakin mendekat, Rendi dan dua bodyguard sudah berjalan menuju kamar yang sudah di share oleh Dira.
Ketika Dira menghubungi Rendi, dia juga meminta Rendi datang dengan membawa bantuan yang bisa menjaga rahasia dan sebelum mengetuk pintu Dira terlebih dulu sudah mengirim lokasinya saat ini. Melihat suara ribut dan kamar yang terbuka, membuat Rendi segera masuk ke dalam kamar itu.
Ketika ia sudah berada di depan pintu, Terlihat Dira yang sedang memberikan pelajaran kepada Calista. Mendengar ada yang datang, Dira segera memberhentikan aktivitasnya.
__ADS_1
"Kalian sudah datang? Segera pakaian baju Mas Ken!" titahnya kepada Rendi.
Segera Rendi masuk dan memakaikan baju Ken yang telah terlepas. Untung hanya baju saja yang terlepas yang lainya masih utuh, sedangkan Ken belum juga sadarkan Diri.
"Saya peringatan sekali lagi sama kamu, jangan pernah lagi kamu mendekati calon suami saya atau ingin merusak keluarga saya! Karena saya tidak akan tinggal diam! Camkan itu!" Ancam Dira yang segera pergi meninggalkan Calista dengan tangan yang terikat dengan tali bathrobe yang ia kenakan.
Sedangkan bodyguard Ken telah membantu memapah Ken untuk keluar dari kamar itu. Rendi yang melihat bagaimana aura kemarahan yang begitu tajam pada diri Dira, membuatnya bergidik ngeri sendiri.
Ternyata marahnya orang pendiam, jauh lebih menakutkan! batu Rendi.
"Rendi kamu bawa mas Ken pulang ke rumah! Saya akan kembali ke mobil untuk menemui si kembar!" titahnya yang segera pergi meninggalkan Rendi.
"Baik nyonya!" jawabnya.
Setelah itu Dira berjalan lebih dulu menuju tempat parkir dimana kembar berada, Dira hanya melihat Ken sekilas saat masuk ke dalam kamar itu saja.
Sesampainya Dira di tempat parkir ia segera masuk kedalam mobil.
"Loh … Mama kok sendirian? Papa mana?" tanya Lean yang penasaran soalnya mereka datang kesini untuk mencari Ken tapi mamanya hanya kembali sendiri tanpa Ken.
" Lho … kok pulang sama om Rendi ma, Kenapa tidak bareng sama kita saja?" imbuh Kean yang ikut penasaran.
"Sudah ya… kita pulang saja!" jawabnya yang tak ingin membahas apa-apa dengan anaknya.
Dira memang sengaja menyuruh Rendi yang membawa Ken untuk kembali ke kediaman Fabio agar si kembar tidak bertanya-tanya ketika melihat papanya yang tak sadarkan diri.
Dira hanya bisa menghela nafas panjang ketika mengingat kejadian tadi. Kemudian ia menghidupkan mesin lalu mengemudikan mobilnya melaju keluar dari area hotel menuju kediaman keluarga Fabio.
Rendi yang telah sampai terlebih dahulu, segera menyuruh para bodyguard untuk membawa Ken masuk ke dalam kamarnya. Para maid yang melihat hal itu menjadi sedikit penasaran dengan apa yang telah terjadi kepada tuanya.
Loh … tuan kenapa tak sadarkan diri seperti itu? Apa yang telah terjadi? Gumam para maid yang melihat dua bodyguard membantu Ken masuk kedalam rumah.
Setelah meletakkan Ken di atas ranjang King size, dua Bodyguardnya pergi keluar dari kamar Ken sedangkan Rendi masih disana.
__ADS_1
Sebenarnya apa yang terjadi sih boss? Kenapa bisa jadi seperti ini? Apa jangan-jangan tuh cewek sudah… ah, sepertinya belum soalnya pakaian bos yang terlepas hanya kemeja ya saja yang lainya utuh! Semoga masalah ini tidak mempengaruhi rencana pernikahan anda ya bos… sungguh calon istri anda ketika marah, aura ya sangat menakutkan! Gumam ya denganya menatap Ken yang belum sadarkan diri juga.
......................
Hari mulai gelap, matahari mulai tenggelam ke ufuk Barat, menandakan bahwa siang telah hilang dan tergantikan oleh malam yang akan datang menyelimuti bumi ini.
Di dalam ruangan yang bernuansa abu itu, terlihat seorang pria tampan yang mulai mengerjapkan Matanya yang terasa sangat berat untuk dibuka. Perlahan ia mulai membuka matanya, kepalanya terasa sangat pusing sampai ia memijat Pelipisnya.
Ketika terbangun ia mulai memperhatikan ke sekelilingnya ruangan itu tak asing baginya. Kenapa aku sudah ada di kamar? Siapa yang membawaku masuk!. Gumamnya dalam hati.
Tiba-tiba bunyi ketukan pintu terdengar.
"Masuk" ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.
Perlahan pintu kamarnya mulai terbuka, terlihat seorang wanita cantik dengan memakai home dress serta hijab yang membungkus kepalanya, masuk dengan membawa sebuah nampan di atas tangan nya. Dira membiarkan pintu terbuka agar tidak ada yang salah paham, karena mereka belum muhrim untuk bisa berdua-duaan berada dalam satu ruangan tanpa siapapun.
Perlahan Dira berjalan mendekat ke sisi ranjang Ken.
"Mas sudah bangun? Apa ada yang terasa tidak nyaman?" tanyanya dengan meletakkan nampan yang ia bawa itu di atas nakas.
"Sedikit pusing."
" Yasudah mas minum air madu hangat ini dulj, biar tubuh mas jauh lebih baikan," ujarnya dengan menyodorkan segelas air madu hangat di depan Ken.
Tanpa berkata apa-apa, Ken segera menyeruput air itu.
"Oh ya Dir, kenapa tiba-tiba mas sudah ada di dalam kamar? Soalnya seingat mas, tadi masih masih meeting sama klien di restoran hotel xc" ucapnya dengan mengingat-ingat lagi.
"Apa mas tidak mengingat apa-apa?" tanya Dira memastikan dan dijawab sebuah gelengan oleh ken.
...****************...
Gimana... Suka sama karakter Dira apa gak?
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote serta hadiahnya ya... Biar author lebih semangat lagi.
Dan makasih juga yang sudah setia membaca novel ini serta memberikan dukunganya melalui like, komen, voto, klik favorit, serta hadiah dan koin yang kalian berikan untuk bentuk apresiasi bagi author... 🙏💕💕💕❤️