Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Malam pertama


__ADS_3

Setelah cukup lama mereka berpelukan, Andrian mulai melepaskan pelukannya dari Senja. Rian memegang wajah Senja dengan kedua tangannya, ia tatap lekat-lekat manik wajah istrinya yang begitu cantik. 


"I will always make you happy and love you until death do you part. So don't ever leave me (Aku akan selalu membuatmu bahagia dan mencintaimu sampai maut memisahkan. Jadi jangan pernah tinggalkan aku)." Andrian mengecup kening Senja.


 Mulai hari ini, ia berjanji bahwa hanya akan mencintai wanita ini selamanya. Suasana yang begitu romantis berubah menjadi suasana yang haru bahagia.


Setelah mengecup kening Senja, giliran Rian yang masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian ia sudah keluar dengan handuk yang melilit di pinggang. Senja yang duduk di ranjang dengan memainkan ponsel, membalas pesan chat dari teman-temannya.


" Apakah begitu menyenangkan sampai tak menyadari keberadaan suaminya?" tanya Rian dengan menatap senja lekat-lekat. 


Melihat Rian yang sudah ada didepanya dengan bertelanjang dada hanya menggunakan handuk yang dililitkan di atas pinggang, Senja reflek menutup matanya dengan kedua telapak tangan yang memegang ponsel. 


" Kakak kok gak pakai baju dulu sih, nanti masuk angin loh!" cetus Senja yang masih menutup matanya. 


Andrian mengambil ponsel itu dari tangan Senja yang digunakan untuk menutup wajahnya, perlahan ia juga melepaskan telapak  tangan senja yang menutupi wajahnya. Meskipun telapak tangan Senja telah terlepas dari wajahnya, ia masih saja menutup mata tak mau melihat Rian yang sedang tak pakai baju. 


"Kenapa matanya ditutup rapat, lagian buat apa pakai baju kalau habis ini di buka juga! " bisik Rian di telinga Senja dan seketika mampu membuat detak jantung Senja berpacu dengan cepat, pipinya sudah merah seperti tomat saat mendengar bisikan dari Rian.


Semua perkataan dari teman-temannya menari-nari dalam pikirannya. Apakah ini sudah saatnya? Apa malam ini keperawananku akan hilang? Tapi bukankah ini memang kewajibanku menjadi istri untuk melayani suaminya? Kenapa aku takut dan gugup seperti ini … gerutu Senja dalam hati. 


"Kamu kenapa malah diam aja sih sayang, buka dong matanya," ujar Rian tapi Senja tetap saja tak membuka matanya. Ia justru semakin menutup rapat matanya agar tak melihat sesuatu yang akan membuatnya terlena. 


Melihat Senja yang tak kunjung membuka mata, Andrian menaikkan sudut bibirnya dan segera mengecup bibir mungil itu dan benar saja Senja langsung terbelalak ketika merasakan ada sebuah benda kenyal menempel pada bibirnya. Matanya membulat seperti akan copot disaat Rian tidak hanya memberikan sebuah kecupan tapi mulai ******* bibirnya, Senja ingin mendorong Andrian pergi tapi justru ia di buat terkejut lagi saat tanganya menyentuh dada Andrian tanpa Ada kain yang menutupnya. 


Rian melepaskan ciumanya. "Apakah kamu sudah tak sabar untuk malam pertama sayang?" goda Rian yang mampu membuat Senja semakin terbelalak.

__ADS_1


Ia menautkan kedua alisnya saat mendengar Rian yang terus saja blak-blakan tentang malam pertama. Sungguh jantungnya saat ini rasanya ingin copot akibat berdetak terlalu cepat, andai jantung ini buatan manusia mungkin sudah eror tapi untungnya jantung ini buatan Allah. Hawa panas juga sudah menjalar di tubuh Senja, membuat pikiranya semakin kacau.


Senja masih diam. Membisu, bahkan untuk bernafas saja sulit baginya. Sepertinya memang Rian yang harus berinisiatif jika ia ingin mendapatkan haknya di malam pertama pernikahan mereka.


Perlahan Rian merebahkan tubuh Senja diatas Ranjang. "Bolehkan Mas minta sekarang?" tanya Rian yang diangguki senja lalu di lanjut gelengan kepala. Jawaban dari senja membuat Andrian bingung antara boleh atau tidak. 


" A-ku ta-kut!" Hanya dua kata itu yang bisa keluar dari mulut senja saat ini. Itupun dengan nada yang terbata-bata. Andrian menyeringai, ekspresi Senja membuktikan bahwa ini adalah hal yang pertama baginya dan membuat Andrian semakin merasa beruntung menjadi orang yang pertama. 


"Kamu tenang saja, kakak akan pelan-pelan, oke!" Rian mencoba meyakinkan agar Senja mau karena Juniornya telah mengeras sejak tadi ingin segera berselancar. Akhirnya Senja menyetujui permintaan Rian. 


Setelah itu terjadilah pergumulan antara dua sejoli yang mulai merasakan kenikmatan bercinta. Meskipun ada rasa yang terasa perih di kepemilikan Senja, tapi Andrian mampu membuat Senja melupakan hal itu dengan terus mencumbunya  dengan mesra. Sampai pada akhirnya mereka berdua melepaskan perselancaran yang membuat nafas mereka tersengal-sengal akibat pelepasan itu. 


Malam yang begitu gelap dan suasana yang romantis menjadi saksi hilangnya segel keperawanan Senja dan juga keperjakaan dari Andrian. 


Akibat pergulatan yang terjadi beronde-ronde, membuat pengantin baru itu bangun disaat matahari telah tinggi. Bagaimana tidak bangun kesiangan, bahkan setelah mandi dan sholat subuh pun, mereka melanjutkan pergulatan itu sampai akhirnya tertidur lagi sampai akhirnya mereka bangun disaat matahari telah terik.


Andrian beranjak bangun dan turun dari ranjang, saat ia ingin berjalan persendiannya terasa sakit dan juga pegel. 


"Kenapa badanku jadi remuk semua seperti ini? Apa karena terlalu kebanyakan bertarung? Sumpah rasanya persendianku membutuhkan asupan vitamin sekarang!," decaknya yang mencoba berjalan menuju kamar mandi.


Rian menyiapkan air hangat didalam bathtub untuk ia gunakan berendam sebentar agat tubuhnya kembali rileks.


Setelah merasa cukup rileks, Andrian  menyudahi ritual mandinya. Saat ia keluar dari kamar mandi, ia mendapati Senja yanh masih tidur terlelap dengan balutan selimut yang menutupi tubuhnya. Rian berjalan mendekati ranjanng dan duduk di sisi ranjang untuk mencoba membangunkan Senja perlahan, sampai manik mata indah itu mengerjapkan matanya. 


"Kakak sudah bangun?" tanya Senja dengan suara serak khas bangun tidur. 

__ADS_1


"Iya, kamu mandi lagi gih. Biar seger badan nya, terus kita makan. Kakak sudah memesan banyak makanan enak dan bergizi buat kita, mungkin sebentar lagi petugas hotel datang membawa makanan nya." papar Rian sambil mengusap lembut kepala Senja.


"Aku masih ngantuk. Badanku juga rasanya sakit semua apalagi di area itu, perih kalau terkena air," rengek Senja dengan bibir yang mengerucut.


Andria  tersenyum, ketika mendengar keluhan Senja yang terlihat begitu menggemaskan dimatanya. Sebenarnya Senja memang sudah tak ingin melakukanya setelah sholat subuh, tapi Andrian terus merayunya. Karena ingin jadi istri berbakti dan tak ingin membantah permintaan suami, akhirnya Senja memenuhi keinginan Rian yang begitu besar. 


Tanpa berkata apa-apa lagi, Rian menggendong Senja masuk kedalam kamar mandi. Ia telah menyiapkan air hangat untuk Senja gunakan mandi.


Rian menurunkan Senja tepat disamping bathtub, tapi Senja masih tak bergerak. "Apa perlu kakak mandikan sekalian?" goda Rian yang seketika mendapatkan pukulan dari Senja. 


"Ya Allah sayang, kamu tuh ya masih pengantin baru aja dah beberapa kali kdrt sama kakak !," cecar Rian yang merasa bahwa Senja sering memukulnya ketika ia tak suka di goda. Sebenarnya pukulan senja juga tak sakit, hanya saja Rian selalu ingin yerus menjahili Senja ketika melihat Senja marah.


"Lebay ... Kakak apaan sih mulai lagi deh dramanya, lagian aku bukan anak kecil yang perlu dimandiin!" gerutu Senja.


"Oh ya, tapi kakak enak loh kalau mandiin orang sambil di messege mau gak?" imbuh Rian.


"Gak perlu! Sekarang bilangnya mau messege, nanti ending-endingnya ..." Senja tak melanjutkan ucapannya. "Udah deh kakak keluar-keluar sana." Senja mendorong tubuh Rian untuk keluar dari kamar mandi.


"Kamu yakin gak mau dimandiin sama kakak?" Rian mengerlingkan matanya. Melihat sikap jahil Rian yang semakin menjadi, membuat senja ingin melemparkan benda tumpul ke Rian. Melihat Senja yang mulai emosi, Rian kabur keluar dari kamar mandi dengan tersenyum lebar karena berhasil menjahili istrinya. 


" Dasar! Suami tukang maksa, mesum, jahil, tapi aku sayang …" lirih Senja yang setelah itu masuk ke dalam bathtub untuk merendam tubuhnya yang terasa remuk. 


...****************...


Jangan lupa like, komen, vote, hadiah koin dan bunganya ya...

__ADS_1


Gimana keseruan pengantin baru ini? Komen dibawah kalau ingin authir sering nulis kelucuan pasangan senja dan Rian sebelum season 1 tamat.


__ADS_2