Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Trio Papa Bucin yang Posesif


__ADS_3

Setelah mendengar Senja dan Sekar yang serempak mengatakannya untuk puasa selama 9 bulan membuat Rian benar-benar lemas, dua hari tidak bisa memeluk, mencium Senja saja rasanya sudah sangat berat apalagi sembilan bulan. Bukankah sama saja dengan menyiksanya perlahan. 


"Mama serius atau hanya bercanda?" tanya Rian untuk memastikan lagi ucapan Sekar. 


Senja dan Sekar berhenti tertawa. " Kita lihat saja Ri, seberapa lama anak kamu tidak suka berada didekatmu!" ucap Sekar.


Setelah berbicara panjang lebar, mereka melanjutkan untuk makan siang bersama. Dito yang sedang ada urusan bisnis di luar, ketika mendengar Sekar yang mengatakan bahwa Senja hamil dan mereka sedang berada di rumah segera pulang tepat setelah meeting selesai. 


Sesampainya di rumah, Dito segera berjalan untuk menghampiri Anak dan menantu kesayangannya. 


"Assalamualaikum …. " Salam Dito. 


"Waalaikumsalam." sahut Senja, Sekar dan Rian bersama. 


Rian dan Senja mencium tangan Dito sebagai bentuk hormat mereka kepada orang tua, begitupun dengan Sekar yang mencium tangan Dito sedangkan Dito mencium puncak kepala Sekar. 


Meskipun umur pernikahan mereka sudah lama, tetapi rasa sayang dan keharmonisan dalam rumah tangga tidak terkikis sedikitpun. 


Hubungan romantis mereka membuat Rian dan Senja iri, mereka juga ingin pernikahannya kelak bisa langgeng dan harmonis sampai tua. 


Dito banyak sekali memberikan petuah kepada Rian tentang menjaga perasaan Istri yang sedang hamil karena emosinya naik turun. Dalam Islam wanita hamil itu adalah wanita istimewa yang harus di muliakan dan dijaga baik-baik.


***


Di sisi lain terlihat dua orang anak kembar tengah berlari keluar dari mobil untuk segera masuk kedalam rumah. Mereka sudah tidak sabar sekali untuk segera bertemu dengan adiknya lucu yang menggemaskan. 


Kean dan Lean mengucapkan salam sambil mengetuk pintu kamar Dira. 


Mendengar ada suara ketukan pintu dari luar, Dira segera berjalan untuk membukakan pintu. Saat pintu terbuka, memperlihatkan Kean dan Lean yang baru pulang sekolah. Kean dan Lean mencium tangan Dira, lalu ingin segera melihat Anne. 


"Stopp!!!" seru Dira menghentikan langkah Kean dan Lean. 


"Kenapa Ma?" tanya Lean yang tak mengerti kenapa Dira menghentikan langkah mereka saat ingin masuk kedalam kamar. 


"Apa Kalian lupa dengan peraturanya? Mandi dan ganti baju terlebih dahulu ketika baru pulang sekolah sebelum melihat dan mengajak Anne bermain." Dira memperingatkan mereka lagi karena lupa dengan peraturannya. 

__ADS_1


"Yah …" Kean dan Lean menghela nafas panjang serta menekuk wajahnya ketika mendengar ucapan Dira. Kemudian berlalu pergi untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Dira.


"Padahal udah kangen banget dan pengen segera main sama, Anne …" gerutu Lean yang diangguki oleh Kean. 


Sebelumnya Dira memang sudah menetapkan peraturan ketika baru pulang dari sekolah, maupun kantor harus mandi dan mengganti pakaian terlebih dahulu sebelum menyentuh dan mengajak Anne bermain karena di dalam pakaian mereka akan terdapat banyak bakteri dan kuman yang menempel.


Kean dan Lean berjalan menuju kamar dengan menghentakkan kaki sedikit keras karena mereka merasa kesal. Sesampainya di kamar Kean dan Lean segera melepaskan pakaian mereka lalu mandi agar bisa bermain dengan Anne. 


Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian, Kean dan Lean segera berjalan menuju kamar Dira. Melihat mereka yang sudah harum dan bersih, Dira tersenyum dan memperbolehkan mereka main bersama Anne. 


Kean dan Lean ikut bahagia saat bisa melihat Anne tertawa saat bermain dengan dua kakak kembarnya sampai tak terasa mereka bertiga tertidur bersama, setwlah capek bermain.  


Melihat ketiga anaknya tertidur sambil memegang mainan, Dira mengambil mainan itu lalu merapikan posisi tidur mereka bertiga. 


***


Hari demi hari telah berlalu, pulang dari luar kota Anita langsung pergi ke rumah Sekar untuk bisa bertemu dengan Senja. 


Sesampainya di depan rumah Sekar, Senja berlari keluar menyambut kedatangan Anita dengan rasa penuh rasa rindu dan bahagia. 


"Mama juga kangen sama Kamu, tapi Kalau jalan hati-hati karena sekarang kamu sedang hamil. Bahaya kalau lari-lari seperti tadi," tutur Anita.


"Iya Ma, habisnya Senja seneng banget Mama sama Papa datang," ujar Senja sambil tersenyum lebar.


Setelah itu, Senja bergantian memeluk Dimas yang juga datang. Senja memeluk Dimas sangat Lama, Dia benar-benar sangat merindukan papanya yang sudah lama tak bertemu. Selama ini Senja memang lebih dekat dengan papanya karena Dimas akan menuruti semua keinginanya tanpa terkecuali. Berbeda dengan Anita yang masih berpikir-pikir saat Senja menginginkan sesuatu.


Selesai berpelukan, mereka semua masuk ke dalam rumah untuk mengobrol dan melepas rasa rindu.


Saat masuk di dalam rumah, Anita segera membukakan makanan yang dari kemarin sangat ingin dimakan oleh Senja. Wajah Senja langsung gembira saat melihat pia dan dodol khas jogja itu. Ia segera memasukkan pia kedalam mulutnya.


"Gimana, apakah enak?" tanya Anita saat melihat Senja yang begitu bersemangat memakannya.


Senja hanya manggut-manggut karena mulutnya penuh dengan makanan. Sekar, Anita, dan Dimas hany saling tertawa melihat Senja yang lahap sekali makan. Asalkan tak mencium Aroma tubuh Rian, Ia tidak akan mual dan Senja juga tidak mengalami morning sickness karena yang mengalami hal itu adalah Rian. Kehamilan Senja biasa di sebut dengan kehamilan simpatik dimana suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan.


***

__ADS_1


Di suatu restoran terlihat 3 orang pria sedang berkumpul bersama. Mereka bisa di sebut sebagai Trio Papa bucin yang posesif dimana mereka adalah para Suami budak Cinta dan sangat posesif kepada pasangannya.


Dari ketiga pria tampan itu, raut wajah Rian yang paling terlihat begitu suntuk seperti sedang ada masalah, sedangkan Ken dan Aron biasa saja.


"Kenapa wajah Kamu muram begitu, Ri? Apakah ada masalah? Bukankah seharusnya sedang happy karena akhirnya Senja hamil dan Kamu akan jadi seorang ayah," celetuk Ken dengan berbagai pertanyaan.


Rian menarik nafas panjang. "Ya ... Seneng sekaligus susah!" pungkas Rian sambil menyeruput minumannya.


Ken dan Aron hanya saling lempar pandang karena tak mengerti maksud Rian.


"Emangnya susahnya kenapa? Senja ngidamnya aneh-aneh?" timpal Aron.


"Andai saja kalau hanya ngidam aneh, itu pasti akan lebih baik dari pada kondisi Gue sekarang."


" Emangnya kenapa kondisi Lo! Bukankah yang hamil Senja?" tanya Aron yang mulai penasaran.


"Udah seminggu Junior Gue nganggur karena Senj gak mau gue deketin. Dia seakan benci gitu ketika mencium Aroma tubuh Gue sampai jarak kita jaga jarak satu meter kalau lagi bersama."


Aron dan Ken ingin tertawa, tetapi masih mencoba di tahan karen Rian belum selesai bercerita.


" Gue juga ikutan ngerasain mual, muntah setiap pagi, gila gak sih! Sedangkan Senja dia justru lahap sekali makannya," imbuh Rian.


Aron dan Ken tertawa terbahak-bahak saat mendengarkan cerita Rian sampai perut mereka sakit. Melihat Ken dan Aron tertawa lepas membuatnya kesal, seakan-akan karma kembali karena dulu pernah menertawakan Ken dan Aron saat istri mereka hamil. Namun, kenapa nasibnya jauh lebih parah dari mereka?


"Puas kan Lo semua! Sekarang ngelihat gue yang seperti ini!" cetus Rian.


"Sorry Ri, Aku gak ada maksud ingin menertawakan Kamu, tapi melihat Aron yang tertawa aku jadi ikutan," pungkas Ken.


"Kok, Lo nyalahin Gue sih, Ken!" Aron menepuk pundak Rian. Lagian ya Ri, itu balasan buat Lo karena dulu Lo sering banget julid sama kita-kita,"tandas Aron.


" Makanya besok lagi kalau ada temen susah itu jangan diledekin, gini kan jadinya," timpal Ken.


Rian terdiam saat mendengar ucapan Ken. Rasanya ucapan Ken seperti pukulan keras baginya yang selama ini memang sering sekali menertawakan bahkan meledek mereka saat curhat dulu, dan sekarang Rian pun merasakan akibatnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2