
Lean tak hanya menceritakan tentang kejadian 16 tahun lalu, dia juga menceritakan bagaimana perjuangan Dira dari hamil sampai melahirkan Anne.
Setelah mendengarkan semua cerita itu, Anne merasa sangat bersalah ketika mempunyai pemikiran ingin Papanya menikah lagi.
"Lalu kenapa semuanya merahasiakan ini dari, Anne?" tanyanya yang masih tidak mengerti kenapa semua orang menutupi kisah ini darinya. Selama ini Ken hanya mengatakan bahwa Dira sangatlah menyayangi Anne, tetapi tidak pernah menceritakan semua perjuangannya yang begitu besar.
" Anne, Kita merahasiakan ini semua itu ada alasannya. Selama ini papa hanya menceritakan tentang seperti apa sosok Mama karena Papa tidak ingin kamu merasa bersalah atau yang lainnya. Papa hanya ingin dalam memori ingatanmu hanya ada sosok Mama yang baik dan selalu bahagia,"papar Lean.
Setelah itu, Lean mengambil sebuah surat amplop berwarna pink dari laci lalu memberikannya kepada Anne.
" Ini apa kak? "tanyanya tidak mengerti kenapa Lean tiba-tiba memberikannya sebuah surat.
" Kamu buka dan baca saja, nanti pasti tau sendiri apa isinya, " lontarnya.
Anne membuka amplop itu dan ternyata ada sebuah surat di dalamnya. Anne mengambil secarik kertas itu perlahan dan membacanya.
Dear,
Putri kesayangan Mama, Bhadrika Anneta Fabian.
Nama yang begitu indah seperti impian Mama, Papa dan kedua Kakakmu. Nama ini kami berempat yang siapkan semoga kelak kamu bisa menjadi seperti nama ini yang selalu memberikan kebahagiaan, keberuntungan, ramah, suka membantu sesama dan itulah dia putri dari Fabian.
Saat pertama kali Mama tahu kamu hadir dan tumbuh dalam rahim ini. Mama sangat bahagia sampai tak terasa meneteskan air mata bahagia. Mama tidak menyangka Allah masih memberikan kepercayaan lagi, seorang putri yang sangat cantik ini untuk menjadi putri Mama.
Semoga Kamu juga bahagia dan bangga bisa menjadi putri dari Mama dan Papa ya ...
Anne ... Kehadiran kamu benar-benar membawakan seberkah cahaya buat keluarga ini, terutama buat Mama. Kehadiranmu membuat kehidupan, Mama penuh dengan warna pelangi yang begitu indah dan menakjubkan.
Mama berharap bisa selalu menemani setiap tumbuh kembangmu Anne, tetapi jika tidak bisa. Semoga kamu bisa tumbuh menjadi seorang putri yang cantik dan baik hati.
Love you so much my little princess ... 💕💕💕
Saat membaca surat itu, buliran putih terus saja keluar dari pelupuk matanya. Ia benar-benar merasa tersentuh saat melihat bahwa Mamanya sangat menyayanginya serta begitu besar sekali perjuangannya saat hamil, melahirkan dan sampai di detik terakhirnya.
Lean memeluk Anne yang masih menangis sambil memeluk surat dari DIra.
"Anne, sekarang Kamu sudah besar dan bisa memilah mana yang baik dan benar. Kamu jangan pernah merasa bersalah dengan semua ini karena Mama tidak pernah mengeluh sedikit pun, bahkan beliau sangat bahagia bisa memiliki Kamu dalam hidupnya."
__ADS_1
" Kenapa Anne baru di beri tahu sekarang ... andai Anne tahu kisah Mama lebih awal, Anne tidak akan pernah mempunyai pemikiran agar Papa menikah lagi ... " Anne masih terus menangis dan merasa bersalah.
Saat mendengarkan perkataan Anne, Lean melepaskan pelukannya.
" Apa yang tadi kamu bilang Anne? Tanyanya untuk memastikan lagi kalau tidak salah dengar.
"Anne, tadi bilang sama Kak Kean kalau Anne ingin Papa menikah lagi," tutur Anne dengan wajah tertunduk.
Lean hanya bisa geleng-geleng kepala. "Anne, sekarang kamu sudah tahu kan apa alasan Papa tidak menikah lagi? Jadi jangan pernah punya pemikiran itu, selain Papa yang menginginkannya," tutur Lean dan diangguki oleh Anne.
Lean tersenyum sambil mengacak-acak rambut Anne.
"Kakakkk ...." sungut Anne kesal saat melihat Lean mengacak-acak rambutnya.
Setelah itu mereka saling kejar-kejaran karena Anne sangat benci rambutnya di berantakin, Ia ingin balas dendam, tetapi Lean terus berlari dan kabur.
......................
Sinar matahari telah nampak kembali untuk menyinari bumi ini. Seperti biasanya, Ken, Kean, Lean dan Anne akan sarapan bersama. Hari ini, Ken sudah terlihat sangat rapi dengan setelan jas berwarna navy yang membuatnya terlihat semakin tampan.
"Morning semuanya..." sapa Anne yang baru datang.
"Terimakasih Sayang ... ayo cepat sarapan nanti keburu telat berangkat sekolahnya," ujar Ken yang di balas dengan senyuman bahagia dari Anne.
Setelah itu, Anne duduk di kursinya lalu menyantap sarapannya. Ken sudah selesai lebih dulu karena hari ini dia ada pertemuan dengan klien besar, jadi jangan sampai telat agar tidak memberikan kesan yang buruk.
"Oh ...ya, Papa berangkat duluan soalnya ada pertemuan dengan klien besar hari ini," ujar Ken lalu mencium kening Anne sebelum berangkat.
"Loh Kak Kean gak ikut?" tanya Anne yang melihat Kean masih santai menyantap makanannya.
"Nggak, soalnya ada urusan lain yang jadwalnya bentrok!" jawab Kean.
"Pa..." panggil Anne yang membuat langkah Ken terhenti. Anne berlari menghampiri Ken lalu mencium pipinya. "Fighting Pa! Semoga sukses, " seru Anne dengan senyuman manisnya.
"Makasih sayang," ucap Ken sambil mengusap rambut Anne lalu melenggang pergi.
Setelah melihat Ken pergi, Anne kembali ke kursinya untuk melanjutkan makan.
__ADS_1
"Sepertinya hari ini, wajah kamu bahagia sekali dek," ujar Kean.
"Oh ya ..." sahut Anne.
Kean mencoba bertanya kepada Lean apa yang sudah terjadi dengan Anne karena dia terlihat berbeda dari kemarin, tetapi Lean hanya membalas dengan menaikkan kedua pundaknya menandakan bahwa Ia tidak tahu.
Selesai makan, Kean juga langsung pergi ke tempat yang sudah di temukan oleh asistennya. Dimana tempat itu merupakan persembunyian dari hacker yang sudah berani mencoba membobol sistem keamanan perusahaan kemarin.
Awalnya Ken, ingin mengajak Kean untuk ikut menyambut kedatangan klien besar perusahan sekalian memperkenalkannya sebagai calon penerus dari perusahaan PT Fabio grup, tetapi Kean menolak dengan alasan ada urusan penting yang harus Ia selesaikan.
Sebenarnya Kean memang tidak suka berinteraksi dengan para petinggi perusahaan, menurutnya itu sangat membosankan. Dia lebih memilih bergelut dengan berbagai koding untuk membuat suatu aplikasi atau menambah kualitas keamanan data perusahaan.
***
Di dalam hotel, terlihat seorang wanita cantik tengah merias diri. Hari ini dia akan menemani suaminya untuk bertemu dengan kliennya.
Agatha menghembuskan nafasnya, Ia akan mulai berakting lagi menjadi seorang istri Samuel. Harus berpura-pura bersikap manis, tersenyum bahagia, serta memperlihatkan bahwa mereka adalah pasangannya yang sangat harmonis, tetapi semua itu hanya palsu.
Saat Agatha masih belayar dengan lamunanya, tiba-tiba ketukan pintu terdengar dari luar. Agatha segera bangun dari duduknya, lalu berjalan untuk membukakan pintu.
Disana sudah terlihat Samuel dan Justin yang sudah rapi dengan setelan jasnya, menandakan bahwa mereka akan berangkat sekarang.
"Apakah Kamu sudah siap, Agatha?" tanya Samuel.
"Ya, tunggu sebentar. Aku mau mengambil tasku duku di dalam."
Setelah itu, Agatha masuk lagi kedalam kamar, lalu pergi bersama Samuel dan Justin. Saat berada di dalam mobil, Agatha terus memandang ke arah jendela memperhatikan pemandangan kota Jakarta.
Entah kenapa, seperti ada perasaan yang begitu akrab dengan tempat ini, terasa hangat seperti pulang ke rumah sendiri. Padahal dalam ingatanya, Ia belum pernah datang kesini.
"Jangan lupa dengan peran kamu di sini?" ucap Samuel dengan nada datar.
Agatha menoleh ke arah Samuel. " Tenang saja, Aku sudah memerankannya selama belasan tahun, jadi Aku sudah bisa di bilang handal!" pungkas Agatha.
Tak lama kemudian mereka sampai juga di salah satu perusahaa propert terbesar di Indonesia. Kedatangan mereka sudah di sambut meriah oleh pemilik perusahaan ini.
" Welcome to Indonesia Mr. Samuel, " salam Pemimpin perusahaan itu dengan ramah.
__ADS_1
Mereka berdua saling berjabat tangan. Saat seorang wanita keluar dari mobil. Pemimpin perusahaan itu, terkejut melihatnya ...
...****************...