Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Surprise!


__ADS_3

Selesai mandi, kenzo segera memakai kaos putih serta setelan blazer warna navy yang sudah ia pesan seragam dengan kedua anak kembarnya. Setelah selesai, Ken segera turun ke lantai bawah. 


Di lantai bawah sudah ada Rendi yang telah menunggu sejak tadi. Melihat Ken yang berjalan turun dari tangga, Rendi menengok dan sedikit terpesoma dengan dengan penampilan casual semi formal yang dipakai Ken.


"Bos...anda sungguh lama sekali!"gerutu Rendi. 


" Tidak usah banyak protes! Bagaimana dengan tugas kamu, apa sudah selesai semua?"


" Sudah siap semua boss, kita tinggal berangkat kesana!" jelasnya. 


" Bagus, kalau begitu ayo kita berangkat! "


Setelah itu, Ken dan Rendi pergi menuju ke tempat yang telah disiapkan untuk kejutan ulang tahun Dira. 


......................


Di sisi Lain, Dira juga sudah selesai bersiap-siap dengan menggunakan long dress warna navy yang telah disediakan Lean. Selesa bersiap-siap, tiba-tiba hanpone Lean berbunyi, ternyata ada panggilan video international dari dadynya.


" Hallo dad! "sapa Lean kepada seorang pria yang saat ini melakukan panggilan video dengan nya. 


" Hello baby…. Wow... You're very handsome, " puji pria itu dengan senyuman yang mengembang. 


Kean yang mendengar suara pria yang sangat dikenalnya itu, segera ikut melakukan panggilan video. Pria itu adalah Robert, Dady angkat mereka saat di Amerika. Robert juga yang telah membantu mereka bisa keluar dari Amerika dengan aman dan yang membantu Kean membelikan kalung untuk Dira. 


" Hello dad…. How are you? "sapa Kean. 


" Hello Alex, I'm Fine… Oh yeah... Where's your mom? "tanya Robert.


" If you're looking for my mom, why not call her right away dad! " tungkas Lean.


Robert hanya tertawa, karena Dira sudah menelepon Dira, tapi tidak diangkat. Walaupun kesal, mereka tetap memberikan panggilan itu kepada Dira.


" Hello Bella … happy Birthday … and you're very preety! "ucap Robert. 


" Thanks Robert, "jawab Dira dengan senyuman malu, karena Robert memujinya. 


" Oh yeah... I've sent you a birthday present. Looks like it's coming soon!"

__ADS_1


" Ah… Shouldn't Need Robert… "


Ternyata benar yang dikatakan Robert, tiba-tiba bel berbunyi. Segera Dira membuka pintunya, benar saja  ada seorang kurir yang datang. 


" Permisi, apa benar dengan bu Anindira?"tanya kurir itu. 


" Iya, saya sendiri. "


" Ini ada paket untuk anda, dan silahkan tanda tangan di sini! "ucap kurir itu dengan menyerahkan sebuah bingkisan besar kepada Dira. 


Melihat Dira yang sedang membawa bingkisan besar, Lean dan Kean penasaran. 


"Itu apa ma?" tanya Kean. 


"Oh … hadiah dari Daddy kalian!" jawab Dira dengan terus berjalan membawa bingkisan itu serta masuk kedalam kamarnya. 


Setelah menyimpan kado itu, mereka bergegas untuk pergi ke tempat yang dimaksud oleh Lean. 


Ken dan Lean memang sudah menyiapkan sebuah acara di panti asuhan, tanpa sepengetahuan Dira dan Kean. Awalnya Ken ingin menyiapkan sebuah kejutan di hotel, tapi Lean menolak. Karena mamanya akan marah dan tidak senang. Selama ini, setiap Dira ulang tahun ataupun Kean dan Lean yang ulang tahun. Dira akan mengajak mereka untuk berbagi kepada orang miskin, ataupun melakukan tasyakuran di panti asuhan alih-alih merayakan di sebuah restoran mahal atau yang lainya. Mendengar penjelasan Lean, Ken menyetujui dan membuat sebuah kejutan di panti asuhan. 


......................


"Happy Birthday Princess Dira.." ucapnya saat sudah berada di depan Dira, dan kedua anaknya.


Dira terkejut saat melihat Rian yang sudah berada Di depanya dengan menyodorkan sebuah kue tart dengan hiasan lilin diatasya. Kemudian Rian menyuruh Dira untuk berdoa. Dira pun berdoa, tapi tidak meniup lilin itu, Dia hany mematikan lilin dengan mengibaskan tangan di atas lilin itu. 


Kean dan Lean yang melihat interaksi mereka sedikit terkejut, dan bertanya-tanya. Siapa pria ini? Kenapa memanggil mamanya dengan panggilan princess? Sepertinya mereka juga dekat! Batin Kean dan Lean. 


Menyadari bahwa ada empat bola mata yang terus menatapnya dengan sorot mata tajam. Setelah Andrian menyerahkan tart dan hadiahnya ke Dira, dia segera berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Kean dan Lean. 


"Hello. Perkenalkan nama om Andrian Prayoga atau kalian bisa panggil om dengan panggilan om Rian atau uncle James!" tuturnya pelan dengan menyodorkan tangannya di depan Kean dan Lean, serta memberikan senyuman manis kepada mereka berdua. 


Sedangkan Kean dan Lean hanya diam saja, mereka tidak menanggapi perkenalan Andrian. Bahkan sebaliknya, mereka menatap Andrian  dengan sorot mata tajam, serta menekuk tangan didepan dada. Hal itu membuat Rian sedikit canggung, lalu menarik tangannya kembali dengan menggaruk tekuk lehernya yang tak terasa gatal itu. Hal itu menandakan bahwa Rian sedang malu dan canggung.


Melihat sikap kean dan Lean, kembali seperti biasanya , membuat Dira hanya bisa menghela nafas panjang. 


"Kalian gak boleh gitu dong… sama om Rian, gak sopan! Ayo salim dan  cium tangan sama om Rian" celetuk Dira yang tidak mendapatkan respon yang baik dari anak-anaknya. Justru mereka pergi melenggang meninggalkan Rian dan Dira yang masih berdiri mematung di depan lobi. 

__ADS_1


" Maafkan sikap anak-anakku ya Ri, mereka memang seperti itu, Kalau dengan pria yang baru pertama kali mereka temui!"ujarnya kepada Rian dengan raut wajah yang merasa bersalah. 


" Iya, gapapa Dir. Aku ngerti kok! Santai aja, oh ya kalian mau kemana? Kok sudah rapi! "


" Kita mau ke panti asuhan Ri, kamu mau ikut juga? "tawar Dira.


Melihat mamanya yang masih saja berbicara dengan Rian, Kean dan Lean berteriak memanggil Dira. 


" Ma…. Ayo buruan, nanti telat! "teriak Lean dari kejauhan dengan wajah yang sudah kesal.


" Ya sudah… ayo kita pergi! , anak-anak kamu sudah manggil-manggil terus! "pungkas Rian. 


Setelah itu, mereka menyusul Kean dan Lean yang sudah berjalan lebih dulu menuju tempat parkir apartemen. 


Sesampainya di tempat parkir apartemen, Rian menawarkan untuk memakai mobilnya saja. Mereka pun setuju, karena Lean berpikir nanti pulangnya biar bisa bareng naik mobil papanya. 


Mobil sport putih itu terus melaju menuju ke panti asuhan yang dikatakan oleh Lean. 


......................


Semua persiapan telah selesaidi panti Asuhan pelita bunda. Terlihat Ken yang terus mondar-mondir tengah menunggu kedatangan anak-anaknya dan Dira.


Selang beberapa menit, deru suara mobil sport putih melaju memasuki kawasan panti asuhan pelita bunda. Ken yang melihat dari kejauhan mobil sport putih yang datang, merasa sedikit penasaran dan menyenggol Rendi.


"Apa ada orang lain yang datang?" tanyanya kepada Rendi.


"Sepertinya tidak ada boss!" jawab Rendi.


"Terus itu mobil siapa?"


Ken terus menatap ke arah mobil itu, menanti siapa yang datang. Setelah melihat siapa yang turun dari mobil itu, Ken terbelalak dan terkejut. Ternyata....


...****************...


semoga suka ya....


Happy weekend guys... Stay healthy buat kalian semua.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan klik Favoritnya ya...


__ADS_2