
Suara gemericik air mengalir membasahi tubuhnya, ketika air sampai di salah satu titik terasa perih di area kewanitaanya sampai membuatnya mengernyitkan bibir. Selesai membasahi tubuhnya segera ia masuk kedalam bathub untuk berendam dengan air hangat sebentar agar tubuhnya merasa rileks.
Setelah merasa cukup ia segera mengenakan bathrobe untuk menutupi tubuhnya, ia berjalan perlahan keluar dari kamar mandi menuju walk in closet. Selesai memakai pakaiannya segera ia menyusul suaminya yang sudah duduk diatas sajadah, bibirnya terus mengucapkan kalimat-kalimat dzikir serta jari tangan yang terus memainkan tasbih.
Dira tersenyum bahagia ketika melihat perubahan suaminya semakin hari menjadi seorang imam yang lebih baik lagi.
Terimakasih ya Allah karena engkau telah mengirimkan lelaki itu dalam hidupku, serta memberikan hidayah untuknya menjadi seorang muslim yang lebih dekat lagi dengan-Mu. Batin Dira.
Deru suara langkah terdengar mulai mendekat, melihat Dira yang sudah datang, Ken tersenyum dan segera berdiri untuk menjadi imam sholat bagi istrinya.
Setelah menyelesaikan kewajibannya sebagai umat muslim, Dira mulai membuka dan melipat mukenanya untuk melanjutkan rutinitasnya di pagi hari.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Ken yang melihat istrinya ingin pergi.
"Mau turun ke dapur, masak buat sarapan mas," jawabnya.
"Hari ini kamu libur dulu aja masaknya, bukankah berjalan saja kamu kesakitan. Tadi mas sudah bilang kok sama maid agar mereka yang memasak untuk sarapan hari ini," jelasnya.
Dira hanya terdiam. Mas Ken kok sadar sih kalau aku sedikit kesakitan saat jalan. Apa terlalu terlihat ya?.
Melihat Dira yang hanya diam berdiri, Ken mulai mendekati istrinya dan memeluknya.
" Oh ya sayang, sebenarnya mas mau bilang ini dari kemarin tapi lupa terus. Kamu ikut mas dinas ke paris ya, sekalian kita honeymoon," pintanya.
"Em … anak-anak gimana?"
"Anak-anak ya di rumah lah sayang, mereka kan harus sekolah lagian di rumah juga ada mama dan para maid yang jaga mereka. Mau ya …?" pinta Ken dengan wajah yang memohon serta kerlingan mata.
Dira adalah wanita yang paling tidak bisa menolak jika sudah ada yang memohon kepada dirinya dengan memperlihatkan wajah seperti ini.
" Kalau aku sih mau aja, tapi kita bilang sama mama dan anak-anak dulu ya? " ucapnya yang diangguki oleh ken serta sebuah ciuman yang bertubi-tubi ke wajahnya, sampai Dira merasa geli sendiri dengan sikap suaminya ini.
Karena masih terlalu pagi, Ken memanfaatkan waktu untuk mengecek pekerjaannya sebentar sambil di temani istri tercintanya duduk di sofa. Hari ini dia ada meeting bersama klien di luar kantor sampai sore, sehingga dia meminta Dira untuk ke Apartemen dengan membawa pakaian yang akan mereka bawa ke paris selama 3 hari.
......................
__ADS_1
Di dalam ruangan serba putih, terlihat seorang pria tengah memasang dasi dan merapikan pakaiannya untuk bersiap-siap berangkat ke kantor. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya dari luar, segera ia membukakan pintu itu.
"Good mor-ning mas Rendi ganteng … Ma sya Allah ganteng sekali ciptaanmu ini ya Allah …" ucap Lala yang tak berkedip ketika melihat Rendi yang datang untuk membukakan pintu.
" Ada perlu apa ya la?"
"Em … lala kesini hanya mau nganterin sarapan buat mas Rendi aja kok," ujarnya dengan menyodorkan sebuah nampan yang berisi nasi goreng, susu dan buah.
Ketika Rendi ingin mengambil nampan itu, lala masih saja memegang nampan dan menatapnya dengan tatapan yang terpesona sampai tak berkedip sedikitpun. Hal itu membuat Rendi kesal dan risih.
"La … ini makanannya mau di kasihan ke aku apa gak sih? Kenapa masih di pegangin terus …" cetus Rendi yang sudah mulai geram dengan sikap lala. Sedang kan lala hanya tersenyum dan melepaskan nampan itu prlahan.
"Lala kan cuman takut kalau makanannya jatuh mas Rendi …" ucapnya dengan mengerlingkan mata.
Rendi hanya menghela nafas panjang lalu menutup lagi pintu kamarnya dengan sedikit keras.
"Ya elah … gitu aja marah … ih … lala makin gemes deh sama mas ganteng satu ini," ujar Lala yang kehilangan melihat ketampanan Rendi.
Setelah itu lala pergi untuk kembali ke rumah utama keluarga Fabio.
......................
"Sudah selesai." ucapnya dengan merapikan kembali jas suaminya.
Setelah itu mereka berdua turun untuk sarapan bersama. Kean, Lean dan Carol sudah duduk di meja makan sesang menunggu mereka keluar. Lagi-lagi mereka datang paling akhir.
Ken menyiapkan tempat duduk untuk Dira dan Dira mengucapkan terimakasih sambil tersenyum, Carol yang melihat adegan ini hanya bisa tersenyum geli melihat keromantisan mereka berdua.
"Kalian itu ya …. pagi-pagi udah tebar keromantisan aja!" sindir Carol.
"Mama Kenapa? Iri? Kalau mama iri, mama boleh kok nikah lagi. Dari dulu Ken juga gak pernah melarang mama untuk menikah lagi kan?" celetuk Ken yang seketika mendapatkan sebuah cubitan kecil dari istrinya.
"Au .. Sakit sayang … kok mas yang di cubit sih!" gerutu Ken.
__ADS_1
"Habisnya mas gak sopan bicara begitu sama mama!" jelasnya dengan memasang wajah garang.
Carol yang melihat mereka berdebat hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Yang dikatakan papa ada benernya juga kok ma, Kalau oma nikah lagi nanti kita kan punya opa baru ya kan kak?" ujar Lean dengan menatap kakak dan papanya.
Melihat ucapan anaknya, Dira dan Carol hanya terbelalak dan menghentikan makanan yang hampir masuk kedalam mulutnya. Sedangkan ketiga pria itu bertos ria karena mereka bersekutu.
" Lean... Gak sopan ngomong begitu tentang oma! Minta maaf sama oma, " tegur Dira dengan tatapan tajam.
"Iya ma maaf, Lean minta maaf ya oma...." ujar Lean yang sudah menundukkan kepalanya
"Iya, Udah Dir mereka juga masih anak-anak. Lagian kalau bukan Ken yang berkata seperti itu duluan, mereka juga tidak akan bicara seperti itu," tungkas Carol.
Sedangkan Ken juga hanya bisa menundukkan kepala, melihat lirikan tajam dari istrinya yang seperti singa yang ingin marah.
Setelah pembicaraan itu, suasana meja makan menjadi canggung dan tegang. Selesai menyelesaikan sarapanya, Dira mulai membuka suara.
"Oh ya Ma, Dira mau pamit nemenin Mas Ken dinas ke paris 3 hari . Jadi, Dira titip anak-anak boleh?"
Carol hanya tersenyum melihat menantunya yang sopan itu.
"Boleh dong sayang ... Jangankan 3 hari mau seminggu atau sebulan juga boleh, Mama jadi tambah seneng kalau kamu nemenin Ken pergi bisnis di luar Negeri sekalian kalian bisa honeymoon. Terus pulang-pulangnya bawa kabar gembira buat mama," kata Carol yang lebih antusias lagi mendengar mereka akan pergi honeymoon alih-alih pergi urusan bisnis.
" Loh kita gak di ajak ma? " tanya Lean yang sedikit kesal karena tidak diajak ke luar Negeri.
" Kalian kan sekolah sayang, Mama sama Papa cuman 3 hari aja kok," bujuk Dira.
"Sudah... Kalian di rumah aja sama oma, nanti oma akan bawa kalian jalan-jalan kemanapun yang kalian mau ketika kalian liburan sekolah. Kalau sekarang kalian ikut, Mama sama papa gak jadi buatin kalian adek, mau?"
"Emangnya kalau buat adek harus ke paris ya Oma?" tanya Kean.
Mendengar pertanyaan dari Kean, tiga orang dewasa itu terdiam dan saling pandang satu sama lain karena bingung harus berkata apa dengan bocil satu ini.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote serta hadiahnya ya...
Kalian juga boleh mampir ke karya Author yang terbaru judulnya Can you love me My wife?