Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Obat penenang


__ADS_3

Melihat Samuel pergi tanpa memberi penjelasan apapun kepadanya, membuat Agatha semakin frustasi. Tiba-tiba wajah Anne terlintas dalam pikirannya, Agatha segera mengambil ponselnya untuk menelpon  Anne.


Agatha : Halo Anne, apakah Kamu sibuk sayang? Mama ingin bertemu. 


Anne : Tidak Ma, Mama mau kita ketemu dimana? 


Agatha : Di Cafe tempat Kita bertemu sebelumnya aja sayang. 


Anne : Oke, Ma. 


Setelah panggilan dimatikan, Agatha segera mengganti pakaiannya. Saat mengambil pakaian, tiba-tiba Ia melihat scarf yang di belikan Anne kemarin. Agatha mengambilnya lalu mencoba memakainya sendiri di depan kaca. 


Kenapa terasa sangat nyaman sekali ketika Aku menggunakan ini? Jika memakai scarf seperti ini kenapa Aku terlihat seperti Mama Anne yang sudah meninggal?  Mamanya Anne ... meninggal jatuh dari tebing, kenapa hampir sama dengan mimpi burukku selama ini tentang seorang wanita jatuh dari atas tebing ke dasar laut? Apa sebenarnya itu bukanlah hanya sekedar mimpi buruk, tetapi kejadian yang pernah Aku alami? Jangan-jangan Samuel sudah berbohong tentang kecelakaan yang terjadi denganku? Batin Agatha. 


Begitu banyak sekali pertanyaan dalam pikirannya jika Samuel tidak mau jujur mungkin Agatha memang harus mencari tahu sendiri. Ia tidak mau terus hidup seperti ini, Ia ingin hidup tenang tanpa terus bermimpi buruk.


Selesai bersiap-siap, Agatha segera pergi dari hotel untuk menemui Anne di cafe yang tidak jauh dari hotel tempatnya menginap. 


Sesampainya di Cafe, Ia mengedarkan pandangan untuk mencari tempat yang nyaman dan jauh dari pengunjung lainnya. Akhirnya Agatha menemukan sebuah meja di pojok sisi kanan Cafe, Ia berjalan menuju meja itu. 


Tak lama kemudian, ada seorang waiter datang untuk memberikan buku menu. Selesai memesan minuman dan camilan, waiter wanita itu pergi meninggalkan Agatha untuk memproses pesanannya. 


Agatha menatap nanar ke arah jendela yang memperlihatkan para pejalan kaki serta hiruk pikuk lalu lintas kota jakarta. Tinggal di Indonesia terasa lebih nyaman daripada tinggal di New York seperti kembali ke rumah.


***


Di sisi lain, terlihat seorang wanita cantik turun dari tangga dengan perasaan yang begitu bahagia karena ingin bertemu dengan mama sementaranya. 


"Mau kemana, Non? Kok sudah cantik sekali?" tanya seorang maid dengan rambut pendek. 


"Mau ketemu seseorang Mbak, yauda kalau gitu Anne pergi dulu ya … Assalamualaikum," pamitnya yang segera berlari keluar dari rumah. 


"Waalaikumsalam," jawabnya sambil geleng-geleng saat melihat wajah Anne yang terlihat begitu bahagia.

__ADS_1


Apa jangan-jangan Nona Anne sudah memiliki kekasih? Ah, bukan urusanku juga! Batin maid itu lalu kembali meneruskan pekerjaannya untuk membersihkan rumah.


Anne buru-buru karena takut kalau Agatha nanti menunggunya lama apalagi jarak rumah dan Cafe cukup jauh. Ketika sampai  di depan rumah, sudah ada dua orang bodyguard yang siap siaga di depan pintu. 


" Selamat pagi, Non. Apakah Anda mau pergi?" sapa dua bodyguard itu dan dijawab dengan sebuah anggukan  oleh Anne. Menandakan bahwa Ia memang akan keluar. 


"Silahkan masuk, Non," ucapnya sambil membuka pintu mobil. 


Anne mengerutkan kening karena tidak mengerti kenapa bodyguard itu menyuruhnya masuk kedalam mobil segala. 


"Kalian ngapain bukakan saya pintu? Pak Kemal mana?" tanyanya. 


"Pak kemal masih izin cuti, Non. Jadi, kami berdua yang akan mengantar sekaligus menjaga Anda mulai hari ini,"pungkas salah satu dari bodyguard itu. 


" Saya bisa pergi sendiri! Jadi gak butuh kalian berdua! "cetusnya, lalu segera pergi untuk memesan taxi. Namun, ketika berjalan tiga langkah saja, bodyguard itu langsung berdiri di depan Anne untuk menghalanginya pergi. 


" Maafkan Kami, Non kalau sudah tidak sopan, tapi ini adalah perintah khusus dari Tuan untuk selalu menjaga kemanapun Anda pergi," jelasnya. 


Anne duduk bersandar di kursi penumpang dengan wajah kesalnya, Ia mencoba menelpon Ken untuk protes. 


Anne : Halo Assalamualaikum, Pa. Papa kok kasih dua orang  wajah datar ini untuk jagain Anne, sih! 


Ken : Waalaikumsalam … kalau ngomong sama orang tua yang sopan dong Anne, masak Papa belum jawab salam sudah main protes gitu. Papa memang sengaja menyuruh mereka untuk jaga, Anne biar Papa lebih tenang saat gak bersama, Anne. 


Anne : Tapi, Anne kan sudah dewasa, Pa. Masak kemana-mana masih harus di jaga sama bodyguard. 'kan malu! 


Ken : Keselamatan Kamu itu jauh lebih penting daripada rasa malu, Anne. 


Mendengar ucapan Ken yang seperti tidak bisa diganggu gugat membuat Anne mematikan panggilannya sepihak. Anne menghembuskan nafas panjang lalu melihat ke arah jendela. Ia sangat tidak suka sekali dengan sikap Ken yang seperti ini, sebenarnya Ia juga ingin bebas seperti Nala, atau Sabrina. Mempunyai ayah super protektif juga membuatnya merasa 'tak senang, dia bukanlah anak presiden ataupun ketua geng mafia. Namun, di jaga jauh lebih ketat daripada mereka . 


Papa kenapa lagi, sih! Bukankah kemarin sudah tidak memberikan bodyguard. Kenapa sekarang ada lagi! Gerutunya dalam hati.


Tak lama kemudian, Ia sampai juga di Cafe. 

__ADS_1


"Kalian jaga jarak sama Saya! Jangan terlalu dekat,"pinta Anne. 


" Tapi, Non—" 


" Gak ada tapi! Kalau Kalian gak nurut, Saya akan teriak bilang kalau kalian adalah penculik! "ancam Anne. 


Kedua bodyguard itu saling tatap, dan kemudian menyetujui untuk jaga jarak dengannya. Setelah melihat mereka berdua setuju, Anne segera masuk ke dalam Cafe. 


Ketika sudah memasuki cafe, Anne mengedarkan pandangan untuk mencari dimana keberadaan Agatha. Saat matanya berhenti pada satu titik, Ia tersenyum melihat wanita itu menggunakan scarf pemberiannya. Anne segera berjalan menghampiri Agatha. 


"Maaf ya, Ma. Anne telat!" ucapnya dengan senyuman mengembang. 


Agatha tersenyum melihat apa yang dipakai Anne hari ini adalah pemberiannya semua. 


"Gapapa Sayang. Kamu sangat cantik hari ini, Anne,"puji Agatha. 


" Mama juga sangat cantik kalau memakai hijab, "balasnya. 


Melihat senyum di wajah anak saja sudah bisa membuat hati Agatha sedikit lebih tenang dan nyaman sekali. Tiba-tiba Agatha berdiri dari duduknya lalu memeluk Anne. Saat ini dia sedang membutuhkan sebuah pelukan seperti ini. Apalagi Pelukan Anne sangat terasa hangat dan nyaman sekali bagaikan obat penenang baginya. 


***


Hari ini Ken sedang mengecek bagaimana persiapan untuk acara ulang tahun perusahaan PT Fabio grup yang akan diselenggarakan di ballroom hotel xy nanti malam. Setelah menerima panggilan telepon dari Anne, Ken ingin masuk kembali ke dalam ruangan.


Namun, tanpa sengaja Ia melihat Samuel tengah bersama dua wanita muda dengan pakaian sexy masuk ke dalam lift. 


"Apa itu tadi benar Mr. Samuel? Dengan siapa, Dia? Kenapa terlihat seperti bukan Mrs. Agatha  istrinya! Apa jangan-jangan … astagfirullah hal adzim … Ken Istighfar gak boleh menuduh orang sembarangan, kemarin Kamu juga lihat, 'kan kalau hubungan mereka begitu romantis. Jadi, tidak mungkin kalau Mr. Samuel selingkuh dari istrinya."


...****************...


Banyak sekali yang bilang cepetan di satuin thor kasihan Dira dan anak-anaknya. Sabar ya... Semua butuh proses biar alurnya tertata rapi, saat waktunya tiba pasti akan bersatu kok.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya....

__ADS_1


__ADS_2