Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Surprise for Kean & Lean


__ADS_3

Setelah pulang dari kediaman Fabio, raut wajah Niken terus saja cemberut karena ia merasa kesal karena usahanya hari ini hanya sia-sia. Melihat Niken sudah datang dengan wajah yang di tekuk membuat Danang mengernyitkan dahi.


"Kamu habis darimana bu? Kok baru pulang, dan kenapa wajahnya di tekuk seperti itu? Apa ada masalah?"


"Gak usah Kepo!" jawab Niken dengan ketus lalu pergi masuk kedalam kamar.


"Kok kamu gak sopan seperti itu sama ayah? Memangnya ayah salah apa?" tanya Danang yang tak mengerti kenapa sikap Niken seperti itu.


Mendengar Danang yang masih terus bertanya Niken membalikkan badannya. "Kamu masih nanya salah kamu apa? Yang salah itu bukan kamu, tapi aku yang bodoh karena masih mau bertahan sama orang miskin dan penyakitan seperti kamu!" pungkasnya dengan nada yang cukup tinggi.


Ucapan yang di katakan Niken bagaikan pedang yang menusuk relung hatinya. Sungguh sangat sakit karena di hina seperti itu dengan istrinya sendiri.


" Jadi kamu menyesal telah menikah sama ayah selama ini? "


" Ya, aku sangat-sangat menyesal menikah sama kamu gara-gara menikah sama kamu yang miskin ini aku sampai di katakan seperti pengemis, pemulung, serta orang gila karena berpakaian lusuh seperti ini!" imbuhnya yang sudah tak bisa lagi menahan emosinya.


" Apa kamu ke rumah suaami Dira? " tanya Danang menyelidik.


Niken tak menjawab pertanyaan dari Danang, hanya diam saja karena dia pergi diam-diam tanpa sepengetahuanya.


" Kenapa kamu diam saja? Jadi benar kamu kesana! Bukankah sudah ayah bilang jangan pernah ganggu kehidupan Dira lagi, sudah cukup kita membuat hidupnya menderita. Apa kamu masih belum sadar juga!..... Aa ...." Danang memegang jantungnya yang terasa sakit lagi. Nafasnya terasa sesak dan...


" Yah ... Ayah ... Tolong.... Ayah bangun yah ... " panggil Niken dengan terus menggoyangkan tubuh Danang. Ia merasa cemas kalau seandainya sampai Danang meninggal, bisa-bisa tidak akan ada alasan lagi untuk dia meminta uang sama Dira.


......................


Dalam perjalanan menuju resort Kean dan Lean terus memandangi pemandangan sekitar yang sangat indah lewat jendela. Udara di sini sangat segar dan bersih daripada kota jakarta yang penuh dengan polusi di mana-mana.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka  tiba juga di Fabio Resort. Di depan pintu masuk Resort sudah begitu banyak para pelayan serta pegawai yang menyambut kedatangan mereka. 


Resort ini memang di kosongkan hanya khusus keluarga Fabio untuk 2 hari kedepan. Melihat mobil yang telah berhenti Kean dan Lean sangat antusias untuk segera turun dari mobil. Ketika mereka turun dari mobil, seorang kepala Resort segera menghampirinya dengan memakaikan sebuah mahkota pangeran kepada kedua anak kembar itu, serta ada pelayan yang menuntun mereka untuk masuk ke dalam Resort.

__ADS_1


"Selamat datang di Fabio Resort Tuan dan nyonya muda …" sapa semua pegawai di sana sambil menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada pemilik Resort ini. 


Ken berjalan sambil melingkarkan tanganya di pinggang istrinya ikut masuk kedalam resort. Sedangakn Carol sudah tiba terlebih dulu bersama para maid untuk menyiapakan kejutan buat Kean dan Lean.


Di saat memasuki resort Kean dan Lean dibuat terkejut lagi dengan sebuah dekorasi bertemakan astronot di sana. Aura bahagia begitu terpancar di wajah kedua anak kembar itu ketika melihat tulisan. 


Keane & Leanne Are turning six.


Terdengar juga suara bunyi party popper yang mengeluarkan serbuk kertas menghujani tubuh mereka , serta tiupan terompet mini dari para maid yang memeriahkan acara ini.



"Selamat ulang tahun anak mama sama papa," ucap Dira dan Ken bersamaan yang sudah ada di belakang mereka.


Tiba-tiba datanglah Carol dengan mendorong sebuah kue ulang tahun yang juga bertemakan astronot. Meskipun Kedua anak kembar itu memiliki keahlian berbeda, tetapi mereka tetap sama-sama sangat suka sekali dengan astronot, galaxy, serta dunia angkasa sampai dekorasi kamar mereka juga di desain seperti ada di luar angkasa. 


"Selamat ulang tahun Cucu-cucu oma," ucap Carol yang sudah merentangkan tangan siap untuk memeluk mereka, dengan Cepat Kean dan Lean berhambur memeluk Carol. 


Pelukan itu sangat hangat sekali, Carol juga mencium puncak kepala mereka bergantian. Sedangkan Ken dan Dira juga tampak sangat bahagia melihat mereka ikut bahagia. 


"Kejutan apa pa?" tanya Lean antusias sekali ingin melihat kejutan apa yang di berikan oleh papanya.


"Kalian tutup mata dulu ya …" Ujar Ken yang sudah mulai menutup mata Kean dan Lean serta membawa mereka berjalan menuju ke suatu tempat. Selang beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat dimana kejutan nya di simpan. 


Di saat Ken mulai membuka penutup mata Kean dan Lean, kotak besar yang ada di depan mereka juga terbuka otomatis. Melihat kejutan apa yang diberikan oleh Ken mereka berdua terbelalak dan terkejut karena sangat bahagia.


"Itu hadiah buat kita  pa?" tanya Lean yang belum percaya bahwa Ken membelikan mobil Jeep yang mereka inginkan akhir-akhir ini.



__ADS_1


" Iya sayang, itu hadiah ulang tahun buat kalian dari mama sama papa. Apa kalian suka?"


"Kita suka sekali, Makasih ya pa …" ujar Kean dan Lean yang segera menghambur memeluk Ken karena merasa sangat bahagia. 


"Kalian tidak mengucapkan terimakasih sama mama ... " protes Dira yang sejak tadi diabaikan.


Mendengar mamanya yang protes, mereka segera berpindah haluan untuk memeluk Dira. 


"Kita juga sangat berterimakasih sama mama, karena selama ini mama yang sudah melahirkan kita ke dunia ini, serta mama yang selalu memberikan kasih sayang serta terus berusaha membuat kita selalu bahagia. Terimakasih ya ma.. Mama adalah malaikat buat kita." seru mereka di dekat telinga Dira.


" Sama-sama sayang, mama juga berharap semoga kalian bisa tumbuh jadi nak yang sholeh, pintar dan kelak bisa berguna bagi keluarga, nusa dan bangsa. " ujar Dira yang semakin mengeratkan pelukanya.


Tanpa terasa buliran putih mengalir membasahi kelopak matanya. Rasa haru serta bahagia menyelimutinya saat ini. Sungguh waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa seperti baru kemarin ia melahirkan dua anak kembar yang tampan itu, tapi sekarang mereka sudah besar dan menjadi anak yang sangat baik sekali.


Setelah berpelukan, mereka kembali merayakan ulang tahun serta mengucapkan doa sebagai bentuk rasa syukur karena masih di berikan hidup sampai saat ini.


Selesai acara ulang tahun, Kean sudah tidak sabar untuk bermain menaiki mobil jeep baru pembelian papa dan mamanya. Mereka bermain di tempat terbuka dengan senyuman yang mengembang di bibirnya, menandakan bahwa mereka sangat bahagia. D ok saat bermain Kean dan Lean ditemani oleh dua penjaga yang selalu mengikuti kemana saja mereka pergi. 


Setelah capek bermain mereka melanjutkan untuk menyegarkan diri dengar berenang di kolam serta menikmati pemandangan resort yang begitu indah.



Siang telah berganti malam, akibat bermain seharian membuat Kean dan Lean kecapekan. Sehingga habis sholat isya mereka langsung tidur di kamarnya. Sedangkan Ken dan Dira masih menikmati pemandangan malam dari jendela kamar sambil berpelukan untuk saling menghangatkan satu sama lain karena cuaca di resort sangat dingin.


"Sayang ... Dulu bagaimana kamu bisa melawati hidup sebagai wanita hamil tanpa suami dan keluarga di sisi kamu? Pasti berat kan? Maafkan mas ya, karena disaat itu mas tidak bisa menemani kamu."


" Mas gak perlu minta maaf, lagian Aku melewatinya dengan bahagia, karena dengan kehadiran mereka membuat hidupku lebih berarti lagi," ujar Dira dengan mengusap lembut tangan suaminya yang melingkar di perutnya.


......................


Maaf ya semalem gak bisa up karena Author ngetik tiba-tiba ketiduran. Jadi baru bisa lanjut sekarang...

__ADS_1


Semoga suka... Jangan lupa like, komen, vote, hadian bunga atau koinya ya...


Kalian juga bisa klik Favorit biar tahu kalau novel ini up


__ADS_2