
Melihat Ken dan Kean sudah datang membuat Brian tersenyum, Ia merasa senang melihat keluarga ini sangat kompak dan baik sekali.
Setelah semuanya berkumpul, Brian mencoba menarik nafas panjang sebelum memulai pembicaraanya.
"Apa Anda Suami Momy yang dulu?" tanya Brian dan di jawab sebuah anggukan kepala oleh Ken. "Bisakah Anda lebih mendekat karena tenaga saya tidak banyak kalau harus berbicara dengan jarak jauh." kondisi Brian saat ini memang masih dalam penyembuhan, sehingga energinya tak banyak. Jadi, untuk menghemat energinya, Ia meminta Ken untuk mendekat agar lebih mudah.
Tanpa berkata apapun, Ken melakukan permintaan Brian, dan berdiri di sisi samping ranjang Brian. Raut wajah semua orang yang ada di dalam ruangan itu, terlihat tegang sekali. Mereka sangat penasaran dengan apa yang ingin di ucapkan oleh Brian sampai meminta semuanya kumpul menjadi formasi lengkap.
"Saya panggil Anda Uncle saja ya?" Brian menatap Ken seakan ia sedang menanti jawabannya, dan pada akhirnya Ken menjawab Iya. Menandakan bahwa Ia setuju Di panggil Uncle oleh Brian.
"Uncle, apakah Anda masih mencintai Momy?"
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut saat mendengar ucapan Brian yang menanyakan apakah Ken masih mencintai Dira. Melihat Brian yang sudah kelewatan mengulik privasi, membuat Dira menghampirinya.
"Bri, Kamu kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu?" lirih Dira. Kemudiam Dira juga meminta maaf karena Brian sudah bersikap lancang.
"Sudahlah Mom, Bri hanya ingin tahu apakah uncle__"
"Ken," selanya saat mendengar Brian yang tak tau siapa namanya.
"Oh, Iya Uncle Ken. Bagaimana dengan pertanyaan saya? Bisakah Anda menjawabnya?" pinta Brian.
Ken menghembuskan nafas panjang." Ya, Saya masih mencintai Dira sama seperti dulu. Tidak pernah berubah sedikitpun, "pungkasnya.
Brian tersenyum ketika mendengar jawaban Ken yang sesuai dengan ekspetasinya. Brian menanyakan hal itu karena Dia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau saat ini Dira telah hidup bersama orang yang tulus mencintainya, bukan memanfaatkannya.
Sebenarnya Brian tahu kalau hubungan pernikahan Samuel dan Dira tak seharmonis apa yang mereka perlihatkan di depannya. Awalnya Brian tak menyadarinya, tapi lama - kelamaan melihat dari gelagat mereka berbicara selalu seperti ada penghalang di dalamnya membuat Brian curiga.
Setelah itu, Brian mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara samuel dan Dira selama ini. Ketika mengetahui apa permasalahan yang terjadi di antara mereka , Membuat Brian terkejut.
Awalnya Brian tak percaya bahwa Dira bukanlah Ibu kandungnya, melainkan Ibu pengganti yang memakai identitas Agatha. Bahkan bukan hanya itu saja, Brian juga mengetahui kalau selama ini Samuel suka bergonta ganti pasangan untuk melalukan one night stand.
__ADS_1
Ketika mengetahui hal itu, hati Brian sangat hancur. Ia tak mengira kalau selama ini mereka telah berpura-pura mesra di depannya, tetapi di belakang mereka bagaikan orang asing.
Sejak saat itu, Bri mulai tak menyukai Samuel. Ia telah melukai hati Dira. Meakipun Dira adalah ibu pengganti, tak seharusnya Samuel melakukan itu sehingga Bri memutuskan untuk mencari tahu siapa Dira sebenarnya.
Saat mengetahui kalau Dira merupakan seorang wanita yang mempunyai anak dan suami membuat Bri merasa bersalah. Apalagi Dira juga mempunyai anak yang usianya lebih kecil dari Bri, membuatnya semakin bersalah karena telah mengambi sosok ibu dari anak itu.
Hati Bri saat itu hancur, ada rasa bersalah dan dilema dalam hatinya. Ia sangat menyayangi Dira, tetapi di sisi lain dia telah merebut kebahagiaan milik orang lain. Lalu beberapa hari kemudian, Brian di kejutkan lagi dengan brita bahwa dokter memvonis dia memliki penyakit kanker otak stadium dua.
Bri merasa bebannya sangat berat, tapi itu mungkin rencana Tuhan agar dia bisa menyatukan kembali Dira dengan keluarganya. Setelah itu Bri menyusun rencana agar Dira kembali ke keluarganya.
Ketika Bri membaca semua artikel tentang suami Dira yang asli membuatnya tercengang karena pria itu masih setia mencintai istrinya. Setelah mengetahui itu semua, tekad Bri semakin bulat. Sebelum meninggal ia ingin menyatukan mereka kembali.
"Uncle bisakah turuti satu permintaanku?" tanyanya dengan wajah serius.
"Apa itu? Asalkan bukan melepaskam Dira untuk kembali bersama dengan Papamu aku akan menurutinya."
Brian tersenyum. "Bukan, Aku juga tak ingin Momy kembali dengan daddy."
Lalu ... apa sebenarnya keinginan anak ini! Batin Ken.
Apa maksud Bri mengatakan hal itu? Apa Dia sudah rela kalau Aku tak kembali bersama dengan Samuel? Batin Dira.
Suasana semakin menjadi tegang. Rasa penasaran menyeruak di hati semua orang yang ada di ruangan ini.
"Jika kamu tak menginginkan Dira kembali bersama dengan Samuel, lalu apa permintaanmu?"
"Permintaanku adalah ..." semua orang fokus dan antusias untuk mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh Brian.
"Sebelum Aku menjalani operasi, bisakah Anda dan Momy menikah lagi? Aku tak tahu apa yang akan terjadi ketika menjalani operasi. Jadi, sebelum menjalani operasi Aku ingin bisa menyaksikan Momy hidup bahagia bersama keluarganya lagi. Bisa kembalo bersama dengan pria yang tulus mencintainya, serta menjaga dan melindunginya kelak, " ungkap Bri.
Lagi-lagi Brian membuat semua orang terkejut dengan permintaanya. Tak ada satupum orang yang mengira bahwa itu adalah permintaan Brian. Menyatukan Dira dan Ken untuk bisa kembali bersama.
__ADS_1
Tiba-tiba Dira langsung memeluk Bri dengan bendungan air mata yang kini terlah terjun bebas membasahi pipi.
" Bri, jangan pernah berpikiran bahwa Kamu tidak akan selamat. Meskipun Momy sudah kembali bersama keluarga Momy yang sebenarnya, sampai kapanpun Kamu akan tetap menjadi anak Momy," ucapnya dengan sesegukan.
Apakah aku sudah salah menilai anak ini sebelumnya? Kenapa sekarang justru dia terlihat seperti sedang manyatukan mama dan papa. Bukan memisahkan. Batin Lean.
Ternyata pria ini baik juga, Dia sudah rela dan ikhlas untuk mengembalikan Mama. Ternyata Kamu bukanlah pria yang buruk! Batin Anne.
Kenapa sifat anak ini jauh berbeda dengan Samuel? Ternyata dia bukanlah anak yang jahat, tapi kasihan usianya tak lama lagi. Semoga Kamu bisa sembuh, sekarang aku tak masalah jika kamu masuk ke dalam keluargaku. Asalkan apa yang kau ucapkan itu adalah kebenaran. Batin Kean.
Ternyata Kamu benar-benar sudah melepaskan Agatha Bri, semoga kamu juga bahagia ya Bri. Aku berharap kamu masih bisa sembuh. Gumam Jessy.
Kenapa kondisinya menjadi haru begini? Aku kan jadi ikut sedih ... " batin Abi yang mencoba mengusap air matanya agar Anne tak melihatnya menangis.
" Kamu tenang saja Bri, akan kupastikan operasimu bisa berjalan lancar," pungkas Lean.
Dira melepaskan pelukannya, lalu mengatupkan kedua telapak tangannya ke wajah Brian.
"Kamu sudah dengar, Kan? Jangan pesimis dengan operasimu. Brian anak Momy adalah anak kuat dan hebat. Dia bisa melawan kanker yang menyerang tubuhnya saat ini. Jadi, Bri harus optimis kalau Bri akan sembuh dan bisa berkumpul dengan Momy, ya." Dira terus memandang Brian lekat-lekat, ia tak ingin begitu cepat kehilangan Brian.
Bagaimana pun juga Brian adalah anaknya, Dira berharap Brian bisa menjadi bagian dari keluarga Fabio.
" Bagaimana Uncle? Apakah anda bisa mengabulkan permintaanku? "tanyanya lagi ketika belum mendapatkan jawaban pasti dari Ken.
" Baiklah, Aku akan mewujudkannya, tetapi melakukan hal itu butuh waktu dan proses. Sebelum menikah, Dira harus kembali masuk islam terlebih dahulu. Baru kita akan melaksanakan akad, " jelas Ken.
Mendengar hal itu, Bri tersenyum bahagia. Keinginanya sebentar lagi akan tercapai.
...****************...
Gimana kejutannya? Apakah suka? Maaf semalam ketiduran, jadi gak up. Padahal pengen up 1 bab lagi sebelum tidur.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya yang banyak ya... Karena sebentar lagi. MAMA Dira akan. Menikah lagi dengan Papa Ken.