Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Anniversary PT. Fabio Grup


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Lean dan Anne, suasana hati Agatha terlihat jauh lebih tenang karena seperti mendapatkan setitik cahaya terang untuk mengetahui siapa dirinya.


Jika nanti kebenarannya menunjukkan bahwa Aku bukanlah Agatha momy Brian lalu siapa, Aku? Apakah Dira Mama Anne yang telah meninggal? Tapi kenapa Aku bisa tinggal di New York dan menjadi istri Sam? Apa yang telah terjadi sebenarnya? Otak, kenapa Kamu tidak bisa memberikan Aku petunjuk! Gerutu Agatha sambil memukul kepalanya di depan kaca, berharap ada ingatan yang bisa Ia ingat.


Namun, tetap sama. Ia belum bisa mengingat apapun tentang siapa dirinya, mungkin nanti ketika Ia sudah memulai pengobatanya. Saat Agatha masih terus melamun, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Tertulis nama Brian di layar ponsel itu.


Brian : Halo, Mom. Hows your holiday? is it fun?


Agatha : Hallo Bri. How are you there, Bri?


Brian : Im Fine.


Saat Agatha masih asik berbicara dengan brian di telepon, Ia mendengar suara pintu hotel terbuka sehingga Ia mencoba untuk melihat apakah itu Samuel yang datang.


"Kamu baru pulang, Sam?" tanya Agatha saat melihat Sam mau masuk ke dalam kamarnya.


"Ya," jawabnya singkat lalu masuk ke dalam kamar.


Agatha hanya bisa memperhatikan wajah kelelahan dari Sam, Ia tahu kalau Sam pasti habis menghabiskan waktu dengan para wanita bayaran. Ya begitulah kehidupan rumah tangga mereka yang tidak seperti kehidupan suami istri pada umumnya.


Pernikahan mereka terlihat seperti pernikahan di atas kertas tanpa adanya cinta hanya ada sebuah komitmen.


Komitmen untuk tidak ada perceraian di antara mereka karena Brian tidak akan menyukai hal itu dan akan membuatnya sedih. Brian adalah prioritas utama bagi Samuel sehingga apapun akan Ia lakukan asalkan Brian bahagia.


......................


Perang dingin masih terjadi antara Agatha dan Samuel, tetapi itu mereka simpan karena akan menghadiri sebuah acara.


"Ingat! Jalankan peranmu sebagai nyonya Samuel. Jadi, simpan dulu perang dingin si antara kita!"ujar Samuel yang hanya di angguki oleh Agatha.


Mungkin saat ini dia harus diam dan mengikuti permintaan Samuel terlebih dulu agar Ia tidak mengurungnya karena Agatha tahu bagaimana sifat Samuel ketika peraturannya di tentang.


Saat di dalam mobil hanya ada keheningan di antara mereka, tidak ada pembicaraan sedikitpun. Namun, setelah keluar dari mobil, Agatha sudah menggandeng mesra lengan Samuel. Ia mencoba untuk memperlihatkan senyuman bahagia di depan klien Samuel.

__ADS_1


Ketika memasuki ruang ballrom, kedatangan mereka langsung di sambut oleh sekertaris Ken. Sedangkan Ken, ketika melihat Samuel dan Agatha datang Ia langsung menyambutnya.


"Hello, Mr. Samuel dan Mrs. Agatha," Sapa Ken dengan menjabat tangan Sam dan Agatha bergantian.


"Hello Mr. Ken," sambut Samuel.


"Oh, ya. Bagaimana kesan Anda selama tinggal di Indonesia?" tanya Ken.


"Amazing, Saya sangat suka tinggal di sini!" sahut Agatha.


"Syukurlah kalau Anda sangat menyukai Indonesia," pungkas Ken.


Saat mengedarkan pandangannya untuk melihat tamu undangan yang datang, tanpa sengaja Agatha melihat sosok gadis cantik dengan memakai hijab.


Apa gadis itu Anne? dia datang ke acara seperti ini! Gumam Agatha melihat seorang gadis yang terlihat seperti anne dari kejauhan.


" Oh ya, Mr. Ken dimana putra Anda yang menciptakan sistem smart Home?" tanya Sam saat mereka tengah berbincang.


" Oh ... Ya, Saya hampir lupa untuk memperkenalkan putra Saya kepada Anda," ujarnya.


Beberapa jam sebelum acara di mulai.


Awalnya Ken berniat untuk mencegah Anne dan Lean datang ke acara anniversary perusahan PT Fabio grup karena Ia takut kalau mereka bertemu Agatha dan akan merasa sedih.


"Kenapa Papa tiba-tiba menyuruh kita untuk tidak datang? Bukankah biasanya Kita selalu datang," tolak Anne saat mendengar Ken menyuruh mereka untuk tidak datang.


"Iya, Pa. Kenapa hanya Anne dan Lean yang tidak di izinkan datang," timpal Lean yang diangguki oleh Anne.


"Em ... begini, bukankah Anne besok pagi harus sekolah dan Kamu kerja, kan? Takutnya kalian kecapekan karena acaranya akan selesai sangat malam" papar Ken untuk mencari alasan.


"Lean udah atur jadwal untuk masuk siang karena Lean tahu kalau acara malam ini bukan hanya anniversary perusahaan, tetapi juga kenaikan jabatan sekaligus peresmian kerjasama dengan perusahaan asing proyek yang Kak Kean buat. Jadi, Lean ingin hadir untuk mendampinginya," jelas Lean.


" Apa ada sesuatu yang Papa sembunyikan? "tanya Anne saat melihat wajah Ken yang tidak biasa.

__ADS_1


Karena tidak mendapatkan alasan lagi untuk mencegah mereka agar tidak datang, terpaksa Ken menyetujui mereka datang.


" Mr. Ken, "panggil Samuel saat melihat Ken yang justru melamun.


" Oh, Iya. Sorry Mr, Samuel saya sedikit kurang fokus, " ujar Ken yang sedikit kaget dengan panggilan Sam.


" Apakah ada masalah, Mr. Ken? "tanya Agatha yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Ken.


Setelah itu, mereka bertiga pergi untuk menemui Kean, Lean dan Anne di meja mereka. Sesampainya di meja itu, Agatha terbelalak ketika melihat Anne, Lean dan juga seorang pria muda mirip Lean juga berdiri di sana.


Ke empat orang itu saling pandang merasa terkejut karena mereka bisa bertemu di acara ini, tetapi yang paling terkejut adalah Kean. Ia terus menatap Agatha tanpa berkedip sedikitpun.


"Mama___" lirih Kean yang di dengar oleh Anne dan Lean.


Saat melihat Kean ingin menghampiri Agatha, Lean langsung menghalanginya, serta memberikan Kean kode untuk jangan menghampiri Agatha.


"Oh, ya anak-anak. Perkenalkan ini Mr. Samuel dan istrinya Mrs. Agatha," ucap Ken yang memperkenalkan mereka.


Anak-anak? Jadi mereka adalah anak dari Mr Ken? Pantas saja saat bertemu pertama kali, tatapan Mr Ken sama dengan tatapan Lean dan juga saudara kembarnya saat ini.


Kean langsung menatap ke arah Ken untuk mendapatkan sebuah penjelasan tentang ucapannya barusan.


Sedangkan Agatha tiba-tiba merasa kepalanya sakit, serta mimpi itu terlintas kembali. Namun, gambar mereka terlihat sangat jelas.


Melihat Agatha yang memegang kepalanya seperti sedang kesakitan, membuat anne, dan Lean segera berlari untuk menangkap Agatha karena jarak mereka paling dekat dengannya.


"Tan ... Tante, kenapa?" panggil Lean saat melihat Agatha yang sudah tidak sadarkan diri. Lean segera menggendong Agatha untuk keluar dari ruangan.


Melihat kepanikan yang tidak biasa di antara anak-anak Ken, membuat Samuel merasa aneh. Bahkan wajah mereka terlihat jauh lebih khawatir darinya.


Siapa mereka? Kenapa begitu peduli dengan Agatha? Batin Samuel.


Saat ini, Lean telah membawa Agatha ke ruang istirahat yang tidak jauh dari ballrom hotel. Ia segera memeriksa kondisi Agatha.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2