Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Masak malam-malam (S2)


__ADS_3

Melihat Kemal yang masih tak sadarkan diri, terpaksa Kean dan Anne membawanya masuk kedalam mobil sehingga Kean yang mengemudikan mobil.


Setelah sadar, Kemal bagaikan patung hidup yang terus diam dan tak percaya bahwa Dira hidup kembali, apalagi dia menyaksikan bagaimana terpuruknya Ken saat tidak bisa menemukan jasad Dira.


"Pak Kemal kenapa? Apa masih syok?" tanya Kean yang diangguki oleh Kemal.


"Apakah melihat Saya masih hidup begitu mengejutkan banyak orang?" timpal Dira.


Kemal masih terdiam, bibirnya terasa kelu tidak bisa mengucapkan sepatah katapun untuk menjawab pertanyaan Dira.


"Tentu saja Pak Kemal syok Ma karena beliau adalah orang yang ikut memantau pencarian Mama saat itu. Jadi, Pak Kemal tentu terkejut saat melihat Mama masih hidup," jawab Kean yang masih fokus mengemudi.


Sedangkan Anne sudah tertidur sambil memeluk lengan Dira seperti tak mau lepas darinya. Selama ini Anne memang besar tanpa kasih sayang seorang Ibu sehingga ketika mengetahui bahwa Mamanya masih hidup Ia sangat bahagia sekali.


Sesampainya di kediaman Fabio, Pak Kemal segera turun dari mobil lalu membukakan pintu rumah. Sedangkan Kean mencoba menggendong Anne yang masih tertidur untuk masuk ke rumah dan Dira mengekor di belakangnya.


Suasana rumah terlihat sepi, hanya ada beberapa maid yang masih terjaga. Saat melihat ada wanita dewasa mengekor di belakang Kean, mereka hanya menyapa dengan ramah sambil membatin dalam hati.


Siapa wanita dewasa itu? Tumben ada wanita bertamu di malam hari!


Selama ini memang jarang sekali ada tamu wanita dewasa masuk ke rumah ini , mungkin hanya Chika dan senja, itupun sudah lama sekali mereka tidak datang bertamu.


Sesampainya di kamar Anne, Kean meletakkan Anne di atas ranjangnya. Sedangkan Dira membantu membantu membersihkan make up Anne.


"Mama mau istirahat di kamar Anne atau___?" tanya Kean.


" Mama istirahat di sini saja," jawabnya dengan tersenyum.


"Kalau begitu Kean tinggal dulu ya, biar Mama juga bisa istirahat. Kita lanjut bicara besok pagi," pungkasnya yang diangguki oleh Dira.


Sebelum pergi, Kean kembali memeluk Dira dengan hangat. Ia benar-benar merasa bersyukur bisa merasakan pelukan hangat yang sangat ia rindukan.


Setelah merasa cukup, Kean keluar dari kamar Anne. Sedangkan Dira mengedarkan pandangan untuk melihat ke sekeliling kamar Anne. Nuansa kamar ini terlihat feminim sekali dengan warna perpaduan pink dan abu pastel, tiba-tiba netranya terhenti saat melihat sebuah lukisan besar potret keluarga lengkap.


Dira tersenyum saat bisa melihat lukisan wajah - wajah yang muncul dalam mimpinya. Ia terus melihat ke sekeliling kamar itu, banyak sekali potret kebersamaan keluarga ini yang di ambil. Namun, tak ada dirinya dalam foto dimana Anne, Kean, dan Lean tumbuh kembang sampai mereka menjadi sebesar ini.


Maafkan Mama ya ... Karena Mama telah melewatkan pertumbuhan kalian selama ini. Batinya sambil memandangi foto-foto itu.

__ADS_1


Setelah cukup lama melihat isi kamar Anne, rasa kantuk menghinggapi dirinya dan membuat Dira tertidur di samping Anne sambil memeluknya.


***


Saat Ken dan Lean sampai di rumah, suasana kediaman Fabio terlihat begitu sepi.


"Apa mungkin semuanya sudah tertidur?" lirih Lean saat melihat sudah tidak ada decitan sama seki.


"Yasudah Kamu cepet istirahat saja, besok harus kerja, kan?" ujar Ken yang diangguki oleh Lean.


"Tapi, Pa___" Lean tidak melanjutkan ucapannya.


"Kamu tidak perlu khawatir, masih ada hari esok untuk berbicara bersama Mama," pungkas Ken.


Setelah itu Lean pamit kembali ke kamarnya untuk istirahat terlebih dahulu. Begitupun dengan Ken, dia juga pergi ke kamarnya. Namun, saat ingin membuka pintu kamar, langkahnya tiba-tiba terhenti dan perasaanya ingin sekali melihat Dira terlebih dahulu.


Jadi, Ia memberanikan diri pergi ke kamar Anne. Sesampainya di pintu kamar Anne, entah kenapa ada perasaan ragu untuk membuka pintu yang tidak terkunci itu.


Setelah cukup lama berpikir, akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Anne. Lampu kamar itu telah di matikan, tersisa lampu tidur yang masih menyala di dekat ranjang Anne.


Di ranjang Queen size itu terlihat dua orang wanita yang tidur sambil berpelukan, Ken tersenyum dan berjalan perlahan agar tidak membangunkan mereka.


Saat Ken melangkahkan Kakinya untuk pergi, tiba-tiba ...


"Mas," panggil Dira dengan pelan.


Suara panggilan itu, mampu membuat ken menghentikan langkahnya lalu berbalik arah.


"Mas, baru pulang?" tanya Dira yang sudah duduk dari tidurnya.


"Eh ... Iya. Kamu istirahat saja, ini sudah malam," pungkas Ken.


Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan berbunyi.


Dira tersenyum saat melihat wajah Ken yang terlihat malu karena perutnya berbunyi.


"Mas lapar? Mau aku buatkan makanan?" tawar Dira.

__ADS_1


"Em ... Gak usah, Kamu istirahat saja. Aku bisa mengurusnya sendiri kok," jawab Ken.


Namun, Agatha tetap turun dari ranjang dan memaksa ingin membuatkan Ken makanan. Lagian Ia juga sudah tidak mengantuk lagi.


"Mrs A ... eh, maksudnya, Dira. Aku bisa melakukannya sendiri jadi Kamu gak perlu repot-repot untuk membuatkan makanan," ucap Ken dengan ekspresi sedikit canggung karena hampir salah memanggil nama.


Dira hanya tersenyum melihat Ken yang salah tingkah begini, Ia tidak menghiraukan ucapan Ken dan membuka kulkas untuk mencari bahan untuk Ia masak.


" Mas mau makan apa?" tawar Dira.


"Apa saja boleh," jawabnya.


"Spaghetti, atau__?"


"Spaghetti saja," pungkas Ken.


Setelah itu, Dira mengambil bahan-bahan untuk membuat Spaghetti di dalam kulkas. Untung saja isi di dalam kulkas begitu lengkap sehingga Ia tidak kesulitan dalam memilih menu apa untuk di masak.


Meskipun Ia hilang ingatan, entah kenapa Ia tidak kesulitan saat mencari atau memakai barang-barang yang ada di dapur ini. Ken terus menatap punggung Dira yang masih sibuk bergelut dengan berbagai bahan makanan, ingatan kejadian masa lalu terlintas kembali.


Dimana dia akan menemani Dira seperti ini saat tiba-tiba kelaparan di malam hari. Setelah beberapa menit, Dira datang dengan membawa nampan berisi sepiring spaghetti Aglio olio.


"Silahkan dimakan, mas," ucapnya setelah meletakkan spaghetti itu di depan Ken.


"Makasih ya, tapi kenapa hanya satu? Kamu gak ikutan makan?" tanya Ken saat melihat hanya ada sepiring spaghetti.


"Mas aja yang makan, aku gak pernah makan di malam hari," ujarnya dengan tersenyum.


Suasananya memang masih terlihat begitu canggung, tetapi Dira berusaha mencoba untuk lebih berinisiatif agar lebih mencair sedikit. Ia tahu kalau Ken masih syok dan sulit menerima keadaan ini, begitupun dengan dia. Namun, entah kenapa dia merasa ingin lebih berinisiatif.


Saat memakan spaghetti itu, tiba-tiba Ken terdiam.


Rasanya masih sama seperti dulu, tidak berubah! Batinya.


"Apakah rasanya tudak enak, mas?" tanya dira saat melihat Ken terdiam tidak melanjutkan makannya.


"Nggak kok, enak!" jawabnya lalu kembali menyantap spaghetti itu sampai tandas.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2