
Bumi terus berputar, waktu terus berjalan tanpa berhenti, siang dan malam silih berganti datang. Hari, minggu, bulan telah terlewati sampai tidak terasa usia Anne sudah satu tahun. Untuk merayakan ulang tahun Anne yang pertama, Keluarga Fabio pergi berlibur bersama ke bali.
Awalnya mereka ingin liburan keluar Negeri bersama, tetapi Kean dan Lean masih sekolah dan hanya mempunyai libur dua hari sehingga Dira memutuskan cukup liburan ke bali saja.
Jika Dira dan Ken disibukkan dengan acara ulang tahun Anne yang pertama, berbeda dengan Aron, Chika, Senja, dan Rian sibuk mengurus bayi mereka yang baru saja lahir.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Carol untuk memastikan kembali sebelum mereka berangkat.
"Siap Oma …" Seru Kean dan Lean serentak.
Mereka benar-benar sangat antusias saat mendengar akan berlinur ke bali dua hari sampai sudah membuat list apa saja yang akan dilakukan saat di bali nanti.
Melihat semuanya sudah siap serta tak ada lagi yang tertinggal, mereka semua memasuki mobil untuk berangkat ke bandara.
4o menit telah berlalu dan akhirnya mereka sampai juga di bandara. Sesampainya di bandara mereka semua turun dari mobil, lalu berjalan menuju gate penerbangan jet pribadi.
Saat akan memasuki pesawat, Para pramugari dan pilot berjejer menyambut kedatangan keluarga pemilik Jet.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya," sapa serentak dari para pramugari dan pilot.
Setelah itu, rombongan keluarga Fabio memasuki pesawat dan duduk di tempatnya masing-masing.
Dalam perjalanan menuju bali, Anne tidak tidur sama sekali. Dia terus bermain, bersenda gurau bersama Kean dan Lean tanpa henti membuat suasana di dalam pesawat terasa ramai.
Waktu terus berjalan dan tidak terasa mereka sudah sampai di bandara I Gusti Ngurah Rai International Airport. Setelah pesawat landing dengan sempurna mereka semua turun, lalu menaiki sebuah buggy car bandara yang sudah datang menjemput.
Selama di bali mereka akan tinggal di salah satu resort termewah di bali yang mempunyai pemandangan pantai dari atas tebing
Sesampainya di resort Kean dan Lean segera berlarian masuk kedalam resort yang sudah di sewa oleh Ken selama dua hari kedepan sehingga tak ada pengunjung lain yang tinggal di sini.
Angin laut begitu kuat menerpa membawa aroma laut yang begitu khas menyeruak dalam alat indra, begitu menenangkan.
"Wow … Amazing …" ucap Lean saat melihat pemandangan laut diatas tebing yang sangat indah.
__ADS_1
"That's right, the scenery is very beautiful and amazing," timpal Kean yang ikut terpesona ketika melihat keindahan pemandangan indah di depan matanya.
"Apakah Kalian suka?" tanya Ken yang sudah berdiri di belakang mereka.
" Sangat suka!" seru Kean dan Lean bersamaan.
Melihat aura kebahagiaan terpancar di wajah kedua anaknya itu membuat Ken ikut bahagia. Acara ulang tahun Anne akan diadakan nanti malam sehingga mereka masih mempunyai waktu untuk istirahat sebentar.
***
Di sisi lain, terlihat Senja dan Rian kompak sedang mengurus bayi kembar mereka. Biasanya mereka akan dibantu oleh suster maupun Sekar dan Anita, tetapi hari ini semua mempunyai urusan sehingga mereka berdua harus mengurus bayi kembar itu sendiri.
Disaat melihat si kembar tertidur, Senja dan Rian langsung duduk bersandar di sofa yg untuk merilekskan otot-otot tubuh mereka.
"Ternyata mengurus bayi kembar sendiri itu tidaklah mudah!" ujar Rian sambil mengelap keringatnya.
"Iya, aku sekarang juga baru merasakan bahwa mengurus bayi itu tak semudah yang kita bayangkan," timpal Senja.
Tanpa sadar mereka berdua ikut tertidur di sofa akibat lelah mengurus kembar sendiri seharian.
***
Anne sudah cantik dengan pakaian princess berwarna pink, acara ulang tahun Anne yang pertama bertema castle mini.
Happy Birthday Anne … Happy Birthday Anne … Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday Anne …
Sorak semua menyanyikan lagu ulang tahun untuk Anne.
Acara malam ini berjalan dengan lancar dan meriah, semua yang ada di acara ulang tahun Anne ikut bahagia karena Papa Ken membuat game dengan memberikan hadiah berupa Uang, Iphone, tablet, dsb bagi siapa yang menang dalam permainan.
Semua itu dilakukan untuk seru-seruan dan berbagi kebahagiaan bersama orang-orang yang sudah setia bekerja bersama keluarga Fabio, serta mengucap rasa syukur karena Anne bisa tumbuh sehat menjadi anak yang pintar seperti sekarang.
__ADS_1
Semua berharap kelak Anne bisa menjadi anak yang baik, pintar, sholeha dan selalu membawa kebahagiaan untuk semua orang yang ada di sekitarnya.
"Kehadiran Anne benar-benar membawa kebahagiaan untuk keluarga ini," ucap Lala.
"Iya, Semoga keluarga Tuan dan Nyonya bisa bahagia terus seperti ini ya," timpal maid lainnya.
Setelah acara selesai, Dira menidurkan Anne diatas kasir. Tiba-tiba Ken datang memeluknya dari belakang.
"Mas … ngagetin aja!" ucapnya yang memang sedikit kaget ketika Ken tiba-tiba memeluk dari belakang.
"Masak di peluk sama suami sendiri kaget sih, Lagian gak akan ada yang masuk kedalam kamar ini selain Mas," terang Ken yang sudah menciumi pundak Dira.
"Iya tetap aja kaget Mas," pungkas Dira.
Melihat Anne yang sudah tertidur pulas giliran Ken yang meminta dilayani oleh Dira. Entah siapa yang memulai dulu, bibir keduanya sudah saling menempel, mengecap, menyesap sampai semakin dalam dan mengg****n.
Meskipun Anne yang ulang tahun, Ken juga tetap meminta hadiah, mumpung mereka sedang liburan di tempat yang begitu Indah seperti ini.
Selesai melakukan olahraga malam, Ken tidur sambil memeluk Dira.
***
Pagi menyapa, hari ini adalah jadwal mereka untuk memenuhi keinginan Kean dan Lean untuk bermain dan bersenang-senang. Kean dan Lean sudah menunjukkan beberapa list apa saja yang ingin mereka lakukan.
Pertama-tama naik speedboat, jalan-jalan ke bali zoo, serta melakukan aktivitas yang masih banyak lagi.
Saat Kean, Lean dan Ken masih asyik bermain speedboat. Tiba-tiba Dira ingin ke kamar mandi, Ia menitipakan Anne terlebih dulu kepada Carol. Setelah itu pergi ke kamar mandi bersama Lala.
Suasana di toilet sedikit sepi dan jauh dari keramaian, dari kejauhan terlihat beberapa orang terus memperhatikan Dira. Saat Dira keluar dari toilet tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya dengan sebuah kain sampai membuatnya tak sadarkan diri.
Lala yang baru keluar dari kamar mandi, melihat Dira sudah tak ada disana, mencoba mengedarkan pandangan untuk mencarinya.
"Kemana Nyonya ya? Apa sudah kembali?" gumam Lala. Ketika melihat tak ada keberadaa Dira di sana, akhirnya Lala memutuskan untuk kembali ke tempat dimana semuanya berada.
__ADS_1
...****************...