Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Anne ngambek (Season 2)


__ADS_3

Saat pintu terbuka, memperlihatkan 3 lelaki tampan yang sudah berdiri di depan pintu kamar Anne. Saat melihat Anne membuka pintu dengan raut wajah bahagia dengan memakai pakaian baru, Ken, Kean dan Lean saling pandang satu sama lain.


"Papa, Kak Kean, Kak Lean? Kalian sudah pulang?" tanya Anne santai seperti seperti tidak ada rasa kesal ataupun yang lainnnya.


Ketiga pria tampan itu mengangguk bersamaan dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di tebak. Saat melihat di dalam kamar Anne ada begitu banyak tas belanjaan barang-barang bermerek, Lean segera menyelonong masuk kedalam.


"Kak, Kakak ngapain main selonong masuk ke kamar, Anne?" teriaknya sambil mengikuti Lean.


"Apa Kamu habis berbelanja sebanyak ini, Anne?" tanya Lean dengan menunjuk barang-barang belanjaan Anne.


Karena penasaran, Kean dan Ken juga ikut masuk ke dalam kamar Anne. Saat melihat begitu banyaknya barang-barang branded yang masih berserakan membuat Ken dan Kean ikut terkejut. Anne bukanlah tipe Anak yang suka berbelanja barang branded sebanyak ini meskipun Ia memegang kartu kredit sendiri.


Apa karena kesal, Anne jadi melampiaskan amarahnya dengan berbelanja sebanyak ini? Batin Ken dan segera mengecek mutasi kartu kredit dan atm Anne. Namun, setelah mengecek mutasi pengeluaran kartu kredit dan atm Anne, Ken tidak menemukan adanya pengeluaran yang begitu banyak hari ini. Ken mengerutkan keningnya, lalu menatap ke arah Anne.


"Anne, darimana Kamu mendapatkan barang itu semua?" tanya Ken dengan tatapan tajam.


"Loh kok Papa tanyanya gitu?" sela Lean yang tidak mengerti kenapa Ken justru menanyakan darimana Anne mendapatkan barang-barang itu,melainkan bertanya apa alasan Anne membeli barang sebanyak itu.


Anne masih terdiam, Ia bingung harus menjawab apa kepada Ken. Untuk menelan salivanya saja rasanya sangat sulit karena merasa bingung dan tengang.


Gimana ya? Aku harus jawab jujur atau bohong? Tapi, kalau jujur apakah ada yang percaya kalau hari ini Aku jalan-jalan serta di belikan barang-barang mewah oleh mama sementaraku atau seorang wanita yang sangat mirip sekali dengan mama. Batin Anne.


"Anne ... Kenapa Kamu diam saja? Jawab pertanyaan, Papa. Dari mana kamu mendapatkan barang-barang mewah ini di saat kartu kredit dan atm Kamu tidak ada pengeluaran sebesar itu!" hardiknya.


Kean dan Lean langsung menatap ke arah Ken saat mendengar Ia mengatakan bahwa Anne tidak berbelanja barang-barang itu dari kartu atm atau kartu kredit yang di berikan oleh Ken.


" Em ... Anne— di belikan oleh orang yang pernah Anne tolong, Pa. Dia membelikan semua ini katanya sebagai bentuk terimakasih," jelas Anne yang sedikit gugup.

__ADS_1


Ken, Kean dan Lean memicingkan matanya ketika mendengar jawaban Anne.


"Anne apakah wanita itu seorang sultan? Sampai mengucapkan terima kasih dengan memberikan barang sebanyak ini?" pungkas Lean yang kurang percaya dengan ucapan Anne.


"Benar dek, Kamu jujur saja sama kita. Darimana Kamu mendapatkan barang-barang ini, alih-alih berbohong dengan alasan yang kurang masuk akal itu!" timpal Kean.


"Apa yang sudah Kamu lakukan sampai membuat orang itu seloyal ini dengan Kamu? Total harga barang-barang ini nilainya ratusan juta Anne, bukan hanya sejuta atau dua juta saja," papar Ken.


"Tapi, Anne gak bohong Pa, Kak. Ini semua memang di belikan oleh orang itu kalau Papa gak percaya sama Anne yaudah, terserah Papa dan Kakak aja!" tandasnya yang langsung duduk di sofa dengan tangan di lipat di depan dada. Wajah Anne terlihat sangat kesal dan marah karena tidak ada yang percaya dengannya.


Ken duduk di dekat Anne, tetapi Ia justru memunggungi Ken, menandakan bahwa Ia sedang marah marah saat ini.


"Anne ... Papa bukannya gak percaya sama Kamu. Papa hanya gak mau Kamu menyembunyikan sesuatu dari Papa sayang ... Papa hanya—"


"Hanya apa?" tanya Anne saat Ken tidak melanjutkan ucapannya dan justru diam tanpa kata.


"Lebih baik, Papa sama Kakak keluar semua deh dari kamar Anne. Anne ingin sendiri!" cetusnya tanpa melihat ke arah Ken.


"Keluar!"pekiknya dengan nada yang sedikit tinggi.


Melihat Anne yang terlihat sangat marah, terpaksa Kean mengajak Ken untuk keluar terlebih dulu. Biarkan Anne tenang dulu, nanti baru bicara lagi dengannya.


Sebenarnya Ken bukannya tidak percaya dengan Anne, dia hanya takut saja kalau ada orang yang mempunyai niat lain kepadanya. Apalagi Anne tidak mengatakan orang itu laki-laki atau perempuan membuatnya semakin takut dan khawatir.


Ken tahu, Anne bukanlah anak yang suka berbohong, tapi dia masih terlalu polos untuk tau niat terselubung dari seseorang. Ken hanya tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan terjadi kepada Anne.


Setelah keluar dari kamar Anne, Ken segera mencari Kemal supir yang biasanya mengantar Anne kemana dia pergi.

__ADS_1


"La? Kamu tahu kemana Kemal?" tanyanya saat belum menemukan Kemal juga.


"Loh, bukannya hari ini Kemal izin cuti, Tuan," pungkasnya.


Ken terbelalak serta mengusap wajahnya kasar saat Ia lupa kalau hari ini Kemal memang izin cuti. Padahal Ia sendiri yang mengizinkan kemal untuk cuti karena menganggap bahwa hari ini dia tidak membutuhkannya.


" Memangnya apa ada masalah, Tuan?"tanyanya kembali saat melihat raut wajah Ken yang 'tak biasa.


Ken menggeleng dan segera pergi meninggalkan lala, tetapi Ia tiba-tiba membalikkan badan kembali. " Oh, Ya. Apa hari ini Kamu tahu, Anne pergi dengan siapa? Atau pergi kemana? "tanyanya.


" Setahu Saya, Nona Anne pergi menggunakan taxi, Tuan,"pungkasnya.


" Taxi? Apa kalian tidak ada yang mengawal atau menemaninya pergi? " pekik Ken dengan nada sedikit tinggi sampai membuat Lala ketakutan.


" Maaf Tuan, hari ini Nona memaksa untuk pergi sendiri. Dia tidak mau ada pengawal yang terus mengekorinya!" tuturnya dengan menundukkan kepala karena takut melihat wajah Ken yang terlihat sangat marah.


Setelah itu, Kean menyuruh Lala untuk pergi agar Ia tidak semakin emosi. Ken sekali lagi mengusap wajahnya secara kasar lalu memukul udara. Ia merasa sangat bersalah karena sudah lalai dalam menjaga Anne hari ini sampai membiarkan Ia pergi sendiri dengan menggunakan taxi tanpa ada pengawal yang mengawasinya.


Meskipun Anne bisa ilmu bela diri, tetap saja Ken selalu saja khawatir kalau Ia pergi sendiri tanpa ada yang mengawal. Untung saja Anne pulang dengan selamat kalau tidak, entah apa yang akan terjadi dengannya saat ini.


Selama ini, Ken memang selalu menjaga Anne dengan ketat. Ia tidak mau kejadian 16 tahun lalu, terulang kembali. Dimana Ia tidak menjaga Dira dengan ketat sampai membuat Ia di culik dan pergi meninggalkan mereka semua selamanya.


Kenapa Aku bisa selalai ini sih ... Hanya karena ada masalah di kantor sampai membuat Aku lalai dalam menjaga Anne. Sepertinya mulai besok Aku harus lebih ketat lagi untuk menjaga Anne! Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan Anne.


...****************...


Halo para Reader kesayangan Author. Author lihat di data statistik banyak yang baca, tetapi kenapa likenya sesikit sekali? Ayolah pencet tombol likenya sebagai bentuk apresiasi Kalian buat karya Author ini.

__ADS_1


Banyak yang komen kapan Agatha ingat kalau dia itu Dira Thor? Lah Author aja gak tau Agatha itu Dira atau bukan! 🤣😂🤣😂✌️✌️Piss becanda.


Yang jelas, kalian ikuti saja Alurnya pasti akan banyak kejadian yang tak terduga.


__ADS_2