Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Ramuan penyubur Kandungan


__ADS_3

Di saat matahari masih mulai tinggi, seorang wanita paruh baya dengan penampilan elegannya turun dari sebuah mobil Alphard hitam. Ia berjalan ditemani dengan dua orang maid yang membawa beberapa paper bag, serta tas bekal menuju apartemen putranya.


Disaat lift sudah terbuka, Ia masuk kedalamnya lalu memencet tombol menuju lantai 25. Tak lama kemudian bunyi pintu lift terbuka terdengar kembali. Ia segera keluar dari Lift berjalan menelusuri lorong apartemen Rian sampai tiba di sebuah pintu no 245.


Ia memencet tombol untuk memberitahukan bahwa ada tamu yang datang. Selang beberapa menit terlihat seorang wanita membuka pintu apartemen dengan penampilan masih acak-acakkan, menandakan bahwa Ia baru bangun tidur.


Netra Senja terbelalak sempurna ketika melihat mertuanya sudah datang ke apartemen pagi-pagi begini.


"Mama!" ucap Senja lalu mencium tangan Sekar.


Sekar hanya bisa menggeleng-geleng kepala ketika melihat penampilan Senja saat ini. "Kamu masih baru bangun tidur?" tanya Sekar.


Pertanyaan Sekar seketika mampu membuat Senja menggaruk tengkuknya karena merasa malu. Bukan hanya malu, bahkan Ia merasa Aneh ketika melihat mertuanya datang bersama dua maid yang membawa begitu banyak paper bag.


Melihat Senja yang terdiam, Sekar masuk kedalam apartemen langsung menuju meja makan.


"Apa Rian juga masih tidur?" tanya Sekar kembali dan dija2ab sebuah anggukan oleh Senja.


"Yasudah, kalau begitu kamu bangunin Rian dulu suruh datang kesini!" pinta Sekar yang segera dilakukan oleh Senja.


Melihat Senja yang melenggang pergi, Sekar kembali menggeleng - geleng kepala sambil mengecek isi kulkas mereka. Saat melihat isi kulkas Senja dan Rian, Sekar hanya bisa menarik nafas panjang.


" Dasar anak-anak zaman sekarang! Gimana mau cepet punya anak kalau makanannya aja seperti ini! Gak sehat dan bergizi sekali! " decak Sekar sambil mengeluarkan para snack dan makanan instan yang ada di kulkas, lalu menyuruh maid untuk mengganti semua makanan dengan apa yang sudah ia bawa.


Di sisi lain, terlihat Senja tengah membangunkan Rian yang sulit Di bangunkan.


" Kak ... Ayo bangun, ada Mama datang!" beber Senja sambil terus menggoyang tubuh Rian agar bangun.

__ADS_1


Mendengar Mamanya datang, Andrian segera membuka matanya dan bangun dari tidurnya. Matanya terbelalak sambil menatap Senja lekat-lekat, Senja hanya menganggukkan kepalanya menandakan bahwa apa yang dikatakan benar.


Melihat wajah Senja yang tak biasa, membuat Rian memicingkan mata. Perasaanya mulai tak enak karwna ketika Sekara datang pasti akan ada sesuatu yang ...


Melihat Rian masih duduk terdiam, Senja segera menarik tangannya untuk turun menemui Sekar sebelum ada yang ngomel karena menunggu terlalu lama. Meskipun Sekar baik hati, Ia tetap seorang emak-emak yang suka mengomel.


Jika  kehidupan pernikahan  Aron  sedang berusaha menjadi suami siaga untuk istrinya, berbeda dengan Andrian. Ia harus mendengarkan Mamanya yang ngomel-ngomel karena Senja dan Rian hidup tak sehat.


"Kalian berdua itu dokter! Tapi kenapa gak bisa menjalani hidup sehat sih ..." cecar Sekar sambil menyiapkan semua makanan yang telah ia bawa.


Melihat apa yang dibawa oleh Sekar membuat Rian dan Senja menelan salivanya dalam-dalam. Mereka berdua hanya bisa saling tatap dan memberi kode agar salah satu dari mereka mau mengucapkan sepatah kata. 


Senja yang tidak menyukai Jamu, seketika merasa ingin pingsan  atau menghilang sementara dari bumi ini. Jamu adalah minuman yang sangat tak bisa Senja minum, dia akan muntah ketika minum jamu dan sekarang mertuanya membawakan bermacam-macam jamu. Tak hanya jamu, ada kurma muda, buah zuriat, madu, vitamin, serta berbagai makanan penyubur kandungan lainnya.


"Ma, sebenarnya ini semua buat apa sih?" tanya Rian yang diganggu oleh Senja. 


"Ini semua ramuan penyubur kandungan, biar kalian bisa segera punya anak!" papar Sekar sambil tersenyum licik.  


"Iya Ma, Kalau misalnya jamunya di skip aja gimana? Soalnya Senja gak bisa minum jamu!" terang Senja.


Sekar terdiam sebentar seperti sedang berpikir. "Yaudah kalau kamu gak bisa minum jamu, Kamu bisa makan ramuan yang lainya kan?" tanya Sekar dengan wajah yang berharap bahwa Senja bisa memakan semuanya selain jamu. 


Senja hanya bisa menarik nafas panjang dan menganggukkan kepala agar mertuanya tidak sedih. Melihat Senja yang menganggukkan kepala, Sekar mengulas senyum. 


Setelah melihat Rian dan Senja memakan begitu banyak tiram, tumis taoge, serta ramuan-ramuan yang ia bawa, Sekar pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan. Ia percaya bahwa kali ini pasti usahanya untuk segera mempunyai cucu akan berhasil. 


Sepeninggal Sekar, Senja segera mandi untuk bersiap-siap pergi ke kampus. Tiba-tiba tubuh Andrian seperti tersengat listrik, hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya apalagi saat melihat Senja keluar dari kamar mandi masih memakai bathrobe, gejolak di tubuhnya semakin besar.

__ADS_1


Entah siapa dulu yang memulai, kedua bibir itu saling bertemu, saling menyalurkan perasaan yang membuncah melalui pagutan bibir mereka. Keduanya mulai terbuai dalam ciuman yang semakin dalam, Rian mulai menyesap dan menjulurkan lidahnya bermain-main di dalam sana. Begitupun dengan senja yang mengikuti irama permainan Rian sampai membuat mereka tak tahan lagi untuk tidak melakukan hal yang lebih dalam lagi. 


Permainan Rian jauh lebih lama dari sebelumnya, bahkan sampai berkali-kali lebih panas dari sebelumnya sampai membuat mereka capek dan tertidur lagi. Senja yang harusnya ke kampus serta Rian pergi bekerja harus tertunda karena sudah tak bisa menahan rasa yang ada di dalam tubuhnya. Entah apa yang telah terjadi dengan mereka berdua sampai menjadi berg***h seperti ini. Mungkin makanan yang diberikan oleh Sekar mengandung sesuatu sampai membuat mereka seperti ini. 


......................


Di dalam kamar rumah sakit, terlihat seorang wanita cantik tengah memandikan putrinya dengan ditemani suami yang selalu siaga di menemani. Semenjak Dira melahirkan, Ken tak pernah meninggalkannya, pekerjaan semua ia alihkan kepada Rendi jika ada sesuatu yang mendesak Rendi akan membawa ke rumah sakit. 


Melihat Ken menjadi yang begitu berbeda, membuat Rendi tak percaya bahwa seorang Kenzo bisa menjadi suami serta Ayah yang berdedikasi seperti ini. 


Selesai memandikan Anne, Dira memakaikan minyak telon, bedak bayi, serta lotion anti nyamuk untuk Anne. Setelah selesai, giliran Ken yang menimang-nimang Anne sampai tertidur. Saat ini Ken sudah jauh lebih pandai menggendong Anne. 


"Mas, apakah tidak apa kalau Mas gak ke kantor?" tanya Dira. 


"Em …  kamu tenang saja sayang, semuanya sudah dihandle sama Rendi. Lagian Mas gak tega kalau harus meninggalkan kamu sendiri di sini," tutur Ken.


Sebenarnya jika Ken mau, dia bisa memerintahkan beberapa maid untuk datang menemani Dira di rumah sakit, tetapi itu tidak di lakukan karena Ken tidak ingin kehilangan momen seperti ini lagi.


Dulu Ia sudah tidak menemani Dira saat melahirkan Kean dan Lean sampai Ia harus berjuang sendiri mengurus mereka berdua. Jadi, sekarang Ken akan menemani Dira dan tidak mau kehilangan momen setiap pertumbuhan Anne. 


Saat ini Ken sudah tidak ingin menjadi seorang workaholic lagi, Ia lebih menginginkan menjadi seorang suami sekaligaus Ayah yang baik bagi Istri dan anak-anaknya.


Rendi juga sudah naik jabatan menjadi seorang wakil direktur perusahaan PT. Fabio bukan lagi asisten pribadi Ken. Ia merekrut Rendi karena tahu betul bagaimana sifat dan pekerjaan Rendi. Rendi adalah orang kepercayaannya selama bertahun-tahun, Dia adalah orang yang jujur dan ulet dalam bekerja sehingga Ken bisa menyerahkan pekerjaan itu kepadanya dengan tenang. 


"Wah … Anak papa  makin cantik aja ya … tapi masih tidur telus," ucap Ken saat menimang-nimang Anne yang sudah tertidur. 


Dira hanya bisa tertawa saat mendengar Ken mengucapkan perkataan seperti anak kecil. Ia benar-benar bersyukur karena mendapatkan suami seperti Ken. Allah memang benar-benar baik, telah mengirimkan laki-laki yang sangat ia butuhkan.

__ADS_1


...****************...


Jeng... Jeng... Gimana suka gak?


__ADS_2