
Cahaya fajar telah datang menggantikan malam gelap yang menyimpan berbagai kenangan indah maupun pahit. Suara adzan subuh terdengar saling bersahutan di masjid maupun surau, menandakan bahwa subuh telah datang menghampiri bumi ini.
Deru suara alarm terus saja berbunyi membuat suami istri itu mencoba untuk membuka kedua matanya yang masih terselimuti oleh rasa kantuk. Tangan Ken mulai meraba-raba untuk mencangambil alarm yang berada diatas nakas. Setelah berhasil mendapatkannya ia segera mematikan bunyi alarm itu agar tak mengganggu tidur istrinya yang masih terlelap dalam pelukanya.
"Sayang, ayo bangun sholat subuh," ucap Ken yang mencoba membangunkan Dira pelan dengan menepuk pundaknya.
Bukanya bangun, justru Dira semakin mengeratkan pelukannya membuat jin, iblis merasa merdeka dan ingin membuat Ken tertidur lagi. Tapi Ken masih bisa bertahan dan tak mendengarkan bisikan para iblis di telinganya untuk tidur kembali.
Perlahan ia melepaskan tangan Dira yang memeluknya. Setelah bisa melepaskan tangan Dira, Ken beranjak turun dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi. Ken masuk ke dalam kamar, lalu mencuci muka, menggosok gigi dan mengambil air wudhu.
Keluar dari kamar mandi, Ken mendapati Istrinya yang masih tertidur pulas diatas ranjang. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mengulas senyum ketika melihat Dira yang sekarang seperti putri tidur yang sangat manja. Ada yang mengatakan itu semua adalah hormon kehamilan, tapi kenapa hormon ini sepertinya terlalu berlebihan terjadi kepada Dira sampai membuat wanita itu berubah 180 derajat dari sebelumnya.
Ken berjalan menghampiri Dira untuk membangunkanya sekali lagi. "Sayang … Ayo bangun, nanti keburu habis waktu sholat subuhnya," ujar Ken sembari menepuk lengan Dira yang tertutup oleh selimut.
Mendengar suara Ken yang terus membangunkanya, Dira mulai mengerjapkan matanya yang masij terasa lengket dan berat. "Mas udah bangun?" tanya Dira dengan nada serak khas bangun tidur.
"Iya, ayo kamu cepat bangun! Kita sholat subuh berjamaah, nanti keburu siang kalau gak cepetan bangun." ujar Ken.
Bukanya menjawab pertanyaan dari Ken, tiba-tiba Dira bangun dari tempat tidur dan turun dari ranjang dengan langkah terburu-buru sambil menutup mulutnya karena merasa mual dan ingin muntah.
" Sayang … awas hati-hati," peringati Ken yang terkejut melihat Dira bangun serta berlari masuk kamar mandi.
Mendengar suara Dira yang muntah-muntah di dalam kamar mandi, Ken segera bangun dari tempat duduknya lalumenyusul Dira yang ada di dalamkamar mandi.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Ken yang sudah berdiri si tengah pintu kamar mandi.
Dira tidak menjawab pertanyaan dari Ken, dia justru terus muntah-muntah mengeluarkan isi perutnya sampai tak ada lagi yang tersisa saat ini. Bahkan yang ia muntahkan tinggal tersisa air liur saja. Setwlah merasa cukup, Dira membasuh mulutnya serta wajahnya yang sudah memerah akibat terlalu banyak muntah.
__ADS_1
Setelah merasa sedikit baikan, Ken memapah Dira untuk keluar dari kamar mandi . Ia membantu Dira duduk perlahan diatas ranjang, mengambilkan air minum serta mengambilkan minyak kayu putih untuk menenangkanya.
"Kamu kenapa sayang, kok tiba-tiba muntah-muntah?" tanya Ken kembali ketika melibat Dira yang sudah duduk bersandar diatas ranjang sambil menghirup aroma minyak kayu putih.
" Biasa Mas, Morning sickness!"
Ken hanya terdiam dan terlihat sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Dira karena ia memang tidak tau apa itu morning sickness. Menyadari bahwa Ken bingung, Dira tersenyum.
"Mual muntah bawaan hamil mas, " imbuh Dira yang mendapatkan anggukan dari Ken.
"Apa setiap ibu hamil akan mengalami hal seperti ini?" tanya Ken karena dia memang belum mempelajari apapun tentang wanita hamil.
" Mayoritas iya, tapi tidak semua. Karena setiap kondisi ibu hamil itu berbeda-beda tidak sama. Bahkan hamil yang sekarang dengan waktu hamil Kean dan Lean aja berbeda! " tingkas Dira untuk menjelaskan.
Kondisi Dira sat hamil yang sekarang dengan wakgu hamil Kean memang jauh berbeda. Saat hamil Kean dia hanya mengali mual muntah yang wajar tak separah saat ini, lebih suka makan, sehat dan lain sebagainya. Bahkan ia bisa tetap bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus saat hamil Kean dam Lean hanya terus di selingi dengan makanan yang terus masuk kedalam mulutnya karena ia selalu merasa lapar.
" Banyak banget sih perbedaanya. Bahkan waktu hamil Kean dan Lean aku tidak terlalu merasa seperti ibu hamil kembar yang biasanya kondisinya lebih parah dari hamil tunggal. Tapi aku justru Kebalikannya!"
Setelah itu mereka memberhentikan pembicaraan tentang kehamilan dan melanjutkan untuk sholat subuh terlebih dahulu. Karena masih merasa lemas Dira sholat duduk diatas kasur, sedangkan Ken shalat di tempat biasa mereka sholat.
Selesai Sholat, Ken melanjutkan mengaji di samping Dira sekalian memberikan pendengaran bacaan ayat suci Al-Quran bagi janin yang masih didalam kandungan Dira.
......................
Cahaya sinar matahari mulai tinggi menyinari bumi, dan sudah waktunya untuk Ken berangkat ke kantor. Sebelum berangkat ke kantor, Ken pamit terlebih dahulu dengan mengecup Kening Dira yang masih tertidur pulas. Ya, setelah mendengarkan baby yang dalam kandungan lantunan bacaan ayat suci Al-Quran serta memakan bubur sedikit. Dira kembali tertidur karena merasa sangat mengantuk.
Awalnya Dira, ingin mencoba untuk tidak tidur pagi karena itu tidak terlalu baik bagi kesehatan tapi Ia benar-benar sudah tak mampu menahan rasa kantuk yang terus menyerangnya. Akhirnya pertahanannya gugur untuk tidak tidur pagi.
__ADS_1
Setelah mencium kening istrinya , Ken mengusap perut Dira seraya berkata: " Anak papa yang masih di dalam perut, kamu baik-baik didalam sana ya, jadi anak yang pintar jangan menyusahkan mama. Kan kasihan mamanya, Papa berangkat kerja dulu ya ... Papa janji akan pulang cepat, oke!" sembari mencium perut itu.
Setelah itu Ken berjalan perlahan, lalu keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Di lantai bawah tepatnya di ruangan makan, sudah terlihat Carol, Kean dan Lean yang tengah sarapan pagi. Sedangkan Ken hanya pamit saja, karena ia ada meeting yang harus ia hadiri pagi-pagi sekali.
Mobil yang dikendarai oleh Ken melaju pergi keluar dari kediaman fabio. Ken duduk bersandar di kursi penumpang sambil melihat kembali materi yang akan dibahas pada rapat pagi ini.
"Oh ya Ren, saya minta tolong kamu belikan saya buku tentang ibu hamil, dongeng buat bayi dalam kandungan, terus … pokoknya semua buku yang bersangkutan dengan kehamilan," ujarnya dengan masih fokus membaca dokumen yang ada di tanganya.
Rendi menautkan kedua alisnya ketika mendengar perintah dari ken. "Untuk apa bos, semua buku itu?" tanya Rendi yang memang belum mengerti kalau Dira tengah hamil.
Ken berdehem serta mengatur suaranya. "Oh ya, Saya lupa memberitahu kamu kalau saya akan memiliki anak lagi."
Shittt …. Rendi tiba-tiba mengerem mendadak sampai membuat kepala Ken terbentur kursi depanya
"Kamu gimana sih nyetirnya Ren!" Hardik Ken dengan wajah yang penuh amarah.
"Maaf bos, saya terkejut saat mendengar bahwa anda akan memiliki anak lagi. Tapi saya ucapkan selamat ya boss," imbuhnya. Kemudian mengemudikan lagi mobilnya.
" Em... Kenapa kamu terkejut?" tany ken dengan tataoan menyelidik. Ia tak mengira bahwa reaksi Rendi akan terkejut sampai hamlir membuat jantungnya ikut copot.
" E ... Gapapa kok bos, " jawab Rendi terbata-bata. Tidak mungkin ia mengatakan apa yang ada di dalam pikiranya saat ini. Ia tidak mengira bahwa Ken akan mempunyai anak lagi secepatnya ini, mengingat kembali bahwa honeymoon mereka yang sempat tertunda sebelumnya. Tapi ternyata ...
Tak lama kemudian mereka sampai juga di lobi kantor PT Fabio grup. Rendi segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Ken. Ken turun dari mobil dengan wajah dingin serta tatapannya yang begitu tajam, menandakabahwa ia masih merasa kesal.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, hadiah serta klik bintang 5 ya...